Monthly Archives

One Article

Posted by adminbemits on

ECO CAMPUS ITS : GOES TO URBAN FARMING

Kesadaran akan kebutuhan lingkungan yang bersih dan sehat membuat ITS semakin menggencarkan program Eco Campus. Kali ini ITS mengangkat tema Urban Farming sebagai tujuan dari kegiatan berbasis lingkungan pada bulan Oktober – Desember 2013 ini.

 “Pemilihan tema Urban Farming disesuaikan dengan kondisi saat ini, dimana daerah perkotaan memiliki sedikit lahan hijau, sehingga diupayakan memaksimalkan lahan hijau tersebut.” Tutur Yunus Zarkati K. Menteri Sosial Masyarakat BEM ITS ketika ditanya mengenai tema Eco Campus. “Daerah perkotaan itu penghijauannya sedikit, jika di luar negeri, setiap rumah tangga punya satu lahan hijau, tapi di Indonesia masih minim” ujar Yunus.

Sosialisasi isu Urban Farming diawali dengan diadakannya  workshop pada 19 Oktober 2013. Pada workshop ini dijelaskan materi terkait budidaya ikan, jamur, pengolahan sampah. Realisasi dari workshop tersebut yaitu lomba  Urban Farming se-ITS yang melibatkan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) se-ITS. Penilaian dilaksanakan pada tanggal 3-5 Desember. Penilaian didasarkan pada proses HMJ dalam merealisasikan urban farming itu sendiri. Harapannya meskipun hanya memiliki lahan yang minim, HMJ dapat memanfaatkan lahan tersebut sebagai ruang terbuka hijau. “Yang dinilai bukan hanya hasil, karena indikator tertinggi adalah dari prosesnya yaitu 70% dan indikator dari hasil hanyalah 30%” ujar Detak Yan Pratama ST MSc, selaku Ketua Panitia kegiatan.

Saat ini ITS juga mencanangkan “Gerakan 10.000 Tumbler” dalam rangka mengurangi limbah plastik. Sosialisasi penggunaan tumbler dengan pembagian kupon saat pelaksanaan Gugur Gunung 6. Selanjutnya sosialisasi akan dilanjutkan dengan penjualan tumbler dengan harga murah, atau dengan penukaran botol plastik bekas. Ke depannya penggunaan tumbler akan diwajibkan bagi mahasiswa ITS, dengan penyediaan dispenser air isi ulang pada masing-masing jurusan, diikuti dihapusnya penjualan botol air mineral di lingkungan ITS.

Puncak dari semua kegiatan tersebut adalah Gugur Gunung 6 (G2 6) pada tanggal 6 Desember 2013. G2 6 dibuka langsung oleh Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA. Dalam sambutannya, beliau berharap agar alumni ITS tidak hanya pandai akademik tetapi juga memiliki perhatian luar biasa terhadap lingkungan. “Selamat menjalankan misi besar, semoga membawa berkah.” Ujar bapak Triyogi menutup sambutannya. Usai pembukaan, acara langsung dilanjutkan dengan penanaman 1100 bibit sayuran yang dilakukan oleh mahasiswa baru ITS 2013 di sembilan tempat. Tujuan penanaman bibit sayuran ini selain untuk mengenalkan urban farming kepada mahasiswa baru, juga untuk mewujudkan SAYOR ITS sebagai produk sayuran organik.

Event ini tidak hanya melibatkan mahasiswa ITS, tetapi juga melibatkan birokrasi, dosen, serta beberapa sponsor yang terdiri dari Semen Indonesia, Bank BNI, Bank Mandiri, Pertamina, JVC, Pemkot Surabaya, Enciety, PW IKA ITS Jakarta Raya, Jatim, Sumsel dan Bontang, Campina, dan Veet. Pihak sponsor menyumbang sekitar 1700 bibit pot, dimana 1100 diantaranya ditanam saat G2 6, sisanya disimpan untuk keperluan lainnya. Pasca pelaksanaan G2 6, harapan diselenggarakannya acara ini agar mahasiswa menjaga kepeduliannya terhadap apa yang ditanam, sebagai alternatif dari permasalahan penanaman di lahan sempit dan indikator dari pelaksanaan kelayakan urban farming. “Gugur gunung bukan hanya sekedar eventual dan bersenang-senang, namun meningkatkan kesadaran akan lingkungan agar terwujudnya hijau ITS sebagai “buah tangan” ITS.”  tutur Mukhlis Ndoyo Said, Presiden BEM ITS 2013-2014. (laily/rahm)