Monthly Archives

13 Articles

Posted by adminbemits on

Hindari Golput, KPU dan RRI Cerdaskan Mahasiswa ITS Tentang Pemilu 2014

Hindari GOLPUT 1

Tak lama lagi akan terjadi Pemilihan Umum (Pemilu) berskala nasional. Hal ini membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur dan Radio Republik Indonesia (RRI) bekerja sama dengan BEM ITS Surabaya untuk melakukan sosialisasi Pemilu 2014 kepada Civitas Akademika, di Gedung Pascasarjana ITS, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/3).

Salah satu anggota KPU Jawa Timur, Gogot Cahyo Baskoro menyampaikan informasi seputar Pemilu Legislatif yang akan diadakan pada tanggal 9 April 2014, Pemilu Pilpres tanggal 9 Juli 2014, persyaratan ikut pemilu, mekanisme Pindah Pilih Daftar Pemilih Tetap (DPT), serta memberikan pencerdasan yang lain terkait Pemilu 2014. Selain itu, beliau mengingatkan dan mengimbau para mahasiswa untuk tidak golput dalam pemilihan umum. “Saat ini golput tidak ada artinya, meskipun golput hingga 75% suara pemilu tetap sah. Oleh karena itu, mari memilih calon pemimpin yang berkualitas dengan merekam jejak partai maupun wakil rakyat. Saya yakin Mahasiswa melek IT untuk mencari track record wakil rakyat yang berkualitas.” ujarnya.

Selain itu, kegiatan sosialisasi tersebut live on-air bersama RRI. RRI turut serta dalam mendorong agar pelaksanaan pemilu dapat terlaksana dengan baik. “RRI melakukan kegiatan-kegiatan program siaran baik nasional maupun setiap stasiun daerah dalam rangka memberikan dorongan atau motivasi kepada pemilih pemula, tidak hanya ke kampus-kampus tetapi juga ke sekolah-sekolah dan mengikutsertakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) untuk memberikan penjelasan langsung kepada pemilih pemula agar mereka menjadi antusias dan optimis untuk menjadi pemilih yang cerdas,” ujar M. Kabul Budiono, Direktur Program & Produksi, RRI.

Hindari GOLPUT 2

Sosialisasi tersebut diharapkan dapat me-refresh pola pikir masyarakat terutama mahasiswa agar tidak golput. “Media saat ini adalah media yang tidak sehat dan telah dipimpin oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang mana informasinya mayoritas adalah berita-berita yang membuat mahasiswa pesimis, sehingga memunculkan skeptis, antipati, dan apatis. Padahal persentase jumlah pemuda yang akan berpartisipasi dalam Pemilu 2014 adalah sekitar 34%, jumlah yang sangat besar dimiliki oleh kaum intelektual, sehingga jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan ini,” ujar Mukhlis Ndoyo Said, Presiden BEM ITS.

Sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 300 civitas akademika ITS dan diakhiri dengan penandatanganan kontrak anti golput oleh ratusan mahasiswa ITS pada kain putih setelah acara usai. (fhs/itn)

Posted by adminbemits on

Pelatihan Mahagana

Mahagana

Bencana sudah bukan momok lagi bagi para peserta Pelatihan Dasar Mahagana (Mahasiswa Tanggap Bencana) tahap satu yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS Sabtu (22/3) lalu. Pelatihan ini dilakukan untuk memfasilitasi KM ITS dalam kebencanaan. Pesertanya bermacam-macam, ada perwakilan BEM Fakultas, UKM Resimen Mahasiswa, UKM Pramuka, UKM PLH Siklus, dan UKM KSR.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini yaitu pengendalian penanganan bencana, mitigasi (analisa sebelum bencana), assessment (pendataan bencana pada hari H), dan teknik komunikasi bencana. Pemateri juga berasal dari PKPU ( Pos Kemanusiaan Peduli Umat), LPPM ITS, dan Solving Subekti, Menteri Koordinator Inovasi Karya BEM ITS. Pelatihan ini juga mempunyai tingkatan. Tingkat selanjutnya adalah dari Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS oleh HFI dan Oxfarm yang merupakan badan PBB khusus kebencanaan.

“Semoga orang-orang yang ikut dalam pelatihan ini dapat menjadi koordinator tiap lembaga yang diwakilinya, dan dapat menjalankan fungsi mahagana yaitu koordinasi, distribusi, dan publikasi. Tetapi dalam pelatihan ini yang ditekankan adalah koordinasi,” tutur Gatot salah satu panitia pelatihan ini. (rah/lis)

Posted by adminbemits on

Virus “Cinta” untuk Pelajar

IGC 1

ITS Green Campaign telah dihajat oleh Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS Sabtu (22/3) lalu di SMP 45 Surabaya. ITS Green Campaign (IGC) kali ini adalah yang kedua kalinya diadakan setelah sebelumnya telah dilaksanakan di SMP 19 Surabaya. IGC diadakan karena sosmas BEM ITS ingin menebar ilmu tentang lingkungan dan ingin menyebarkan virus cinta lingkungan.  diharapkan para pelajar dapat menularkan cinta lingkungnnya kepada teman-teman sekitarnya, dan dapat menjadi motor pencinta lingkungan.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah peserta adalah peserta yang ditunjuk oleh pihak sekolah. Kebetulan, SMP 45 Surabaya mempunyai komunitas adiwiyata sehingga pesertanya adalah anggota dari komunitas tersebut. Materi yang disampaikan dalam acara ini adalah eviro habit, isu-isu lingkungan global, dan teknik kampanye. Materi dikemas ringan dan menarik, sehingga peserta pun antusias.  Hal ini dapat terlihat dari antusiasme wajah-wajah mereka saat menerima materi. Dalam acara ini juga akan dipilih seorang ambasador, yang akan menjadi ketua dalam pelaksanaan kegiatan pasca pelatihan yaitu membuat kegiatan lingkungan. “Tahun lalu bahkan ada yang membuat video kreatif”, tutur Krisna, salah satu panitia IGC.

IGC sebenarnya adalah serangkaian acara YELP yang terdiri dari Surabaya Green Action (SGA), IGC, dan IGC Gathering. Acara ini berlangsung dari pagi hingga siang hari. Pemateri pun langsung dilakukan oleh teman-teman kementerian sosial masyarakat BEM ITS sendiri, walaupun awalnya mereka ragu-ragu. “ Dulu kami inginnya pemateri dari luar, karena waktu itu sedang berhalangan lalu kami gantikan. Tak disangka adik-adik antusias, maka kami terus yang selanjutnya akan mengisi materi”, kata Krisna semangat. Agenda selanjutnya adalah IGC di SMA 1 Surabaya dan SMA 2 Surabaya. Krisna juga berharap di acara selanjutnya antusiasme peserta sama seperti sekolah-sekolah sebelumnya bahkan bertambah. (rah/lis)

Posted by adminbemits on

Suara Mahasiswa ITS – AEC 2015, Kaula Muda Bersiaplah!

umam

ASEAN Economic Community merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Negara-negara ASEAN dalam meningkatkan daya saing dan berperan aktif dalam ekonomi global. Beberapa Negara ASEAN akan mendapatkan manfaat yang sangat luar biasa jika bisa memanfataakan dengan baik pasar bebas ini namun akan menjadi ancaman jika tidak bisa bersaing.

Indonesia sebagai bagian dari ASEAN tetntunya ikut andil dalam pasar bebas ini. Persiapan yang matang harus segara dilakukan untuk bisa berperan aktif dalam AEC 2015. Ada keoptimisanyang bisa diambil dalam pasar bebas ini untuk meningkatkan kedaulatan ekonomi nasional. Dari beberapa lembaga internasioanal meramalkan Indonesia akan menjadi Negara yang pesat di tahun 2030. Salah satu lembaga riset  yakni McKinsey meperkirakan ekonomi Indonesia akan berada pada peringkat ke-7 di dunia dengan pendapatan per kapita sebesar US$18 ribu per tahun. Keberhasilan ramalan tersebut tentunya harus didukung beberapa pilar dalam pemenuhannya. Salah satu pilar yang sangatlah penting adalah sumber daya manusia.

Terwujudnya AEC pada tahun 2015 akan memberikan kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat ASEAN. Persaingan jobseeker antar Negara akan menjadi tantangan yang harus dihadapi secara nyata oleh masyarakat Indonesia. Beradasarkan AEC blueprint,ada peluang besar bagi Indonesia untuk bersaing dengan warga Negara lain. Pasalnya jumlah populasi Indonesia sebesar 40% dari total pupulasi ASEAN. Artinya jumlah angakatan kerja akan meningkat dari bonus demografi ini. Namun hal yang sangat memperihatinkan yakni keterampilan dan kualitas SDM Indonesia yang masih belum siap untuk menyambut AEC sehingga dapat memunahkan harapan diatas.

Selain masalah keterampilan, modal kemampuan bahasa asing menjadi permasalahan yang harus segera diselesaikan. Untuk kemampuan angkatan kerja terhadap bahasa asing bisa dilihat dari jumlah angkatan kerja sesuai tingkat pendidikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2013, jumlah angkatan kerja Indonesia sebanyak 121,19 juta dan sebagian besar didominasi lulusan SD ke bawah sebanyak 56,67 juta (46,7%), SMP 22,1 juta (18.25%), SLTA 11,03 juta (9,10%), Diploma 3,41 juta (2,81%), dan lulusan universitas 8,36 juta (6,90%). Sehingga bisa dikatakan kemampuan angkatan kerja dalam bahasa asing masih rendah. Permasalahan dasar ini harus segera diselesaikan karena menjadi modal utama dalam berkomunikasi.

Sejatinya untuk bisa meminimalisir beberapa kendala diatas dapat dilakukan dengan memberikan perhatian yang serius terhadap penyelenggaraan pendidikan dan usaha indutri. Penyelarasan antara dunia pendidikan dan usaha industri kini belum menjadi perhatian utama dalam pendidikan formal. Pendidikan-pendidikan formal harus mulai menanamkan bibit-bibit wawasan keindustrian sejak dini sebagai bekal untuk mempersiapkan komptensinya dimasa yang akan datang. Selain masalah penyelasaran antara dunia pendidikan dan usaha industri, hal yang perlu ditingkatkan adalah inovasi dari kaum muda. Persaingan inovasi dari berbgai Negara akan bertebaran di pasaran gelobal sehingga jiwa kreativitas kaum muda akan menjadi modal berharga untuk bersaing secara global.

Mohammad Syafiul Umam
 
Sekretaris Jendral
 
BEM ITS 2013-2014
Posted by adminbemits on

Kring, Kring! Launching Sepeda Kampus ITS

Sepeda ITS

Sebanyak empat puluh lima sepeda kampus ITS telah diluncurkan minggu lalu, Senin (17/3). Peluncuran sepeda kampus ini merupakan yang pertama dan salah satu program Eco Campus ITS yang sudah direncanakan oleh Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DE. sejak beliau terpilih sebagai rektor ITS, namun rencana tersebut baru terealisasi saat ini. Dalam persiapan pelaksanaan sepeda kampus ITS, pihak birokrasi lebih menitikberatkan terhadap kesiapan sistem dan keamanan kampus, dimana di Kampus ITS ini cukup banyak akses keluar masuk kampus.

Peluncuran sepeda kampus ITS sedang  dalam masa percobaan selama tiga bulan. Apabila sistem yang diterapkan sudah tepat, maka akan diperpanjang masa penggunaan sepeda dan jumlah sepeda akan diperbanyak. Pada tahap awal ini, ada tiga shelter yang digunakan dimana masing-masing shelter ada lima belas sepeda yang disediakan untuk mahasiswa ITS.

Untuk memantau jalannya sistem sepeda kampus ITS, pihak BPKP & sarana pra-sarana Kampus ITS bekerja sama dengan pihak mahasiswa yaitu BEM ITS yang dikoordinasikan oleh Menteri Koordinasi Dinamika Kampus, Brahmanto Anggoro Laksono. Pemantauan dan controling akan dilakukan pasca seminggu launching sepeda kampus ITS.

Semua mahasiswa ITS bisa menggunakan sepeda kampus, namun harus melakukan beberapa tahapan terlebih dahulu. “Sebelumnya kita buka halaman web www.its.ac.id, disebelah kiri web ada kolom sepeda kampus. Kemudian download form pengguna sepeda, print dan isi. Berikan formulir yang sudah diisi tersebut beserta fotokopi KTM dan foto diri kepada BPKP di ruang rektorat lantai 1. Proses pembuatan kartu pengguna sepeda hanya butuh waktu seminggu. Setelah kartu pengguna sepeda sudah berada di tangan, silahkan tunjukkan kartu dan isi formulir peminjaman sepeda. Kemudian akan diberikan surat tanda peminjaman, surat tersebut tidak boleh hilang karena akan dibawa menuju shelter yang dituju. Saat ini ada tiga shelter yang digunakan yaitu gerbang utama, kantin pusat ITS, dan asrama.” Ujar Brahmanto Anggoro Laksono, Menteri Koordinasi Dinamika Kampus BEM ITS 2013/2014. (meg/lis)

Posted by adminbemits on

Arak-Arakan Wisuda 109 ITS

109 (1)

617 wisudawan Institut Teknologi Sepuluh Nopember mengikuti acara arak-arakan wisuda 109, Sabtu-Minggu (15-16 Maret 2014). Acara arak-arakan para wisudawan oleh adik tingkat sebagai penutup rangkaian acara wisuda merupakan salah satu tradisi unik ITS yang sudah berjalan bertahun-tahun. Antusiasme peserta arak-arakan terlihat dari banyaknya massa yang rela panas-panasan mengarak para wisudawan dari Graha ITS menuju jurusan masing-masing.

Acara arak-arakan dimulai dari penjemputan para wisudawan dari Graha ITS menuju stand tiap jurusan. Di setiap stand, terdapat beberapa kendaraan pengarak para wisudawan beserta atribut-atribut yang menunjukkan identitas tiap jurusan. Disinilah terlihat keunikan dan kreativitas dari tiap jurusan dalam mengarak para wisudawan. Mulai dari truk angkatan yang dihias dengan bendera, kereta kelinci, becak hias hingga kuda digunakan para pengarak dalam memeriahkan acara arak-arakan wisudawan ITS 109.

109 (2)

Berbagai yel-yel didengungkan oleh para peserta arak-arakan selama acara berlangsung. Tak jarang sahut-sahutan yel-yel terjadi selama acara berlangsung. Tak hanya yel-yel yang memeriahkan acara arak-arakan ini, beberapa jurusan juga mengiringi arak-arakan dengan permainan alat musik yang semakin menambah ramai dan meriah acara ini.

Acara semakin menarik ketika rombongan wisudawan yang diarak dengan berbagai macam kendaraan lewat. Ada yang diarak dengan menuggang seekor kuda putih, ada yang diarak dengan menaiki kereta kelinci yang meriah dengan musiknya, ada yang diarak dengan becak hias hingga ada yang diarak dengan truk TNI Angkatan Laut yang telah dihias. Tak hanya kendaraannya yang unik, aksi para peserta arak-arakan pun tak kalah meriah. Ada yang meramaikan acara arak-arakan dengan kostum yang unik, ada pula yang memeriahkannya dengan beramai-ramai mengarak wisudawan sehingga seperti mahasiswa yang sedang demo.

Acara yang sempat menarik perhatian publik ini sejatinya mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk terus dilanjutkan sebagai salah satu tradisi ITS yang digunakan untuk mempererat hubungan antara keluarga mahasiswa dan alumni ITS. ”Acaranya bagus. Bisa mempererat rasa kekeluargaan diantara senior dan junior karena kebahagian para wisudawan saat lulus dan diwisuda juga dirasakan oleh adik-adik tingkatnya melalui acara arak-arakan ini. Acara seperti ini perlu dilanjutkan karena manfaatnya yang bagus,’’ ujar Sulis salah satu wisudawan pasca sarjana Kimia ITS.

Tak hanya dari pihak alumni atau pun mahasiswa ITS yang memberikan dukungan atas kegiatan ini sebagai salah satu tradisi ITS yang perlu dilanjutkan kedepannya. Dukungan juga datang dari civitas akademika ITS sendiri. ’’Secara emosional acara ini bagus. Disini para wisudawan berbagi kebahagiaan , euforia kelulusannya dengan adik tingkatnya. Selain itu, disini setiap jurusan dengan bebas mengekspresikan kreativitasnya dalam menunjukkan identitas jurusannya, sehingga dapat menghilangkan diskriminasi antar jurusan. Sehingga acara ini perlu dilanjutkan karena manfaatnya yang baik,’’ ujar Dekan FMIPA ITS, Prof. Dr. Drs. R.Y. Perry Burhan, M.Sc.

Acara arak-arakan pun berakhir dengan tibanya para wisudawan di jurusan masing-masing. Di jurusan, para wisudawan disambut dengan acara ramah tamah, dimana para wisudawan dilepas oleh para staf pengajar, teman dan adik tingkat melalui sebuah acara yang kekeluargaan.

Estu Kanthi Wilujeng

Mahasiswa Jurusan Kimia ITS.

Posted by adminbemits on

Suara Mahasiswa ITS – Tukar Nasib Edisi Caleg

Brahmanto Anggoro LaksonoSemakin mendekati pemilihan anggota legislatif, sudah tentu semakin banyak caleg yang “jual kecap” untuk mempromosikan diri agar dipilih. Sadar atau tidak, para caleg secara tidak langsung memaksa kita sebagai calon pemilih untuk mengenal mereka. Namun pernahkah sekali waktu ada kesempatan kepada mereka untuk mengenal lebih dalam para calon pemilihnya? Sepertinya tidak ada. Untuk itu perlu kiranya diselenggarakan program “Tukar Nasib” seperti yang pernah diadakan beberapa stasiun televisi namun obyeknya adalah para caleg yang bertukar nasib dengan orang-orang kecil calon pemilih. Setidaknya dengan itu para caleg tidak hanya memaksa calon pemilih untuk mengenal dirinya, tapi bisa mengerti kondisi orang kecil daripada hanya blusukan yang bersifat eventual.

Brahmanto Anggoro Laksono

Menteri Koordinator Dinamika Kampus

BEM ITS 2013-2014

Posted by adminbemits on

Suara Mahasiswa ITS – Maritimku Sayang, Maritimku Malang

1966847_860955370586658_1539822123_nPada zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit masih berjaya, kita dikenal dan terkenal sebagai bangsa maritim. Bangsa yang menguasai lautan dengan armada perang tangguh dan armada dagang yang besar. Banyak bukti yang mengisahkan nenek moyang kita sudah berlayar mencapai India, Cina dan Madagaskar di Afrika. Sungguh kala itu, bangsa ini adalah adikuasa maritim yang amat disegani di kawasan Asia Tenggara dan dunia.

Namun waktu telah berganti meninggalkan hari-hari kejayaan bangsa maritim ini setelah kedatangan bangsa Eropa-si penjajah-yang mendoktrin ‘bahwasanya lautan itu adalah pemisah’. Mereka tidak hanya menjajah kekayaan alam seperti rempah-rempah, yang paling kejam adalah mereka merampas jati diri bangsa ini sebagai pelaut sejati. Para nelayan digiring ke daratan, diajarkan ilmu tani, dibelokkan dari yang tadinya  orientasi maritim menjadi orientasi agrasis. Tidak lain tujuannya ialah agar bangsa adikuasa maritim ini menjauh dari lautan dan memenuhi kebutuhan rempah-rempah bagi mereka si penjajah.

Sampai kini pengaruh doktrin bangsa Eropa masih lengket di bumi pertiwi. Berdirinya jembatan Suramadu nan kokoh menjadi salah satu buktinya. Dan sekarang sedang diadakan pembangunan mega proyek serupa berikutnya yakni Jembatan Selat Sunda (JSS) yang menghubungkan pulau Sumatera dengan pulau Jawa. Padahal pembangunan jembatan itu malah akan makin memutuskan kecintaan bangsa ini pada maritimnya dan melejitkan profit bisnis impor kendaraan pribadi yang menjadi sumber kemacetan jalan selama ini.

Kemudian mari kita lihat sekolah-sekolah dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, seberapa banyak institusi pendidikan yang mengajarkan ilmu maritim? Jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding ilmu-ilmu yang mengurusi daratan. Nampaknya sedari dulu para penjajah paham betul kalau cara terampuh untuk melumpuhkan kekuatan bangsa ini adalah dengan menjauhkannya dari  kehidupan bahari.

Kondisi ini semakin parah dengan terus bertambahnya jumlah nelayan yang beralih profesi karena mata pencahariannya tidak menjanjikan lagi.Terutama nelayan yang cuma mengandalkan peralatan sederhana karena minim kompetensi dan modal. Kesejahteraan bagi mereka hanyalah sesuatu yang terdengar manis saat musim pemungutan suara saja. Ditambah lagi profesi nelayan di masyarakat kita yang berkelindan makna dengan kemiskinan dan lingkungan kumuh.Tidak heran bila profesi ini di pandang sebelah mata, terutama oleh generasi muda.Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada periode 2004-2010, Indonesia kehilangan 31 ribu nelayan atau sekitar 116 nelayan per hari. Sekarang hanya ada sekitar 2,7 juta nelayan. Angka ini terus berkurang seiring dengan kenaikan harga BBM bersubsidi. Mungkin di suatu hari nanti, di masa mendatang, anak cucu kita hanya bisa melihat nelayan dari buku sejarah.

Jalesveva Jayamahe, di laut kita jaya, begitulah slogan kebanggan TNI angkatan laut kita. Akan tetapi bila melihat realita dunia maritim kita, slogan ini terdengar menggelikan. Sebab, kita seperti tidak berdaulat di kedaulatan laut kita sendiri. Kapal-kapal asing leluasa melakukan pencurian ikan. Yang lebih menggelikan itu garam masih impor. Padahal kita mempunyai wilayah laut seluas 5,8 juta km2!

Sementara itu sudah ada ratusan pulau kita yang berpindah tangan ke negara tetangga (Singapura dan Malaysia). Ini karena pemerintah setempat tidak mendata dan memberi nama pulau-pulau itu. Dan kasus petugas jaga kelautan Indonesia yang digiring paksa oleh polisi Malaysia ke Johor juga menunjukkan betapa semakin tak berdayanya kita di lautan.

Tidak berlebihan bila kita sebut negara maritim ini tengah impoten bila melihat permasalahan demi permasalahannya yang menyedihkan  dan bertumpuk-tumpuk. Namun kita harus yakin, tidak ada masalah yang tanpa disertai dengan penyelesainnya. Begitu janji tuhan. Masih ada harapan untuk mengulang kejayaan bangsa ini seperti di zaman Majapahit dan Sriwijaya. Maka itu, marilah kita kembali (menaruh perhatian lebih) ke bahari. Dan hendaknya pemerintah si pembuat kebijakan benar-benar merenungkan pesan  Sir Walter Raleigh pada sekitar abad XV berikut ini, “Barang siapa menguasai lautan akan menguasai perdagangan, akan menguasai kekayaan dunia dan akhirnya akan menguasai dunia.” Semoga Indonesia di masa mendatang bukan lagi negara maritim yang impoten, melainkan ‘raksasa dunia berbasis maritim’. Semoga.

Farendy Arlius

Menteri Komunikasi dan Informasi

BEM ITS 2013-2014

Posted by adminbemits on

Selamat Tinggal, “Mahasiswa”

IMG_2185

Sabtu (15/3), Institut Teknologi Sepuluh Nopember melaksanakan kegiatan wisuda untuk memberikan penghargaan untuk mahasiswa/i yang sudah menyelesaikan masa studinya. Sebanyak 617 mahasiswa ITS telah dinyatakan sebagai wisudawan/wati. Wisuda 109 dilaksanakan selama dua hari, yaitu Sabtu (15/3) dan Minggu (16/3), dimana pada hari pertama pelaksanaan wisuda untuk FTI, PPNS dan PENS, sedangkan pada hari kedua diberikan untuk FMIPA, FTSP, FTK, FTIF, serta MMT.

Kementerian Dalam Negeri BEM ITS melakukan koordinasi dengan masing-masing BEM F terkait pelaksanaan Wisuda 109 ini. Sebulan sebelum pelaksanaan wisuda, DAGRI BEM ITS sudah melakukan roadshow BEM F yang dihadiri oleh semua HMJ dan PPNS-PENS yang bertujuan untuk membahas poin-poin yang sudah dirumuskan oleh Kementerian DAGRI BEM ITS, namun tidak semua perwakilan HMJ menghadiri forum. Salah satu kesepakatan yang sudah disepakati dalam forum roadshow terkait tema wisuda “Harmoni Indonesiaku”, diharapkan dengan tema tersebut mampu diaplikasikan oleh masing-masing keprofesian. Ada pula pembahasan poin-poin terkait konsep dan teknis pelaksanaan wisuda. Tidak semua poin yang dirumuskan disepakati oleh forum, seperti spot tiap-tiap jurusan. Kesepakatan dalam forum selanjutnya ditindaklanjuti dengan penandatanganan oleh perwakilan BEM ITS, BEM F dan DOP.

Sehari sebelum pelaksanaan wisuda, tiap Fakultas berkoordinasi dengan Kepala Departemen (Kadep) DAGRI dan Koordinator Lapangan (Koorlap) tiap-tiap HMJ. Selain itu Kementerian Dalam Negeri BEM ITS juga bekerja sama dengan UKM MENWA mengenai penertiban prosesi wisuda.

IMG_1555

“Kami mampu berkoodinasi dengan baik bersama pihak struktural himpunan, namun kesulitan dalam mengkoordinasikan warga himpunan. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman oleh warga himpunan terkait kesepakatan forum yang sudah disepakati bersama.” Ujar Fahmi Hidayatullah, Menteri Dalam Negeri BEM ITS 2013/2014.

Birokrasi cukup kecewa dengan pelaksanaan wisuda kali ini, karena ada beberapa pihak yang melanggar SK dan surat kesepakatan. “Meskipun ada sedikit kekecewan terkait permasalahan yang terjadi dan belum bisa diselesaikan dengan baik, saya berterimakasih kepada rekan-rekan KM ITS yang sudah berkoordinasi dengan kami, juga sudah memberikan parade wisuda yang terbaik untuk wisudawan/wati 109.” ungkap Fahmi, Menteri Dalam Negeri BEM ITS 2013/2014. (meg/din/lis)

Posted by adminbemits on

Rembug Bareng SKK dan Polsek mengenai Keamanan ITS

Rembuk BarengBelakangan ini kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) banyak digemparkan oleh beberapa kasus pencurian dengan sasaran beberapa mahasiswa di berbagai lokasi di daerah kampus. Barang-barang sasaran diantaranya motor, laptop, dan lain-lain. Hal ini menjadi sorotan penting elemen KM ITS terhadap Satuan Kemanan Kampus (SKK). Selasa, (11/3) 19.00 sampai 22.15 Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) 1.0 mengadakan Rembug Bareng Pustaka LPM 1.0 di Hall SCC lantai tiga yang mengangkat topik “Menggugat Keamanan Kampus ITS” dengan mengundang para pakar yang memang berkonsentrasi penuh dalam hal ini, yang dalam hal ini ialah Kepala UPT KK berjumlah tiga orang dan seseorang dari Inteljen Polsek Sukolilo.

LPM sebagai sebuah UKM yang belakangan ini kerap mengeluarkan berita-berita mengenai isu yang membuat hangat perbincangan antar mahasiswa se-ITS. Pada malam itu LPM membuat sebuah acara yang mampu menjadi wadah bagi aspirasi mahasiswa mengenai keamanan kampus, karena penyampaiannya langsung kepada pihak terkait mengenai kasus-kasus keamanan kampus. Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk meluruskan persepsi semua elemen kampus, juga menyelesaikan semua permasalahan keamanan dengan langsung melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Adapun hasil yang didapat dari diskusi tersebut ialah ditemukannya titik temu solusi dari permasalahan keamanan kampus, yakni kebijakan pihak rektorat dalam menindaklanjuti hal ini dalam design maker masterplan ITS yang sedang dalam proses.

“Karena kita bergerak di bidang pers, maka keluaran yang kami hasilkan berupa tulisan-tulisan dengan harapan dikaji lebih lanjut oleh KM ITS” tutur M. Imam Rahmat Fahmi, Pimpinan Umum LPM 1.0, ketika ditanyakan mengenai langkah lanjut dari LPM sendiri. Di tengah-tengah diskusi hangat tersebut, Polsek Sukolilo menyatakan bahwasanya kampus ITS sebagai kampus teknologi sudah tidak masanya lagi menggunakan sistem keamanan kampus yang manual, karena keamanan itu bersifat kompleks, maka perhatiannya juga harus menyeluruh kepada seluruh penjuru ITS, dan ini tentunya membutuhkan perhatian dan kepedulian dari seluruh elemen kampus. Dalam hal ini mahasiswa juga harus berperan aktif, diantaranya dalam bekerja sama dengan SKK, jika ada segala sesuatu yang mengurangi kenyamanan, keselamatan, dan keamanan di area kampus maka segera laporkan kepada SKK atau bahkan langsung kepada Polsek setempat.

Berbicara tentang masterplan ITS, pada dasarnya sudah terencana sejak tahun 2008. Namun belum ada tindak lanjut dari pihak rektorat mengenai realisasinya, maka tahun ini disampaikan oleh Tim Adhoc dari Masterplan ini bahwa perkembangannya sudah sampai pada senat dan dewan pertimbangan ITS. Harapan Imam kepada KM ITS mengenai permasalahan keamanan ini mahasiswa diharap lebih kritis dalam memperhatikan keamanan di sekelilingnya, terutama di masing-masing jurusannya. (rah/din)