Monthly Archives

8 Articles

Posted by adminbemits on

Malam Minggu bersama PAMMITS Tertunda

Dengan mengusung tema “Sparkling Cultural Fest”, PAMMITS (Pasar Malam Minggu ITS) pertama di tahun 2014 akhirnya digelar pada Minggu pagi (22/2) bertempat di sepanjang bundaran depan ITS. Acara yang merupakan salah satu agenda utama dari Kementerian Perekonomian BEM ITS 2013/2014 ini sebelumnya menurut rencana akan digelar pada Sabtu malam (21/2). Namun, terpaksa ditunda pada keesokan harinya karena gangguan faktor cuaca yang kurang bersahabat.

Penyelenggaraan PAMMITS kali ini diikuti oleh puluhan stan bisnis, mulai dari yang berjualan makanan, minuman, pakaian, asesoris, hingga aneka kerajinan tangan buatan mahasiswa ITS. Tak ketinggalan, pihak kepanitiaan acara tertentu turut memanfaatkan peluang untuk mempromosikan kegiatan mereka. Panitia juga menghadirkan hiburan musik akustik sehingga menambah kemeriahan acara.

“Konsepnya tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya, terkecuali pada waktu pelaksanaan dan penamaan acara yang dulu PAMITS menjadi PAMMITS. Tujuan dari  rencana pelaksanaan pada malam hari selain untuk memberikan hiburan alternatif bagi mahasiswa ITS yang ingin melepas kepenatan di malam Minggu, juga agar lingkungan kampus menjadi lebih ramai” terang Fananda sebagai Ketua Pelaksana.

“Sementara itu, tujuan lain dari PAMMITS yaitu untuk meningkatkan iklim kewirausahaan mahasiswa ITS” tambahnya.

Salah satu penyewa stan, Verilia, Mahasiswa Teknik Lingkungan 2012 memberikan tanggapan bahwa dirinya tidak merasa kecewa ataupun menyalahkan panitia atas penundaan yang terjadi, karena memang penyebabnya adalah faktor alam yang sulit diprediksi. “Saran saja, untuk penomoran stan lebih diperjelas lagi agar tidak membingungkan dan diusahakan tersedia trashbag di setiap stan” tutur Verilia.

Respon dari pengunjung beragam, sebagian mengatakan bahwa penyelenggaraan acaranya sudah menarik dan bagus , tapi publikasi untuk penundaan jadwalnya kurang, sehingga sangat disayangkan banyak yang tidak mengetahui. (mei)

Posted by adminbemits on

KM ITS Terjun Sebagai Relawan untuk Kelud

Surabaya (21/2) – Aksi Peduli Kelud yang dilakukan oleh KM ITS merupakan salah satu keberlanjutan dari tindakan “Peduli Bencana KM ITS”.

Setelah melakukan penggalangan dana yang dilakukan beberapa lokasi di Surabaya minggu lalu, pada Senin (17/2) sekitar jam 13.00 WIB tim relawan dari ITS diberangkatkan menuju Kabupaten Kediri.  Sebanyak 16 relawan yang terdiri dari 8 relawan dari ITS dan 8 dari PENS diberangkatkan menggunakan Bus ITS.

Pihak KM ITS bekerja sama dengan beberapa lembaga seperti PMI, PKPU, dan KOPASUS. Pada hari pertama tiba relawan di Kediri, PMI langsung mengkoordinir tim relawan ke posko-posko yang terbagi menjadi empat wilayah. Posko pertama berada di Lahar Pang yang berjarak sekitar 10 kilometer dari kawasan Gunung Kelud merupakan ring 1 dalam status awas, dimana lokasi tersebut merupakan daerah yang tidak diperbolehkan sembarang orang ke sana. Di posko ini ada 6 relawan dari KM ITS yang dibantu oleh KOPASUS melakukan kegiatan SAR. Pada posko kedua berada di balai desa Brambung dengan 3 relawan, posko ketiga berada di Balai desa Siman terdiri dari 4 relawan yang semuanya perempuan, serta terakhir posko pusat dimana barang-barang logistik yang dikumpulkan dari beberapa daerah dan akan disebarkan ke seluruh posko yang ada di Kab. Kediri. Penyebaran barang-barang logistik dilakukan sesuai dengan permintaan kebutuhan masing-masing posko, sedangkan barang-barang logistik yang tersisa akan dikirimkan ke posko provinsi pusat.Keberangkatan relawan sendiri tidak hanya bermodalkan niat dan semangat saja, namun sebelumnya KM ITS sudah mengkaji bersama-sama bagaimana keadaan disana dan apa yang harus dilakukakan. Tim MAHAGANA dibawah tanggung jawab Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS memutuskan tempat tujuan diadakannya posko bantuan di Kabupaten Kediri, dikarenakan belum ada posko bantuan disana. Sedangkan di Malang sudah ada tim SIKLUS dari ITS yang menjadi relawan.

Pengungsi yang terdata di posko Kab. Kediri kurang lebih ada 1000 pengungsi. Kamis (20/2) beberapa pengungsi yang ada di posko mulai kembali ke rumah masing-masing sejak diberitahukan bahwa status Gunung Kelud menurun, dari status awas menjadi siaga.

“Saat lalu, beberapa lembaga menyampaikan keluh kesah kepada saya. Mereka sangat menyayangkan keadaan relawan yang datang hanya bermodalkan niat dan semangat yang tinggi tanpa adanya keahlian khusus yang dimiliki sebagai relawan, tidak mengkaji terlebih dahulu keadaan TKP, serta tidak ada lembaga yang menaungi mereka. Sehingga relawan yang ada disana kurang efektif dalam bekerja. Berbeda keadaan dengan relawan dari ITS dan PENS, kami langsung dikoordinir oleh pihak PMI untuk perletakkan lokasi relawan dan tindakan apa yang harus kami lakukan. Diharapkan selanjutnya, relawan harus  memiliki keahlian khusus dan memiliki surat tugas dari lembaga yang menaungi mereka.” ujar Menteri Sosial Masyarakat BEM ITS 2013/2014. (meg)

Posted by adminbemits on

Lebih Baik Mengetahui Lebih Dini daripada Mengobati

Minggu, (16/2), Gedung Pascasarjana ITS seakan menjelma menjadi Gedung Darma Wanita, dengan terselenggaranya acara khusus para wanita di pagi itu, yakni “Seminar Kanker Serviks” yang diadakan oleh Forum Perempuan ITS mulai pada jam 08.00-10.00 WIB.

Seminar yang dihadiri oleh 62 mahasiswi ini benar-benar membuat antusias mereka meningkat, setelah satu per satu ditunjukkan pengetahuan sesungguhnya tentang apa dan bagaimana itu kanker servis dan payudara. Karena terkadang ada beberapa isu yang telah beredar hangat di masyarakat dan diyakini kuat, ternyata secara medis justru berbalik 180 derajat, atau terkadang juga ada yang sama.

Seluruh rangkaian acara ini benar-benar murni partisipasi para perempuan, mulai dari pembina, susunan kepanitiaan penyelenggara, peserta, hingga peliputnya semua perempuan. Hal ini dikarenakan apa yang dibahas dan dijabarkan dalam seminar ini benar-benar khusus ditujukan pada kaum hawa dan sensor bagi kaum adam.

Adapun tujuan diadakannya seminar ini ialah untuk memperingati Hari Kanker Serviks Sedunia. “Selain itu untuk memberi wawasan lebih luas kepada mahasiswi-mahasiswi ITS serta menyadarkan kepada mereka akan bahaya yang menyerang terkait tentang penyakit-penyakit kewanitaan seperti halnya yang diangkat pada tema seminar kali ini” tutur Aisyah, salah satu staf ahli Forum Perempuan ITS yang menjadi otak dari seminar kali ini.

“Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar kemungkinannya untuk disembuhkan” ungkap bu Estiningtyas Nugraheni, SKM, MARS, pemateri di seminar ini. Selama dua jam penuh sekretaris Yayasan Kanker Indonesia ini telah memaparkan secara rinci mengenai apapun yang berkaitan dengan kanker, mulai pendeteksian dini hingga pengobatan, dan meluruskan beberapa isu dan fakta yang telah beredar banyak di khalayak umum terkait penyakit yang sukar dan kompleks ini. (din/sha/ti)

Posted by adminbemits on

Wejangan Pakar ITS untuk Calon Legislatif

Fenomena Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dimulai sebentar lagi memberi nuansa berbeda bagi dunia institusi di Indonesia khususnya civitas akademika ITS. Permasalahan-permasalahan yang bersifat teknik dapat menjadi kajian hangat sebagai pembekalan untuk para calon legislatif khususnya bagi calon dari alumni ITS. Inilah dasar dari diselenggarakannya kegiatan “Silaturahmi Civitas Akademika ITS dan IKA ITS” ini.

Kegiatan ini dihelat pada hari Rabu (12/02) berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan menghadirkan para guru besar, pakar, dan profesional dari ITS.  Kegiatan ini bertempat di gedung pasca sarjana lantai tiga, diselenggarakan oleh ITS dalam hal ini diamanahkan oleh rektor kepada Lembaga Pengembangan Pendidikan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (LPPKHA), PPIK ITS yang secara teknis didelegasikan kepada PW Tingkat Jawa Timur, dan BEM ITS yang memberikan masukan dan membantu pelaksanaan teknis.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini ada tiga hal, pertama sebagai silaturahmi antara civitas akademika dengan alumni. Silaturahmi ini harus terus dijalin agar terjadi persamaan persepsi antar institusi ITS sebagai lembaga normatif. Kedua, kegiatan ini adalah diskusi internal untuk merumuskan pokok-pokok pikiran kepada calon presiden yang mendatang. Terakhir, memberikan pembekalan kepada calon-calon legislatif yang berasal dari ITS.

“Harapan kami dengan adanya acara ini dapat memberikan nafas (pola pikir) kepada alumni-alumni supaya memiliki kualitas yang signifikan, memiliki karakter, dan juga memberikan kontribusi terhadap bangsa. Selain itu, memberikan penguatan (empowering) kepada semuanya bahwa di sini adalah gudangnya ilmu dan memberikan kompetensi kepada alumni-alumni ITS untuk berkiprah dimana pun, harus memiliki kompetensi yang berstandard nasional maupun internasional.” tutur Bpk. Bambang Sampurno.

“Pemikiran-pemikiran dari para guru besar, para pakar di ITS, dan juga para profesional dari alumni itu harapannya masukan yang berharga untuk calon negeri ini. Bahwa kami punya modal, punya potensi dari segi bidang energi, bidang infrastruktur, bidang kemaritiman, dan di bidang industri manufaktur dan proses. Maka harus kami formulasikan sedemikian rupa bahwa inilah kompetensi ITS yang merupakan satu kesatuan antara IKA dan ITS, merupakan sumbangsih pemikiran kita kepada bangsa dan negara karena kompetensi kita di situ. Tentunya, tak lupa masukan dari para mahasiswa juga penting.” tambah beliau.

Bapak Bambang Sampurno, Ketua LPPKHA kemudian menganalogikan bahwa mahasiswa sejatinya masih memiliki pemikiran yang murni. Mahasiswa masih memiliki pemikiran yang idealis dan harus selalu seperti itu untuk memberi masukan kepada kakak-kakaknya supaya bekerja benar, berkarakter, juga profesional. BEM ini penting untuk mengingatkan kakak-kakaknya, bahwa mereka dulu seperti adik-adiknya yang mempunyai cita-cita untuk membangun bangsa ini.

“Tidak boleh surut semangat itu dalam kondisi apa pun dan dimana pun. Harus tetap menyuarakan kebenaran, menyuarakan keadilan, menyuarakan kepedulian bangsa terutama karena kita adalah “Sepuluh Nopember”. Tugu pahlawan itulah yang menjadi pengingat kita bahwa kita ini penuh dengan nuansa kebangsaan, nuansa kepedulian, nuansa keadilan, dan tidak lupa adalah harus dikemas dalam profesionalisme.” terang beliau bersemangat.

Ada yang berbeda dari kegiatan ini. Biasanya dialog-dialog dengan para calon pemimpin bangsa diberbagai event hanya dialog yang tidak bertema, hanya mengundang kemudian berbicara. Namun di kegiatan ini, justru para pakar memberikan bekal kepada calon-calon pemimpin bangsa yang akan datang terutama dalam kompetensi ITS.

Bapak Bambang berkata, “Ke depan kami akan mengundang yang kami beri bekal, para calon pemimpin bangsa. Karena pada acara ini adalah merumuskan, baru kemudian kami undang.” (lis/ti)

Posted by adminbemits on

#ITSCerdasBerliterasi

‘ITS Cerdas Berliterasi’ adalah tagline yang sedang hits di KM ITS. Tagline yang cukup ramai di media sosial ini bertujuan mengajak KM ITS untuk berkarya melalui tulisan.  Selain itu, motivasi tagline yang digencarkan oleh KOMINFO BEM ITS ini adalah agar KM ITS sadar akan dahsyatnya kekuatan tulisan. Sungguh sayang jika setiap hari menerima ilmu menurut bidang masing-masing, menyimak, berdiskusi, membaca dan bahkan beraktivitas di luar lingkar akademik, namun apa yang didapat kurang tersiar, kurang ter-publish dan kurang terdokumentasi. Dengan adanya semangat ‘ITS Cerdas Berliterasi’, diharapkan ada karya literasi KM ITS yang lambat laun bermunculan di koran-koran lokal hingga nasional dan dari penerbit indie sampai penerbit papan atas sekelas Gramedia.

Budaya literasi di ITS tidak bisa hanya dilakukan oleh satu orang atau segelintir orang saja. Farendy Arlius, Menteri Komunikasi dan Informasi BEM ITS Muda Bersahabat 2013/2014 menuturkan, “Semangat ‘ITS Cerdas Berliterasi’ ini harus timbul pada setiap jiwa KM ITS. Kita harus sadar dan bekerjasama, saling bahu-membahu dan saling mengingatkan serta saling menyemangati agar istiqomah membudayakan literasi.” Menteri yang akrab disapa Faren ini telah membuktikan bahwa kemampuan berliterasi ada hubungannya dengan bakat. Tetapi bakat sebenarnya bisa dibentuk. Bakat akan muncul bila ada minat. Sementara minat akan hadir jika mengetahui manfaat dan dampak yang akan diperloleh dari suatu hal.

Semua tujuan berawal dari keyakinan. KOMINFO BEM ITS yakin KM ITS akan mendukung semangat ini dan mampu membudayakan literasi di ITS. Alhasil, berlipat-lipatlah keyakinan tersebut setelah akhir-akhir ini mulai bermunculan karya-karya literasi KM ITS di koran lokal hingga nasional.

Salah satu peran KOMINFO BEM ITS dalam membudayakan literasi di KM ITS adalah dengan mem-posting setiap tulisan KM ITS yang tembus koran lokal hingga nasional atau mereka yang sudah bisa menulis buku dan diterbitkan oleh penerbit lokal sampai nasional. Harapannya, akan timbul rasa iri positif di setiap diri KM ITS yang belum pernah berkarya di bidang ini. KOMINFO BEM ITS juga mengadakan ‘Gerakan ITS Menulis’. Gerakan ini berisi rangkaian acara yang bertujuan untuk membudayakan literasi di KM ITS.

Banyak hal yang dapat membuat seseorang termotivasi cerdas berliterasi. Salah satunya adalah mencari alasan yang kuat mengapa ingin bisa menulis. Salah satunya yaitu bisa mendapatkan uang, popularitas, berbagi ilmu, membanggakan orang tua, dan sebagainya. Sedangkan motivasi Faren untuk cerdas beliterasi adalah karena ingin hidup abadi seperti Imam Ghazali, Ibnu Sina dan semua orang yang di masa hidupnya mencurahkan pikiran dan perasaan lewat tulisan. Meski jasad mereka sudah berkalang tanah, namun hingga saat ini mereka ‘masih hidup’. Pemikiran mereka masih dapat dibaca, dipelajari dan diamalkan oleh generasi berikutnya. “Saya ingin di 100 atau 1000 tahun mendatang bahkan lebih panjang ada orang-orang yang membaca karya-karya saya dan berkata, oh ternyata ada manusia yang pernah hadir ke dunia ini yang bernama Farendy Arlius dengan pemikiran seperti ini,” tambahnya.

Sebenarnya setiap orang bisa menulis, asalkan mempunyai semangat yang besar juga mau berlatih keras dan mengetahui sedikit saja caranya. Menteri yang telah menulis beberapa buku ini berpesan, “Saya mengajak kepada segenap KM ITS, mari kita budayakan literasi di kampus tercinta ini. Mari kita penuhi koran-koran lokal hingga nasional dan toko-toko buku dengan karya literasi. Sekali lagi, budaya itu tidak bisa dibentuk dengan satu orang atau segelintir orang saja. Kita harus mewujudkan cita-cita luhur ini bersama-sama.” (Mad)

Posted by adminbemits on

Apa Kabar PIMNAS XVII?

Setelah proses seleksi tahap pertama PKM, akhirnya judul-judul PKM yang didanai oleh DIKTI telah diumumkan. Birokrasi serta Kementerian  Riset dan Teknologi BEM ITS pun mengambil sebuah langkah cepat untuk menindaklanjutinya. Sebuah acara sosialisasi PIMNAS dihelat atas kerja sama Birokrasi ITS dan Kementerian Riset dan Teknologi BEM ITS, Kamis (13/2).

Sosialisasi PIMNAS siang itu dihadiri oleh para mahasiswa yang merupakan anggota–anggota kelompok PKM lolos tahap pertama.

“Kita ini jumlah PKM yang didanai ada 460, memang menurun dari tahun lalu, karena semua perguruan tinggi jumlahnya juga turun, tapi kita tetap tertinggi” ujar Bapak Bandung selaku Dosen Penalaran ITS yang sempat kami wawancarai usai memberikan materi pada sosialisasi tersebut.

Sosialisasi menuju PIMNAS XVII ini dilaksanakan dua tahap, tahap pertama di mulai pukul 12.00 hingga 14.00 WIB, kemudian dilanjutkan tahap dua hingga rangkaian sosialisasi berakhir pada pukul 16.00 WIB.  Sambutan dari Menteri Riset dan Teknologi BEM ITS, Adhika, membuka acara yang dilaksanakan di lantai dua gedung Pasca Sarjana ITS. Paparan mengenai mekanisme, penjurian, dan berbagai hal tentang bagaimana tahap selanjutnya dalam pelaksanaan PKM  yang telah didanai,  oleh Bapak Bandung menjadi materi utama pada sosialisasi PIMNAS hari itu.

Acara di tutup dengan presentasi dari  peserta PIMNAS tahun lalu yang berhasil mendapat medali emas di kategori presentasi. Semangat dari peserta PIMNAS XVI waktu lalu yang telah mengharumkan nama ITS sebagai pembawa piala masih begitu terasa. Hymne ITS dan Vivat ITS yang telah menggema di Bumi Mataram pada PIMNAS XVI memberi suatu harapan besar bagi para peserta PKM tahun ini. Kembali menjadi Juara Umum PIMNAS merupakan mimpi besar ITS. Sebuah perjuangan yang panjang memang, mengingat piala kemarin merupakan yang pertama kalinya setelah penantian panjang ITS selama 25 kali perhelatan PIMNAS sebelumnya.

“Pertama semoga anak–anak bisa melaksanakan PKM dengan sebaik-baiknya, semoga di PIMNAS nanti bisa lolos seperti yang kita targetkan 40 judul PKM. Terakhir, semoga bisa mempertahankan juara umumnya, juga semakin banyak karya–karya yang dipatenkan lagi dan berguna untuk masyarakat” ujar beliau sebagai harapan untuk PIMNAS tahun ini.

Semoga kita bisa hadir pada PIMNAS XVII dengan target 40 PKM dari 400 PKM yang dibuat oleh  seluruh mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia. (ran)

Posted by adminbemits on

Bukan Mengajar Biasa dari BSO IECC

Minggu pagi (9/2) BSO IECC mengadakan upgrading bagi para stafnya. Upgrading kali ini bukan upgrading ilmu mengajar seperti yang kita kira, melainkan lebih ditekan pada skill, motivasi, dan SOB (Sense of Belonging). Menurut Menteri BSO IECC, Okky Anugerah Putra, ilmu mengajar bisa didapatkan langsung di lapangan ketika mengajar adik-adik binaan, karena itulah ilmu tersebut tidak terlalu ditekankan pada upgrading kali ini. Dibandingkan itu, Okky berpendapat bahwa para staf lebih membutuhkan keahlian tambahan seperti membuat poster, menulis artikel, dan teknik lobbying. Membuat poster dan artikel diperlukan sebagai pencitraan BSO IECC, sedangkan teknik lobbying sendiri sangat diperlukan BSO IECC untuk mencari dana melalui sponsorship. Pada poin motivasi, diharapkan para staf BSO IECC dapat memiliki semangat untuk selalu mengabdi dengan ikhlas. Kemudian poin motivasi ini berkaitan pula dengan poin SOB, di mana ketika seseorang telah merasa nyaman dalam suatu kelompok, maka secara tidak langsung ia akan melakukan apa saja demi kelompok tersebut. Apalagi waktu kepengurusan di BEM ITS kali ini sangat singkat, kurang lebih hanya 4 bulan, cukup sulit untuk bisa mendapatkan perasaan saling memiliki. Namun dengan upgrading yang berlokasi di ruang TI-104 Jurusan Teknik Industri kali ini, diharapkan para staf dan pengurus harian (PH) dapat menjalin kedekatan sehingga dalam melaksanakan kegiatan bersama pun akan terasa lebih bermakna.

Materi pertama upgrading ini menjelaskan mengenai pendidikan. Pembicara menjelaskan bahwa mendidik mempunyai nilai tambah disamping sekedar mengajarkan, yakni mengarahkan orang agar menjadi lebih baik. Karena itulah dibutuhkan beberapa keahlian agar mampu mengarahkan orang lain, diantaranya yakni mengetahui psikologi anak. Kita mengetahui bahwa tiap anak memiliki karakteristik dan usia yang berbeda-beda sehingga cara menanganinya pun juga berbeda-beda. Keahlian kedua yakni kemampuan membaca kondisi lingkungan sekitar. Terkadang ada suatu lingkungan di mana orang tua tidak berniat menyekolahkan anaknya, lingkungan orang-orang bermoral rendah, dan sebagainya. Kondisi lingkungan-lingkungan tersebut dapat memengaruhi karakterisik tiap anak sehingga kita sendiri pun perlu penyesuaian agar tidak timbul atau bahkan menimbulkan hal negatif pada lingkungan tersebut.

Materi dilanjutkan dengan teknik komunikasi. Teknik komunikasi ini berkaitan dengan bagaimana mencari dana melalui sponsorship. Perlu ditekankan, ketika kita mengajukan proposal pada sponsorship, kita bukan sedang meminta uang, melainkan menjalin kerja sama. Pemateri juga memberi beberapa tips-tips lobbying. Misalnya saja pada awal berkomunikasi, ada baiknya kita berbasa-basi mengenai produk si perusahaan. Kemudian ketika mulai bernegosiasi, sampaikanlah tujuan kegiatan, jang terburu-buru sehinga terkesan memaksa, jadi pendengar yang baik, serta berbicara dengan flexible dan enjoy. Dasar ilmu komunikasi untuk teknik lobbying ini dapat disingkat menjadi 3K (Kenali, Kuasai, Kejar). Dan pesan terpenting dari pemateri yakni lakukan dengan slow but sure yang berarti jangan terburu-buru ingin mendapatkan dana, yang penting sponsor merasa nyaman dengan kita sehingga mau bekerja sama.

Materi berlanjut ke ilmu penulisan artikel. Kemudian di penghujung upgrading terdapat gathering yang mengundang alumni-alumni BSO IECC. Sesi kali ini merupakan diskusi-diskusi ringan antara alumni dan staf periode 2013/2014 sekaligus melepas rindu bagi mereka yang tidak lagi menjabat sebagai pengurus. Meski cukup melelahkan, namun upgrading kali ini telah memberikan banyak manfaat serta menambah rasa kekeluargaan bagi mereka. Semoga BSO IECC dapat selalu memberikan pengabdian yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia terutama dalam bidang pendidikan. (sel)

Posted by adminbemits on

Hari Pers Nasional

Sebuah aksi unik dalam memperingati “Hari Pers Nasional” dari Kementerian Komunikasi dan Informasi BEM ITS Surabaya dilakukan di car free day (CFD) Taman Bungkul Surabaya Minggu pagi ini (9/2). Kementerian yang bisa juga dikatakan pers ini mewarnai aksi mereka  dengan dua cosplay berbentuk “Monumen Perjuangan Pers” dan pembagian flyer berisi artikel tentang pers dan mahasiswa.

Cosplay sederhana berbahan kertas karton dan kardus bekas tersebut dipakaikan kepada dua orang secara terpisah, yang kemudian bisa dibawa berkeliling area CFD Taman Bungkul. Menurut Kementerian yang turut bekerja di bidang kejurnalistikan ini, aksi tersebut akan mengingatkan kembali kepada masyarakat Surabaya terhadap perjuangan pers Indonesia yang dinobatkan pada hari ini. Kala itu PWI (Perkumpulan Wartawan Indonesia) menempuh proses panjang untuk mengukuhkan 9 Februari sebagai “Hari Pers Nasional”.

Di mulai pada tahun 1976 , kongres PWI mengajukan sebuah permintaan kepada pemerintah yang kala itu menekan kebebasan pers. Pers yang seharusnya menjadi bagian penting sebuah negara dalam menyampaikan berbagai informasi dan berita, berada di bawah pengawasan pemerintah yang sangat ketat menggunakan berbagai larangan–larangan yang benar-benar “mencekik” para wartawan. Bahkan banyak wartawan yang menghilang karena diculik ataupun diancam karena mengeluarkan berita–berita yang dianggap tidak sesuai atau melanggar batas – batas yang telah dibuat oleh pemerintah.

Setelah penantian panjang, akhirnya pada tanggal 9 Februari tahun 1985 pengajuan tersebut disetujui . Sejak saat itu diperingatilah 9 Februari sebagai “Hari Pers Nasional”. Pengukuhan tersebut merupakan salah satu langkah besar pers memperjuangan kebebasannya. Pers pada masa orde lama mendapat begitu banyak tekanan terutama dari pemerintah. Namun, sekarang pers menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi dan berita kepada seluruh masyarakat. Melalui media cetak , radio, televisi maupun media online, pers menjadi begitu penting keberadaannya, bahkan pers bisa mengarahkan atau merubah suatu pandangan melalui infrmasi dan berita yang diberikan.

Kini pers telah berkembang begitu pesat, pers kini memiliki kebebasan dalam penyampaian informasi dan berita dengan tetap memperhatikan kode etik pers yang ada. Menurut salah seorang wartawan majalah “Nyata” yang tidak sengaja menyapa rombongan aksi pada hari itu, mengatakan bahwa kecenderungan media kini adalah branding nama yang menaungi mereka saat ini . Semakin banyak media–media yang muncul dengan nama dan image baru demi menarik para pembaca berita. Selain itu, di era serba canggih dan praktis, media online menjadi begitu populer.

“Berbagai perusahaan besar media cetak kini pun memiliki media online, seperti kompas.com , surya online, dan berbagai media online lainnya” ujar Bapak Murry Ahmad, wartawan majalah “Nyata”. Inilah perkembangan pers yang sedang terjadi. Memperingati 9 Februari sebagai “Hari Pers Nasional” merupakan sebuah penghargaan bagi para wartawan di masa lalu yang telah memperjuangkan kebebasan pers. (ran)