Monthly Archives

8 Articles

Posted by adminbemits on

Cetak Agen Aspirasi Kemahasiswaan di KM ITS melalui Pladvo

Sabtu pagi (28/03) bertempat di Jurusan Teknik Lingkungan, Kementerian Kesma (Kesejahteraan Mahasiswa) kembali mengadakan Pelatihan Advokasi (Pladvo). Peserta diharapkan menjadi agen aspirasi mahasiswa di setiap fakultas maupun Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) nya saat menghadapi birokrasi.

KOMINFO-Peserta acara ini adalah perpaduan dari HMJ tiga fakultas serta masing-masing BEM F nya yaitu diantaranya Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Kelautan serta Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Meskipun tidak seramai Pelatihan Advokasi sebelumnya namun peserta terlihat sangat kondusif dan menyimak setiap materi yang diberikan.

Ayu Kusuma sebagai Penanggung Jawab mengatakan bahwa pelatihan advokasi sangat perlu dilakukan untuk menjadikan HMJ lebih mengantisipasi dan tanggap akan adanya kebijakan akademik dari birokrasi ITS. Salah satu antisipasi yang dimaksud adalah dapat bergerak cepat menyelamatkan mahasiswa yang akan terkena Drop Out (DO) dan juga aktif mensosialisasikan peraturan akademik yang baru.

Ia menjelaskan Mengenai DO dan tiga tahapannya. Pada tahapan pertama mahasiswa masih bisa di selamatkan dari ancaman DO melalui proses lobbying dan negosiasi kepada birokrasi. “Bila sudah pada tahapan terakhir dan rektor sudah memutuskan maka pupuslah harapan kami menyelamatkan mahasiswa tersebut. Ini yang mendasari acara ini dikemas dalam materi teknik lobbying dan negosiasi” ungkap staff Kesma ini meyakinkan.

Advokasi yang dimaksud dalam Pladvo ada dua tipe yaitu advokasi finansial dan advokasi akademik. Permasalahan banding UKT maupun telat pembayarannya termasuk kedalam advokasi finansial sedangkan advokasi akademik salah satunya berhubungan dengan ancaman DO mahasiswa.

Setelah pelatihan usai peserta dibekali Kegiatan Pasca Pelatihan (KPP) agar semakin paham implementasi advokasi. Salah satu KPP tersebut adalah sosialisasi peraturan akademik yang baru kemudian mereka juga diwajibkan melakukan advokasi finansial maupun akademik apabila ada permasalahan di jurusan. Kemudian KPP yang terakhir adalah menyelenggarakan pelatihan serupa namun dalam lingkup fakultas. (ros)

Posted by adminbemits on

KM ITS Birukan Bungkul dengan Blok Mahakam

mahakamAda sekumpulan mahasiswa beralmamater biru di tengah lautan massa “Car Free Day” Taman Bungkul Minggu (29/3) pukul 07.30 WIB. Mereka melakukan aksi agar masyarakat medukung kepemilikan Blok Mahakam seutuhnya ke tangan Indonesia.

Kominfo BEM ITS-Corong pengeras suara dan papan-papan infografis menjadi senjata Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk melakukan aksi mengenai Blok Mahakam. Salah satu sumur migas terbesar yang terletak di Kalimantan ini rencananya akan diambil alih oleh Pertamina dari dua pihak asing. Sayangnya pemerintah belum sepenuhnya percaya kepada Pertamina. Keraguan masih terselip apakah Pertamina akan secanggih Total dan Inpex yang sekarang sedang mengelola Blok Mahakam.

Aksi ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat luas mengenai perlunya mengembalikan Blok Mahakam ke tangan Indonesia. Para aktivis mengharapkan seluruh masyarakat peduli dan mendukung kepemilikannya 100% ke Pertamina karena perpanjangan kontrak Total dan Inpex akan dilakukan pada 31 Maret 2015. Blok Mahakam harus dikelola oleh anak bangsa demi terwujudnya kemandirian energi nasional. Seharusnya pemerintah memberi kepercayaan kepada anak bangsa (Mahasiswa PTN/PTS) untuk mengelola aset-aset yang ada di Indonesia. Apabila yang mengelola putra-putri Indonesia maka akan mewujudkan peningkatan kualitas SDM yang ada di Indonesia sehingga mampu untuk bersaing pada tataran global.

“Saya setuju Mahakam dikelola oleh anak Indonesia. Salah satu alasannya karena banyak anggaran dibidang pendidikan. Seharusnya pemerintah memberi fasilitas untuk anak bangsa agar dapat berkembang dalam bidang energi. Saya yakin Blok Mahakam juga dapat dikelola dengan baik di tangan kita” tegas Bram Pratama, salah satu mahasiswa ITATS jurusan Arsitek yang ikut berpartisi dalam aksi tersebut.

Antusias pengunjung yang ada di Taman Bungkul tersebut sangat tinggi terhadap aksi KM ITS Blok Mahakam. Mereka setuju dengan aksi yang diadakan oleh mahasiswa ITS dan menolak kepemilikan Blok Mahakam dikelola oleh pihak asing yakni dengan cara menandatangi sebuah spanduk besar berwarna putih yang nantinya akan diberikan kepada pemerintah sebagai bukti penolakan. Selain itu BEM ITS juga membuat petisi online di situs change.org sebagai media aspirasi masyarakat untuk memperjuangkan kembalinya Blok Mahakam.

“Kalau sampai Blok Mahakam jatuh ketangan pihak asing, sama saja kita sedang dijajah oleh mereka. Lalu apa bedanya kini dan saat penjajahan Belanda?!” seru Rido Fuadi Menteri Kebijakan Publik BEM-ITS.(iid/ros)

Posted by adminbemits on

NONTON BARENG – Cara BEM ITS Rekatkan Warga SCC

SCC ITS, Kominfo-Warga SCC ITS berbondong-bondong mengikuti acara nonton bareng dan bedah film ‘Sebelum Pagi Terulang Kembali’ yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri BEM ITS di Gedung SCC ITS pada Sabtu, (29/3).

Menurut Ana Anissa, selaku staff Kementerian Dalam Negeri BEM ITS, acara yang menjadi lanjutan dari kegiatan Peduli SCC tersebut merupakan wadah bagi seluruh organisasi dan UKM yang mempunyai sekretariat di Gedung SCC ITS untuk saling merekatkan diri satu sama lain, agar tercipta hubungan yang harmonis.

“Gedung SCC ITS ini kan terdiri dari banyak sekretariat, ada sekretariat UKM, sekretariat BEM ITS, sekretariat LMB ITS, serta sekretariat DPM ITS. Namun, masih banyak dari kita yang belum saling mengenal,” ujar Ana, Mahasiswi Teknik Lingkungan 2013.

Ana juga menuturkan bahwa acara nonton bareng dan bedah film tersebut bekerja sama dengan UKM CLICK ITS. Amalia Aisyah, salah satu anggota UKM CLICK ITS menjelaskan, bahwa pemilihan film didasarkan pada permasalahan pelik yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, yaitu korupsi. “Film ini bercerita mengenai korupsi, bahwa korupsi dapat terjadi di lingkungan terdekat kita, yaitu keluarga,” jelas mahasiswi yang akrab disapa Isa tersebut.

Ana berharap, dengan adanya acara ini, seluruh warga SCC ITS dapat saling mengenal, minimal bertegur sapa ketika bertemu, dan menganggap SCC ITS adalah rumah sendiri. (yon/ros)

Posted by adminbemits on

Aksi 600 Aktivis Bawa Rapor Merah untuk Jokowi

Kurang lebih 600 mahasiswa dari aliansi BEM SI se-Jatim mendatangi Gedung Grahadi di Surabaya pada Jumat (27/03). Mereka membawa Rapor Merah Pemerintahan Jokowi-JK, hasil kajian seluruh BEM se-Indonesia dan menuntut agar segera diaspirasikan ke pemerintah pusat.

Kominfo BEM ITS- Terik matahari pukul 14.00 tidak menyurutkan langkah para aktivis. Tidak hanya mahasiswa dari Surabaya sendiri, mereka datang jauh-jauh dari Malang dan Bangkalan juga ikut mengawal penyampaian Rapor Merah Pemerintahan Jokowi-JK tersebut. Aliansi ini berisi mahasiswa dari UNAIR, ITS, PPNS, PENS, STKIP Bangkalan, UMM, Polinema, UB dan UWK.

Para koordinator aksi akhirnya melakukan mediasi dengan pemerintahan Jawa Timur pada pukul 15.00-16.30. Mereka diterima dengan tangan terbuka oleh Sukardo, asisten administrasi umum yang mewakili Gubernur Jatim. Hadir pula Roman sebagai Kapolsek Genteng yang berbicara tentang reformasi Kapolri.

Terdapat tujuh poin yang disampaikan BEM SI dalam Rapor Merah Pemerintahan Jokowi-JK. Selama 5 bulan kepengurusan Jokowi-JK banyak kebijakan yang tidak pro rakyat sehingga BEM SI memberi tuntutan untuk menstabilisasi perekonomian, menasionalisasi aset sumber daya alam di Mahakam dan Freeport, mengembalikan subsidi BBM, menyelesaikan konflik antar lembaga hukum, mempertahankan pengetatan pemberian remisi korupsi dan narkoba, menuntaskan penyelidikan korupsi BLBI dan Century, serta mengeluarkan kebijakan konkrit maritim yang pro rakyat.

Pertemuan singkat tersebut berlangsung aman dan kondusif. Risma Tri, walikota Surabaya, sempat memasuki ruangan dan menegaskan bahwa beliau akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada pemerintah pusat.

Pihak BEM SI menginginkan semua laporan disampaikan kepada Sekertaris Negara pada hari itu juga namun terdapat kendala teknis pengiriman Fax. Pemprov berjanji akan menyampaikan laporan dari BEM SI pada hari Senin (31/03). BEM SI menyepakati keputusan tersebut namun tetap akan mengawal sampai tuntas agar tuntutan dalam Rapor Merah Pemerintahan Jokowi-JK tersampaikan kepada pemerintah pusat.

“Mei kami akan kembali melakukan aksi secara nasional apabila pemerintah tetap tidak berubah. Harapan saya komunikasi antar universitas dari Sabang sampai Merauke tidak putus dan harus tetap diadakan kajian di dalam setiap kampus” seru Presiden BEM ITS,Imran Ibnu Fajri, mengakhiri. (ros/sha/rhm)

Posted by adminbemits on

Romansa dan Elegi Bandung Lautan Api

“Bahwa kemerdekaan satu negara, yang didirikan diatas timbunan runtuhan ribuan jiwa-harta-benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga”

-Jenderal Soedirman-

Sapuan api menyambar kediaman jiwa atas kondisi masa kini, membakar rasa tak peduli serta menghabisi egoisme akan kebencian sejarah negeri. Tepat hari ini sejarah panjang perjuangan bangsa terpancar nyata dalam pelupuk mata. 69 tahun yang lalu sebuah kota memanas, semangat bangsa membara dalam senyuman jiwa atas nama kebebasaan dan harga diri kemerdekaan bangsa.

Menoleh secarik akan replika bangsa, Oktober 1945 adalah awal pasukan Inggris dibawah Brigade Mc Donald tiba di Bandung menuntut agar semua senjata yang ada di penduduk untuk diserahkan pada mereka sehingga mengganggu stabilitas keamanan negara. Hingga terjadi konfrontasi antara TKR dan Inggris dibagian utara Bandung yakni di Hotel Homann dan Hotel Prenger yang memunculkan ultimatum dari Sekutu agar TKR meniggalkan Bandung Utara. Ultimatum pertama ini memunculkan banyak konfrontasi dengan Sekutu, ditambah musibah banjir besar akibat luapan sungai Cikapundung yang menelan ratusan korban membuat keadaan semakin mencekam. 23 Maret 1946 Sekutu mengeluarkan ultimatum kedua agar TRI (sebelumnya TKR) mengosongkan seluruh Bandung. Dua perintah berbeda hadir menghadapi ultimatum tersebut, Mr. Amir Sjarifuddun memberi perintah agar TRI mengundurkan diri sedangkan Jenderal Soedirman menginstruksikan agar mempertahankan kota Bandung. Melalui musyawarah alot, dengan penuh pertimbangan diputuskanlah untuk meniggalkan Bandung. TRI bersama rakyat sengaja membakar kota Bandung agar segala fasilitas didalamnya tak lagi dimanfaatkan oleh Sekutu. Dua orang pemuda menjadi korban pertempuran hebat perebutan gudang mesiu di Dayeuhkolot. Muhammad Toha dan Ramdan gugur bersama granat tangan yang membumi hanguskan gudang mesiu itu.

Berkaca kembali pada masa kini seolah menguak batin perih untuk selalu menggerutu. Saat itu, rakyat bersatu membunyikan genderang berseru membinasakan Sekutu demi Indonesia satu. Rakyat bergerak atas nama kemerdekaan serempak menghabisi egoisme otak untuk memberontak kenyataan pelak. Atas nama kebebasan menuju kemerdekaan tanpa gangguan segala kalangan bergerak dalam satu tujuan tanpa peduli harta dan tahta, demi satu nama kemerdekaan dan harga diri bangsa.

Menarik simpul fana masa kini, kemerdekaan masa lalu dalam pengorbanan jiwa dan segala tumpah darah seolah tergadaikan. 69 tahun lalu bangsa ini memberontak, menolak, dan terus berteriak mengatakan tidak atas usaha perampokan kemerdekaan bangsa. Kini, iyakah kemerdekaan itu dirampok kembali? Atau digadaikan? Mengingat kemerdekaan menurut Bung Hatta yakni “Indonesia merdeka tidak ada gunanya bagi kita apabila kita tidak sanggup untuk mempergunakannya memenuhi cita-cita rakyat kita : hidup bahagia dan makmur dalam pengertian jasmani maupun rohani”. Menarik kemerdekaan masa kini yang seakan tergadaikan baik melalui keadaan bangsa maupun setiap kebijakan pemerintah.

Tabiat penguasa yang semakin enggan mencium tangisan anak-anak miskin dibawah sana, enggan menyapu keringat ibu-ibu disana yang menjerit menghadapi problematika akibat egoisme kebijakan untuk bangsa, katanya demi bangsa. Rakyat terus menjerit, nasibnya tercekik, arah hidup makin pelik, akhirnya tak berkutik hanya bisa bergumam semoga penguasa diatas sana membuka mata dan memekakan telinga atas kebingungan dan kegelisahan rakyatnya. Aset-aset bangsa yang katanya hendak menjadi milik kita, lagi-lagi katanya semoga menjadi nyata bukan hanya rencana fana yang akhirnya membuat rakyat kecewa. Semoga.

Menggali nilai indah sebuah sejarah, perjuangan rakyat Bandung masa lalu adalah masa bulan madu antara rakyat dan alat kelengkapan negara. Bagaimana tentara bersama rakyat memunculkan amanat persatuan bangsa, berjuang atas nama rasa cinta pada bangsa. Bulan madu yang mulai menjadi reses dimasa kini. Alat perwakilan rakyat seolah tak lagi dalam satu frekuensi yang sama. Harmonisasi pemikiran antar rakyat dan sang legislator tak lagi seirama justru memunculkan distorsi dalam kehidupan bernegara. Memunculkan kepercayaan rakyat kembali adalah hal utama yang harusnya kembali diperkuat. Membuka mata rakyat melalui prestasi dan kebijakan yang berdampak atas nama kesejahteraan rakyat.

Mengkaji sisi lain atas mobilisasi rakyat masa lalu menggurai rasa nasionalisme tinggi atas kemerdekaan bangsa. Penghargaan atas tetes darah dan peluh keringat pahlawan mulai memudar dimasa kini. Saat terindah menggelorakan kembali kehormatan para pejuang kemerdekaan. Menguak kembali gairah semangat nasionalisme bangsa, menelusuri sesakan nafas pengorbanan menuju kesejahteraan bangsa. Kebisuan masyarakat akan sejarah bangsa adalah buah dari pembredelan mental penguasa yang menebar pesimisme melalui tabiat korupsi dan kesewenang-wenangan kebijakan yang tak lain kembali menyudutkan rakyat banyak. Rakyat selalu berharap dan terkesan terlelap dalam buaian janji membuta yang tak kunjung menjadi nyata. Tak ada garansi terbaik selain kebaikan para pemimpin memberi ketenangan berfikir melalui tindakan anggun yang menenangkan khalayak umum, bukan breaker penebar pesimisme bangsa yang mengedepankan egoisme dan arogansi kepemimpinan. Padamulah kami berharap para pemimpin kami!

Patutlah nilai perjuangan masa lalu merasuk pada setiap diri yang bernapas ini. Berhias optimisme bangsa bersama keyakinan bahwa Indonesia akan tetap ada. Teruntuk pahlawan pembangun dan pejuang bangsa ini. Disinilah generasi masa kini kembali berusara dan berteriak ditengah romansa rumus-rumus masa kuliah dihiaskan romantisme ribuan teori masa kuliah, pergerakan akan selalu ada. Melepas egoisme intelektual menuju gairah pergerakan menjadi saksi nyata tindakan untuk massa depan. Dan menyakinkan bahwa masih ada yang peduli akan bangsa ini, karena ini bangsa kita, kami, dan mereka. Bangsa Indonesia.

“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar di dukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akan sejarah bangsa kita sendiri”.

-Prof Moh. Yamin-

Arizal Ariyanto
Staff Kementrian Kaderisasi Kebangsaan BEM ITS 2014/2015
24.03.2015
Refleksi 69 tahun Bandung Lautan Api
Posted by adminbemits on

PAMMITS, Raih Peruntungan Mahasiswa Berwirausaha

pamits

Sebagai seorang calon sarjana, besar harapan sebagian dari mereka adalah pencipta lapangan kerja. Hal ini termasuk sedikit upaya untuk menanggulangi jumlah lapangankerja yang tidak sebanding dengan pencarinya. Terlebih pikiran kreatif seorang mahasiswa kerap muncul untuk memulai sebuah usaha. Guna memupuk semangat tersebut, Kementerian Perekonomian menggelar Pasar Malam Minggu ITS (PAMMITS), Sabtu (21/3).

Taman Alumni ITS, Kominfo- Bagi mahasiswa, akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk rehat dari aktifitas akademiknya. Sejumlah hiburan dipilih untuk sekedar membuat pikiran lebih segar. Salah satunya adalah PAMMITS. Digelar outdoor di pelataran taman alumni, membuat suasana lebih akrab. Terlebih sajian panggung diiringi musik tempo cepat menambah semangat langkah pengunjung kali ini.

Sebanyak 120 booth kreatif berjajar rapi tawarkan produk menarik. Aneka rupa yang ditawarkan, mulai dari makanan dan minuman hingga sandang hasil karya mahasiswa. Harganya pun terjangkau, wajar jika pengunjungnya pun mahasiswa. Menariknya, tidak hanya mahasiswa ITS namun juga mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) turut memeriahkan.

Bertepatan dengan Hari Air, PAMMITS berkolarborasi dengan Jurusan Teknik Lingkungan. World Water Day diteriakkan ke seluruh penjuru. “PAMMITS tidak berdiri sendiri, kalau ada event lain di ITS yang ingin berkolaborasi ya silahkan. Seperti Jurusan Teknik Lingkungan yang mengadakan peringatan Hari Air ini, kan satu area juga, jadi nggak enak kalau acaranya sendiri-sendiri,” ujar Fitriana Ilma Farida, penanggung jawab PAMMITS.

Antusiasme mahasiswa untuk berwirausaha dinilai Fitri cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya booth yang dipesan, mengingat jumlahnya pun terbatas. Pada umumnya, mereka berjualan di PAMMITS untuk menambah pemasukan big event jurusan. “Di sini kami jualan bakso bakar, dan es gemes. Jualannya untuk big event di jurusan,” terang Adriel Evan, mahasiswa Jurusan Diploma IV Teknik Sipil.

Tidak mengurangi semangat, semakin malam PAMMITS justru semakin ramai. Pengunjung pun hilir mudik bergantian menikmati sejumlah hidangan. “Rame banget, ya bisa dibilang acaranya sukses. Kalau bisa setiap minggu aja ada acara seperti ini,” tutur Dyah Rizka, mahasiswi Psikologi Universitas Airlangga.

Fitriana berharap, acara PAMMITS dapat dijadikan sebagai wadah untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan KM ITS. “Semoga area untuk PAMMITS selanjutnya lebih diperluas, serta semakin mendapatkan dukungan dari birokrasi,” tutupnya. (yon/ros/lik)

Posted by adminbemits on

Roadshow Maritim Perdana : Menapaki Roma di FTSP

roma

Energi Maritim,BEM ITS- Jurusan teknik lingkungan lebih tepatnya di gazebo TL atau yang biasa disebut ‘balai bengong’ ramai didatangi mahasiswa FTSP dari berbagai jurusan pada (09/03). Terdengar lantunan musik merdu yang dibawakan oleh perwakilan SO BEM FTSP dan UKM Musik ITS mengawali event tersebut. Event yang bertajuk nongkrong di ‘Roma’ adalah kastrat hasil kolaborasi kementrian Energi & Maritim BEM ITS dengan BEM FTSP.

 

Tujuan diadakannya roadshow ini yaitu untuk menanamkan mindset pentingnya kemaritiman dalam keprofesian pada masing masing jurusan di FTSP. Roadshow yang rencananya akan dilakukan di semua fakultas ini mengundang 3 pembicara FTSP, yang pertama adalah rektor terpilih ITS periode 2015-2019 Prof. Ir. Joni Hermana, MSc.ES.Ph.D, kedua yaitu dosen jurusan perencanaan wilayah kota atau planologi, Dian Rahmawati, ST,MT dan yang ketiga yaitu dosen jurusan desain produk (despro), Raditya Eka, S.Sn, M.Des.

 

Suasana roadshow berjalan kondusif dan antusiasme peserta roadshow sangat besar dibuktikan dengan penuhnya balai bengong pada malam itu. Acara dibuka dengan sambutan oleh Sunanto selaku Menteri Energi & Maritim BEM ITS, Satria Jaya Negara selaku Dirjen Maritim BEM ITS dan Musdiana Thalif selaku KABEM FTSP.

 

Materi pertama tentang pengenalan maritim di bawakan oleh rektor terpilih ITS periode 2015-2019 atau yang kerap disapa Pak Joni. Beliau membawakan materi dengan santai dan peserta menyimak dengan antusias, menurut pak joni, Maritim adalah bagian terpenting di Indonesia karena berkaca dengan sejarah sejak jaman kerajaan majapahit dan sriwijaya, jadi kita sudah seharusnya berjaya karena maritime adalah warisan dari nenek moyang, begitupun juga ITS, kita juga jangan melupakan maritim. “Sejak awal berdiri , ITS sudah dipercaya oleh pemerintah memajukan maritime” tambah pak Joni.

 

Pembicara kedua adalah dosen planologi, Bu Dian, yang mengutarakan tentang pemanfaatan sumber daya maritime. Bu Dian menekankan pentingnya pembudidayaan biota laut demi memajukan pariwisata dan pemanfaatan sumber daya seperti perikanan untuk memajukan perekonomian local.

 

Materi pamungkas dibawakan oleh Raditya Eka atau yang akrab disapa Kang Eka. Menurut beliau, untuk memajukan perekonomian negara ini dibutuhkan kreatifitas di segala sektor. “ Faktor kemajuan bangsa yaitu inovasi & kreatifitas 45%, networking 25% teknologi 20% dan SDA 10%” ujar kang eka percaya diri. Materi pamungkas ini berhasil menyedot gelak tawa para peserta Roadshow Maritim karena pembawaan humoris Kang Eka. (her/ros)

Posted by adminbemits on

Aksi KPK-Polri – Cara Unik BEM ITS Rayakan Wisuda

IMG-20150315-WA0005

 

Kasus KPK-Polri adalah satu dari sekian kasus yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Untuk mengingatkan akan hal tersebut kepada KM ITS, Kementerian Kebijakan Publik BEM ITS mengadakan aksi di Bundaran ITS pada Sabtu(14/3) dan Minggu(15/3) pukul 10.00-12.00, bertepatan dengan Wisuda ITS 111.

 

Bundaran ITS, Kominfo- Panasnya kampus perjuangan siang itu, tak menyurutkan aksi BEM ITS dalam menanggapi isu KPK-Polri. Aksi yang bertepatan dengan Wisuda 111 ITS tersebut dilaksanakan di Bundaran ITS pada hari Sabtu dan Minggu pukul 10.00 hingga 12,00.

Menurut Ridho, Menteri Kementerian Kebijakan Publik BEM ITS, aksi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Wisuda 111 ITS karena untuk mengingatkan kepada wisudawan-wisudawati bahwa, meskipun mereka akan memasuki dunia kerja, idealisme mereka saat masih menjadi mahasiswa harus tetap dijaga. Selain itu, Ridho juga menuturkan bahwa, tujuan dilaksanakannya aksi tersebut adalah untuk memberikan pencerdasan sekaligus meningkatkan kepekaan KM ITS. “Goal kami, semoga semakin banyak massa yang dapat terangkul. Untuk mewujudkan hal itu, kami memberikan draft hasil kajian mengenai isu KPK-Polri. Sehingga harapannya, mereka yang ikut aksi dapat menyebarkan ke teman-temannya yang lain,” tambah Ridho.

Aksi yang diikuti oleh ratusan mahasiswa tersebut, menitikberatkan pada dua rekomendasi, yaitu rekomendasi pertama mengenai peninjauan kembali keputusan pra-peradilan kasus Budi Gunawan untuk mengabulkan permintaan pemohon agar kasus tersangkanya dihapus, yang akhirnya diterima oleh Hakim Sarpin Rizaldi pada tanggal 18 Februari 2015. Rekomendasi kedua mengenai Tim 9 yang dibentuk oleh Presiden Jokowi, di mana Tim 9 ini memiliki peranan untuk melakukan penyelidikan terhadap kedua lembaga tersebut. Akan tetapi, Tim 9 ini tidak mempunyai Keppres, sehingga tidak mempunyai dasar atau kekuatan hukum.

Ridho berharap, dengan adanya berbagai aksi yang dilakukan oleh KM ITS, aksi tersebut dapat menjadi pengingat bahwa sebenarnya negara Indonesia mempunyai banyak sekali masalah. Selain itu, dengan adanya aksi, diharapkan KM ITS dapat lebih peka terhadap isu-isu yang ada.

“Semoga kita sebagai KM ITS bisa bersatu menghadapi isu-isu yang ada dan KM ITS bisa lebih responsif dalam bersikap, bisa bersatu dalam menyikapi isu-isu tersebut,” ujar Ridho. (yon/ros/rhm)