Monthly Archives

One Article

Posted by Vivat Press on

Perdana, Indonesia Mengajar Kunjungi Kampus ITS

VIVAT PRESS

Gedung Pascasarjana ITS, 29 November 2015

Indonesia Mengajar yang merupakan kelompok lembaga nirlaba yang merekrut, melatih dan mengirim generasi muda terbaik Bangsa Indonesia untuk mengabdi sebagai pengajar muda di Sekolah Dasar (SD) dan masyarakat pedalaman selama satu tahun itu kini telah sampai di Kampus ITS. Melalui dua tamu istimewanya, mereka pun membagi pengalaman dan mengajar Keluarga Mahasiswa ITS untuk bergabung dan mendaftar di Indonesia mengajar. Minggu (29/11).

Acara bertajuk seminar Indonesia Mengajar Goes to Campus itu berlangsung di Gedung Pasca Sarjana lantai 3 Kampus ITS Sukolilo. Dua pembicara yang diundang adalah Hanif Azhar dan Taufik Hidayat. Keduanya adalah sama-sama pengabdi Pengajar Muda VIII milik Indonesia Mengajar yang ditempatkan di tempat berbeda. Yakni Muara Enim untuk Hanif dan Pulau Rote untuk Taufik Hidayat.

Sebagai pembicara pertama, Hanif Azhar lalu menceritakan pengalaman-pengalamannya selama mengajar setahun di daerah Pulau Sumatra Selatan itu. Menurutnya, menjadi pengajar muda di daerah pedalaman sangat mengasyikkan. Ia bisa bertemu dengan putra putri daerah Muara Enim yang begitu polos namun memiliki tekad dan cita-cita yang kuat untuk masa depan.

Lain cerita dari Hanif, lain pula dari Taufik. Tak mau kalah, ia pun menceritakan berbagai peristiwa unik selama mengabdi di Pulau Rote, NTT. Salah satunya adalah topi khas saerah Rote yang diberikan oleh muridnya sebagai kenang-kenangan diakhir masa mengabdi di Rote. Menariknya topi tersebut juga dipakai ketika mengisi acara ini.

Sementara itu, Direktur ITS Education Care Center (IECC), Amir Wahyu Al Karim menjelaskan mengenai tujuan digelarnya seminar Indonesia Mengajar di Kampus ITS. Menurutnya, IECC yang menjadi badan pengabdian ITS Mengajar, ingin agar KM ITS bisa mengetahui dan terinspirasi untuk mendaftar ke pengabdian yang lebih besar, yakni Indonesia Mengajar. “Kami ingin memfasilitasi KM ITS supaya bisa lebih tahu dan mudah ketika ingin bergabung ke sana,” jelas Mahasiswa Teknik Industri itu.

Kemudian, harapan besar lain adalah ketika salah satu pengisi seminar itu tak lain adalah alumni Kampus ITS sendiri maka hendaknya dapat menarik kader lain dari ITS yang bisa meneruskan pengabdian untuk Bangsa Indonesia itu. “Kami juga ingin mempromosikan simulasi kecil dari Indonesia mengajar, yakni ada ITS Mengajar yang dalam waktu dekat akan dimulai kembali,” jelas Amir. Ia pun ingin setelah seminar ini berlangsung dapat melihat wajah-wajah baru ITS Mengajar yang tak kalah semangat dengan tahun sebelumnya. (akh/rhm/vivatpress).