Monthly Archives

4 Articles

Posted by adminbemits on

Galang Dana untuk Masa Depan Bangsa

“Sejahtera, sejahtera, dan sejahtera,” itulah motto dari Kementrian Kesejahteraan Mahasiswa BEM ITS. Senin Pagi (27/1), di selasar Dr. Angka ITS terpasang spanduk bertuliskan “Galang Dana Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan  Uang Kuliah Tunggal (UKT)”.  BEM ITS mengadakan kegiatan rutin ini tiap akhir semester seminggu sebelum penutupan pembayaran SPP dan UKT dengan tujuan untuk meringankan beban para mahasiswa yang tidak mampu dalam membayar. Kegiatan ini diadakan selama empat hari hari hingga Kamis (30/1) dari jam 08.00 hingga 15.00,.

Kegiatan bertujuan untuk memperlancar para mahasiswa yang menuntut ilmu di ITS ini agar tidak terhambat dalam masalah finansial karena Pendidikan adalah investasi bangsa . Kegiatan ini berbeda dari tahun sebelumnya yaitu adanya suatu kegiatan galang dana UKT khususnya untuk mahasiswa dengan UKT terbesar, yaitu Rp 7.500.000 tiap semester. Tiap mahasiswa memiliki beban pembayaran untuk satu semesternya berbeda-beda, mulai dari Rp.0 – Rp7.500.000, dibandingkan yang sebelumnya dilakukan dengan pembayaran SPP maksimal Rp 1.800.000.

Selain menggalang dana, mahasiswa yang tidak mampu membayar SPP atau UKT mendatangi posko dan diwawancarai tentang masalah keuangannya. Para peserta diharapkan melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan dalam pendataan mahasiswa kurang mampu, agar dana dari penggalangan dana dapat dibagikan seadil-adilnya. Berkas-berkas terdiri dari Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), surat keterangan tidak mampu, slip gaji orang tua, dan surat pajak bumi dan bangunan.

“Saya disini tidak berharap untuk semuanya dibayarkan oleh posko ini, karena saya sendiri memiliki tanggung jawab untuk membayar kewajiban saya.” ujar Restu Maulana salah satu mahasiswa yang belum dapat membayar UKT yang besarnya Rp 7.5000.000. UKT sendiri memang memiliki keuntungan yaitu dalam satu semester tersebut mahasiswa tidak lagi membayar beban pembayaran yang lain seperti Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) dan Sumbangan Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IKOMA). Tetapi ada kalanya ketika penghitungan besar UKT yang harus dibayar oleh para mahasiswa tiap tahun kurang tepat terhadap kemampuan ekonomi mahasiswa. Banyak mahasiswa yang kurang mampu, tetapi mendapatkan besar UKT yang tidak sebanding dengan kemampuan orang tuanya. Semoga dengan adanya posko ini dapat membantu meringankan beban mereka.

“Semoga untuk ke depannya, penghitungan UKT lebih transparan lagi agar lebih tepat sasaran dalam besar kecilnya nilai UKT tiap mahasiswa dan semoga kami bisa lebih semaksimal mungkin dalam membangun kesejahteraan di KM ITS ini. ” tutur Zanuar, Ketua Panitia dalam Kegiatan Galang Dana SPP dan UKT ini saat ditanya mengenai harapan ke depan tentang UKT di ITS. (rian/rahm)

Posted by adminbemits on

Galang Dana, Nilai Indonesia Peduli

 

Sebagai asas pemerintahan sebuah Negara, Indonesia memiliki pancasila yang mana salah satu isinya ialah, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Nilai dasar tersebut dapat diwujudkan melalui kepedulian masyarakat dengan saling berbagi terhadap sesama untuk kesejahteraan lahir dan batin seluruh rakyat Indonesia. Demi mewujudkan hal ini, teriknya panas matahari pun tidak dapat menyurutkan semangat para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang turun ke jalan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa ITS untuk melakukan aksi solidaritas peduli bencana nasional selama dua hari yakni hari Rabu dan Kamis (22-23/01/2014).

Aksi solidaritas ini diwujudkan dengan penggalangan dana yang dilakukan di beberapa titik keramaian di Kota Surabaya. Pada hari pertama, galang dana dilaksanakan di persimpangan traffic light Hotel Sahid, Jalan Arif Rahman Hakim dan perempatan traffic light Jalan Raya Sukolilo, sedangkan pada hari kedua hanya dilakukan di dua tempat yang sama seperti hari sebelumnya, adapun waktunya kegiatan ini dimulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

Seluruh Keluarga Mahasiswa ITS, khususnya Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS bersama mahasiswa Politeknik Negeri Surabaya dan warga Surabaya mengalokasikan hasil dari kegiatan Galang Dana ini untuk membantu meringankan korban sahabat kita yang terkena korban bencana Sinabung, banjir Manado dan Jakarta. Penggalangan dana yang dilakukan cukup sederhana, yakni dengan menyodorkan kardus coklat bertuliskan “Peduli bencana Sinabung, Manado dan Jakarta” kepada para pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat.

Dari aksi galang dana ini, berhasil terkumpul dana sebesar Rp. 22.233.280. Selanjutnya, bantuan akan disalurkan ke masing-masing daerah korban bencana alam, antara lain ke Jakarta sebesar Rp. 4.000.000, ke Manado sebesar Rp. 7.233.280 dan ke Sinabung sebanyak Rp. 11.000.000. Sebagai seorang mahasiswa yang rela meluangkan waktunya untuk mengabdi dengan saling peduli, mereka berharap “Semoga dengan aksi ini kita dapat meringankan beban korban bencana di Indonesia dan semakin meningkatkan rasa kepedulian warga Surabaya untuk peduli Indonesia” ucap Gathot Subroto, staff Kementerian Sosial Masyarakat bagian Mahasiswa Tanggap Bencana BEM ITS 13/14. (fhs)

Posted by adminbemits on

Pelatihan Pengembangan Desa Binaan ITS

Ada yang berbeda dengan gedung lantai tiga Dinas Pendidikan Surabaya dua hari ini. Pada tanggal 18-19 Januari 2014, lantai tiga aula gedung tersebut dipenuhi oleh teman-teman ITS SOSDEV yang mengikuti pelatihan Sosdev Community School (SCS). Social Development programme dari Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS merupakan kumpulan orang yang peduli masyarakat. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan Departemen Sosial Masyarakat dari masing-masing Himpunan Mahasiswa Jurusan yang ada di KM ITS, perwakilan BEM Fakultas dan beberapa perwakilan dari BEM ITS sendiri. Pelatihan ini didukung oleh Pusat Studi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat Lembaga Penilitian dan Pengabdian Masyarakat ITS. Para peserta menginap selama dua hari satu malam, agar bisa lebih fokus untuk mengikuti pelatihan dan dapat mengakrabkan diri dengan peserta lain.

Dasar dari diadakannya pelatihan tersebut disebabkan belum optimalnya kampung binaan yang dikelola oleh organisasi mahasiswa ITS. “Dengan adanya pelatihan ini diharapkan kampung binaan dapat lebih berkembang dan lebih bermanfaat untuk masyarakat sekitar” ujar Hoki ketua pelaksana SCS yang ditemui pagi itu. Banyak sekali pembicara hebat yang didatangkan, salah satunya adalah Panitia Sibades (Sipil Bangun Desa) ITB, meraka sudah banyak membantu daerah-daerah Jawa Tengah, salah satunya adalah mereka membangun jembatan di daerah yang tidak memiliki jembatan yang layak untuk menyeberangi sungai. Didatangkan pula SMIH (Semangat Membangun Indonesia Hebat) dari Jawa Tengah, SMIH sendiri sudah banyak menghasilkan karya untuk masyarakat sekitar, sehingga peserta lebih termotivasi. “Diharapkan peserta dapat termotivasi untuk membangun desa binaannya. Selain itu, ada beberapa desa binaan yang sudah bagus, dengan adanya pelatihan ini peserta dapat saling bertukar pengalaman dengan yang lain”, tutur Hoki.

Selain itu, peserta juga diajak untuk Focus Discussiun Group yang membahas masalah real dari desa binaan. Peserta pelatihan dilatih memecahkan masalah di desa binaannya bersama dengan teman-teman seprofesi. “Pelatihan ini sangat bermanfaat, saya diajari bagaimana cara berkomunikasi untuk mengambil hati masyarakat sekitar sehingga tidak susah dalam menjalankan programnya” ujar Bagas salah satu peserta pelatihan dari Jurusan Teknik Kelautan. Dia juga berharap setelah kegiatan ini dapat mengembangkan kampung binaan Himatekla di Kalisari sesuai dengan keprofesian Teknik Kelautan yang dipunyainya. (rah/int)

Posted by adminbemits on

Pemantapan PKM GT, Membentuk Tradisi Juara

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas PKM GT khususnya  di lingkup kampus ITS, Badan Eksekutif Mahasiswa ITS (BEM ITS) 2013/2014 dari kementerian Riset dan Teknologi mengadakan acara “Pemantapan PKM GT”. Acara ini berupa pelatihan kepada pendamping keilmiahan yang merupakan perwakilan dari tiap jurusan di ITS.

Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu (04/01) bertempat di jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), tepatnya di ruang 105 mulai pukul 08.30 – 15.30 WIB. Selain dari kementerian Riset dan Teknologi, acara ini dihadiri oleh pendamping keilmiahan dari perwakilan tiap jurusan, kemahasiswaan, dan Klub Keilmiahan. Acara ini dimulai dengan pembukaan, sambutan, materi presentasi dari pemenang PKM GT 26 (Titis Wahyu Pratiwi dengan PKM yang berjudul “Kota Terapung Surabaya”) , materi penggalian ide, materi teknik penulisan, dan pada akhir acara dilakukan sebuah simulasi.

Acara ini diadakan untuk membekali pendamping keilmiahan dengan ilmu seputar PKM GT. Hal ini bertujuan agar dapat terjadi transfer ilmu dari pendamping keilmiahan ke mahasiswa yang nantinya akan mengikuti PKM GT ataupun dengan mahasiswa lainnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, peserta sangat antusias dengan materi-materi yang disampaikan oleh pemateri. Namun sayangnya, ada beberapa pendamping keilmiahan dari perwakilan jurusan yang tidak dapat hadir dalam acara tersebut.

Menurut Adhika I. D. Pratomo selaku menteri dari kementerian Riset dan Teknologi, kesulitan yang dihadapi selama ini adalah masih minimnya minat mahasiswa ITS untuk membuat PKM khususnya PKM GT. Selain itu, para mahasiswa lebih memilih mengerjakan PKM sendirian, bahkan sebagian mahasiswa adalah seorang deadliner (mengerjakan dan baru memecahkan sebuah masalah pada saat waktunya telah mendekati jatuh tempo alias mepet), juga minimnya pelatihan-pelatihan tentang PKM. Beliau juga mengakui, bahwa PKM GT bukan merupakan kompetisi yang cocok bagi mahasiswa baru, melainkan lebih tepat bagi mahasiswa lama. Hal tersebut dikarenakan PKM GT memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi daripada PKM jenis lainnya dan peserta dituntut menjadi seorang yang visioner dalam mengerjakan PKM GT.

Adhika, begitu sapaan akrabnya, mengharapkan setelah acara ini selesai, akan diadakan pendampingan berkelanjutan di jurusan masing-masing oleh pendamping keilmiahan yang telah mengikuti pelatihan tersebut. “Selanjutnya akan diadakan acara “PKM GT on Holiday”, dengan memaksimalkan waktu liburan semester mahasiswa untuk memantapkan langkah mereka menuju PIMNAS berikutnya”, ujarnya.

Beliau juga menambahkan, serangkaian acara-acara tersebut, diharapkan dapat mengantarkan ITS menjadi juara PIMNAS kembali, tidak hanya sekali namun dapat menjadi tradisi juara di masa mendatang. Di sisi lain, juga dapat meningkatkan minat mahasiswa ITS untuk mengikuti PKM. (Kamal)