Monthly Archives

7 Articles

Posted by Vivat Press on

ITS DIAMANAHI SEBAGAI KOOR MARITIM PADA MUNAS BEM SI KE-IX

1453636608399 1453636614818

 

VIVAT PRESS

Universitas Tidar – Akademi Militer Magelang, Januari 2016

Musyawarah Nasional BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) ke–IX yang dilangsungkan di Universitas Tidar – Akademi Militer Magelang. Perhelatan yang dilaksanakan pada tanggal 18 – 22 Januari 2016 ini dihadiri oleh perwakilan 57 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia, tak terkecuali ITS. Dalam hal ini BEM ITS diwakili oleh pengurus bidang Ekspansi, Oxi Putra selaku Menteri Kebijakan dan Bories Ikhwan yang merupakan staff dari Kebijakan Publik. Acara berlangsung dalam waktu 5 hari dengan mengangkat tema “Konsistensi Pergerakan Mahasiswa Demi terwujudnya Indonesia Sejahtera”.

Acara dimulai dengan penanaman pohon bersama-sama di area universitas tidar, lalu Dialog Nasional yang dihadiri oleh Kemenristek Dikti Mohammad Nasir, Mantan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, dan wirausahawan muda, Witjaksono, Preseiden Serikat Pekerja Pertamina dan Dewan Pembina Serikat Kerja PLN. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Gubernur Lemhamnas, Budi Soesilo Soepandjie dan Gubernur Akmil Mayjen TNI Hartomo, dan diakhiri dengan Sidang Munas BEM SI yang menghasilkan penunjukan ITS sebagai koordinator Isu Maritim.

Ditunjuknya ITS sebagai koor Maritim dengan pertimbangan Isu Maritim tetep merupakan isu yang mayor dan berskala nasional dan perlu pengawalan. Dipilih koordinator karena disini konsentrasi pergerakan maritim sebagian besar di timur dan tentunya jati diri kita sebagai kampus maritim juga. “Harapan saya hasil munas ini menjadikan pondasi dasar awal untuk memulai gerakan mahasiswa seluruh Indonesia. Seluruh kampus punya peran, dan harapannya peran itu bisa dimaksimalkan.” Ujar Novangga berharap. Selanjutnya ia juga menambahkan, “Peran besar tentunya kita akan garap sesuai dengan peran kita yaitu koordinator isu maritim. Dan juga sebagai supporting system di Bidang Energi tentunya. Nantinya dalam waktu dekat kementerian kebijakan publik akan membuat langkah strategis dan taktis untuk menghadapi isu tersebut.”

Meskipun sempat ada kendala saat Munas dengan adanya sms ancaman bom yang diberikan kepada pihak penyelenggara Universitas Tidar. “Iya dibenarkan. Ancaman bom diberikan kepada pihak penyelanggara Universitas Tidar. Tapi sudah di-kroscek dan lapor kepolisian insya allah aman.” Ungkap Novangga membenarkan.

Teman-teman dapat mengecek hasil sidang Munas BEM SI dibawah sini.

Hasil Sidang MUNAS BEM SI IX 2016
#Koordinator Pusat: Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
#Koordinator Forum Perempuan: Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI
#Koordinator Wilayah:
Jabodetabek Banten: Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Jawa Timur: Universitas Brawijaya (UB)
Jawa Barat: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Jogja Magelang Solo Semarang Purwokerto: Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Papua : Universitas Musamus (Unmus)
Sumatra Bagian Utara: Universitas Riau (Unri)
Sumatra Bagian Selatan: Universitas Sriwijaya (Unsri)
Kalimantan Tengah Barat: Universitas Tanjungpura (Untan)
Kalimantan Timur Selatan: Universitas Mulawarman (Unmul)
Bali Nusa Tenggara: Universitas Mataram (Unram)
#Koordinator Isu:
Lingkungan: Universitas Gadjah Mada (UGM)
Korupsi: Univesitas Indonesia (UI)
Energi: Institut Teknologi Bandung (ITB)
Pendidikan : Universitas  Negeri Sebelas Maret (UNS)
Ekonomi: Universitas Diponegoro (Undip)
Pertanian : Institut Pertanian Bogor (IPB)
Kesehatan: Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam (U. Yarsi)
Maritim: Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)
Tuan Rumah Rapat Kerja Nasional 2016: Universitas Mataram (Unram)

Apapun amanah dan tanggung jawab yang diberikan pada BEM ITS pada aliansi BEM SI, tentu juga dilaksanakan oleh seluruh elemen di bawah BEM ITS, sehingga dalam hal ini Novangga juga berharap dukungan penuh dari seluruh KM ITS, demi membawa maritim Indonesia jauh lebih baik lagi. (sam/din)

Posted by Vivat Press on

INI LHO ITS!

VIVAT PRESS

SMA AL-HIKMAH Surabaya, Minggu 17 Januari 2016

INI LHO ITS merupakan serangkaian acara yang diadakan oleh ITS. Pertama kalinya INI LHO ITS diselenggarakan di SMA Al-Hikmah Surabaya. Para siswa mengikuti acara tersebut dengan khidmat.

INI LHO ITS terdiri dari dua acara yaitu COME dan INVITE. Come merupakan kujungan ke 1000 SMA diseluruh kota di Indonesia terutama di Jawa. Sedangkan INVITE merupakan event pengenalan ITS dimana INVITE ini merupakan program terbaru dari INI LHO ITS dan hanya akan diadakan di dua kota saja yaitu Surabaya dan Jakarta. Untuk di daerah Surabaya telah berlangsung untuk pertama kali dan satu-satunya di SMA Al-Hikmah Surabaya. Sedangkan untuk daerah di Jakarta akan dilakukan sekitar akhir bulan Januari.

Acara ini pun dibagi menjadi tiga sub acara yaitu Try Out, Tracking Jurusan, dan Talkshow. Acara ini dimulai dari tanggal 16-17 Januari 2016. Dimana pada tanggal 16 Januari 2016 telah berlangsung Try Out yang diikuti oleh 1000 siswa didaerah Surabaya dan sekitarnya. Peserta Try Out ini terdiri dari siswa kelas XI dan XII. Kemudian pada tanggal 17 Januari 2016 dilakukan Tracking Jurusan dan Talkshow.

Tracking Jurusan dimulai pukul 8 hingga pukul 10. Tracking Jurusan ini dibagi berdasarkan kelas yang ada disetiap lantai dimana setiap kelas tersebut akan dikunjungi oleh mahasiswa dari ITS yang mencakupi berbagai jurusan di ITS. Mahasiswa tersebut merupakan fungsionaris himpunan mahasiswa di ITS. Setalah dilakukan Tracking Jurusan, maka siswa akan dilanjutkan ke acara selanjutnya yaitu Talkshow. Sekitar pukul 10 siswa dikumpulan di aula. Ada tiga pembicara di Talkshow ini yaitu pertama Bu Ismaini Zein selaku Sekretaris dan juga Bidang Pemasaran LP2KHA dan salah satu dosen Statistika ITS yang akan menjelaskan tentang ITS secara umum. Kedua yaitu Novangga Ilmawan selaku Presiden BEM ITS 15/16 yang akan menjelaskan tentang transisi siswa ke mahasiswa. Serta ketiga yaitu Rizaldi selaku alumni mahasiswa ITS dan ketua organisasi Sapu Angin yang akan menjelaskan tentang bagaimana mahasiswa mampu berprestasi sesuai dengan poissonnya.

Menurut Fakhruzi selaku menteri Hubungan Luar BEM ITS 15/16, tujuan diadakan acara ini yaitu untuk memberikan motivasi dan dorongan kepada siswa untuk selalu berprestasi dan tidak salah memilih jurusan nantinya. Panitia ini terdiri dari sc dan oc. Panitia ini adalah mahasiswa ITS angkatan 2014 dan 2015.
″Saya berterima kasih kepada semua panitia yang telah berapresiasi untuk kelangsungan acara ini. Karena acara ini merupakan acara yang pertama kali diadakan″ ujar Fakhruzi mengakhiri. (Iid/din)

Posted by Vivat Press on

KEPUTUSAN AKHIR FORUM MUSYAWARAH MAHASISWA MWA-WM

VIVATPRESS
Kampus ITS Surabaya, 17 Januari 2016

[Q] Siapa Calon MWA-WM?
[A] Hafiz Nuzal Djufri

[Q] Siapakah Hafiz itu?
[A] Mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2012. Sekarang menjadi Menteri Koordinator Dinamika Kampus BEM ITS 2015/2016

[Q] Kenapa Hafiz?
[A] Karena Saudara Hafiz merupakan nama yang diusulkan dari (Personal) Internal BEM ITS dan direkomendasikan untuk ditetapkan pada Forum Musyawarah Mahasiswa MWA-WM tanggal 16 Januari 2016

[Q] Apakah itu Forum Musyawarah Mahasiswa MWA-WM?
[A] Forum Musyawarah Mahasiswa MWA WM merupakan produk hasil dari MTT IV yang dilaksanakan pada tanggal 7-9 Januari 2016. Forum ini mengundang seluruh perwakilan ormawa yang ada di ITS (HMJ,UKM,LMB,BEM F,BEM ITS, Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana) yang berguna untuk menetapkan keputusan-keputusan yang dianggap penting agar bisa responsif untuk menanggapi dinamika isu MWA WM yang terjadi.

[Q] Mengapa dari Internal BEM ITS?
[A] Karena pada (Forum Musyawarah Mahasiswa MWA-WM) pada tanggal 15 Januari 2016 , Forum menyepakati agar tidak mencedarai idealisme dan konsistensi mahasiswa terhadap rangkaian proses yang dijalani maka hasil forum sebelumnya 10 Januari 2016 DIGUGURKAN. Artinya, ketika Rizky Akbar Fauzi gagal maka tidak ada pilihan kedua yang bias diajukan berdasarkan proses seleksi yang sudah ada. Hingga akhirnya berdasarkan beberapa pertimbangan maka Forum menyepakati MWA-WM dipilih dari unsur internal BEM ITS selain Presiden BEM ITS.

[Q] Kenapa tidak Presbem?
1. Mempertimbangkan ketetapan produk hukum dan proses yang telah dijalani sebelumnya (dalam KDKM tidak ada pasal yang menerangkan salah satu tugas Presbem sebagai MWA)
2. Dari workload nantinya yang sangat akan mengganggu tugas dan fungsi utama Presbem.
3. Adanya konflik kepentingan yang nantinya akan sangat mungkin terjadi ketika BEM ITS dan MWA WM disamakan.
4. MWA WM merupakan suatu badan eksternal yang di luar KM ITS

[Q] Kenapa tidak Rizky Akbar Fauzi?
[A] Karena setelah proses pengajuan Rizky Akbar Fauzi mulai dari Musyawarah Tingkat Tinggi (MTT) dan Forum Musyawarah Mahasiswa MWA-WM yang berakhir di Pengantaran Rizky oleh KM ITS dalam mengumpulkan berkas pendaftaran ke Ruang Senat, mendapatkan jawaban dari pihak SA pada tanggal 13 Januari 2016 bahwa terdapat dua poin yang tidak dipenuhi oleh Rizky yaitu :
●Persyaratan IPK
●Persyaratan Minimal Kahima atau setara
Hingga akhirnya SA memutuskan untuk untuk memberi kesempatan kepada Mahasiswa ITS untuk mengirimkan bakal calon lain maksimal pada hari Minggu, 17 Januari 2016 Pukul 12.00.

[Q] Bagaimana keputusan akhirnya?
[A] Menanggapi dinamika isu yang terjadi maka dari BEM ITS mengambil opsi langkah-langkah advokasi yang harapannya bisa merubah keputusan yang dikeluarkan oleh SA hingga tanggal 15 Januari 2016. Dan akhirnya pada Hari Jumat & Sabtu (15-16/01) diadakan Forum Musyawarah Mahasiswa MWA-WM untuk menyelesaikan isu MWA-WM ini dan berakhir pukul 16.00 di SCC lantai 2 yang menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya adalah :
1. Berdasarkan keputusan bersama untuk kepentingan jangka panjang, Tahun ini (2016) harus ada mahasiswa yang duduk di Kursi MWA-WM. Atas kesepakatan bersama, antara forum dan juga Rizky Akbar Fauzi sepakat agar mandat yang diberikan dicabut dan dikembalikan ke Forum Musyawarah Mahasiswa MWA-WM
2. Agar tidak menciderai idealisme dan konsistensi mahasiswa terhadap rangkaian proses yang sudah dijalani, maka forum sepakat bahwa hasil dari forum sebelumnya digugurkan. Artinya, ketika Rizky gagal, maka tidak ada pilihan kedua yang bisa diajukan berdasarkan proses seleksi yang sudah ada.
3. Untuk mengutamakan kemaslahatan dan demokrasi mahasiswa, yang telah ditimbang positif dan negatifnya. Maka forum menyepakati MWA-WM dipilih dari unsur internal BEM ITS, selain Presiden BEM ITS.
4. MWA-WM yang diajukan oleh internal BEM ITS ditetapkan dengan Forum yang setara dengan pemilihan MWA-WM sebelumnya yang diadakan pada tanggal 16 Januari 2016.
5. Hasil Forum musyawarah pada tanggal 16 Januari 2016 adalah :
– Menetapkan saudara Hafiz Nuzal Djufri, Teknik Informatika 2012 sebagai calon MWA-WM 2016.
– Merekomendasikan adanya Badan Kelengkapan untuk membantu menjalankan tugas dan wewenang MWA-WM.

————————————————————————————

Setelah melalui proses yang panjang dan berliku, perwakilan petinggi organisasi mahasiswa yang melakukan musyawarah terkait calon Majelis Wali Amanat Wakil Mahasiswa (MWA-WM) sejak awal bulan Januari 2016 dan berakhir hari Sabtu (16/01) pada akhirnya membuahkan beberapa hasil keputusan yang tentunya berdasarkan kesepakatan dan persetujuan bersama. Forum yang memiliki kekuatan hukum ini dihadiri oleh perwakilan pimpinan organisasi mahasiswa di ITS.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sudah menyerahkan sepenuhnya pada forum ini atas siapapun yang nantinya akan mendapat amanah besar sebagai wakil seluruh mahasiswa ITS ini. Adapun dari rangkaian pembahasan dari forum ini berawal dari datangnya surat dari pihak Senat Akademik tentang ditolaknya Rizky Akbar Fauzi sebagai calon MWA-WM dikarenakan tidak memenuhi syarat dari SA untuk kriteria mahasiswa yang menjadi MWA-WM. Kemudian langkah selanjutnya dikembalikan pada forum, dan atas beberapa usulan peserta forum, rangkaian proses pemilihan calon MWA-WM sebelumnya dianggap gugur, dan dimulailah proses baru dalam mencari pandangan calon baru.

Melihat waktu dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pendaftaran lagi, maka segera direkomendasikan langsung dari BEM mengajukan nama, awalnya adalah Novangga selaku Presiden BEM ITS, akan tetapi hal ini tidak diterima oleh forum, mengingat tanggung jawab dan posisi Presiden BEM di ITS juga merupakan posisi yang sangat tinggi dan penting yang tidak mungkin untuk dirangkap dengan posisi lain yang sama-sama memiliki kebutuhan dan perhatian besar juga. Dari sini muncullah beberapa pendapat bahwasanya untuk mengerucutkan nama dipilih dari internal BEM ITS yang mana rekomendasi namanya tetap disepakati oleh Forum Musyawarah Mahasiswa MWA-WM. Berdasarkan rapat internal pengurus BEM, telah disepakati nama Hafiz yang diusulkan sebagai calon MWA-WM, dengan pertimbangan orang yang telah mengawal dan memahami betul proses dari awal hingga akhir, juga mempertimbangkan kecocokan tugas dan fungsi MWA-WM pada kapabilitas Hafiz itu sendiri. Kemudian hasil rapat internal BEM ini dibawa ke Forum Musyawarah Mahasiswa MWA-WM dan disepakati bersama oleh semua peserta Forum.

Hari ini, Minggu (17/01) Hafiz secara resmi mendaftarkan diri pada pukul 11.10 am ke Senat Akademik dengan diantar langsung oleh BEM ITS dan membawa seluruh persyaratan secara lengkap. Pertemuan dengan pihak Senat Akademik ini berlangsung di Ruang Sidang Senat, Rektorat ITS dan dihadiri oleh 9 orang pihak Senat dan 4 orang pihak BEM ITS. (rhm/din/nov)

Posted by Vivat Press on

Sampai Manakah Proses Pemilihan MWA-WM ITS 2016 ?

VIVAT PRESS

Gedung SCC Lt. 1, 08 Januari 2016

 

Jumat siang (8/1), semua elemen mahasiswa duduk bersama di Gedung SCC Lt. 1 untuk menyatukan suara dalam pemilihan Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa (MWA-WM) ITS 2016. Berbagai pendapat telah diuraikan oleh peserta forum. Sempat terjadi beberapa perdebatan, namun pada akhirnya mampu menghasilkan sebuah keputusan yang sudah disepakati oleh semua peserta forum.

 

Kali ini, BEM ITS mengadakan forum lagi untuk melanjutkan nasib dari MWA-WM ITS 2016. Forum tersebut dihadiri oleh semua elemen mahasiswa serta kedua calon MWA-WM ITS 2016.  Hari ini (8/1) tepatnya sekitar pukul 10 pagi, Senat Akademik (SA) memanggil BEM ITS yakni Novangga Ilmawan, Ratri Berliana, dan Hafizh untuk mengetahui hasil musyawarah dengan mahasiswa.

 

Menurut Hafizh, selaku Mentri Koordinasi Dinamika Kampus, ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, mengikuti mekanisme yang telah disepakati sebelumnya. Jika tidak mengirimkan calon, maka MWA-WM akan kosong. Kedua, yaitu mengirimkan calon dengan dua pilihan. Pilihan pertama mengirimkan Presiden BEM ITS sebagai calon MWA-WM, karena dari SA lebih mengkerucut kepada Presiden BEM ITS. Namun resikonya, hal tersebut melanggar hasil pukat. Sedangkan pilihan kedua adalah mengirimkan kedua calon MWA-WM yang telah ada dengan resiko belum tentu keduanya akan diterima oleh SA.

 

“Jangan terpengaruh waktu yang sudah mepet. Jika kita memilih pilihan 1 maka kita akan dianggap lemah untuk mengawal MWA-WM. Karena terlihat dari bagaimana kita memilih calon MWA-WM,” ujar Hafizh kepada semua peserta forum.

 

Selain itu, menurut Ratri Berliana, sebenarnya pemilihan MWA-WM ini berakhir pada hari Kamis yang lalu, akan tetapi diundur menjadi hari Jumat, tepatnya hari ini. Berdasarkan hasil Musyawarah Tingkat Tinggi (MTT) kemarin, tidak mendapatkan hasil yang jelas, maka menurut Novangga harus ada minimal satu calon MWA-WM. Oleh karena itu, diadakan forum ini yang diharapkan mampu mendapatkan hasil yang lebih jelas dan berpikir untuk esensi kedepannya.

 

Beberapa pendapat telah disuarakan oleh peserta forum. Mulai dari setujunya mengirimkan dua calon MWA-WM tersebut sampai jika calon MWA-WM tersebut tidak dapat menjunjung hasil kesepakatan dari MTT, tetapi malah mengikuti keputusan SA, maka calon tersebut lebih baik mengundurkan diri saja. Karena yang memilih MWA-WM tetaplah oleh MTT berdasarkan kesepakatan sebelumnya.

 

Beberapa waktu sebelumnya telah dilakukan musyawarah antara Presiden BEM ITS dengan kedua calon tersebut. Hasil yang telah diperoleh yaitu mahasiswa diharapkan untuk menjaga independen sebagai mahasiswa. Serta tidak peduli siapa yang akan menjadi calon MWA-WM, karena yang terpenting adalah adanya calon MWA-WM.

 

“BEM ITS hanya memberitakan apapun keputusan SA, akan tetapi tidak menjadi pertimbangan di MTT. Jika dari SA telah memilih calon A sebagai calon MWA-WM, sedangkan MTT lebih memilih calon B sebagai calon MWA-WM maka perlu diadakan lobbying. Di mana, kedua calon akan menemui SA yang akan didampingi oleh BEM ITS untuk menemukan titik temu,” sahut Novangga memberikan poin-poin penting kepada peserta forum.

 

Sekitar pukul 3 sore, pihak BEM ITS memperoleh kabar terbaru dari SA, yakni bahwa rapat senat akan berakhir. Sehingga, berdasarkan pertimbangan dan kesepakatan bersama maka diperoleh kesimpulan bahwa kedua calon MWA-WM tersebut akan dikirim. Namun sebelum mereka menghadap senat dan forum berakhir, para mahasiswa menitipkan surat berita kepada senat. Berikut kutipan dari isi surat tersebut.

 

“……..

Melalui surat ini, kami mahasiswa ITS menyampaikan bahwa calon MWA-WM dari serangkaian hasil Musyawarah Mahasiswa ITS adalah :

  1. Rizky Akbar Fauzi (Teknik Mesin 2012)
  2. Muhammad Luqman H. (Sistem Informasi 2012)

Melalui surat ini pula kami sampaikan bahwa proses musyawarah Mahasiswa ITS masih berlangsung sampai terpilihnya satu wakil terbaik mahasiswa ITS sebagai MWA-WM. Hasil musyawarah akan kami sampaikan kepada Senat Akademik dalam pleno Senat Akademik ITS pada tanggal 12 Januari 2015.

………

Surabaya, 08 Januari 2015

Atas Nama Mahasiswa ITS,

Novangga Ilmawan.” (iid/yon)

 

Posted by Vivat Press on

Siapakah Calon MWA-WM ITS 2016 ?

VIVAT PRESS

Saat ini, mahasiswa ITS masih digencarkan oleh Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa (MWA-WM) ITS 2016. Tak ada habis dan bosan mahasiswa ITS membicarakan dan membahas tentang MWA-WM ini. Bagaimana kelanjutan MWA WM tersebut?

Setelah dilakukan beberapa kali kajian dan diperoleh hasil kesepakatan oleh BEM ITS dengan mahasiswa ITS terhadap MWA-WM. Maka saat ini telah berlangsung pemilihan MWA-WM. Berdasarkan hasil kesepatakan beberapa waktu yang lalu dengan mahasiswa ITS yang menghasilkan lima mekanisme yakni salah satunya tentang penentuan MWA-WM, maka telah dibentuk Panitia Seleksi (Pansel). Di mana, ketua Pansel tersebut adalah Faisal Mahdi selaku Dirjen Advokasi Kementerian Kebijakan Kampus BEM ITS 2015/2016. Tentunya dalam hal ini, Novangga Ilmawan selaku Presiden BEM ITS 2015/2016 ikut andil dalam pemilihan MWA-WM sebagai penanggung jawab. Pansel ini bertugas untuk mengumpulkan berkas dan verifikasi data.

Menurut Ratri Berliana, selaku Sekretaris Kementerian Kebijakan Kampus BEM ITS 2015/2016, BEM ITS sebagai mediator antara mahasiswa dan Senat Akademik ITS, di mana sudah dilakukan advokasi-advokasi yang dapat mempersatukan mahasiswa dengan birokrasi, bukan untuk menentangnya. Ratri menyadari bahwa semua orang mempunyai kepentingan, namun dari pihak BEM ITS sudah melakukan apa yang bisa dilakukan untuk mempersatukan mahasiswa ITS dan birokrasi.

Pada pendaftaran MWA WM terdapat dua pendaftar, sehingga calon MWA-WM pada tahun 2016 ini ada dua yaitu Rizky Akbar Fauzi dari Jurusan Teknik Mesin 2012 dan Muhammad Luqman H. dari Jurusan Sistem Informasi 2012.

“Sebenarnya kemarin ada 3, tapi dia terlambat mengumpulkan berkas dan ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi,” jelas mahasiswa Fisika tersebut.

Setelah dilakukan pengumpulan dan seleksi berkas, langkah selanjutnya yakni pemilihan MWA-WM dengan Musyawarah Tingkat Tinggi (MTT). Di mana, pemilihan tersebut akan diadakan nanti malam (7/10) di Jurusan Teknik Mesin yang tentunya akan dihadiri oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Presidium, Mahkamah Mahasiswa (MM), dan Ketua Lembaga Minat Bakat (LMB), serta BEM ITS pun juga ikut andil dalam pemilihan MWA-WM tersebut. Dalam pemilihan oleh MTT inilah, dibutuhkan waktu yang lama. Sehingga, diharapkan dalam pemilihan ini, dapat berlangsung sesuai dengan harapan dan MWA-WM yang akan terpilih nantinya dapat mewakili KM ITS. (iid/yon)

Posted by Vivat Press on

Mau Dibawa Kemana MWA-WM ITS 2016 ?

VIVAT PRESS

Pembahasan MWA masih sangat hangat dibahas di dalam kampus ITS Surabaya, khususnya tentang penentuan siapakah nama yang muncul sebagai wakil mahasiswa dalam kelengkapan syarat Kampus ITS sebagai Perguruan Tinggi Negeri – Badan Hukum, mengingat betapa pentingnya posisi ini dalam tataran mahasiswa.

Pada hari Senin (4/1) lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS kembali menggelar forum terkait Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa (MWA-WM). Kali ini forum yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa ITS dari berbagai organisasi mahasiswa ITS ini bertajuk “Mau Dibawa Kemana MWA-WM ITS 2016 ?” diselenggarakan di Selasar Perpustakaan ITS oleh Kementrian Kebijakan Kampus BEM ITS.

Forum yang dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh jurusan di ITS  ini diharapkan dapat memberikan output, yakni ada atau tidaknya MWA-WM dan menyepakati mekanisme pemilihan MWA-WM. Sebelumnya, BEM ITS telah bertemu dengan birokrasi untuk sosisalisasi pemilihan MWA-WM. Sayangnya dalam pertemuan tersebut, belum menghasilkan kesepakatan terkait mekanisme pemilihan MWA-WM.

Disebutkan oleh Novangga Ilmawan selaku Presiden BEM ITS, mekanisme pemilihan MWA-WM adalah dengan dibentuknya Panitia Seleksi (Pansel). Pansel ini terdiri dari 3 komisi, yakni komisi seleksi berkas, komisi uji publik, dan komisi forum pemilihan. Tugas dari pansel adalah untuk menetapkan persyaratan yang sesuai dengan Tim AdHoc selayaknya Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta pansel ini memiliki tanggungjawab dalam pengumpulan berkas dan verifikasi data.

Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, forum pada malam itu menghasilkan beberapa poin, yakni mahasiswa ITS menolak segala persyaratan yang diajukan oleh Senat Akademik ITS, mekanisme yang disepakati mahasiswa untuk pemilihan MWA-WM ITS 2016 adalah melalui seleksi berkas dan MTT, serta BEM ITS diberikan legitimasi penuh untuk membentuk Panitia Seleksi (Pansel) Pembentukan MWA-WM ITS 2016. “Mekanisme pertama adalah seleksi berkas oleh BEM ITS, selanjutnya dilanjutkan dengan MTT. Untuk kriteria yang disepakati selanjutnya, dilakukan MTT tahap kedua yakni pemilihan, lalu dilakukan penilaian yang representatif,” jelas Faisal, selaku moderator.

Kemudian, forum ditutup dan dilanjutkan dengan Pusat Kajian Strategis (Pukat) terkait pertimbangan persyaratan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) yang dirasa cukup memberatkan. Akhirnya, disepakati persyaratan SKCK diganti dengan Surat Berkelakuan Baik dari institusi legal. (adz/yon/din)

 

Posted by Vivat Press on

BEM ITS Tutup 2015 dengan Refleksi Akhir Tahun

VIVAT PRESS

Dr. Angka ITS, 30 Desember 2015

 

Tahun 2015 telah berakhir. Selama satu tahun, tentu banyak hal yang telah terjadi di ITS. Oleh karena itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS menyelenggarakan acara bertajuk “Refleksi Akhir Tahun” guna menyemarakkan pergantian tahun pada Rabu, (30/12) kemarin.

Acara yang dihadiri oleh Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD selaku Rektor ITS, Prof Ir Priyo Suprobo MSc PhD selaku Ketua Senak Akademik (SA) ITS, serta beberapa anggota senat lainnya tersebut membahas beberapa agenda, yakni Internasionalisasi dan status ITS sebagai PTN-BH. Menurut Prof Ir Priyo Suprobo MSc PhD, perubahan status ITS menjadi PTN-BH memiliki beberapa konsekuensi, salah satunya adalah Majelis Wali Amanat (MWA).
Hal ini sesuai dengan PP 54 Tahun 2015 yang berisi Statuta perubahan ITS berubah menjadi PTNBH yang diterima tertanggal 22 Juli 2015. Dalam Statuta tersebut, terdapat ketentuan, yakni mengenai organisasi. Organ yang telah ada di ITS sekarang adalah Rektor, dan Senat Akademik (SA). Namun, sebagai persyaratan menjadi PTN-BH, Senat Akademik (SA) harus membentuk MWA paling lambat 22 Januari 2016 mendatang. Saat ini, Senat Akademik (SA) sudah menetapkan keputusan mengenai MWA. MWA tersebut beranggotakan 17  orang, di antaranya Menristekdikti, rektor, gubernur, tendik, enam orang dosen, empat orang masyarakat, satu orang alumni, serta satu orang dari mahasiswa.

Untuk Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa WA-WM (MWA-WM) diharapkan merupakan wakil terbaik dari yang terbaik di KM ITS, dan sudah terpilih sebelum tanggal 8 Januari 2016. Apabila belum mendapat nama pada tanggal 8, maka Senat Akademik (SA) memiliki hak prerogatif untuk memilih Wakil Mahasiswa. “Selain itu, dengan ITS menjadi PTN-BH, ITS memperoleh kesempatan yang lebih luas dalam memngatur keuangannya sendiri sehingga ITS bisa mengangkat pegawai   muda menjadi pegawai ITS non-PNS,” ujar Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITS tersebut.
Kemudian, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang tinggal beberapa hari lagi juga turut menjadi bahan pembicaraan. Untuk menghadapi MEA tersebut,  Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD menuntut mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. “Maksimalkan waktu sebagai mahasiswa, ITS akan memfasilitasi secara optimal,” tegasnya.

Selain itu, Joni juga menambahkan agar kaderisasi untuk mengembangkan softskill tidak hanya dilakukan untuk mahasiswa baru saja, namun hal tersebut dilakukan selama menjadi mahasiswa agar mampu bersaing di masa globalisasi.
Di akhir acara,  BEM ITS melakukan launching “GLOBAL MOVEMENT of KM ITS” oleh Menteri Hubungan Luar Negri (Hublu) BEM ITS, Fakhrizul Asrial dan diresmikan oleh Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD. Sehingga diharapkan BEM ITS dapat bekerja sama dengan organisasi-organisasi dan universitas yang ada di luar Negeri untuk membawa nama ITS ke dunia global dan mampu menjadi World Class University. (sam/yon)