Monthly Archives

9 Articles

Posted by adminbemits on

LKMM TL PSDM BEM ITS form download

PSDM BEM ITS Proudly Present : Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Lanjut (LKMM TL) tingkat Nasional untuk mahasiswa Indonesia. Memberikan pembekalan tentang ilmu Managemen opini publik tentang bagaimana cara management massa, bagaimana menggerakkan massa dan bagaimana mengarahkan pola pikir masyarakat dengan wacana. Persiapkan Dirimu segera wahai kalian pemberi kontribusi untuk almamater, bangsa dan negara! Jangan sia-siakan kesempatan di depan mata!! download form LKMM TL disini

11294584_10204030859040753_849599552_o

 

Posted by adminbemits on

Bangkit untuk Kemajuan Maju Bersama Kebangkitan

Mencoba menitih kembali tentang cerita keagungan bangsa yang selalu memberi kisah akan perjuangan didalamnya. Fakta berkata ketika bangsa ini terdeklarasi sebagai bangsa kepulauan terbesar di dunia dengan ± 17.000 gugusan pulau dihiasi hampir 250 juta pasang mata didalamnya. Inilah bangsa istimewa, Indonesia. Ketika konsep binekha tunggal ika mulai disentil dimasa ini, lantas bagaimana? Hari ini tentu semua tahu, 107 tahun lalu sebuah organisasi “Boedi Oetomo” berdiri yang lantas dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Bangsa Indonesia yang terlelap dalam jajahan Belanda dalam penderitaan dan kebodohan. Setelah hampir 250 mencengkeram pribumi, Belanda mulai memberi kesempatan untuk anak-anak Indonesia meski dalam skala yang sangat kecil. 1850 Belanda mulai memberi pendidikan itupun hanya untuk menciptakan tenaga yang paham baca tulis demi keperluan kompeni. Semangat pembebesan mulai nampak saat Soetomo bersama kawan kawan STOVIA berkumpul dalam ruang kuliah anatomi pukul 9 pagi 20 mei 1908 memilih “Boedi Oetomo” sebagai nama perkumpulan yang baru diresmikan. Boedi Oetomo yang dimaksud oleh pendirinya adalah perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, kemahirannya.

Perdebatan terus muncul dari masa lalu hingga kini tentang keputusan 20 mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional karena sejarah mencatat bahwa Serikat Dagang Islam (SDI) yang berdiri pada 16 Oktober 1905 dibentuk oleh H. Samanhudi sebagai organisasi awal yang muncul. Sebuah organisasi ekonomi yang berdasarkan pada agama islam dan perekomian rakyat sebagai dasar penggeraknya. Sebuah organisasi yang tak membatasi keanggotaan dari kedaerahan. Sempat tertegun saat melihat pasal 2 anggaran dasar Boedi Oetomo tercantum tujuan organisasi untuk menggalang kerja sama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis.

Melupa akan hal yang tak perlu diseka, terlepas semua perdebatan nyatanya sebuah batu pijakan awal menuju bangsa merdeka telah terukir dalam kisaran harapan bangsa. Bung Karno dalam pidatonya pada Peringatan Setengah Abad Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1958 di Istana Merdeka menyatakan:

Dulu sekadar satu kriwikan Saudara-saudara. Benar 20 Mei tahun 1908 sekadar adalah satu kriwikan, tetapi bukan itu jang kita peringati. Jang kita peringati ialah bahwa 20 Mei 1908 itu berisi kemenangan satu azas, kemenangan satu beginsel…. Beginsel jang mulia dan luhur jang kita tjetuskan pada tahun 1908 jalah bahwa tiap-tiap bangsa mempunjai hak untuk mendjadi merdeka.

Tentu semangat itu yang akan selalu tercermin bahwa gerakan masa lalu adalah semangat persatuan yang mulai ditancapkan. Harus diakui jika masa itu adalah masa awal dimana semangat kejuangan bersifat kedaerahan bergeser kearah persatuan. Mulai munculnya komunikasi antar pemuda dalam lingkup daerah yang berbeda berprinsip pada kesamaan perjuangan atas nama kebebebasan bangsa. Masa itu juga mulai munculnya perlawanan atas nama kemerdekaan bangsa melalui jalur organisasi meskipun dalam kondisi serba keterbatasan ruang akibat kekangan kolonial zaman itu. Arah perjuangan melalui pergolakan perang pun seolah mulai bergeser serta mampu menularkan semangat independensi bangsa. Kemenangan satu azaz serta kemenangan satu beginzel (prinsip) yakni kebebasan mengakui diri sebagai negara merdeka.

Menarik benang asa dalam kehidupan masa kini, Hari Kebangkitan Bangsa bagai ceremonial semata tanpa ada hakikat dalam arah kehidupan bermasyarakat masa kini. Semangat kebebasan masa lalu seolah tak lagi tercermin. Rakyat seolah terdesak untuk jengah dengan dilematika kebangsaan. Pemerintah sebagai pelayan warga negara tak mampu memberi ketenangan dalam aspek kehidupan yang fundamental. Arah stabilitas ekonomi yang lagi-lagi tersandung wacana semata. Isu nasionalisasai aset yang tak kunjung datang kabar baiknya. Lebih dari itu kepastian hukum dan kemauan pemerintah akan eksistensi pemberantasan korupsi sewajarnya selalu dipompa demi terwujudnya kepercayaan penuh masyrakat pada petinggi bangsa ini. Bagaimanapun konsep kebangkitan nasional tak hanya berhenti pada upacara peringatan atau ucapan semata. Lebih dari itu sikap ramah pimpinan bangsa demi merealisasikan kesejahteraan bersama adalah buktinya nyata yang ditunggu seluruh masyarakat dibawah sana.

Semangat kebangkitan masa kini adalah refleksi diri akan kondisi bangsa, trigger untuk semakin peka dan tergugah menilik realita di depan mata. 20 mei adalah pijakan awal bangsa untuk bangkit dimasa lalu, lantas apakah kini tetap dalam kuadran bangkit? Tantangan bersama elemen bangsa untuk menggeser kuadran bangkit menuju kuadran maju. Melakukan transformasi guna menggeser arah bangsa yang bangkit meunju kemajuan. Layaknya sebuah elektron yang bereksitasi menuju kulit luar yang membutuh energi lebih, maka setiap perjuangan menuju perubahan tentu membutuhkan usaha lebih pula. Atas dasar semangat kebersamaan rakyat bergerak serempak tentu akan menghasilkan kebikan dalam ithikad kesejahteraan. Saatnya sinergitas diangkat kembali, pergerakan bersama elemen bangsa adalah harga mati yang segera dilakukan, karena bangsa ini besar. Besar bukan karena luas wilayahnya bukan pula karena banyak warga negaranya. Bangsa ini besar karena cita-cita luhur didalamnya. Merdeka atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas dalam negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.

 

Kementrian Kaderisasi Kebangsaan BEM ITS 2014/2015

20.05.2015

Refleksi 107 tahun Hari Kebangkitan Nasional

Posted by adminbemits on

SORAK SORAI INTEGRALISTIK 2014

Institut Teknologi Sepuluh Nopember kembali menyatukan seluruh jajaran mahasiswa ITS dalam kegiatan Interval (Integralistik Festival) 2014, sabtu malam (9/5) di lapangan alumni ITS. Dengan seluruh dukungan mahasiswa angkatan 2014, SC Gerigi dan kementrian PSDM kegiatan ini bertujuan untuk menfasilitasi seluruh jurusan yang ada di ITS agar berkumpul dalam zona integralistik yang beratasnamakan ITS.

KOMINFO BEM ITS-Pasca kegiatan Gerigi yang dilaksanakan mahasiswa baru saat pertama kali diterima di ITS mengantarkan sebuah kesan bahwa walau terdiri banyak jurusan, ragam warna dalam himpunan akan tetap berujung pada satu almamater yaitu ITS. Kesan tersebut pula yang mengantarkan para mahasiswa angkatan 2014 pada kegiatan interval sebagai salah satu KPP(Kegiatan Pasca Pelatihan) Gerigi untuk kembali berkumpul sebagai KM (Keluarga Mahasiswa) ITS setelah hampir satu tahun berkontribusi dalam jurusan masing-masing. Meski kegiatan interval tahun ini berbeda karna bersamaan dengan pelaksanaan Guyub dan Pammits, tidak menghilangkan antusiasme dari mahasiswa yang ingin bertemu dengan teman-teman mereka semasa Gerigi. “BEM sendiri sudah sebisa mungkin dalam menentukan jadwal Interval agar tidak bersamaan dengan kegiatan lainnya, namun karna banyaknya kegiatan yang ada di ITS akhirnya memutuskan untuk dilaksanakan bersamaan, Namun dengan adanya Guyub dan Pammits kegiatan Interval jadi terbantu dari jumlah pengunjung dan rangkaian kegiatan yang lebih variatif,” Ujar Arif Radiansyah, ketua Interval 2014.

Acara yang dimulai sekitar pukul 16.15 dan berakhir pukul 22.35 ini memang cukup beragam. Panitia interval menyediakan berbagai fasilitas seperti wahana balap karung serta photobooth untuk para mahasiswa. Selain itu juga diadakan Talkshow integralistik, Sambutan Panitia, Presiden BEM ITS dan perwakilan rektor, penampilan saman dari mahasiswa asal Aceh serta band-band yang ada di ITS. Walau awalnya ada beberapa jurusan yang mengaku tidak bisa datang karna adanya kegiatan di jurusan masing-masing,namun dengan negosiasi yang dilakukan penitia interval pada birokrasi, komting angkatan dan Kahima (Ketua Himpunan Mahasiswa)secara terus menerus akhirnya seluruh jurusan bisa hadir meskipun tidak semua mahasiswa datang. “Harapannya Acara Interval ini menjadi Acara eventual setiap tahunnya untuk seluruh mahasiswa ITS yang benar-benar menanamkan jiwa Integralistik dengan meminimalisir arogansi jurusan,dan semoga acara Interval tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini,” Arif Radiansyah menambahkan. Dengan rasa persatuan dalam naungan Almamater tercinta ITS, ragam warna baik yang tercangkup dalam jurusan maupun fakultas menjadi sebuah kolaborasi yang indah KM ITS, hal tersbut yang sebenarnya ingin ditanamkan dengan adanya integralistik itu sendiri. (rub/yon)

Posted by adminbemits on

PAMMITS 2015 SUKSES JADI YANG TERBESAR DAN TERAMAI

PAMMITS yang diadakan pada Sabtu (9/5) menjadi PAMMITS terakhir dalam kepengurusan Kementerian Perekonomian BEM ITS 2014/2015. PAMMITS dalam kepengurusan tahun ini berhasil menjadi PAMMITS yang terbesar dan teramai, pasalnya PAMMITS tahun ini benar-benar dapat menyedot massa baik pengunjung maupun pedagang. Bertempat di jalan masuk utama kampus ITS, PAMMITS tak pernah sepi pengunjung sejak pertama kali diadakan pada Februari lalu hingga Mei.

Kampus ITS, Surabaya– Selama satu bulan sekali pada Sabtu malam, jalan sepanjang kampus FTSP yang berada di dekat gerbang utama kampus ITS selalu tampak dipenuhi banyak orang. Pasalnya, Pasar Malam Minggu ITS (PAMMITS) yang diadakan rutin selama 4 bulan berturut-turut ini selalu dapat menyedot massa baik pengunjung maupun pedagang. Tak hanya mahasiswa ITS saja, pengunjung dari luar pun antusias akan kehadiran salah satu pasar malam terbesar di Surabaya Timur ini. Berkolaborasi dengan berbagai macam event lainnya, PAMMITS selalu menjadi tempat favorit untuk menghabiskan waktu bersama teman maupun kerabat terdekat.

PAMMITS malam ini adalah PAMMITS yang terakhir untuk kepengurusan tahun ini.Tentu saja ada perasaan sedih akan berpisah dengan crew-crew hebat yang ada di balik kesuksesan PAMMITS tahun ini. Kami sudah melewati banyak waktu bersama mulai dari rapat, internalisasi sampai kumpul-kumpul have fun bareng,” ujar DimasPrakoso, selaku Staff Kementerian Perekonomian BEM ITS.

PAMMITS kali ini berkolaborasi dengan acara Interval yang diadakan oleh Mahasiswa Baru ITS 2014 dan Guyub ITS yang diselenggarakan oleh Kemenkoan Komunikasi Internal Kampus BEM ITS. Dimas tidak memungkiri bahwa kolaborasi seperti inilah yang membuat publikasi PAMMITS tahun ini sukses besar hingga menjadi PAMMITS yang terbesar dan teramai.

Saya berharap PAMMITS bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi mahasiswa ITS khususnya untuk menghabiskan waktu malam minggu sekaligus bisa menjadi trend di Surabaya Timur ini,” tambah Dimas yang juga mahasiswa Jurusan Statistika ITS 2012 ini. (arn/yon)

 

Posted by adminbemits on

GUYUB ITS, BUKAN SEKEDAR WADAH PEMERSATU KM ITS

Guyub ITS yang diadakan pada Sabtu (9/5) merupakan sebuah acara kolaboratif dari Kemenkoan Komunikasi Internal Kampus BEM ITS yang bertujuan sebagai wadah pemersatu KM ITS. Bertempat di Taman Alumni, acara yang menggandeng PAMMITS dan Interval ini menjunjung konsep acara panggung khas anak muda yang menampilkan sajian acara menarik persembahan dari mahasiswa ITS.

Kampus ITS, Surabaya– Kemenkoan Komunikasi Internal Kampus BEM ITS yang terdiri dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa, Kementerian PSDM, dan Kementerian Kebijakan Kampus membuat satu event besar yang tidak hanya bertujuan untuk menampung dan mempersatukan seluruh KM ITS namun juga bermaksud memberikan wadah refreshing bagi mahasiswa ITS yang dalam kesehariannya sudah jenuh akan banyaknya beban akademik yang mereka rasakan. Acara yang diberi nama Guyub ITS ini tidak hanya sekedar menampilkan pentas seni dari mahasiswa-mahasiswa ITS saja namun juga mengadakan panggung pergerakan yang berisi orasi dan juga talkshow. Hal ini dianggap perlu karena hal tersebut adalah dasar atau bekal bagi seluruh mahasiswa ITS.

Meskipun berat mengadakan suatu acara kolaborasi, di mana kita harus menyatukan banyak konsep-konsep yang berbeda, namun di sinilah tantangannya ketika kita harus menyamakan berbagai konsep tersebut,” ujar Rahman Cahyadiputra, Menko Komunikasi Internal Kampus BEM ITS 2014/2015.

Acara ini juga diramaikan oleh kehadiran Cak dan Ning Surabaya yang menjadi suatu daya tarik tersendiri. Terbukti dari antusiasme pengunjung yang ramai mendatangi acara Guyub ini. Selain pentas seni, talkshow dan panggung pergerakan, diadakan pula awarding bagi KM ITS yang sudah berusaha keras memberikan pengabdiannya baik kepada ITS maupun kepada masyarakat.

Acara ini berhasil terselenggara karena kementerian di bawah Kemenkoan Komunikasi Intrenal Kampus BEM ITS mau bersatu. Jika melalui acara ini kami berhasil menyatukan KM ITS maka barulah kami dapat bersama-sama mengaplikasikan ilmu kami kepada masyarakat luas. Semuanya dimulai dari yang kecil,” tegas Rahman yang juga mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2011 ini.

Meskipun terdapat kendala baik dalam penyatuan konsep, koordinasi maupun kendala teknis, namun acara Guyub malam ini yang merupakan Guyub terakhir dalam kepengurusan tahun ini dapat berjalan sukses. Rahman berharap, acara ini kedepannya bisa diadakan paling tidak tiga kali dalam satu tahun kepengurusan untuk mempererat persaudaraan antar KM ITS. (arn/yon)

Posted by adminbemits on

Kelas Ekonomi Kebangsaan: Perspektif Ekonomi dalam Fenomena Begal

Selasa malam (28/04) bertempat di ruang J-111 Kimia FMIPA ITS, para mahasiswa datang untuk menambah wawasan mengenai permasalahan ekonomi dalam acara Kelas Ekonomi Kebangsaan bagian 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perekonomian BEM ITS. Meskipun bertempat di ruangan yang sederhana, namun wawasan yang disampaikan oleh Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc. tersebut tidaklah sederhana.

KOMINFO- Kelas Ekonomi Kebangsaan bagian 2 yang bertemakan “Fenomena Begal dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” ini merupakan seri kedua dari Kelas Ekonomi Kebangsaan sebelumnya yang diadakan oleh Kementerian Perekonomian BEM ITS. Acara yang diselenggarakan pada Selasa malam (28/04) di ruang J-111 Kimia FMIPA ITS tersebut menghadirkan Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc., seorang Dosen luar biasa dari Jurusan Statistika ITS. “Saya berharap mahasiswa ITS ini mempelajari ekonomi,” begitulah kiranya kalimat pembuka dari Kresnayana Yahya.

Menurut Direktur Enciety Business Consult tersebut, permasalahan ekonomi disebabkan oleh banyak hal seperti kesenjangan sosial-ekonomi dan rendahnya pendidikan di Indonesia. Di mana begal menjadi salah satu contoh dari kesenjangan sosial-ekonomi.

“Kenapa temanya mengenai begal ? Hal ini karena adanya kesenjangan ekonomi, mulai dari sandang, pangan, dan papan.Sehingga, tercipta dua golongan masyarakat yaitu masyarakat baik dan masyarakat buruk,” ujar Khalid selaku Staff Kementerian Perekonomian BEM ITS.

Pertumbuhan ekonomi itu penting, bahkan sangat penting. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, diharapkan ada sistem ekonomi yang baru seperti retworked economic, digital economic, dan knowledge economic. Ekonomi suatu negara akan maju apabila terdapat tiga hal yaitu exports, productivity, dan sustainability. Jika pertumbuhan ekonomi meningkat, maka bukan hanya wilayah kota saja yang ditonjolkan melainkan juga di desa.

Kresnayana berharap, lulusan ITS nanti dapat bekerja di digital economic karena dalam waktu 20 tahun mendatang, sekitar 30-40 persen ekonomi Indonesia merupakan digital economic. Selain itu, lulusan teknik nantinya ada yang berasal dari desa. Tujuannya bukan untuk membuat gapura didesa tetapi untuk membangun sarana produktif yang bermanfaat untuk desa tersebut. Intinya, mahasiswa ITS harus berkembang pada kualitasnya.

Kelas Ekonomi Kebangsaan tidak berhenti pada bagian 2 saja, tetapi akan ada Kelas Ekonomi lanjutan yang akan diadakan pada bulan Juni mendatang yaitu berupa simposium ekonomi oleh suluruh BEM di Indonesia. Di mana hasil simposium tersebut nantinya akan disampaikan langsung kepada Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Halil.

“Tujuan dari acara ini yaitu memberikan modal kepada mahasiswa tentang politik untuk mempersiapkan mereka dalam dunia kerja yang keras dan penuh politik sendiri,” tutur Khalid mengakhiri. (iid/deo/yon)

Posted by adminbemits on

KM ITS Bergerak Kawal Tol Laut

Kampus ITS, KOMINFO – Meskipun menyandang predikat sebagai mahasiswa kampus teknologi hal ini tidak menyurutkan langkah mereka untuk membahas permasalahan bangsa. Terbukti dengan terselenggaranya kegiatan diskusi terkait isu yang sedang negeri ini hadapi, yaitu tol laut. Tol laut merupakan salah satu dari sekian janji yang diberikan oleh Joko Widodo sebagai calon presiden Republik Indonesia (saat itu).

Beserta jajarannya, Kementrian Energi dan Maritim BEM ITS memulai diskusi terbuka pada Senin (27/4). Pemberian paparan beserta latar belakang diberikan oleh kementrian tersebut untuk memberikan gambaran umum sebelum memulai diskusi.

Mengurangi biaya logistik nusantara atau SISLOGNAS, tidak meratanya perekonomian nusantara, dan kurang meratanya penyebaran industri di nusantara menjadi dasar pembentukan tol laut ini. Selain itu, proyeksi dari MP3EI atau Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembagunan Ekonomi Indonesia menjadi dasar dari adanya tol laut. Tol Laut Indonesia, diproyeksi untuk meningkatkan perdagangan domestik nasional melalui tarif angkutan yang sama guna menurunkan biaya logistik Indonesia.

Tol laut dapat dianggap sebagai pendulum nusantara, sebuah sistem transportasi barang dengan menggunakan kapal ukuran besar (kapasitas 3000-4000 TEU) yang melewati sebuah jalur laut utama dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia secara rutin, karena pola gerakannya dari barat ke timur dan kemudian berbalik timur ke barat. Kementrian Energi dan Maritim BEM ITS juga memaparkan beberapa faktor yang mengakibarkan ketidak optimalan pelaksanaan sislognas, yaitu keragaman komoditas, luas wilayah, kondisi geografis, dan kondisi infrastuktur yang sedang dialami Indonesia saat ini.

Diskusi tol laut ini dihadiri oleh KM ITS dari berbagai jurusan mengingat pembahasan tol laut ini sangat penting dan mempunyai peran yang mulia dalam menghubungkan pulau-pulau di Indonesia dan juga untuk pemerataan ekonomi. Pembahasan tol laut membutuhkan banyak kajian dari berbagai disiplin ilmu, maka dari itu diskusi ini melibatkan KM ITS. “Output yang kami harapkan dapat seperti rekomendasi kepada pemerintah, pencerdasan untuk masyarakat, jadi diskusi ini tidak hanya berhenti sampai disini saja dan akan ada kelanjutannya. Kedepannya akan ada diskusi lanjutan dan apabila tidak ada halangan akan diadakan kunjungan ke PT PELINDO (Pelabuhan Indonesia) . Jadi disana akan ada studi lapangan dan presentasi dari narasumber yang sudah ahli di bidangnya”, jelas Sunanto selaku Menteri Energi dan Maritim BEM ITS.

Diskusi ini diakhiri dengan keputusan bahwa akan diselenggarakan diskusi lanjutan untuk membahas tol laut lebih jauh dan tajam. “Bukan masalah menerima atau menolak keberadaan tol laut, tapi yang perlu dikawal adalah kebijakan pemerintah untuk mendukung hal-hal seperti ini. Apakah terburu-buru sehingga mengimpor kapal, atau perlahan membangun infrastruktur.”, ujar Imran Ibnu Fajri, Presiden BEM ITS. (Stn/ros)

Posted by adminbemits on

Isi Liburan, BEM ITS kunjungi Undip dan Unsoed untuk Berdiskusi tentang Maritim

 

11078208_10204874479235848_4374397496887235451_oJumat (1/5) dini hari, tiga mobil yang berisikan 20 fungsionaris BEM ITS melaju dari kota Surabaya menuju barat dengan tujuan Semarang dan Purwokerto. Acara yang bernama Tour De Java ini dikomandani Kementrian Hubungan Luar (Hublu) BEM ITS yang bertujuan untuk silaturahmi, sharing, dan audiensi kajian dengan BEM di Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Surabaya-Kominfo, Jika kunjungan ormawa hanya sebatas lingkup ITS itu dalah hal yang biasa. Hal luar biasa telah dilakukan oleh kementrian Hubungan Luar BEM ITS dan beberapa partisipasi dari kementrian lainnya untuk berkunjung ke BEM Undip Semarang dan BEM Unsoed Purwokerto pada Jumat (2/5) dan Sabtu (3/5) lalu.

Tour De Java bertujuan selain untuk silaturahmi, juga untuk audiensi dan sharing hasil kajian BEM ITS. Dipilihnya Undip dan Unsoed didasari oleh pembagian kajian isu di BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). ITS ditunjuk sebagai koordinator isu maritim, Unsoed sebagai isu plomik minerba, dan Undip sebagai isu tentang perikanan dan kelautan. “Ketiga isu tersebut saling berkaitan, maka ditentukanlah Undip dan Unsoed sebagai tujuan” terang Adin sebagai ketua panitia Tour de Java.

Sambutan yang sangat hangat datang dari BEM Undip dan Unsoed. “Sampai di Unsoed ada panggung musik untuk menyambut kami, kemudian kami juga diajak aksi bareng BEM Unsoed di depan Kampus untuk merayakan hari pendidikan. Karena kebetulan hari itu juga tanggal 2 Mei” Terang mahasiswa Teknik Material Metalurgi angkatan 2013 itu.

Awalnya acara ini hanya ditujukan untuk kementrian Hublu dan Energi Maritim, namun karena momen yang tepat maka hal kunjungan ini dibuka untuk semua kementrian sebagai sarana internalisasi. Juga mempunyai tujuan untuk sebagai sarana pencerdasan BEM ITS terhadap isu-isu nasional dan meningkatkan kepekaan mahasiswa tentang indonesia. “ Harapan saya, semoga semua mahasiswa Indonesia bisa makin peka dan peduli dengan permasalahan negeri dan tidak apatis.” Tutup Adin. (rhm)

Posted by adminbemits on

Menata Harapan Masyarakat dengan ITS Socio Gathering

Keceriaan, tawa, dan canda mewarnai Balai RW IV Kejawan Kel. Gebang Putih Sukolilo Surabaya pada Minggu (26/04) malam. Semangat dari anak-anak yang mengikuti pengajaran dari ITS Socio Gathering yang diadakan oleh Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS memberi kesan baik untuk masyarakat maupun mahasiswa yang ikut serta mengajar.

KOMINFO – ITS Socio Gathering merupakan agenda dari Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS sebagai bentuk pengabdian masyarakat dari ITS. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat dari ITS perdana selama 35 tahun berdiri. Sebelumnya, Presiden BEM ITS bersama Menteri Sosial Masyarakat BEM ITS melakukan survei di berbagai tempat tinggal di sekitar ITS. Akhirnya, Kejawan Kelurahan Gebang Putih menjadi sasaran ITS Socio Gathering. Pengabdian ini dilakukan selama 4 bulan yakni dari bulan Maret sampai Juni yang sebelumnya telah dilakukan jaringan aspirasi kepada masyarakat untuk menentukan bentuk kegiatan apa yang akan dilakukan. Tanggal 8 April lalu menjadi sejarah dibukanya ITS Socio Gathering.

Serangkaian acara pun diselenggarakan pada ITS Socio Gathering ini meliputi kelas inspirasi, penyuluhan makanan sehat dan berbahaya, lomba mewarnai, lomba adzan, menghafal surat pendek, dan sekolah SOSMAS serta pengenalan teknologi-teknologi yang ada di ITS untuk anak-anak. Ada pula games dan outbond. Sedangkan untuk bapak-bapak dan ibu-ibu atau yang terkumpul dalam karang taruna terdapat pelatihan service electronic, tutorial hijab (untuk para perempuan dan Ibu PKK), seminar mengenai penyuluhan lingkungan, seminar bank sampah, periksa kesehatan gratis seperti donor darah dan pemeriksaan gigi, dan masih banyak lagi acara yang diselenggarakan oleh ITS Socio Gathering.

Walaupun mengoordinasikan masyarakat itu sulit, akan tetapi bantuan dari karang taruna setempat memberi kemudahan untuk keberlangsungan acara ini. Selain itu, banyak dari anak-anak yang ikut belajar bersama di balai desa tersebut. Sudah tiga kali pengajaran berlangsung dan sampai sekarang mereka masih tetap antusias untuk mengikuti serangkaian acara yang diselenggarakan. Teknik pengajaran yang menyenangkan dan berbagai hiburan yang diberikan oleh pengajar dan volunteer SOSMAS tersebut membuat anak-anak merasa nyaman dan senang belajar.

Tujuan acara ini yaitu untuk menghilangkan kesenjangan antara mahasiswa dengan masyarakat yang kurang mampu. Dengan pengabdian masyarakat yang kami berikan kepada adik-adik yang masih menempuh pendidikan, semoga mereka semakin terpacu untuk terus belajar dan mempunyai motivasi yang tinggi. Selain itu, kami juga berharap adanya seminar dapat memberikan pengetahuan kepada anak-anak di Kejawan sehingga dapat mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari,” jelas Ila selaku ketua ITS Socio Gathering.

Menurut mahasiswi jurusan Material Metalurgi tersebut, di sekitar Kejawan masih banyak masyarakat yang tergolong kurang mampu, kebanyakan dari mereka masih berprofesi sebagai tukang bangunan dan petugas kebersihan. Hal ini bertolak belakang pada sebagian mahasiswa ITS yang berasal dari kalangan elit. Oleh karena itu, pengabdian ini juga bertujuan untuk mengenalkan budaya dan teknologi yang ada di ITS kepada masyarakat sekitar. Saya sangat senang dapat ikut di acara ini, Kak. Kemarin belajar bahasa Inggris dan matematika. Minggu depan mau ikut lagi, kata Anisa (7), salah satu peserta ITS Socio Gathering. Diharapkan nantinya anak-anak yang bertempat tinggal di Kejawan ini bisa kuliah dan mampu bekerja sehingga taraf hidupnya lebih baik dari orang tua mereka.

Sebagai ketua Karang Taruna di Kejawan Kelurahan Gebang Putih, Cak Mujib berharap agenda dari SOSMAS BEM ITS dapat terus berlanjut. Masyarakat mendukung penuh agenda tersebut karena dapat saling menjalin relasi antar mahasiswa dan masyarakat sehingga kesan baik dapat terwujud.

Acara ini cukup bagus. Selama ITS berdiri, baru ada simpatik untuk mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di daerah ini. Semoga acara ini tidak hanya berhenti pada bulan Juni nanti. Saya berharap adanya hubungan baik yang terus terjalin antara pihak ITS dan masyarakat Kejawan Kelurahan Keputih. Semoga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat karena kita sama-sama membutuhkan. ITS membutuhkan masyarakat dan masyarakat membutuhkan ITS, jelas pria berumur 31 tahun yang kerap dipanggil Cak Mujib mengakhiri. (iid / stn)