Monthly Archives

5 Articles

Posted by adminbemits on

Kenalkan ITS, MKT Dapatkan Antusiasme Warga Sekitar

Menyentuh Kampus Teknologi (MKT) merupakan sebuah acara inisiatif dari Kemenkoan Kolaborator Karya yang ditujukan untuk mendekatkan ITS kepada masyarakat sekitar sembari mengenalkan berbagai macam teknologi karya mahasiswa ITS. Diadakan di Kejawan Gebang sejak pukul 8 pagi hingga 10 malam, MKT dapatkan sambutan yang meriah dari warga sekitar.

Kominfo- Sabtu (13/06), Kejawan Gebang tampak ramai sejak pagi. Pasalnya, Kemenkoan Kolabotor Karya, lebih tepatnya Kementerian Sosial Masyarakat yang berkolaborasi dengan Kementerian Aplikasi Teknologi BEM ITS mengadakan suatu rangkaian acara ITS Socio Gathering (ISG) yang dilaksanakan dalam satu hari. Acara tersebut diberi nama Menyentuh Kampus Teknologi (MKT). Sesuai dengan namanya, MKT ini bertujuan untuk mendekatkan ITS kepada masyarakat sekitar agar masyarakat lebih mengenal lagi, baik dengan ITS maupun dengan mahasiswanya.

“Selama ini mahasiswa merasakan adanya sekat dengan masyarakat, mereka di dekat kita tapi tidak tahu tentang keberadaan kita sebagai kampus teknologi,” jelas Frengki selaku ketua pelaksana acara MKT ini.

Acara yang baru pertama kali dilaksanakan ini juga mendapatkan dukungan positif dari perangkat desa setempat. Bapak Sunari, sekretaris RW 04 Kejawan Gebang, menuturkan bahwa acara semacam MKT ini baru pertama kalinya diadakan sejak 20 tahun terakhir, sehingga warga tampak sangat antusias untuk mengikuti MKT walaupun dilaksanakan hampir sehari penuh. Dalam MKT ini, dikenalkan teknologi-teknologi karya mahasiswa ITS melalui pameran teknologi yang diikuti oleh himpunan jurusan dan peserta Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Antusias dari mahasiswa pun terlihat besar karena hamper 20 himpunan mahasiswa memamerkan hasil karya mereka dalam pameran ini. Selain itu, diadakan pula lomba-lomba yang sangat menarik antusiasme warga sekitar, terutama anak-anak kecil.

Meski banyak kendala yang dialami oleh panitia pelaksana, namun Frengki mengatakan bahwa besarnya dukungan warga mampu menutupi banyaknya kendala tersebut. MKT ini pun ditutup secara sukses dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Cinta Rebana (CR) ITS dan penampilan dari adik-adik Kejawan Gebang yang menampilkan tarian cantik dan mampu berlenggak lenggok ala model pada saat fashion show.

“Yang paling spesial adalah kolaborasi dengan warga dan antusiasme adik-adik, jadi senang lihatnya. Saya harap mereka mampu mengenal ITS dan termotivasi untuk melanjutkan kuliah karena kebanyakan dari mereka memang tidak melanjutkan kuliah,” tambah Frengki yang juga merupakan Menko Kolaborator Karya BEM ITS 2014/2015. (arn/van/yon)

Posted by adminbemits on

ASEAN Camping Ground: One Goal One Identity

Dentingan bambu yang berbenturan terdengar di setiap sudut Kampung Djawi pada Rabu malam (10/06). Suasana haru pun menyelimuti setiap peserta Asean Youth Collaboration Festival (AYCF) 2015 sembari memainkan Angklung di hari pertama acara tersebut.

KOMINFO– Asean Youth Collaboration Festival (AYCF) 2015 merupakan sebuah event kolaborasi yang diselenggarakan oleh Kemenkoan Luar Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa ITS (BEM ITS), di mana acara tersebut bertujuan untuk mengkolaborasi semua elemen mahasiswa se-ASEAN baik mahasiswa dari jurusan teknik, sains maupaun dari jurusan lain. Ada serangkaian kegiatan yang dilakukan secara maraton dalam AYCF 2015, yang pertama adalah YESS Summit 2015, yaitu konferensi mahasiswa se-ASEAN dalam rangka untuk menyelesaikan permasalahan negara-negara di ASEAN. Dalam YESS Summit kali ini, masalah yang diangkat adalah Connectivity.

Kedua adalah ASEAN Creative Competition (ACC), merupakan kompetisi tingkat ASEAN yang mengusung tema Traveling ASEAN dengan berbagai kategori perlombaan Traveling Journal, Photography, Film Documenter, serta Infographic.

Ketiga adalah ASEAN Talk, yaitu seminar yang memberikan berbagai pandangan representatif terkait ASEAN dan bagaimana menghadapi AEC 2015 nantinya. Acara tersebut menghadirkan dua narasumber luar biasa yaitu Menteri Luar Negeri Indonesia dan Pakar Hubungan Internasional dari UNAIR. “Serangkaian kegiatan tersebut nantinya akan disatukan dalam satu wadah dengan nama ASEAN Camping Ground atau biasa dikenal dengan ACG yang dilaksanakan selama tiga hari di Kampung Djawi tanggal 10 sampai 12 Juni 2015. Mereka berbaur dari berbagai elemen, bertukar pemikiran, budaya, dan kebiasaan bersama dengan satu tujuan yakni One Goal One Identity untuk mewujudkan harmoni”, papar Hafizh, pria gondrong berkacamata selaku Ketua Panitia AYCF 2015.

Peserta ACG terdiri dari peserta YESS Summit, finalis ACC, serta tamu undangan. Kegiatan ACG sengaja dilaksanakan di Desa Wisata Kampoeng Djawi dengan alasan untuk mengangkat tema Indonesian Culture, nuansa rumah bambu kuno dan jalan setapak basah serta suara air yang mengalir begitu menyejukkan, menambah ketentraman suasana yang berlokasi di sekitar lereng pegunungan tersebut. Oleh karena itu, Desa Wisata Kampoeng Djawi yang berlokasi di Wonosalam Jombang tersebut sangat cocok dijadikan tempat berlangsungnya kegiatan ACG.

Hari pertama berlangsungnya ACG penuh dengan kejutan. Ketika sampai di area Desa Wisata Kampoeng Djawi, peserta tak mengira akan disambut dengan tarian Jawa dan pembagian souvenir khas Jombang. Penyambutan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat yaitu perwakilan Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Jombang, Camat Wonosalam serta tokoh adat sekitar. Sore harinya, peserta diajak untuk merasakan bagaimana menjadi seorang petani gunung dengan membajak dan menanam padi di lahan yang telah disediakan oleh pihak Kampung Djawi. Kegiatan tersebut merupakan salah satu fasilitas dari pihak Kampung Djawi yang bernama farming. Kemudian pada malam harinya, dilaksanakan kegiatan konser Angklung. Konser Angklung diawali dengan pelatihan Angklung kepada peserta oleh House of Angklung Surabaya. Setelah pelatihan, semua peserta naik ke atas panggung dan memainkan lagu Indonesia Pusaka dengan menggunakan Angklung. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba ACC.

Selanjutnya pada hari kedua dan ketiga akan dilanjutkan dengan kegiatan penampilan tradisi budaya tiap negara atau Culture Roadshow. Kegiatan Culture Roadshow nantinya tidak hanya diisi dengan penampilan budaya lokal Indonesia saja tetapi juga penampilan budaya peserta dari negara ASEAN yang hadir dalam serangkaian kegiatan tersebut. Kemudian pada saat penutupan, akan ada penerbangan lampion bersama oleh peserta AYCF, di mana lampion tersebut bertuliskan ‘AYCF 2015’.

Menurut Hafizh, tidak banyak kendala yang dihadapi oleh panitia AYCF 2015 selama berlangsungnya kegiatan ACG. “Kendala hanya salah komunikasi terhadap opini publik yakni bahwa ASEAN Camping Ground merupakan bentuk kegiatan Camping, padahal sebenarnya tidak,” sanggah Hafizh yang kemudian meyakinkan bahwa kegiatan ACG sepenuhnya adalah gathering, berkumpul bersama dengan lokasi dan fasilitas yang tentunya menunjang.

“Harapan kita dalam berlangsung serangkaian kegiatan AYCF 2015 ini adalah adanya kebermanfaatan untuk semua elemen yang terlibat baik panitia maupun peserta, terjalin networking yang baik antar kampus se-ASEAN, dan dampak terhadap ITS sendiri adalah lebih mengenalkan mahasiswa ITS terhadap dunia ASEAN sehubungan dengan semakin dekatnya pelaksanaan AEC 2015, dan tentunya semoga ASEAN Youth Collaboration Festival ini dapat dilanjutkan untuk tahun-tahun selanjutnya karena menurut saya acara ini sangatlah positif bagi mahasiswa Indonesia untuk kedepan.” ujar Hafizh mengakhiri. (van/yon)

 

Posted by adminbemits on

ASEAN TALK 2015

“Seminar ASEAN Talk 2015 diadakan pada Sabtu (06/06) di Gedung Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Acara ini merupakan sub event dari ASEAN Youth Collaboration Festival (AYCF) yang mengundang para pembicara yang ahli di bidangnya dan juga peserta umum hingga internasional”

 KOMINFO – ASEAN Youth Collaboration Festival atau AYCF adalah acara yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa ITS dalam rangka menyambut AEC 2015. AYCF mengadakan serangkaian acara, diantaranya: YES Summit 2015, Creative Competition, dan Camping Ground. Selain itu, AYCF juga menyelenggarakan sub event lainnya yaitu ASEAN Talk 2015 yang diadakan di Gedung Robotika ITS.

 ASEAN Talk 2015 mengambil tagline “Learn about the strategies to face the upcoming AEC 2015, and your role as engineering and science students to support ASEAN Connectivity”. Acara ini sekaligus menjadi serangkaian kegiatan pada hari kedua dari Youth Engineers & Scientist Summit 2015. Seminar ini menghadirkan 2 pembicara yang ahli pada bidang ASEAN yaitu H.E. Dra. R.A Esti Andayani sebagai Director General for Information and Public Diplomacy, Ministry of Foreign Affairs Republic of Indonesia dan Prof. Dr. Makarim Wibisono, MA-IS, MA selaku professor of International Relations in Airlangga University Surabaya.

 Dalam seminar tersebut, Esti Andayani membawakan materi mengenai Masterplan Connectivity. Ada beberapa elemen kunci yang berhubungan di dalamnya, yaitu: physical connectivity, institutional connectivity, dan people to people connectivity. Selain itu juga terdapat beberapa faktor yang meningkatkan permintaan kebutuhan di ASEAN, meliputi pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat, urbanisasi yang semakin menunjukkan eksistensinya, populasi yang sangat erat hubungannya, dan ada kurang lebih 67 juta rumah tangga yang berada pada kelas konsumsi. “ASEAN Youth Collaboration Festival ini merupakan event yang sangat baik. Disinilah mahasiswa dari dalam maupun luar negeri dapat bertukar pikiran. Para pemuda mempunyai visi ke depan dan nantinya dapat bersaing di AEC 2015. Dengan adanya acara ini, saya yakin pemuda Indonesia dapat berkontribusi dalam memberikan solusi dalam permasalahan ASEAN”, kata Esti Andayani menanggapi event ini.

 Materi selanjutnya dibawakan oleh Makarim Wibisono yang mengambil tema ASEAN and Youth Collaboration. Beberapa hal yang mempengaruhi kompetisi tingkat ASEAN (ASEAN feeling chalenges) yaitu: equality dan peace ketika ASEAN sudah terbentuk, dan inequality sebelum ASEAN terbentuk. Kita sebagai pemuda ASEAN harus mendukung ASEAN dalam kinerjanya. Mulai dari exhange program, collaboration, dan sebagainya. “Ini merupakan modal yang sangat berharga untuk mempersiapkan Indonesia di masa yang akan datang. Mahasiswa ITS berani membuka diri untuk berkomunikasi dengan mahasiswa dari luar negeri, ini adalah dasar yang kokoh ketika masuk ke dunia kerja nantinya. Apabila kegiatan ini dipertahankan, nantinya akan meningkatkan kemampuan kompetisi dari mahasiswa ITS sehingga membuat Indonesia menjadi jaya”, papar Makarim Wibisono yang pernah menjabat sebagai Exevutive Director of Foreign Affairs Departement, ASEAN Foundation.

 “ASEAN Talk ini ditujukan agar nantinya AEC bukan dianggap sebagai sebuah ancaman. Jadi kita harus terus melangkah agar AEC menjadi seperti peluang untuk terjun di dunia luar nantinya”, papar Oky Bagaskara selaku ketua panitia ASEAN Talk 2015. (stan/van)

Posted by adminbemits on

Gala Dinner YES SUMMIT 2015

 “Lantunan musik nan merdu menyambut kedatangan para peserta Youth Engineers & Scientist Summit 2015 di Balai Kota Surabaya (05/05). Suasana nyaman dan keterbukaan seolah menyelimuti setiap peserta YES Summit 2015 untuk saling berkomunikasi dalam acara tersebut”

KOMINFO – Youth Engineers & Scientist Summit atau yang biasa dikenal dengan YES Summit adalah event besar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS yang bertujuan untuk menjawab tantangan dalam berbagai bidang dan sekat batas antarnegara se-ASEAN. YES Summit ini merupakan sebuah konferensi yang dihadiri oleh mahasiswa teknik dan sains dari seluruh negara-negara ASEAN untuk memecahkan masalah yang ada di ASEAN. “YES Summit 2015 ini tingkat internasional karena memang momennya sangat tepat dengan AEC 2015. Ini inisiasi dari BEM karena sebelumnya belum ada even besar skala nasional, maka dari itu ada kolaborasi dengan ASEAN Youth Collaboration Festival (AYCF). Dari segi substansial materi, ASEAN Connectivity menjadi materi yang ditekankan pada tahun ini. Konektivitas dari tiap negara harus berjalan baik Termasuk dengan ICT, kelangkaan energi, konsepnya tentang konektivitas antar negara”, kata Andre Surya selaku ketua panitia YES Summit 2015.

Untuk menyambut kedatangan para peserta YES Summit 2015, pada hari pertama diadakan Official Welcoming yang diadakan di Kediaman Resmi Walikota Surabaya. Official Welcoming yang berbentuk Gala Dinner ini bertujuan untuk lebih mendekatkan antar peserta dan juga panitia selain sebagai sambutan resmi YES Summit 2015. Sebelumnya, para peserta juga diharapkan untuk berkenalan dengan peserta yang lain agar komunikasi dapat terjalin dengan baik dan adanya kehangatan dalam mengikuti acara ini. “Inilah ciri mahasiswa ITS yang selalu mengikuti perkembangan jaman dan nantinya menjadi leader dalam perkembangan jaman ini. Acara ini merupakan keputusan yang tepat yang diambil BEM ITS karena berorientasi pada ASEAN dan akhir tahun ini kita harus bersaing dalam AEC. Saya sangat berterima kasih kepada BEM ITS yang mampu melihat perkembangan jaman dan antusiasme menjadi leader. Acara hari ini menunjukkan komunikasi dan kekeluargaan yang tinggi karena sangat penting. Ini adalah awal yang baik dengan pendekatan seperti ini. Inilah ITS, harus menjadi pemimpin dalam tingkat mahasiswa, scientist, dan engineering”, kata Dr. Ir. Bambang Sampurno, MT selaku perwakilan dari Rektor ITS.

Gala Dinner yang diikuti oleh peserta dari negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Laos, dan negara lainnya ini ditemani dengan lantunan lagu nan merdu yang dipersembahkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Selain itu, untuk memperkenalkan budaya Indonesia juga ditampilkan penari yang lemah gemulai untuk membawakan tari tradisional. Acara ramah tamah ini terlihat sangat hangat, masing-masing peserta saling bertukar pikiran untuk berkomunikasi dengan peserta lainnya. Untuk menemani peserta dalam berkomunikasi lebih jauh, buddy juga dilibatkan dalam YES Summit kali ini. “I’m very happy because the committee very accommodating this program and hospitable. Everybody was very friendly. So, i’m very satisfy about the first day YES Summit 2015”, jelas Pam Ortiz, salah satu peserta internasional YES Summit 2015 yang berasal dari Filipina.

 “Saya awalnya tidak menyangka kalau YES Summit ini merupakan acara dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS. Awalnya saya mengira bahwa ini merupakan acara dari ITS secara langsung karena acara ini sangat rapi dan tertata. YES Summit ini sangat tepat sasaran dan konsepnya sangat baik. Harapan saya dapat bertukar pikiran dengan peserta lain dari ASEAN dan outputnya nanti dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain dan secara terus menerus sehingga adanya semangat dan tekat untuk mewujudkan ide demi memajukan ASEAN”, jelas Noor Afiffah Huwaidah, peserta YES Summit 2015 yang mewakili Institut Teknologi Bandung.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, Esty Handayani beserta perwakilan dari pemerintah kota Surabaya juga turut hadir untuk menyambut para peserta. “Harapan saya dalam acara ini supaya selain ada pertukaran ide, juga ada pertukaran budaya sehingga kita sma-sama belajar. Kompetensi dan eksistensi sudah sangat baik”, papar Sigit Priyo Sembodo sebagai perwakilan dari Pemerintah Kota Surabaya. (stn/van)

 

 

Posted by adminbemits on

GENERASI MUDA TUMPUAN BANGSA: BUKAN SOAL WACANA

Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Lanjut (LKMM TL) 2015 yang diadakan pada Jumat (5/6) hingga Minggu (7/6) merupakan sebuah kegiatan berskala nasional dari Kementerian PSDM BEM ITS. Kegiatan tersebut memberikan pembekalan mengenai ilmu manajemen opini publik, yang meliputi bagaimana cara memanajemen massa, bagaimana menggerakkan massa, dan bagaimana mengarahkan pola pikir masyarakat dengan sebuah wacana. Bertempat di Zoom Smart Hotel Surabaya , acara yang diikuti oleh 22 peserta ini mengusung tema ‘Generasi Muda Tumpuan Bangsa’.

Surabaya- Bagi peserta yang berasal dari ITS, meski Evaluasi Akhir Semester (EAS) telah usai dan libur panjang pun sudah di depan mata, namun semangat untuk mengikuti LKMM TL 2015 yang diadakan oleh Kementerian PSDM BEM ITS pada Jumat (5/6) hingga Minggu (7/6) di Zoom Smart Hotel Surabaya tak surut begitu saja. Semangat yang sama ditunjukkan pula oleh peserta yang berasal dari luar ITS. Mereka sangat antusias mengikuti serangkaian kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga malam hari. Kegiatan tersebut menghadirkan dua orang pemandu dari ITS, yaitu Ir. Indrajaya Gerianto, M.Sc, Dosen Jurusan Teknik Sistem Perkapalan ITS serta Ir. Budi Utomo Kukuh Widodo, ME, Dosen Jurusan Teknik Mesin ITS, di mana peserta memperoleh 12 materi, 3 materi di antaranya merupakan materi inti.

IMG_0072

Antusiasme peserta tak hanya terlihat ketika kegiatan sedang berlangsung saja, namun ketika masa pendaftaran pun antusiasme mereka sudah terlihat dengan banyaknya pendaftar baik dari dalam maupun dari luar ITS.

Menurut Auliya Aziza, selaku Staff Kementerian PSDM BEM ITS, tujuan dari kegiatan tersebut bukan ke institusi melainkan untuk peserta sendiri. “Tujuan dari kegiatan ini bukan ke institusi, melainkan untuk peserta sendiri, bagaimana peserta mengaplikasikan ilmu yang telah mereka dapat dalam LKMM TL ini ke arah yang lebih baik, serta bagaimana cara mereka menarik massa untuk ikut dengan mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aul sapaan akrab mahasiswi Jurusan Statistika ITS ini menambahkan, bahwa dalam LKMM TL peserta tidak hanya memperoleh materi saja. Akan tetapi, pada hari terakhir akan ada kunjungan lapangan ke 3 tempat di Surabaya, yaitu Wonorejo, Kampung Nelayan Kenjeran, serta Kampung Ilmu di Jalan Semarang. Peserta dibagi menjadi 6 kelompok, di mana masing-masing kelompok disebar ke 3 tempat tersebut. Peserta memperoleh penugasan khusus untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka dapat. Hasilnya akan langsung dipresentasikan di depan pemandu.

Dengan adanya kunjungan lapangan tersebut, Aul berharap peserta dapat mengaplikasikan ilmunya dengan baik dan tepat sasaran. Ia juga berharap, LKMM TL ke depannya lebih inovatif dan lebih matang dalam mempersiapkan output yang ingin diberikan untuk peserta. (yon/van)