Monthly Archives

13 Articles

Posted by Vivat Press on

Mari Bersama Tingkatkan Atmosfer Prestatif di KM ITS

VIVAT PRESS

MARI BERSAMA TINGKATKAN ATMOSFER PRESTATIF DI KM ITS

Gedung SCC, Rabu 30 Desember 2015

Pihak birokrasi Rektorat ITS kembali mengadakan kegiatan apresiasi terhadap mahasiswa yang berprestasi selama kurun waktu 2015 ini. Tercatat lebih dari ratusan prestasi telah disumbangkan oleh putra-putri terbaik kampus perjuangan ini. Mulai dari prestasi tingkat nasional maupun internasional. Melihat hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS turut menghimbau supaya warga KM ITS bisa menjaga atmosfer dan harus ditingkatkan kembali pada tahun 2016 mendatang.

Ditemui setelah membacakan SK penghargaan prestasi pada acara acara tersebut, Menteri Koirdinator Berani Berkarya BEM ITS Berani mengatakan bahwa acara seperti ini sangat bagus dan layak untuk dibiasakan. Dengan budaya apresiasi itu menurutnya dapat menjaga atmosfer prestatif Mahasiswa ITS.

“Atmosfer prestasi selama ini sudah terbilang sangat bagus, tapi yang perlu diperhatikan dari kegiatan ini adalah dukungan birokrasi ITS terhadap karya Mahasiswa ITS, misalkan lebih membantu dalam publikasi dan pengaplikasiannya kepada masyarakat,” ungkap Muhammad Salman Alfarisi.

Selain itu, ia juga turut memberi saran supaya acara penghargaan seperti ini lebih dibenahi untuk tingkat euforianya. Yakni publikasi menuju acara kegiatan apresiasi tersebut. Sehingga dengan didahului pengantar publikasi yang bagus, acara tersebut dapat diketahui oleh banyak Mahasiswa ITS dan juga mampu menularkan semangat prestatif ke mahasiswa lainnya.

Misalkan dengan didahului release infografis terkait perjalanan prestasi Mahasiswa ITS selama setahun. “Sehingga KM ITS tahu kalau prestasi-prestasi yang dimenangkan selama ini mendapat hadiah juga dari ITS, dan publik masyarakat luas juga dapat mengetahuinya.

Kemudian, disadur dari media ITS Online, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc Es PhD dalam sambutannya, menyampaikan pesan dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI. Pesan tersebut berisi bahwasanya Menristek Dikti RI turut menargetkan ITS mampu meraih juara pertama dalam kompetisi di tingkat Nasional maupun Internasional sebanyak empat kali. “Namun, saya mencatat sudah terdapat lebih dari 12 prestasi,” ujar Joni.

Menurutnya, mahasiswa ITS telah didesain tidak hanya memiliki kemampuan dalam keprofesian saja, namun soft skill yang mumpuni. Sehingga, lanjutnya, tradisi mahasiswa yang senantiasa mengembangkan kemampuan komunikasi, leadership, dan entrepreneur perlu dipertahankan.

Guru Besar Jurusan Teknik Lingkungan ITS ini juga mengatakan, hal tersebut menjadi modal utama mahasiswa untuk turun ke masyarakat. Tak lupa, ia pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh mahasiswa yang berhasil mengangkat nama baik ITS. “ITS bangga kalian menjadi bagian dari ITS,” tuturnya. (akh/bal/man/vip/din).

Posted by Vivat Press on

Ratusan Staff BEM ITS Ikuti d’Welcome Party

VIVAT PRESS

Plasa Jurusan Sistem Perkapalan ITS, 26 Desember 2015

Sabtu malam, (26/12) kemarin, 213 Staff BEM ITS 2015/2016 mengikuti d’Welcome Party (DWP) yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS. Bertempat di Plasa Jurusan Sistem Perkapalan (Siskal) ITS, acara tersebut mengusung konsep outdoor. Dengan konsep tersebut, diharapkan dapat meningkatkan animo dalam atmosfer penyambutan keluarga baru BEM ITS.

Meskipun sempat terkendala hujan, hal tersebut tak lantas menyurutkan semangat seluruh staff untuk mengetahui di kementerian atau Badan Semi Otonom (BSO) mana ia akan menuliskan cerita baru sebagai staff BEM ITS.

Diawali dengan ‘Satengah Jam Lebih Dekat Bersama Novangga’, acara tersebut tetap berlangsung dengan lancar. Meski tidak sesuai dengan rencana awal, namun euforia penyambutan tetap terasa.

Masing-masing kementerian dan BSO telah menyiapkan plan B dalam memberikan pengumuman dan menyambut staff masing-masing.

Ilham Firdiyanto, salah satu staff BEM ITS menceritakan kesan selama mengikuti acara DWP. Menurutnya, acara DWP meriah meskipun terkendala hujan, dan tetap berlangsung dengan baik. “Ditambah lagi dengan presentasi dari masing-masing kementerian dan BSO yang unik dan berbeda-beda dalam memberikan pengumuman,” ujar mahasiswa Jurusan Sistem Informasi 2014 tersebut.

Selaku Presiden BEM ITS, Novangga Ilmawan pun mempunyai harapan yang besar terhadap seluruh staff. Ia menuturkan bahwa staff harus menjadi bagian representasi BEM ITS di jurusan mereka masing-masing, sehingga diharapkan mahasiswa ITS mengetahui apa saja kegiatan yang diselenggarakanoleh BEM ITS dan turut merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. “Selain itu, saya juga berharap bahwa ketika Program Kerja (Proker) sudah mulai dijalankan, staff paham dengan tanggungjawab yang diberikan, di samping kabinet dan Pengurus Harian (PH) memberikan pembelajaran kepada mereka,” terang mahasiswa alumni SMA Taruna Nusantara, Magelang tersebut.

Di akhir, Novangga mengatakan bahwa acara d’Welcome Party (DWP) adalah sebuah momentum. Jika pada malam hari itu acara kurang kondusif karena hujan, ia tak ingin kecolongan pada momentum selanjutnya yakni Rapat Kerja (Raker) yang rencananya akan dilaksanakan mulai Senin, (4/1) hingga Kamis, (7/1) mendatang dan dilanjutkan dengan internalisasi selama dua hari. “Rapat Kerja (Raker) dan internalisasi nanti adalah momentum kedua, kita tidak boleh kecolongan lagi. Setiap kementerian dan BSO harus mempersembahkan show off untuk lebih menyatukan diri dengan staff,” terangnya mengakhiri. (yon/din)

Posted by Vivat Press on

Puluhan Mahasiswa ITS Menggelar Aksi “Berantas Rente Freeport, Emas Papua untuk Rakyat”

VIVAT PRESS

CFD Taman Bungkul, 27 Desember 2015

PULUHAN MAHASISWA ITS MENGGELAR AKSI “BERANTAS RENTE FREEPORT, EMAS PAPUA UNTUK RAKYAT”

Minggu Pagi (27/12) puluhan mahasiswa ITS berbondong bondong menuju Taman Bungkul untuk menggelar aksi berantas rente freeport dan kembalikan emas papua untuk rakyat. Pagi yang mendung tak menyurutkan semangat mahasiswa ITS meskipun besoknya merupakan minggu UAS. Mundurnya Setya Novanto dari ketua DPR RI namun tetap menjadi anggota DPR membuat mahasiswa gerah dengan hukum yang ditegakkan di negeri ini.

Berbekal 8 tuntutan yang telah disepakati dalam pukat (pusat kajian strategis) yang diadakan oleh BEM ITS sebanyak 2 kali, aksi dimulai pukul 07.00 dengan orasi yang dipimpin oleh Oxi Putra Merdeka selaku Menteri Kebijakan Publik BEM ITS. Orasi tersebut terdengar semangat dan antusias hingga menarik perhatian para pengunjung car free day (CFD) di sekitar Taman Bungkul Surabaya.

“Kita disini bukan mahasiswa kurang kerjaan, namun ini aksi kita sebagai tanggung jawab moral terhadap kebijakan yang melibatkan rakyat Indonesia,” seru Oxi Putra Merdeka disela-sela orasinya. Terdapat pula aksi teatrikal dengan menggunakan topeng orang-orang yang terlibat dengan kasus tersebut, lehernya diikat oleh tali dengan topeng wajah Setya Novanto dan Sudirman Said dan tali tersebut dipegang oleh orang yang mengenakan topeng wajah General Manajer PT Freeport Indonesia.

Tak lupa nyanyian semangat lagu Indonesia Raya, Buruh Tani, dan Darah Juang menemani aksi ini. Selain itu beberapa lagu penyemangat yang telah disiapkan oleh panitia mampu menarik perhatian para pengunjung Taman bungkul surabaya.

“Kami tidak hanya menggelar aksi dengan 8 tuntutan sesuai press release yang telah disebarkan, namun kami juga membawa karya kreatif mahasiswa ITS yang menggambarkan kesedihan bangsa ini dengan wakil-wakil rakyat yang seringkali tidak memihak rakyat dan mementingkan kepentingan sendiri. Banyak media yang meliput sesuai dengan harapan kami, agar suara kami didengar oleh bangsa indonesia, terutama lembaga yang terlibat,” ujar Didit selaku Dirjen Agitasi dan Propaganda Kebijakan Publik BEM ITS. (rhm/akh/vip).

Posted by Vivat Press on

KM ITS Lanjutkan Penentuan Opsi untuk Penyikapan MWA-WM

VIVAT PRESS

Selasar Perpustakaan, 23 Desember 2015

Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa (MWA-WM) merupakan salah satu organ yang harus dimiliki ITS untuk menjadi PTN-BH. Status ini akan ditetapkan pada (22/1) mendatang. Sedangkan, kondisi yang terjadi sekarang, ITS masih belum melengkapi organ tersebut. Sehingga, ITS masih berpotensi untuk kembali menjadi PTN-BLU. Untuk itu, BEM ITS melalui Kementerian Kebijakan Kampus (Jakpus) kembali mengadakan Pusat Kajian Strategis (Pukat) pada Kamis, (17/12) lalu di Selasar Perpustakaan ITS. Dengan puluhan peserta forum yang berasal dari 21 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Pukat tersebut membahas mengenai rekomendasi kriteria dan persyaratan dari Tim Ad Hoc, serta opsi penyikapan yang harus dilakukan oleh KM ITS.

Menurut Oxi Putra Merdeka, selaku moderator Pukat malam itu, terdapat dua goal besar yang ingin dicapai. “Goal besar yang ingin dicapai adalah mengkaji dan memutuskan hasil kajian dari Tim Ad Hoc, serta mengkaji dan memutuskan penyikapan yang harus dilakukan oleh KM ITS dalam pemilihan MWA-WM,” ujarnya.

Sebelum dilakukan Pukat, Tim Ad Hoc telah mengkaji kriteria dan persyaratan untuk calon MWA-WM, di mana kriteria dan persyaratan tersebut merupakan hasil breakdown dari PP Nomor 54 tahun 2015 Pasal 36 Ayat 4 tentang syarat untuk menjadi anggota MWA dan Pasal 33 mengenai tugas dan wewenang MWA. KM ITS yang diwakili oleh 21 Himpunan Jurusan Mahasiswa (HMJ) lalu sepakat dan menyetujui untuk membahas satu-persatu kriteria dan persyaratan tersebut.

Dari situlah, KM ITS kemudian menyatakan sikap bahwa KM ITS menolak peraturan Senat Akademik mengenai persyaratan MWA-WM, menyepakati poin persyaratan dari Tim Ad Hoc yang kemudian akan diajukan kepada birokrasi, namun ada syarat yang digabung (WNI dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa karena jadi satu syarat dokumen).

Selanjutnya, jika tiga syarat utama dari Senat Akademik tidak bisa dirubah, maka akan dilakukan lobbying syarat. Selain itu, KM ITS juga akan berkomitmen untuk mendukung langkah konfrontasi yang dilakukan BEM ITS jika birokrasi menutup ruang untuk melakukan lobbying dengan membuat tiga langkah. Ketiga langkah itu yakni langkah pertama melakukan advokasi, kedua melakukan petisi dan pemasangan banner di tempat-tempat strategis, dan langkah ketiga adalah melakukan aksi ormawa dengan mengundang media dari luar. “Ketiga langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan posisi mahasiswa untuk membuka ruang mediasi lagi,” ungkap Menteri Jakpus, Bekti Wahyu A. (yon/akh/vip/din).

Posted by Vivat Press on

PUKAT MWA-WM : SEJALAN ATAU BERLAWANAN ?

VIVAT PRESS

Selasar Perpustakaan ITS, 15 Desember 2015

Kementerian Kebijakan Kampus (Jakpus) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS kembali mengadakan Pusat Kajian Strategis (Pukat) MWA-WM, Selasa malam, (15/12). Bertempat di Selasar Perpustakaan ITS, kegiatan tersebut mengundang seluruh KM ITS untuk duduk bersama dan merumuskan sikap mengenai penangguhan ketetapan Senat Akademik (SA). Pasalnya, Kementerian Kebijakan Kampus telah melakukan advokasi dengan birokrasi pada Senin, (14/12) lalu dan menghasilkan beberapa poin. Apa saja itu ?

Yakni potensi ITS akan kembali ke PTN-BLU jika pada tanggal 22 Januari belum melengkapi organ di ITS untuk menjadi PTN-BH, yaitu MWA. Kemudian, hasil advokasi juga turut mempengaruhi terhentinya proses pemilihan MWA-WM ITS, serta ditangguhkannya semua ketetapan Senat Akademik yang sudah disahkan.

“Tak hanya itu, goal besar yang ingin dicapai pada pukat malam hari ini, diharapkan mampu mempercepat dan memperjelas langkah BEM ITS dan Tim Ad Hoc MWA-WM dalam mengambil tindakan,” terang Bekti, Menteri Kebijakan Kampus BEM ITS.

Permasalahan yang muncul saat Diskusi Terbuka MWA-WM pun turut menjadi bahasan. Permasalahan tersebut adalah mengenai persyaratan nomor tiga dari Senat Akademik yang menyebutkan bahwa mahasiswa pernah menjabat minimal Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (KAHIMA) atau setara, di mana hal ini terkesan mementingkan ruang lingkup organisasi daripada beban kerja. Selain itu,  permasalahan kedua mengenai mekanisme pemilihan MWA-WM di mana pemilihan akan dilakukan dengan Rapat Pleno Senat Akademik dan tidak melibatkan mahasiswa.

Melalui Pukat ini, terdapat tiga usulan atas sikap KM ITS. Usulan pertama adalah menerima seluruhnya ketetapan dari Senat Akademik, baik mekanisme ataupun persyaratan terkait pemilihan MWA-WM apapun bentuknya. Usulan kedua adalah menerima sebagian dari usulan Senat Akademik yang kemudian dikolaborasikan dengan substansi yang diinginkan oleh KM ITS. serta, usulan ketiga adalah menolak seluruhnya segala campur tangan Senat Akademik dalam pemilihan MWA-WM. Ketiga usulan tersebut memiliki sisi positif dan negatif. KM ITS harus segara mengambil sikap, sebab timeline pemilihan sudah semakin dekat.

Dari pukat malam hari itu, keputusan yang dihasilkan adalah KM ITS menolak usulan pertama, serta menolak persyaratan nomor tiga dari Senat Akademik. Peserta pun sepakat untuk melanjutkan pukat pada Kamis (17/12) mendatang. Diharapkan, untuk pukat selanjutnya dapat membahas mengenai rekomendasi persyaratan dari Tim Ad Hoc, dan menyepakatinya, serta membahas langkah penyikapan terhadap birokrasi.

“Sehingga, ketika maju ke SA, BEM ITS dan Tim Ad Hoc memiliki bekal yang kuat untuk mewakili KM ITS,” pungkas Bekti. (yon/akh)

Posted by Vivat Press on

ITS Menyambut Tamu dari STT PLN

VIVAT PRESS,
Kampus ITS Surabaya,16 Desember 2015
Senin (16/12) kemarin, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) ITS mendapat kunjungan dari STT (Sekolah Tinggi Teknik) PLN. Bersama dengan 43 orang mahasiswa dan dosen, mereka berkunjung untuk melakukan studi banding masalah ristek di Kampus ITS dan dunia kemahasiswaan di ITS. Hal ini menjadi sebuah kehormatan bagi BEM ITS sendiri, apalagi ini pengalaman pertama untuk kepengurusan BEM ITS Berani ini.

Rangkaian Kegiatan yang berjalan hari itu di antaranya adalah mengunjungi laboratorium (lab ) yang ada di Jurusan Teknik Elektro, dilanjutkan pameran karya yang diadakan di Jurusan Teknik Kimia, serta mengunjungi mobil Listrik ITS di Jurusan Teknik Mesin ITS kemudian mengunjungi Gedung Robotika, dan yang terakhir adalah melakukan diskusi bersama dan pembahasan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang ada di Keluarga Mahasiswa (KM) ITS. Selain itu, kedua belah pihak BEM ITS dan STT PLN juga saling bertukar kajian tentang Tol Laut yang mana telah mereka angkat sebagai Mega Proyek 35000 MW untuk masalah ini.

Menurut Menteri Hubungan Luar (Hublu) BEM ITS, Fakhruzi Asrial (ozi) , Respon mereka sangat positif saat mengetahui bahwa ITS sangat terkoordinasi dalam hal PKM. Ada garis antara Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) dan BEM ITS. Dan itu dinilai sangat rapi dan punya ranah kerja masing-masing. Apalagi melihat dari setiap pihak selalu mengapresiasi setiap karya yang ada. Contoh HMJ mengapresiasi jumlah pkm tiap jurusan, BEM F mengapresiasi beberapa jumlah pkm yang ada di jurusan. BEM ITS juga demikian, sehingga terjadi sinkronisasi yang baik antara ketiga pihak tersebut.

Ozi menambahkan ,Suatu hal menarik perhatian mereka yang ingin mereka terapkan di kampus STT PLN adalah dari sisi lab dan dunia kemahasiswaan ITS sendiri. Di sana ternyata lab tidak boleh dipakai oleh mahasiswa secara bebas dan hanya digunakan untuk skripsi saja. Di ITS, lab sangat terbuka dan bahkan banyak mahasiswa yang menginap di lab. Hasil kunjungan ini adalah mereka mengetahui beberapa lab inovasi yang ada di ITS dan akan mencoba memakai sistem tersebut.

“Kesan dari kunjungan ini adalah kunjungan pertama di kepengurusan BEM ITS Berani dan sangat lama dari jam 9 pagi sampai maghrib,sehingga ini menjadi pengalaman pertama kepengurusan Kabinet Berani dalam menerima kunjungan bahkan dalam posisi belum punya staff, “ujar ozi.
Di akhir penuturannya, Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia ini juga berharap untuk kunjungan selanjutnya dapat lebih baik dan maksimal lagi mengingat mereka (Kementerian Hublu dan BEM ITS) sudah memiliki staf.
(mia/ihd)

Posted by Vivat Press on

KM ITS JUGA PEDULI FREEPORT DAN KASUSNYA

VIVAT PRESS

Perpustakaan ITS Surabaya, 15 Desember 2015

Senin (14/12), Kementrian Kebijakan Kampus (KP) BEM ITS mengadakan diskusi terbuka tentang isu terkini mengenai Freeport. Kajian ini mengundang seluruh Keluarga Mahasiswa (KM) ITS yang peduli akan masalah Freeport yang gencar diberitakan akhir-akhir ini. Antuasiasme mahasiswa ITS ternyata diluar dugaan, banyak mahasiswa yang hadir dalam kajian walaupun malam itu habis hujan deras mengguyur.

Kajian yang dihadirkan sangat menarik, yakni mengusung masalah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan Freeport beserta orang-orang yang ada di dalam kasus tersebut. Kajian ini membuka pikiran KM ITS untuk peduli dan kritis terhadap permasalahan negeri ini.

Menurut Menteri KP BEM ITS Berani, Oxi Putra Merdeka, tujuan diadakannya diskusi ini sendiri untuk memberikan wadah bagi KM ITS dalam menyuarakan pendapatnya tentang kasus MKD dan Freeport. “Selain itu, diskusi ini sebagai sarana pencerdasan satu sama lain,agar pandangan KM ITS yang hadir lebih luas dibandingkan hanya melihat informasi yang ada di media saja,” ujar Oxi.

Alhasil, diskusi yang berhasil mengundang perhatian KM ITS itu memunculkan berbagai opini dan pendapat dari satu per satu peserta. Output dari diskusi MKD dan Freeport ini adalah hasil kajian yang akan didiskusikan di forum pukat selanjutnya, dimana peserta forum setuju untuk melanjutkan isu ini ke dalam sebuah rumusan penyikapan.

Oxi menambahkan, tindak lanjut dari diskusi ini adalah mekanisme pukat yang akan diadakan dalam minggu ini. Mengingat isu MKD dan Freeport ini merupakan isu kontemporer yang penyikapannya butuh cepat. “Dan notabene-nya memang ITS sendiri bisa dibilang cukup terlambat dalam mengeluarkan penyikapan,” lanjut Oxi.

Harapan ke depan, Menteri KP BEM ITS ini adalah agar tercipta budaya forum diskusi KM ITS yang dua arah dan dinamis selayaknya yang sudah mulai dicanangkan di beberapa diskusi sebelumnya. Sudah diketahui bahwa forum diskusi tentang isu sosial maupun keprofesian yang strategis merupakan suatu hal yang menarik jika diangkat dalam forum. Oxi menambahkan, “Saya berharap bahwa nantinya forum-forum diskusi seperti ini akan menjadi sebuah forum dengan pembahasan yang menarik tentang dasar-dasar permasalahan dari beberapa isu dan argument-argumen yang filosofis dan teknis,” lanjutnya.

Presiden BEM ITS yang turut hadir juga menyatakan bahwa isu-isu yang ada dapat diangkat dan didiskusikan oleh KM ITS mengingat ranah BEM ITS mengenai sosial politik. Mahasiswa yang akrab disapa Angga ini juga berharap mahasiswa KM ITS harus mempunyai prinsip organisasi check dan balance. “Dimana mahasiswa harus terbuka akan pengawalan isu-isu lebih dalam, dan berperan serta dalam menyikapi masalah negeri ini,” pungkas Mahasiswa asal Gresik itu. (mia/akh).

 

 

Posted by Vivat Press on

Puluhan Mahasiswa ITS Hadiri Diskusi Terbuka MWA-WM

VIVAT PRESS

Kampus ITS Surabaya, 10 Desember 2015

Pendopo Jurusan Matematika tampak ramai pada Kamis malam, (10/12). Puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan di ITS berbondong-bondong mengikuti Diskusi Terbuka Mejelis Wali Amanah-Wakil Mahasiswa (MWA-WM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebijakan Kampus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS.

Di tengah banyaknya tugas menjelang Evaluasi Akhir Semester (EAS), puluhan mahasiswa masih bersemangat menghadiri Diskusi Terbuka MWA-WM. Diskusi tersebut membahas mengenai mekanisme dan persyaratan pemilihan MWA-WM. Pasalnya, pada Kamis (3/12) lalu Senat Akademik telah menentukan mekanisme dan persyaratan pemilihan MWA-WM. Ada lima mekanisme pemilihan MWA-WM, yaitu penjaringan, penyaringan, pemilihan, pengusulan, dan penetapan. Sedangkan untuk persyaratan, ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu minimal mahasiswa yang menjadi MWA-WM adalah mahasiswa yang saat ini menempuh semester 5 atau semester 7, IPK minimal 3,00, serta pernah atau sedang menjabat sebagai Ketua Himpunan (Kahima) atau jabatan yang setara.

Di sisi lain, Tim Ad Hoc pun telah menentukan kriteria dan persyaratan, di mana kriteria merupakan hasil breakdown dari tugas dan wewenang MWA-WM, sedangkan persyaratan merupakan hasil breakdown dari kriteria.  Hal inilah yang kemudian menjadi dilema, apakah akan mengikuti persyaratan yang ditentukan oleh Senat Akademik atau mengikuti persyaratan dari Tim Ad Hoc. Berbagai pendapat bermunculan dalam diskusi.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pemilihan MWA yang berasal dari mahasiswa seharusnya juga mahasiswa sendiri yang menentukan kriteria atau persyaratan seperti apa yang harus dipenuhi oleh calon MWA-WM. “Namun kita bisa juga mengkolaborasikan substansi yang kita inginkan ke dalam tiga persyaratan yang telah ditentukan oleh Senat Akademik,” ujar peserta lainnya.

Pertanyaan demi pertanyaan pun bermunculan. Terutama, terkait dengan ketetapan mengenai tiga persyaratan yang telah ditentukan oleh Senat Akademik, apakah ketetapan tersebut sudah mengikat ataukah KM ITS masih bisa memperjuangkan untuk menentukan sendiri persyaratan bagi calon MWA-WM.

“Pihak Senat Akademik tetap bersikukuh bahwa ketiga persyaratan tersebut telah mencakup semua kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi MWA-WM. Hal tersebut juga sudah ditetapkan dalam Peraturan Senat Akademik ITS Nomor 3 Tahun 2015 ,” terang Bekti, Menteri Kebijakan Kampus BEM ITS.

Namun, Kebijakan Kampus tetap akan berusaha melakukan advokasi dan melakukan lobbying terhadap tiga persyaratan yang telah ditetapkan Senat Akademik. Selain itu pula, akan diadakan Pusat Kajian Strategis (Pukat) dan pengisuan dalam waktu dekat. (yon/akh/ihd)

Posted by Vivat Press on

Dukung Pilkada Surabaya, BEM ITS Serahkan Buku “Surat untuk Calon Walikota”

VIVAT PRESS

Surabaya, 9 Desember 2015

Rabu (9/12) telah diadakan pemilhan kepala daerah serentak diseluruh indonesia. Tak terkecuali pemilihan walikota surabaya. Lalu, BEM ITS sendiri mempunyai cara unik untuk menyambut pilkada, yaitu memberikan buku “Surat Untuk Calon Wali Kota” atau biasa disebut SUCW. Buku tersebu pun diberikan kepada kedua calon yaitu pasangan Rasiyo-Lucy dan Risma-Wisnu. Dalam prosess pemberiannya, BEM ITS menemui langsung di posko pemenangan masing-masing calon untuk memberikan buku tersebut.

Surat untuk calon wali kota telah digarap oleh BEM ITS pada kepengurusan lalu dalam Gerakan ITS Menulis (GIM). Buku ini berisikan harapan-harapan dari mahasiswa dan pelajar sekota Surabaya yang telah memenangkan perlombaan tersebut. Lomba tersebut diadakan untuk merangsang penyampaian ide mahasiswaa dan pelajar melalui tulisan dan harapan yang tepat sasaran untuk kota mereka sendiri.

Calon pertama yaitu pasangan Rasiyo Lucy mengaku kaget dengan kreativitas mahasiswa ITS dan mengapresiasi inisiatif mahasiswa ITS. Beliau yang ditemui di posko pemenangannya di Jalan Flores saat tengah hari bersama pasangan calon walikota ibu Lucy menyambut tim BEM ITS dengan suka cita. “saya merasa senang inisiatif mahasiswa, semoga harapan kalian di buku ini dapat dilaksanakan oleh kami” Sahut ibu Lucy dengan semangat.

Calon kedua yang ditemui oleh Tim di posko pemenangan di daerah Tegalsari petang hari juga telah menerima buku tersebut. “Besar harapan kami untuk calon wali kota benar-benar mewujudkan keinginan dan aspirasi kami yang telah dituangkan secara kreatif dibuku tersebut” Sahut Novangga selaku Presiden BEM ITS. Semoga dengan diserahkan buku tersebut langsung kepada calon walikota dapat memberikan efek positif. (rhm/akh).

Posted by Vivat Press on

Kongres XLI Usai, BEM ITS 2015/2016 Resmi Launching

VIVAT PRESS

Kampus ITS Surabaya, Senin 07 Desember 2015

KONGRES XLI USAI, BEM ITS 2015/2016 RESMI LAUNCHING

Kongres dalam rangka penetapan GBHK (Garis Besar Haluan Kerja) BEM ITS Periode 2015/2016 berlangsung selama tiga hari, dimulai dari hari jum’at tanggal 4 Desember 2015 dan berakhir pada hari minggu 6 Desember 2015. Berlokasi di ruang BB 303 Jurusan Teknik Elektro ITS, sidang yang dihadiri oleh peserta penuh dari DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), peserta peninjau dari perwakilan HMJ dan BEMF, dan peserta undangan dari pengurus kabinet BEM ITS ini berakhir pada larut malam pukul 23.24 WIB.

Seusai kongres Novangga Ilmawan, Presiden BEM ITS 2015/2016 menuturkan, “Hasil kongres pada intinya adalah penetapan GBHK untuk BEM ITS 2015/2016, dan ada tambahan mengenai pembahasan masalah periodisasi tapi intinya tidak menetapkan,” ungkap Novangga.

Sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, seusai kongres, GBHK telah ditetapkan, kemudian BEM ITS 2015/2016 akan secara resmi di-launching kepada KM ITS. Hal ini secara serentak dilakukan pada hari senin, 7 Desember 2015 pukul 10.00 melalui akun sosial media milik BEM ITS.

Novangga berharap pada kepengurusan BEM ITS periode ini adalah seluruh elemen yang ada di KM ITS bisa mengetahui perannnya masing – masing sesuai dengan yang tertera di KDKM. Lalu, adanya fokusan terhadap perbaikan sistem dan SDM di KM ITS sendiri adalah keinginan yang sangat diharapkannya.

Selain itu sebagai pendukung dalam menjalankan amanah ini, mahasiswa jurusan Teknik Industri angkatan 2012 ini memerlukan bantuan dan kesadaran oleh seluruh rakyat KM ITS, dengan bersama – sama melakukan pengawalan terhadap jalannya BEM, DPM, dan yang paling penting untuk mengawal road to mubes V. (din/akh/vivatpress)