Daily Archives

One Article

Posted by adminbemits on

Sadarkan tentang Kedaulatan Energi melalui Kajian UU Minerba

Kajian UU Minerba diselenggarakan pada Rabu (16/9) pukul 18.30 bertempat di Plasa Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri ITS. Kajian yang dihadiri oelh banyak massa baik dai dalam maupun luar ITS ini, bertujuan untuk mendiskusikan mengenai keberpihakan pemerintah.

Mahasiswa tidak selalu identik dengan aktivitas akademis. Salah satu peran fungsi mahasiswa adalah social control, di mana mahasiswa berperan sebagai pengontrol atas kebijakan-kebijakan yang berlaku di masyarakat. BEM ITS mencoba untuk terus memberikan sarana dalam mewujudkan salah satu peran fungsi mahasiswa tersebut. Kajian mengenai Undang-Undang (UU) Minerba yang diadakan oleh BEM ITS pada Rabu (16/09) mampu menyedot animo civitas akademika ITS di sela-sela kesibukan kampus.
Kajian yang bertempat di Plasa Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri ITS bertujuan untuk mendiskusikan mengenai kemana keberpihakan pemerintah. Selain itu, kajian ini sebagai bentuk pengawalan satu tahun pemerintahan Jokowi-JK yang dinilai oleh sebagian pihak cenderung menghasilkan rapor merah.
Pada kajian kali ini menghadirkan salah satu tokoh yaitu Dr. Sungging Pintowantoro yang merupakan pemilik dari mini smelter pertama yang ada di Indonesia. Ditengah kabar seputar kebakaran hutan di beberapa wilayah Pulau Sumatra dan Kalimantan, topik ini tetap menjadi bahasan yang menarik. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jumlah peserta yang hadir dan antusias untuk mengikuti acara kajian ini.
Dr. Sungging mencoba memberikan pandangannya mengenai dampak UU Minerba terhadap industri tambang di Indonesia. Menurut beliau, UU Minerba memberikan dampak yang sangat menyakitkan, salah satunya dapat dilihat di Sulawesi. Beliau menerangkan, meskipun zaman IT, tentu masih perlu tambang dalam proses industrinya. “Sekarang musuh kita jauh lebih berat karena musuh kita adalah bangsa kita sendiri,” jelas beliau.

Ketika ditanya apakah Indonesia masih bisa berdaulat secara energi, Pak Sungging mengatakan bahwa Negara Indonesia masih bisa. “Kita harus punya semangat bonek. Kita bukan bangsa yang bodoh, tapi sudah ratusan tahun kita sudah dibodohi. Kita mampu, tentu disertai doa. Dengan doa yang tulus dan niat yang ikhlas dan keinginan yang kuat, insya Allah kita bisa berdaulat di bidang energi,” kata beliau.
Diskusi UU Minerba ini tidak hanya dalam sajian talkshow, tetapi diadakan juga sesi pertanyaan dari para audience yang menjadikan diskusi ini menjadi lebih hidup. Selain itu juga terdapat sesi jaring aspirasi yang memunculkan masukan atau pandangan-pandangan tertentu dari berbagai audience. (ham)