Posted by Vivat Press on

Ini Cara Blusukan BEM ITS

Vivat Press
Kampus ITS Surabaya, 02 Februari 2017

Roadshow BEM ITS akan digelar sampai Jumat (3/2). Ada beberapa cerita menarik dari roadshow yang diadakan BEM ITS untuk menggaet calon staf.

Zikrul Ihsan, Sekretaris Jenderal BEM ITS 2016/2017 mengatakan bahwa roadshow memang digelar untuk mengenalkan visi misi dan kepengurusan BEM ITS 2016/2017.

Ia meyakini cara ini tidak hanya mengenalkan apa itu BEM ITS Wahana Juang, melainkan menjadi ajang jaring aspirasi dari para peserta roadshow yang hadir.

Beberapa pertanyaan kritis, ujarnya, dilontarkan oleh peserta. “Seperti pertanyaan kenapa kementerian B sekarang dipisah dari kementerian X. Di roadshow ini kami bisa menjelaskan hal itu, sekaligus agar peserta tahu alasannya dan inilah yang diinginkan dari roadshow ini,” tutur Zikrul.

Zikrul mengungakpkan, pada awalnya tujuan roadshow memang membuka wawasan untuk peserta dari calon staf tentang BEM ITS dan KM ITS.

Cara ini, lanjut Zikrul, dapat dikatakan sebagai blusukannya BEM ITS sebagai lanjutan kampanye untuk mencerdaskan kepada KM ITS mengenai apa yang akan dilakukan BEM.

Zikrul meyakini cara ini bisa dilakukan BEM ITS untuk lebih saling mengenal dengan KM ITS. “BEM ITS mengenalkan program kerjanya, KM ITS juga tahu seperti apa BEM ITS sekarang. Jika sudah saling kenal, maka akan mudah sayang. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang,” canda Zikrul.

Cuaca Buruk Bukan Halangan

Meski roadshow hari pertama terkendala hujan, tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengenal apa yang akan dibawa BEM ITS.

Zikrul menceritakan, ketika melihat cuaca yang kurang kondusif, ia sempat pesimis dengan kehadiran peserta.

“Awalnya pesimis karena hujan, tapi ternyata semangat para peserta tetap antusias datang dan meramaikan roadshow,” tuturnya.

Ia mengucap syukur bahwa roadshow kali ini adalah salah satu cara untuk melibatkan KM ITS dan lebih merasakan keberadaan BEM ITS.

Malamnya, roadshow digelar sembari melingkar dengan para peserta serta menikmati gorengan yang tersedia.

“Lebih guyup rasanya, berkat roadshow ini pun para peserta yg masih bingung menentukan pilihan jadi lebih yakin mendaftar,” terang mantan Ketua HMTC ini.

Zikrul juga berharap kedepannya roadshow ini bisa jadi kampanye lanjutan ke KM ITS, bukan hanya tertuju pada calon staff, sehingga di awal BEM ITS bisa mengenalkan programnya ke KM ITS dan KM ITS bisa memberikan tanggapannya.

Ia pun berpesan kepada KM ITS, agar dapat memanfaatkan roadshow ini untuk lebih mengenal BEM ITS. “Kenali lebih dekat, jika sudah kenal maka akan sayang tentunya,” tutup Zikrul.

Roadshow BEM ITS akan digelar selama tiga hari sampai jumat (3/2). Informasi mengenai tempat akan selalu dipost di akun media sosial resmi BEM ITS seperti instagram dan line. (irv/yon)

Posted by Vivat Press on

BEM ITS Kembali Mendapat Amanah Sebagai Koordinator Isu Maritim

Vivat Press
Samarinda, 27 Januari 2017

Setelah dilakukan sidang MUNAS selama beberapa hari yang lalu, pada Jumat (27/01) telah berakhir serangkaian acara sidang tersebut. Berdasarkan hasil sidang MUNAS, BEM ITS kembali mendapat amanah sebagai Koordinator Isu Maritim. Kembalinya ITS menjadi Koorsu Maritim karena dianggap masih menjadi kampus yang secara progresif melakukan kajian kemaritiman dan memiliki sumber daya manusia yang baik di sektor tersebut.

Pada sidang MUNAS BEM-SI X, terdapat sidang Pleno 3 yang menetapkan Koordinator Pusat adalah Universitas Sebelas Maret, Koordinator Forum Perempuan adalah Universitas Padang dan Koordinator Wilayah BEM-SI untuk Jawa Timur adalah Universitas Brawijaya. Selain itu, terdapat sidang Pleno 4 di mana salah satu hasilnya yaitu menetapkan ITS sebagai Koordinator Isu Maritim.

Rofi Arga Hardiansyah menyampaikan bahwa, dengan ini BEM ITS harus mampu memberikan kinerja dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Dua dari sembilan Nawacita Jokowi adalah tentang kemaritiman. Visi yang selalu disampaikan Jokowi adalah Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia. Kedua hal tersebut sudah menjadi landasan kuat mengapa maritim ini harus tetap dipertahankan dan dikawal perkembangannya. Maka dari itu, BEM ITS kedepan berkomitmen untuk menjadi partner pemerintah demi perkembangan Maritim Indonesia.

“Jalannya sidang pleno lancar dan kondusif, karena setiap kampus lebih mengutamakan urgensi kondisi pemerintahan Indonesia saat ini dari pada hal yang lain. Sebelum sidang ditutup, forum menyepakati Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional dua bulan setelah MUNAS berlangsung,” jelas Muhammad Aris Ashari selaku Menteri Koordinator Luar Negeri BEM ITS 15/16 yang ikut serta dalam sidang MUNAS tersebut.

Selepas sidang, tepatnya pukul 10.30 WITA diadakan aksi Resolusi Berpendapat di depan GOR Sempaja, Samarinda. Aksi tersebut dilakukan karena pada saat aksi 121 di seluruh Indonesia polisi cenderung represif dan menghalangi mahasiswa berpendapat. Aksi ini dilakukan hingga pukul 11.45 WITA. (iid/yon)

Posted by Vivat Press on

BEM-SI Gelar Munas Di Kota Samarinda

Vivat Press
Samarinda, 26 Januari 2017

Saat ini tengah berlangsung Musyawarah Nasional (MUNAS) X BEM-SI yang bertempat di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur. MUNAS ini dimulai sejak tanggal 23 Januari 2017 lalu hingga tanggal 29 Januari 2017 nanti. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam Aliansi BEM-SI menghadiri MUNAS tersebut dengan banyaknya peserta sekitar 99 orang.

Diadakannya MUNAS ini untuk membahas seputar evaluasi selama satu tahun, pergantian pengurus dan sedikit gambaran mengenai gerakan ke depan. Dalam MUNAS ini terdapat seminar, agenda aksi serta sidang MUNAS. Sidang MUNAS ini diadakan cukup lama, yaitu mulai hari Selasa lalu (24/01) hingga hari Jumat besok (27/01).

Pada hari pertama, acara dimulai dengan opening, di mana terdapat beberapa penampilan tarian daerah ketika pembukaan. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan Sudirman Said, selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Menurut penjelasan Rofi Arga Hardiansyah, pada diskusi tersebut, beliau banyak membahas terkait energi. Mulai dari regulasi penambangan, dampak terhadap lingkungan dan peraturan-peratuan sekarang tentang penambangan.

“Beliau juga sempat membahas tentang semangat perjuangan dari para pendahulu (tokoh-tokoh bangsa). Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa adalah harapan atas kemajuan bangsa ke depan. Maka dari itu beliau langsung menyetujui ketika diundang ke MUNAS BEM-SI,” lanjut Arga. (iid/yon)

Posted by Vivat Press on

WELCOME INI LHO ITS 2017 Sampai Ke Jakarta

Vivat Press
Selasa 24 Januari 2017

Surabaya – Pekan lalu, INI LHO ITS (ILITS) telah menghadiri berbagai SMA di seluruh kota di Indonesia dengan tema yang dibawakan yaitu “Berani Bersinergi”. ILITS yang diselenggarakan sekitar bulan Januari hingga awal Februari 2017 ini memang sudah menjadi salah satu agenda yang dilakukan setiap tahun. Konsep yang diusung tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Ada dua konsep, pertama adalah VISIT, di mana ILITS mendatangi sekolah SMA satu per satu di seluruh Indonesia dengan target 1000 sekolah SMA. Serta yang kedua adalah WELCOME, terdiri dari acara Try Out, Tracking Jurusan dan Talkshow.

Tahun ini, serangkaian acara WELCOME tidak hanya diadakan di Surabaya saja, namun juga diadakan di Jakarta.

Pada tanggal 14 Januari 2017 lalu, telah diadakan Try Out di Surabaya, yang mana keesokan harinya dilanjutkan dengan acara Tracking Jurusan dan Talkshow.

Sedangkan untuk daerah Jakarta, Try Out diadakan bersamaan dengan Tracking Jurusan dan Talkshow, yakni diadakan pada tanggal 21 Januari 2017.

Rofi Arga Ardiansyah, Presiden BEM ITS 15/16, sebagai salah satu pengisi acara Talkshow mengatakan bahwa antusiasme peserta yang berkisar 500 siswa itu luar biasa. Banyak respon positif ketika Talkshow berlangsung dan minat untuk masuk ITS juga cukup banyak. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa jurusan Teknik Kimia itu menyampaikan materi seputar adaptasi dari siswa menjadi mahasiswa, di mana hal ini lebih ditekankan pada tanggug jawab diri atau kemandirian serta proses adaptasi dalam perkuliahan.

“Semoga ILITS bisa menjadi ajang untuk balas budi kita sebagai mahasiswa yang tentunya banyak sekali berhutang budi atas segala hal yang telah diberikan ITS. Dengan ILITS, menjadi bukti bahwa kita bangga masuk ITS dan kita ingin siswa-siswa SMA ikut masuk kampus tercinta kita. Serta bisa menjadi agenda tahunan yang semakin besar untuk mem-branding ITS ke sekolah-sekolah SMA,” ujar Arga.

Selain Talkshow, adapula Try Out. Untuk daerah Surabaya, jumlah peserta sekitar 800-900 siswa, sedangkan di Jakarta sebanyak 200 siswa. Hal ini karena Try Out di Jakarta baru pertama kali diadakan.

Menurut ketua pelaksana ILITS 2017, Wiyanda Alfah, secara umum ILITS tahun ini teknis dan konsepnya lebih matang. Serta perbedaan antusiasme siswa saat Tracking Jurusan yang tidak temukan pada saat pelaksanaan tahun lalu. Mereka sampai berlari untuk mencari informasi di tiap jurusan.

“Harapannya semoga teman-teman SMA se-Indonesia dapat termotivasi dan dibuka wawasannya mengenai ITS dan jenjang perkuliahan. Serta seluruh rangkaian ILITS kedepannya dapat benar-benar menjangkau teman-teman SMA se-Indonesia, terutama di bagian timur dan lebih menekankan pada fungsi kebermanfaatannya,” pungkas Wiyanda. (iid/arn/yon)

Posted by Vivat Press on

UKT Tidak Akan Naik Sampai Tahun 2019

“Buat apa menaikkan UKT, ITS masih bisa mencari dana tambahan luar dibanding menekan mahasiswa,” ungkap Joni mengawali diskusi silaturahim antara BEM ITS, Ruang Rektor, Rabu (11/1).

Joni menegaskan tidak akan menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga tahun 2019. Hal itu dijelaskan Joni karena ITS berusaha menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang bisa mencerdaskan para pemuda bangsa tanpa membebani dengan kenaikan UKT.

Menurut dosen Departemen Teknik Lingkungan ini, ITS akan berusaha memenuhi kebutuhan operasional dengan cara menjalin kerjasama atau pendanaan secara mandiri.

Ditambahkan olehnya, jika terjadi perubahan pun mengikuti inflasi yang terjadi. Ia menganalogikan jika harga nasi padang tahun 2013 masih Rp 10 ribu, maka di tahun 2016 tentu harga nasi padang sudah tidak dapat dibeli dengan harga Rp 10 ribu. “Memang banyak yang bilang UKT ITS rendah, tapi jika tanpa menaikkan saja kita masih sanggup, kenapa harus naik?” ujar Joni.

Selaras dengan pergantian status ITS menjadi PTN Berbadan Hukum (PTN-BH), Joni menjelaskan BEM ITS sebagai Organisasi Mahasiswa (Ormawa) eksekutif tertinggi di ITS bisa turut membantu institut.
Bantuan yang dimaksudkan Joni antara lain adalah menjadi contoh mahasiswa yang cerdas dan mempunyai nilai etika baik di masyarakat.

“BEM ITS harus lebih banyak aktif di masyarakat, terutama pengabdian kepada masyarakat. Bantu ITS menjadi PTN-BH agar naik level, kita samakan niat agar tidak hanya mengejar kemuliaan duniawi semata tapi juga akhirat,” ujar dosen kelahiran Bandung ini.

Pengaderan ITS Selanjutnya

Berbicara mengenai menjadi contoh atau role model mahasiswa. Salah satu yang ia sebutkan adalah mengenai pengaderan, ia bercerita kerap kali mendapat kabar tidak sedap mengenai perilaku mahasiswa ITS yang kurang sopan di wilayah Gebang dan Keputih.

“Saya pernah dapat cerita, mahasiswa ITS kalau parkir suka sembarangan, menuhin jalan, ramai sendiri dan kurang aktif di kegiatan masyarakat seperti gotong royong,” cerita Joni.

Menanggapi cerita tersebut, Joni mengaitkan dengan pengaderan yang ada di ITS. Ia yakin pembangunan yang paling baik dimulai dari manusianya.

Pengaderan yang ada di ITS, ujar Joni, harus mencontohkan bukan hanya konsep menyuruh. Menurutnya konsep pengaderan bukan hanya untuk Mahasiswa baru (Maba), namun mahasiswa lama harus mengader dirinya sendiri. “Konsep ini yang hilang, malah banyaknya dijadikan ajang balas dendam senior ke junior,” tuturnya.

Ia tidak menampik, pengaderan turut mengembangkan softskill mahasiswa, namun perlu menyamakan niat dan meluruskan kembali makna pengaderan itu sendiri.

Mengenai nilai pengaderan yang ideal, Joni menyebutkan terdapat lima nilai yang perlu diberikan kepada mahasiswa. Kelima nilai tersebut, yaitu, kepemimpinan, kerja tim, kepercayaan diri, komunikasi dan kemampuan berwirausaha.

“Pengaderan tidak hanya berjalan di tahun pertama saja, tapi berlanjut sampai lulus. Seringlah bertanya salah saya apa, agar bisa introspeksi diri dan menjadi pribadi yang unggul,” tutup rektor yang akan meresmikan restrukturisasi fakultas 21 Januari mendatang.

Posted by Vivat Press on

Tuntutan KM ITS Telah Tersampaikan

Kamis (12/10), kado awal tahun yang diberikan Presiden Jokowi mengenai kebijakan barunya membuat keresahan di masyarakat, tak terkecuali golongan mahasiswa.

Fungsi mahasiswa sebagai social control membuat KM ITS tidak ingin tinggal diam melihat keresahan yang dialami masyarakat.
Alhasil, eskalasi penyampaian tuntutan KM ITS yang dihasilkan melalui Pusat Kajian Strategis (Pukat) sejak selasa malam (10/10) membuat KM ITS bergerak untuk menyampaikan aspirasinya.

Rofi Arga Hardiansyah, Presiden BEM ITS, mengatakan, hasil tuntutan KM ITS telah tersampaikan dengan baik kepada Ketua DPRD Komisi A, Dr Freddy Poernomo SH MH.
Ia mengucap syukur lantaran tiga poin tuntutan KM ITS telah tersampaikan kepada perwakilan DPRD.

Tiga poin tuntutan itu, ujar Arga, antara lain menuntut transparansi dan akuntabilitas kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi.

Selain itu, menuntut pemerintah Republik Indonesia untuk mengkaji kembali data penerima subsidi listrik serta memberikan transparansi kriteria dan paramater yang jelas dalam melakukan klasifikasi kategori masyarakat layak dan tidak layak untuk disubsidi.

“Yang terakhir menuntut pemerintah Republik Indonesia untuk memberikan penjelasan alokasi penggunaan anggaran yang diambil dari dana penghematan subsidi listrik,” ujar mahasiswa asal Jakarta tersebut.

Menanggapi tuntutan itu, Ketua DPRD Komisi A, Dr Freddy Poernomo SH MH, menyatakan berterima kasih dan akan menjamin untuk menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.

Ia mengatakan bahwa kewenangan DPRD Jawa Timur tidak sampai merubah kebijakan.

“Tapi akan kita sampaikan. Terima kasih kepada mahasiswa, dengan begini saya yakin mahasiswa masih mempunyai kepedulian sosial kepada rakyat,” ujar Freddy.

Untuk menjamin hal tersebut, Freddy membuka lebar bagi setiap mahasiswa dari Perguruan tinggi di Jawa Timur untuk berdialog dan berdiskusi mengenai kebijakan.

“Saya pernah menjadi mahasiswa juga pernah menjadi aktivis, saya tau rasanya. Tetaplah berjuang mahasiswa,” tutup Freddy sembari meneriakkan jargon hidup rakyat dan mahasiswa.

Selain DPRD Jawa Timur, Arga turut memberikan pernyataan tuntutan kepada Pemerintah provinsi Jawa Timur yang diwakilkan oleh Wakil Gubernur.

Alumni ITS Turut Bantu Sampaikan Aspirasi KM ITS

Salah satu alumni ITS, Ir Yusuf Rohana mengatakan akan turut membantu dan mengawal aspirasi KM ITS.
Pria yang menjabat sebagai DPRD komisi B bidang perekonomian tersebut mengaku senang melihat pergerakan mahasiswa terutama ITS tidak padam.

Ia pun secara terbuka memberi undangan kepada aktivis BEM ITS jika ingin berdialog mengenai kebijakan pemerintah di rumahnya.

“Kebetulan rumah saya itu di Keputih, jadi silahkan datang, kita diskusi mengenai negara ini,” tutup alumni Teknik Mesin ITS’89 ini.

Posted by adminbemits on

Sikap Keluarga Mahasiswa ITS Atas Kado Awal Tahun Presiden Joko Widodo

Awal tahun biasanya menjadi harapan baru untuk kehidupan kita satu tahun mendatang.

Awal tahun biasanya menjadi momentum untuk merefleksikan segala evaluasi selama satu tahun kebelakang.

Awal tahun biasanya menjadi wahana untuk kita mampu mengumpulkan semangat perjuangan.

Namun, rasanya awal tahun kali ini tidak seperti tahun-tahun belakangan. Kebijakan-kebijakan yang berdatangan, menjadi kado spesial yang harus kita terima di awal tahun ini. Mulai dari kenaikan harga BBM non subsidi dan kenaikan harga tarif dasar listrik 900VA.

Lalu? Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Sejujurnya, kami berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo beserta jajarannya atas kebijakan-kebijakan awal tahun yang telah ditetapkan. Dengan kebijakan-kebijakan bapak, kami berhasil mengumpulkan semangat JUANG lebih awal, kami berhasil membuat WAHANA untuk kawan-kawan kritis dengan kondisi kebangsaan, dan kami berhasil move on untuk BEREKSPRESI kedepan atas kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan.

Tidak ada yang kami perjuangkan selain untuk kebaikan masyarakat dan Indonesia. Anggaplah sikap ini bentuk ikhtiar kami untuk terus melaksanakan fungsi kontrol kepada pemerintah yang sedang mengemban amanah saat ini. Karena Bapak Soekarno pernah berkata, yaitu

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

Kami meyakini setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Maka hasil dari kajian serta penyikapan kami ini semoga bisa menjadi bukti atas kepedulian kami terhadap pemerintah saat ini.

WAHANA telah dibuka, silahkan siapkan diri karena kita akan memperJUANGkan ini bersama!

Link Hasil Kajian :
intip.in/sikapKMITSawaltahun

Presiden BEM ITS 2016/2017
Rofi Arga Hardiansyah
(0857 1544 1575)


*Hasil Penyikapan KM ITS ini akan langsung kami serahkan kepada lembaga terkait untuk diaspirasikan ke pemerintah pusat.

Posted by adminbemits on

BERANI UNDUR DIRI, PEJUANG SIAP BERAKSI

VIVAT PRESS

Plaza dr. Angka, 2 DESEMBER 2016

Kemeriahan, keharuan, kesedihan dan kebahagiaan bercampur aduk di Plaza dr. Angka tadi malam, (2/12). Tepat sekitar pukul 21.00, berakhirlah serangkaian acara Kongres Mahasiswa ITS Terbuka ke-XLIV. Terlihat Keluarga Mahasiswa (KM) ITS memenuhi setiap sudut Plaza dr. Angka.

Acara awal dimulai dengan pembacaan Kepres Pembubaran FKHM oleh Presiden BEM ITS 2015/2016, Novangga Ilmawan. Selanjutnya, dilakukan orasi terakhir dan pembuka BEM dan DPM ITS 2015/2016. Serta puncak dari acara ini yaitu serah terima jabatan BEM dan DPM ITS 2015/2016 kepada BEM dan DPM ITS 2016/2017.

“Saya merasa senang karena banyak teman-teman KM ITS yang datang. Ini menunjukkan awal yang baik untuk kepengurusan ini. Tapi saya juga ada rasa takut karena memegang amanah yang besar,” jelas Rofi Arga Hardiansyah, Presiden BEM ITS 2016/2017 setelah serah terima jabatan dilakukan.

Kepengurusan BEM ITS 2016/2017 ini akan lebih fokus terhadap peran fungsi yang optimal, baik internal maupun eksternal. Langkah selanjutnya setelah serah terima jabatan ini yaitu menunggu GBHK dari DPM ITS lalu segera launching Kabinet BEM ITS 2016/2017. Sedangkan untuk oprec staff, rencananya akan dibuka pada awal semester depan.

Novangga pun mengutarakan kebahagiaan dan kesedihannya selepas serah terima jabatan BEM dan DPM ITS 2015/2016 kepada BEM dan DPM ITS 2016/2017. Rasa senang karena sudah tidak mengemban amanah besar lagi dan rasa sedih karena kepengurusan BEM ITS 2015/2016 telah berakhir. Adapun pesan dan kesan selama satu tahun kepengurusan ini yakni memahami arti keikhlasan dan saling percaya dalam satu organisasi.

“Harapannya untuk kepengurusan BEM ITS yang akan datang yaitu dalam mengawali suatu kepengurusan harus jelas visi dan misi yang diusung, serta perlu adanya pencapaian-pencapaian yang harus diraih. Bukan hanya sekedar menjalankan saja”, pungkas Novangga pada akhir acara tersebut. (iid/yon)

Posted by Vivat Press on

KEMERIAHAN EVENT TAHUNAN ITS EXPO 2016

VIVAT PRESS

ITS EXPO: Event pertama di Indonesia yang menggabungkan unsur seni, ilmu, dan budaya.

ITS EXPO 2016 merupakan event tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh seluruh Keluarga Mahasiswa ITS. ITS EXPO sendiri sudah ada sejak tahun 2012, dimana dulu sebelum itu ada event Hari Budaya dan Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS.
ITS EXPO berlangsung dari tanggal 16 November sampai 19 November 2016. Di tahun ini ITS EXPO mengusung tema Ekspresi Optimisme, dengan kondisi latar belakang bangsa baik dari sisi persatuan, kebudayaan dan teknologi nya yang banyak pesimis terhadapnya. ITS EXPO 2016 hadir sebagai perwujudan keoptimisan pemuda-pemuda Indonesia khususnya Mahasiswa ITS tentang bangsa ini, khususnya dari sisi seni, ilmu dan budaya.

ITS Expo 2016 sendiri terdiri dari Event, Wahana, dan Kompetisi. Event seperti Hall of Fame, Explore ITS, Gelar Karya Mahasiswa, Pagelaran Seni yang menampilkam khasanah budaya nusantara, Talkshow, dsb. Wahana sendiri ada seperti urban market, wahana budaya, pasar malam yang bertujuan mengangkat budaya luhur bangsa, seni seni nya baik warisan maupun seni modern dan ada Wahana Teknologi sebagi perwujudan keilmuan ITS. Sedangkan kompetisi terdiri dari IEPC, Recycle Art, Robot in Action, dsb.

Menurut salah satu pedagang di urban market, ITS EXPO merupakan wadah yang sangat membantu perekonomiannya. “Selama saya berjualan di sini, alhamdulillah selalu ramai pengunjung, walaupun pasti pesaing selalu ada. Harapannya tahun depan ITS EXPO bisa digelar lagi tahun depan”,tutur Bu Luluk.

ITS EXPO pada tahun ini menghadirkan bintang tamu ternama seperti Klantink yang tampil pada hari Kamis, juga Mocca dan Tompi yang tampil pada hari Jumat. Dengan begitu, ITS EXPO bisa menarik minat pengunjung di luar ITS untuk datang.

Kami sempat mewawancarai beberapa pengunjung yang hadir pada ITS EXPO kali ini. Menurut mereka acara ini seharusnya tetap dipertahankan. “acara ini walaupun ada kekurangannya tapi bagus. Seharusnya tahun depan acara ini tetap ada dengan bintang tamu yang lebih terkenal lagi”,ujar Nanda, Diah, dan Adinda.
ITS EXPO merupakan paket komplit sebuah event yang tidak hanya menjual bintang tamu terkenal, tapi menjual konsep, menjual nilai dan budaya yang ada. Didukung dengan instalasi dan sebagainya diharapkan dapat benar-benar menumbuhkan Optimisme kita kedepan, baik dari hal paling kecil hingga hal besar yaitu optimisme untuk membangun Bangsa.

Menurut ketua ITS EXPO 2016, Hafizudin Wirawan, dengan diadakannya acara ini bisa membawa nama ITS lebih baik di mata masyarakat. “Karena acara ini milik KM ITS, seharusnya kita turut bangga bahwa ITS EXPO ini diadakan. Dengan diadakannya ITS EXPO ini, kita patut bangga mempunyai acara yang bisa mempromosikan ITS secara massive”, jelas mahasiswa yang akrab dipanggil Iwan tersebut.(syn/mia)

Posted by adminbemits on

Challenge 2 Tahun Jokowi-JK : Ryan P. Putra

Jokowi: Kurang ‘Bertaji’ di Negara Sendiri?

Ryan P. Putra
Mahasiswa ITS Jurusan Fisika

Sumber Gambar: Google.

Apa jadinya jika presiden kurang ‘bertaji’ di negara yang ia pimpin? Tentu hal tersebut dapat menimbulkan pudarnya rasa kepercayaan bagi rakyat kepada presidennya. Hal itu dikarenakan presiden dipilih secara demokratis oleh rakyat. Apabila presiden kurang bahkan tidak berani untuk mengambil keputusan, maka rakyat akan kecewa dalam menghadapi itu.

Hal tersebut direfleksikan oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Presiden yang akrab disapa Jokowi ini, menuai banyak pujian hingga hujatan yang berbagai macam semasa pemerintahannya dua tahun ini. Salah satu upayanya yang berani yakni Jokowi berani menindakpidanai para pengedar narkoba dengan hukuman mati. Meski hukuman mati dinilai melanggar hak asasi manusia untuk hidup, tetapi hal tersebut dilakukan dengan tujuan memberantas maraknya pengedaran narkoba yang membabi buta di negeri ini.

Pada awal Januari 2015, gelombang pertama eksekusi mati dijatuhi oleh salah satu pengedar narkoba asal Brasil, Marco Archer Cardoso (53 tahun). Tidak hanya Marco saja, tetapi masih banyak pengedar narkoba yang dihukum mati. Saking banyaknya pengedar narkoba yang masih mendekam di sel penjara, hukuman mati tersebut dilaksanakan hingga tiga gelombang. Pada gelombang ketiga, hukuman mati dijatuhkan oleh gembong narkoba terbesar di Indonesia asal Surabaya, Freddy Budiman pada jumat dini hari, 29 Juli lalu.

Keberanian Jokowi untuk mengeksekusi para pengedar narkoba dinilai cukup apik. Akan tetapi, keberanian tersebut hanya berdampak pada setiap individu atau orang saja. Mengapa? Pasalnya, narkoba hanya digunakan oleh mereka yang lemah iman. Jika setiap orang kokoh imannya, maka hasrat untuk memakai barang haram tersebut tidak mungkin dilakukan. Dengan kata lain, narkoba dapat menimbulkan efek buruk bagi pemakainya saja. Bukan seluruh rakyat Indonesia.

Lain halnya dengan korupsi. Fenomena tersebut sudah tidak asing didengar oleh seluruh rakyat Indonesia. Kurang tegasnya Jokowi dalam membangun negeri menjadi lebih baik bermula saat memberantas para koruptor. Berbeda dengan pengedaran narkoba, korupsi dapat merusak kesejahteraan rakyat Indonesia baik yang beriman kokoh maupun tidak. Pada dasarnya, uang yang dikorupsi oleh para koruptor merupakan uang dari rakyat. Bagaimana bangsa bisa maju jika para pejabat-pejabat tinggi melakukan hal yang dapat merusak itu?

Oleh karena itu, refleksi Jokowi di masa pemerintahannya selama dua tahun ini tidak dapat bertindak tegas dalam memberantas para koruptor. Jika pengedar narkoba yang dapat merusak satu orang saja dihukum mati, tentunya para koruptor yang merusak kesejahteraan rakyat juga bisa dihukum mati. Lantas, kapan Jokowi bisa memberantas para koruptor seperti saat memberantas pengedar narkoba?

Surabaya, 19 Oktober 2016