Monthly Archives

14 Articles

Posted by Vivat Press on

Mencetak Kader Cendekiawan Muda yang Solutif dan Aplikatif di Bidang Kemaritiman Melalui Sekolah Cendekiawan Muda

VIVAT PRESS

Kantor kelurahan Kenjeran, Senin, 25 April 2016

Senin siang, (25/4) Kementerian Pemuda dan Kebangsaan BEM ITS menutup serangkaian acara Sekolah Cendekiawan Muda (SCM) yang bertema “Pemuda Sang Pejuang Laut” di kantor DPRD kota Surabaya. Acara yang dilangsungkan selama 4 hari dimulai dari Jumat (22/4) hingga Senin (25/4) tersebut bertujuan untuk mencetak kader-kader cendekiawan dan teknokrat muda agar lebih peka terhadap isu-isu yang menyangkut permasalahan masyarakat, khususnya isu dibidang kemaritiman, sekaligus membangun relasi antar mahasiswa se-Surabaya.

Acara yang diikuti oleh 35 mahasiswa dari universitas se-Surabaya ini, terbagi kedalam serangkaian sesi acara. Sesi pertama adalah materi mengenai “Filsafat dan Ideologi Indonesia” yang disampaikan langsung oleh Andre, Presiden BEM FISIP Universitas Airlangga. Sesi selanjutnya adalah materi mengenai “Critical Thingking” yang disampaikan oleh Ali Shahab. Sesi ketiga membahas mengenai “Politik Mahasiswa” yang disampaikan oleh Presiden BEM FISIP Universitas Hang Tuah. Pada sesi keempat materi yang disampaikan mengenai “Strategi Membangun Gerakan”. Sesi selanjutnya diisi dengan materi “Youth Movement” atau pergerakan pemuda yang dibawakan oleh Mukhlis Ndoyo Said, presiden BEM ITS periode 13/14 dan Vice President AIESEC Surabaya. Kemudian, dilanjutkan dengan materi “Cendekiawan” yang diisi oleh Dalu Nuzlul Kirom, pendiri Gerakan Melukis Harapan. Materi berikutnya adalah “Teknokrat” yang dibawakan oleh Ir. Harun Alrasyid, perwakilan MWA ITS, dan materi “Politik Pemerintaha” oleh Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya.
Setelah semua materi selesai diberikan, peserta melakukan pengamatan dan penelitian kecil di wilayah Kenjeran, khusunya sekitar kecamatan Bulak. Menurut ketua pelaksana SCM, Destrian Hervina, pengamatan dan penelitian kecil ini diadakan untuk menerapkan secara langsung materi yang telah didapatkan ke masyarakat. “Setelah pengamatan dilakukan, hasil yang didapat diteliti lebih lanjut untuk kemudian dibukukan,” ujar mahasiswi yang akrab disapa Vina ini.

“Hasil pengamatan yang telah dibukukan tadi kemudian kita bawa ke Komisi C DPRD kota Surabaya untuk ditindaklanjuti lebih jauh,” tambahnya.
“Saya berharap, acara SCM tetap ada kedepannya dengan konsep yang lebih matang dan mendatangkan pemateri yang tidak kalah hebat,” ungkapnya.

Menurut Menteri Pemuda dan Kebangsaan, Irfan Syuhudi, walaupun dalam penyelenggaraan SCM yang pertama kali ini masih banyak kekurangan, ia berharap bahwa kedepannya kader-kader SCM mampu memberikan solusi atas permasalahan yang ada, khususnya di dalam bidang sosial dan kebangsaan.

Selepas acara SCM, peserta wajib menyelesaikan Kegiatan Pasca Pelatihan (KPP), di mana ada 2 KPP yang diberikan, yaitu menyelenggarakan suatu forum untuk mempertemukan mahasiswa, masyarakat Kenjeran dengan Pemerintah Kota Surabaya, serta mendesain solusi untuk menyelesaikan permasalahan kemaritiman yang ada di wilayah Kenjeran. (gba/yon)

Posted by Vivat Press on

KM ITS Peduli Keputih Pompa

VIVAT Press

Selasar Perpustakaan Pusat, 26 April 2016

Baru –baru ini konflik sengketa tanah yang terjadi di Keputih Timur Pompa Air memanas. Konflik yang berakar dari sengketa tanah antara pihak pengembang dan warga Keputih Timur Pompa Air tersebut sangat meresahkan warga yang tinggal di area pemukiman terdekat pompa. Pasalnya warga setempat mendapatkan intimidasi bahwa akan dilakukan penggusuran terhadap pemukiman warga yang ada disana, dengan dalih bahwa pihak pengembang telah mengklalim tanah yang didiami warga adalah tanah milik pihak pengembang. Setidaknya itulah gambaran umum konflik yang terjadi di Keputih Timur Pompa Air.

Lantas apa yang dilakukan KM ITS ? Melihat ITS merupakan Kampus yang paling dekat dengan Keputih Timur Pompa Air? Apa hanya diam dan tak berbuat apa-apa?

Selasa malam (26/04) bertempat di Selasar Perpustakaan Pusat, BEM ITS mengadakan DisTer. Yaitu Diskusi Terbuka mengenai konflik yang sedang terjadi di Keputih Timur Pompa Air. Forum yang digawangi oleh Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS tersebut lebih mengarah untuk mengajak KM ITS untuk lebih peduli terhadap konflik yang terjadi saat ini. “Agar KM ITS ini paham dulu, mengerti apa yang sebenarnya terjadi di Keputih Timur Pompa Air sendiri, dimana kita menyampaikan hasil kajian yang selama ini sudah dikaji”, jelas Gatot Subroto selaku Menteri Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS.

Dalam forum tersebut turut mengundang Aliansi Mahasiswa Agraria Surabaya yang sejatinya sudah lebih dulu mendampingi warga Keputih Timur Pompa Air serta perwakilan warga Keputih Timur Pompa Air yang berjumlah 10 orang sebagai narasumber.

Diskusi tersebut diawali dengan pemaparan sejarah bagaimana warga yang sekarang menempati tanah tersebut bisa bermukim disana. Pemaparan tersebut dilakukan oleh Pak Wigyo selaku ketua RT Keputih Timur Pompa Air. Kemudian setelah pemaparan dari Pak RT, selanjutnya ada pemaparan dari saudara Gatot Cakra dari Jurusan Teknik Geomatika selaku bagian dari aliansi yang pemaparannya berisi tentang awal mula konflik terjadi dan permasalahan apa saja yang ada di sana. Kemudian disambung oleh saudara Nizar selaku ketua aliansi, Nizar mengajak kepada KM ITS untuk lebih peduli dan berkontribusi nyata terhadap permasalahan kemanusiaan ini. “Kami tunggu kontribusi nyata dari KM ITS terhadap permasalahan kemanusiaan ini, janganlah berhenti di dalam diskusi, ayolah bersama merasakan ruang –ruang yang warga rasakan” pungkas mahasiswa Jurusan Teknik Kimia tersebut.

Dari semua pemaparan yang sudah dilakukan baik dari warga Keputih Timur Pompa Air maupun dari aliansi, dibawalah forum tersebut ke dalam forum diskusi. Di sana KM ITS dipersilakan untuk bertanya kembali apa sudah dipaparkan didepan. Dan setelah diskusi tersebut selesai BEM ITS mengajak kepada segenap KM ITS yang hadir dalam forum tersebut untuk ikut peduli dengan masalah yang ada, peduli dengan mau membantu warga dalam advokasi kedepannya.
Dalam forum tersebut dihadiri pula oleh Presiden BEM ITS, beliau berharap “seluruh ormawa KM ITS mengetahui betul apa sebenarnya masalah yang sedang terjadi dan bisa urun rembug bagaimana solusinya dan ketika nanti ada kejadian yang tidak diinginkan kita bisa mengawasi dengan baik atas nama ormawa” terangnya.
Forum yang ditutup pukul 22:12 WIB tersebut bukanlah sebuah akhir, tetapi akan forum tersebut akan menjadi awal KM ITS mengawal konflik sengketa tanah tersebut. Artinya, akan ada forum –forum lainnya yang membahas mengenai konflik tersebut. “Kedepannya kita akan mencoba pukat” pungkas Angga.

Posted by Vivat Press on

Menambah Wawasan Pasca Kampus dan Beasiswa Melalui “KEPO: KESMA EXPO”

VIVAT Press
Gedung Pusat Robotika ITS, 24 April 2016

Minggu, (24/04) telah terlaksana salah satu kegiatan yang diadakan oleh Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa BEM ITS, yaitu “Kepo: Kesma Expo”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Gedung Pusat Robotika ITS tersebut mengusung tema “Open Your Shining Future Gate”.
Kesma Expo terbagi menjadi beberapa sub acara, pada tanggal 24 April terdapat tiga sub acara yang dilaksanakan, yaitu Symposium Pasca Campus, TOEFL and IELTS Workshop with Simulation, serta pameran beasiswa. Pada pameran beasiswa, terdapat banyak partisipan seperti AIESEC, ITS International Office (IO), Beasiswa Djarum, Kumamoto University, dan masih banyak lagi. Sedangkan pada tanggal 25 April, terdapat Kesma Talk. Kesma Talk merupapkan kegiatan bincang–bincang seputar kesejahteraan mahasiswa di ITS. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 10:00 WIB hingga pukul 17:00 WIB.
“Jadi, Kesma Expo ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa BEM ITS, sesuai dengan ranah Kesma, kami berusaha memperkenalkan kepada mahasiswa ITS dan sekitarnya tentang dunia pasca kampus,” tegas Guntur selaku ketua panitia Kesma Expo 2016.
Rifqi, salah satu pengunjung mengungkapkan bahwa ia cukup tertarik dengan kegiatan Kesma Expo. “Saya cukup tertarik datang ke Kesma Expo karena saya ingin tahu banyak info mengenai beasiswa untuk melanjutkan studi. Harapan saya, acara-acara seperti ini bisa diadakan rutin karena sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Kesma Expo merupakan kegiatan yang ditujukan kepada mahasiswa ITS dan sekitarnya, di mana isi acaranya merupakan informasi dunia pasca kampus, tetapi lebih mengarah ke informasi mengenai beasiswa untuk melanjutkan S2 dan S3. “Intinya pengunjung memiliki pengetahuan lebih, sehingga setelah lulus kuliah mempunyai pandangan mau ngapain,” jelas mahasiswa Teknik Elektro tersebut. (mmt/yon)

Posted by Vivat Press on

Grand Launching Kampung Mitra BEM ITS

VIVAT PRESS

Kelurahan Kejawan Putih Tambak,24 April 2016

Minggu (24/4), BEM ITS melalui Kementerian Sosial Masyarakat telah menggelar grand launching social development untuk memperkenalkan dan meresmikan kampung mitra dalam rangka menjalankan salah satu fungsi peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat. Menurut Dirjen Pengabdian Masyarakat Kementerian Sosial Masyarakat, Imam P. Istiaji, acara launching social development ini selain memohon izin kepada warga untuk mengadakan kampung mitra, mereka juga ingin memperkenalkan acara dari Kementerian Koordinator Berani Berkarya, yaitu Menyentuh Kampus Teknologi (MKT), yang mana akan diadakan pada pertengahan bulan September nanti.

Acara yang dimulai pada pukul 08.00 hingga 10.30 WIB ini, diawali dengan pemberian sambutan dari Gatot Subroto selaku Menteri Sosial Masyarakat, Salman Alfarisi selaku Menteri Koordinator Berani Berkarya, Slamet Sutikno selaku perwakilan RW, dan Amin selaku perwakilan dari Kelurahan Kejawan Putih Tambak. Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian kampung mitra BEM ITS dengan memotong tumpeng sebagai simbolisasi.
Menurut ketua pelaksana grand launching social development, Khoirul Anam, warga Kejawan Putih Tambak sangat menyambut positif atas adanya kegiatan ini. “Bahkan ada warga yang meminta kami untuk rutin menggelar acara seperti ini” ujarnya. Hal ini bukan tanpa alasan, karena selain melaksanakan agenda utamanya, Kementerian Sosial Masyarakat juga mengadakan pemeriksaan kesehatan gigi gratis untuk warga yang hadir. “Kami mengundang mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR untuk hadir dan melakukan pemeriksaan kesehatan gigi kepada warga.” tutur mahasiswa yang akrab disapa Anam ini.

Dengan diadakannya acara launching social development ini, Kementerian Sosial Masyarakat berharap bahwa untuk kedepannya hubungan antara KM (Keluarga Mahasiswa) ITS dengan warga sekitar, khususnya warga di Ring 1 ITS, semakin erat dan terjadi hubungan timbal balik yang saling menguntungkan kedua pihak. “Kami ingin menghapus anggapan warga bahwa KM ITS kurang berbaur dengan masyarakat sekitar”,kata Imam. “Karena walau bagaimanapun daerah sekitar Ring 1 ITS ini merupakan tempat tinggal kita, sehingga kita wajib untuk bermasyarakat dan menjaga lingkungan.” pungkasnya mengakhiri wawancara. (gba/mit/mia)

Posted by Vivat Press on

Public Figure On Talk, Saatnya Pemuda Indonesia Berkontribusi Mewujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

VIVAT Press
Graha Sawunggaling, Kantor Pemkot Surabaya Lt. 6, Sabtu, 23 April 2016

Sabtu (23/4) pagi, bertempat di Graha Sawunggaling, Kementerian Pemuda dan Kebangsaan BEM ITS mengadakan acara Public Figure On Talk (PIFOT) yang bertema “Pemuda Sang Pejuang Laut”. Menurut Destrian Hervina, selaku ketua pelaksana acara PIFOT kali ini, tema yang diambil didasari oleh keadaan bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim, dan sekaligus menjalankan amanah dari BEM SI, di mana BEM ITS mendapat amanah untuk mengangkat isu-isu kelautan. “Saya berharap dari diadakannya acara PIFOT ini, pemuda Indonesia lebih perhatian terhadap isu-isu kemaritiman,” ujarnya.
Pada acara PIFOT kali ini, Kementerian Pemuda dan Kebangsaan mengundang tokoh-tokoh hebat yang inspiratif, seperti Ir. Rifky Effendy Hardijanto selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr. Suseno Sukoyono selaku Staff Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Laksma TNI Drs. Siswo Hadi Sumantri, S.T., M.MT. selaku Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut, Prof. Ir. Mukhtasor, M.Eng., Ph,D. selaku Anggota Dewan Energi Nasional 2009-2014, Dr. ir. Dwi Soejipto, M.M. selaku Direktur Utama PT Pertamina dan Ketua IKA ITS, serta Abdullah Aywar Anas, S.Pd, S.S, M.Si. selaku Bupati Kabupaten Banyuwangi. Meskipun Susi Pudjiastuti selaku Menteri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan beberapa tokoh yang diundang berhalangan hadir, acara tetap berlangsung dengan kondusif. “Sebenarnya saya sempat kecewa karena Ibu Susi tidak hadir di acara PIFOT ini, akan tetapi kekecewaan saya itu sudah terobati dengan pembicara-pembicara yang luar biasa.” Komentar Angga, salah satu peserta PIFOT.
Acara yang dimulai dari pukul 07.00 hingga 13.00 tersebut terbagi dalam beberapa sesi. Pada sesi awal, lebih ditekankan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa maritim, dan untuk menjaga kedaulatan maritim adalah wajib hukumnya. Memiliki luas wilayah perairan laut kurang lebih 7,9 juta km2 dan 17.499 pulau, tentu tidaklah mudah untuk menjaganya. Banyak ancaman dan konflik yang harus disikapi dengan bijak. Maka dari itu, perlu bantuan dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga laut Indonesia bebas dari ancaman dan konflik tersebut. “Terlebih mahasiswa, kalian harus mampu mengenali dan menghadapi ancaman-ancaman yang akan mengganggu kondisi bangsa ini karena ancaman tersebut sudah merayap masuk di berbagai lini,” ujar Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) sebelum meninggalkan ruangan.
Sedangkan pada sesi selanjutnya, lebih ditekankan pada negara Indonesia yang ingin menjadi poros maritim dunia. Terdapat lima pilar yang harus dijiwai dan dimiliki oleh pemuda Indonesia untuk mengangkat negara ini menjadi salah satu kekuatan maritim utama dunia. Kelima pilar itu adalah integritas, kejuangan, keikhlasan, kompetensi, dan keteknikan. “Setiap pemuda Indonesia harus menerapkan kelima pilar ini dalam kehidupannya, dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti kejujuran dalam bertugas,” ungkap Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan. Baginya, membangun integritas sangat penting untuk kemajuan bangsa ini. Selain itu, kompetensi dan kemajuan teknologi Indonesia harus dibenahi, ia mengajak mahasiswa ITS serta pemuda Indonesia lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam mempersiapkan negara Indonesia menjadi poros maritim dunia. (gba/yon)

Posted by Vivat Press on

CUBITS : Bukan Sekedar Curhat Biasa

VIVAT PRESS

Plaza Dr. Angka, Selasa 19 April 2016

Setelah berhasil menyelenggarakan “JAKPUS NGAJI: Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Pak Joni”, Kementerian Kebijakan Kampus BEM ITS memenuhi janjinya dengan membawa hasil dari JAKPUS NGAJI ke Curhat Bareng Birokrasi ITS (CUBITS). Acara yang awalnya diagendakan tanggal 13 April ini, akhirnya diadakan pada tanggal 19 April 2016 bertempat di Plaza Dr. Angka. Mundurnya acara ini dikarenakan Pak Joni Hermana menghadiri rapat Majelis Wali Amanat (MWA) di Jakarta.

Acara yang dimoderatori oleh Novangga Ilmawan, Presiden BEM ITS 2015/2016 tersebut menghadirkan Prof. Ir. Joni Hermana,M.Sc.ES.Ph.D selaku Rektor ITS Periode 2015-2019 serta Dr. Darmaji S.Si, M.T. selaku Ketua LP2KHA. Selain acara curhat ke Birokrasi ITS seputar keluhan mahasiswa, dalam acara CUBITS ini juga dibacakan Surat Untuk Rektor.

Pembacaan surat ini berasal dari acara Gerakan ITS Menulis (GIM) 2016 yang menyelenggarakan kompetisi Menulis Surat Untuk Rektor, di mana pada acara CUBITS kali ini dibacakan dua surat pilihan. Pembacaan surat ini dilakukan oleh Ihdina Sabili dan Adzalia Andarista Utomo dari BSO Vivat Press BEM ITS. Lantas apa saja yang dicurhatkan KM ITS melalui BEM ITS kepada birokrasi ITS, berikut ini beberapa diantaranya :

Novangga        : Bagaimana kondisi ITS selama satu tahun belakangan ini, mengingat sekarang ITS sedang menjalani masa transisi ke PTN-Badan Hukum (PTN-BH) ? Apa saja yang telah dilakukan oleh Bapak selama satu tahun ke belakang ini?

Pak Joni           : Saya mengagendakan bahwa nantinya masa kepemimpinan saya akan dibagi menjadi 4 tahapan. Tahapan itu diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Tahapan 1 (Alignment) : Merupakan tahapan untuk menyamakan persepsi
  • Tahapan 2 (Reformasi) : Tahapan untuk melakukan restrukturisasi organisasi yang ada di ITS
  • Tahapan 3 (Evektuasi) : Tahapan untuk mendapatkan benefit dari rencana yang telah dirancang dan dijalankan
  • Tahapan 4 (Sustaining) : Tahapan yang isinya tahap kelanjutan untuk penerus saya nanti selanjutnya. Saat ini, berada di tahun kedua yang artinya berada di tahapan kedua, yaitu reformasi. Intinya, akan ada perubahan struktur di ITS, misalnya Senat menjadi Senat Akademik, Dewan Pertimbangan menjadi Majelis Wali Amanat, dan lain-lain. Jika ditanya saya sudah melakukan apa selama satu tahun kebelakang, yang pertama adalah melanjutkan program kerja dari rektor terdahulu dan juga mempersiapkan untuk ITS PTN-BH ini sendiri.

Novangga       : Bagaimana terkait struktur yang ada di Fakultas dan Jurusan di ITS, serta sarana dan prasarana yang ada di ITS ke depannya ?

Pak Joni          : Bentuk PTN-BH memberikan kewenangan untuk melakukan buka tutup jurusan. Rencananya, ke depan akan dilakukan penyesuaian terhadap sistem pendidikan di ITS guna mendukung tujuan ITS menjadi World Class University. PTN-BH juga mewajibkan penggalian uang secara mandiri. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan kepada mahasiswa ITS, rasanya untuk menaikkan UKT tidak memungkinkan. Rencana kedepannya, akan ada Techno Park, hutan kampus dan beberapa alternative lainnya guna mendukung penggalian dana secara mandiri.

Novangga       : Berbicara masalah keamanan di ITS, bagaimana upaya yang akan dilakukan ke depannya guna mengoptimalkan sistem keamanan yang sudah ada?

Pak Joni          : Pada prinsipnya, keamanan di ITS adalah milik bersama. Di ITS terdapat banyak pintu, jika ada yang bertanya mengapa tidak ditutup saja beberapa pintu tersebut ? Jawabannya adalah ketika pintu tersebut ditutup, yang akan terjadi adalah adanya konflik dengan masyarakat sekitar. Solusi sementara dengan digunakannya CCTV yang secara bertahap akan ditingkatkan pengadaannya. Kemudian, menghubungi pihak Polda untuk memberikan pelatihan kepada personel SKK. Menambah jumlah personel bukan merupakan solusi terbaik, karena sejatinya, kesadaran bersama adalah solusi terbaik.

Pak Darmaji    : Kerjasama antar kedua elemen, SKK dan mahasiswa merupakan hal yang penting. Dalam waktu dekat, saya ingin tahu pola kegiatan kemahasiswaan di ITS. Tujuannya adalah agar bisa bergerak pada domain yang sama. Tindakan preventif dari mahasiswa sangat diperlukan guna meminimalisasir resiko kehilangan dan lain-lain.

Untuk hasil lengkap dari CUBITS tersebut dapat diunduh di intip.in/CUBITS. (ham/yon/din)1461155587683[1]

Posted by Vivat Press on

Tingkatkan Kemampuan Menulis Melalui “Workshop: Bengkel Menulis”

VIVAT PRESS

Oedjoe Djuriman, Teknik Kimia ITS, 16 April 2016

Keterampilan menulis merupakan salah satu aspek berbahasa yang penting dan sangat dibutuhkan. Dengan kemampuan menulis, seseorang dapat mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaannya kepada orang lain. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS melalui Badan Semi Otonom (BSO) Vivat Press mencoba memfasilitasi dengan menyelenggarakan “Workshop: Bengkel Menulis” untuk pertama kali pada Sabtu, (16/4). Bertempat di Oedjoe Djuriman Teknik Kimia ITS, acara tersebut menghadirkan Farendy Arlius, seorang Jurnalis Jawa Pos yang juga telah menulis beberapa buku, di antaranya 5 Fondasi Rahasia Pemimpin Unggul dan Aku Cinta Padaku.

Bengkel Menulis ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Gerakan ITS Menulis (GIM) 2016, yang bertema “Creative Writing.” Ivan Avianda, selaku Ketua GIM 2016 menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakannya Bengkel Menulis adalah untuk memfasilitasi mahasiswa ITS agar dapat menulis dan menghasilkan sebuah karya dengan estetika yang baik.

1460932912061[1]Mengawali workshop, Farendy Arlius bercerita mengenai karya yang telah ia tulis. Di samping itu, Farendy juga menceritakan motivasi dirinya dalam menulis. Motivasi tersebut antara lain mempunyai banyak relasi, dekat dengan orang-orang hebat, untuk bersedekah, menyalurkan ilmu, dan hidup abadi. Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Kominfo BEM ITS 2013/2014 tersebut, menulis mempunyai kekuatan tersendiri. “Jika saya berdemo, dan berpanas-panasan, paling cuma satpol PP yang mendengarkan. Tapi bila saya menulis di koran dan menerbitkan buku, suara saya bisa sampai hingga ke istana negara dan menyentuh semua lapisan,” ujarnya.

Selain itu, dalam workshop tersebut, Farendy juga memberikan beberapa jurus ringkas dalam menulis, yaitu pertama dengan mempelajari karya orang lain, mempelajari teori dalam menulis, lalu memulai untuk menulis, kedua dengan bergabung bersama komunitas menulis yang ada, ketiga dengan bertemu para penulis, dan keempat adalah mencari guru dalam menulis.

Peserta nampak sangat antusias, terlebih ketika panitia memutarkan video mengenai Kota Surabaya dan Farendy meminta peserta untuk menuliskan apapun mengenai video tersebut. Ada dua peserta yang membacakan tulisan mereka, yakni berupa cerita pendek dan puisi.

Di akhir, Farendy menutup acara dengan sebuah kalimat, “Syukurilah hidupmu, cintailah amanahmu, merunduklah meski engkau banyak ilmu, dan menulislah demi kemuliaan dan keabadian hidupmu.” (yon/din)

Posted by Vivat Press on

Mahasiswa ITS Peduli dan Bergabung Program CSR Dinsos

VIVAT PRESS

Rektorat Lantai 1 ITS Surabaya, 11 April 2016

Senin (11/4) pukul 10.00 telah dilaksanakan sebuah acara dari Dinas Sosial Kota Surabaya (Dinsos) yang bertemakan tentang CSR (Campus Social Responsibility). Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Jawa Pos, ASTRA dan juga IECC BEM ITS. Acara yang bertajuk “Seminar dan Rekrutmen Campus Social Responsibility (Mahasiswa Pendamping Program Pengetasan anak yang putus Sekolah)” ini dihadiri oleh beberapa pihak terkait diantaranya Anang Hanafi (Koordinator Marketing Jawa Pos), Supomo (Kadinsos), Ayun (Direktur CSR), Jogi Hartomo (Kepala Cabang Auto 2000 Waru dan Ketua Forum CSR Jawa Timur) dan juga perwakilan dari Rektorat yaitu Pak Heru (Wakil Rektor 1) serta beberapa orang jajarannya.

Acara yang berlangsung selama empat jam ini mendapat antusiasme luar biasa dari mahasiswa ITS. Terbagi menjadi 2 fokusan, peserta yang merupakan Mahasiswa ITS terdiri dari perwakilan LMB dan BEM ITS serta mahasiswa ITS lainnya yang tergerak dengan program tersebut. Acara yang dibawa Dinas Sosial mempunyai tujuan sosialisasi tentang program CSR (Campus Social Responsibility) dari Dinsos yg bekerjasama dengan Jawa Pos sekaligus sebagai proses rekrutmen untuk mahasiswa – mahasiswa ITS yg tertarik untuk mengikuti acara tersebut.

Serangkaian acara yang berlangsung dalam acara tersebut diantaranya persembahan sebuah tari remo dari anak tuna grahita binaan Dinsos, Pengarahan program CSR, sharing pengalaman dari volunteer CSR terbaik, dan seleksi mahasiswa – mahasiswa yang ingin bergabung dengan CSR. Direktur IECC, Amir Wahyu Al Karim menyatakan acara tersebut sudah sangat bagus karena pihak Dinsos terjun langsung bersama dengan media pers terkenal seperti Jawa Pos, namun sangat disayangkan karena kegiatan acara tersebut dilaksanakan saat jam kuliah sehingga animo peserta sedikit, dan dinilai publikasi acara tersebut masih kurang digencarkan. Namun semua itu tidak menyurutkan antusiasme KM ITS yang memang tertarik akan program yang erat dengan kegiatan sosial tersebut. “Apalagi waktu sharing dengan volunteer CSR sebelumnya dan juga pihak ASTRA yang sangat bagus dan bermanfaat”, kata Amir.

Selain itu, Amir juga menambahkan bahwa berkat adanya acara tersebut, pihak BEM ITS mendapatkan link dari Dinsos, Jawa Pos maupun ASTRA International. Ia juga berharap acara seperti seminar dan rekrutmen ini dapat terus berlanjut. “BEM ITS selaku badan penghubung antara birokrasi pusat dengan mahasiswa ITS bisa diberi kesempatan lebih dalam membantu penyelenggaraan kegiatan. Kemudian jika ada acara seperti ini lagi bisa banyak yang hadir sehingga bisa memberikan pengalaman kepada adik – adik tingkatnya.” tutur Mahasiswa Teknik Industri tersebut.

Salah satu peserta yang merupakan perwakilan dari BEM FTK, Ana Triyanto, juga menyampaikan bahwa dia juga berminat dalam program CSR ini karena ia merasa terpanggil untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang kurang berutung untuk membalas budi baik masyarakat yang telah membantunya berkuliah di ITS. Mari tingkatkan kepedulian kita untuk sesama yaa ! (mia/din)

1460560238849[1]

Posted by Vivat Press on

Antusiasme Tinggi Warga Keputih Sambut Program Rumah Perjuangan

Vivat Press

Keputih RW 8 RT 3 dan RT 4, 9 April 2016

Setelah sepekan lalu ITS Mengajar meresmikan open recruitment program Rumah Perjuangan pada Roadshow ITS Mengajar, kali ini mereka meresmikannya di Keputih RT 3 dan RT 4 RW 8 yakni tempat yang akan digunakan sebagai rumah perjuangan, hari Sabtu malam kemarin (9/4).

Peresmian ini dihadiri oleh ketua RT 3 RW 8 dan RT 4 RW 8 yaitu Bapak Gatot dan Bapak Fathoni, beberapa warga baik ibu maupun bapak serta anak-anak setempat.Acara tersebut juga hadir pak Tri salah satu warga yang berperan sebagai penghubung antara warga dengan pihak Astra. Berbagai persiapan telah dilakukan sejak siang. Mulai dari memberikan undangan reminder kepada petinggi-petinggi disana serta mempersiapkan acara di lokasi.

Acara berlangsung sekitar 2 jam. Awal acara dimulai sekitar pukul 19.15 WIB dengan mengkondisikan anak-anak yang sedari sore sudah ramai disana. Pertama kali, MC membuka acara dan dilanjutkan oleh sambutan dari ketua pelaksana Rumah Perjuangan yaitu M. Fauqi Akbar yang sekaligus menjelaskan tentang Rumah Perjuangan. Kemudian selanjutnya sambutan dari para petinggi-petinggi desa setempat yakni Pak Gatot, Pak Fathoni, dan Pak Tri. Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pak Fathoni. Setelah doa dipanjatkan, barulah masuk ke acara utama yaitu peresmian Rumah Perjuangan di Keputih RW 8 RT 3 dan RT 4.

Setelah acara utama tersebut dan para petinggi di daerah setempat meninggalkan lokasi, para panitia dari ITS Mengajar memberikan beberapa hiburan untuk anak-anak. Mulai dari ice breaking, games, hingga atraksi sulap dari salah satu mahasiswa ITS Jurusan Teknik Fisika 2015 bernama Adit. Rasa senang dan gelakak tawa tergambarkan di setiap sudut ruang. Anak-anak sangat antusias dalam acara ini.

Saat atraksi sulap selesai, anak-anak tersebut diarahkan untuk mengisi harapan mereka pada selembar kertas yang telah disediakan dan kemudian dimasukkan ke dalam box harapan. Acara itu ditutup dengan pembagian susu pada anak-anak tersebut dan tak lupa berdoa bersama.

Direktur IECC BEM ITS 15/16, Amir Wahyu Al Karim mengatakan bahwa warga berharap program-program yang akan dibawakan oleh Rumah Perjuangan ini jelas dan disampaikan pula ke petinggi-petinggi yang ada disana serta diadakan pelatihan juga. Sampai saat ini antara pihak ITS Mengajar dan para petinggi-petinggi desa setempat masih menyepakati jadwal mengajar yang sesuai dengan calon pengajar Rumah Pengajaran nantinya.

“Harapan saya, para pejuang tangguh yang nantinya lolos seleksi di program Rumah Perjuangan benar-benar bisa memberikan dampak disana, karena warga berharap banyak kepada kita. Problemnya adalah pasca inisiasi program, yaitu untuk mempertahankan kontinuitas program yang cenderung agak berat. Semoga kawan-kawan semuanya bisa terus semangat layaknya semangat dari adik-adiknya”, harap Amir. (iid/mia)

 

Posted by Vivat Press on

Apa Kabar Kedaulatan Maritim Indonesia ?

Vivat Press

Selasar Perpustakaan ITS, 8 April 2016

Simpang siur yang akhir-akhir ini tengah terjadi di negara kita dengan negeri bambu, Tiongkok, China semakin membuat geram. Tidak hanya dirasakan oleh pemerintah, tetapi juga masyarakat, termasuk mahasiswa. Perlu adanya kepedulian dari bangsa terhadap masalah ini. ITS sebagai kampus yang sering dikaitkan dengan maritim, segera mengambil tindakan, yakni dengan menyelenggarakan diskusi terbuka di Selasar Perpustakaan ITS pada Jumat malam kemaren, (8/4) yang dihadiri oleh Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, PhD, guru besar Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS dan Imran IbnuFajri, Presiden BEM ITS 2014/2015.

Q: Mengapa diadakan diskusi terbuka ?
A : Karena saat ini, Indonesia tengah menghadapi masalah kemaritiman dengan Tiongkok. Tiongkok menyebutkan bahwa Laut Natuna merupakan Laut Tiongkok. Padahal penduduk di Pulau Natuna adalah orang Indonesia. Perbatasan laut menjadi masalah utamanya. Oleh karena itu, kami mengadakan diskusi terbuka ini untuk mendorong kepedulian mahasiswa ITS bukan hanya mereka dari FTK saja tetapi juga semua elemen di ITS. Pada diskusi ini pula, kami mengundang Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, PhD selaku guru besar FTK yang lebih mengerti akan keadan maritim di Indonesia dan Imran Ibnu Fajri. Jadi, mahasiswa yang datang ke diskusi ini dapat menambah wawasan akan kemaritiman di Indonesia.

Q : Memangnya bagaimana keadaan maritim di Indonesia saat ini ?
A : Menurut penjelasan dari Prof. Daniel, kemaritiman di negara kita 40 tahun lalu masih telantar, baru 2-3 tahun terakhir ini mulai dibesarkan anggarannya. Namun sampai saat ini, keadaan kemaritiman kita masih terpuruk. Hal ini dikarenakan pemerintah tidak langsung hadir di laut, tetapi masih di darat. Jika keadaan maritim kita masih terpuruk, maka keadaan masyarakat yang tinggal dipesisir akan bertambah susah. Beberapa hari yang lalu pemerintah membangun pelabuhan di daerah pesisir. Akan tetapi, jika di pesisir tersebut tidak dibangun industri, maka akan sulit untuk dikelola. Pemerintah Jokowi sebenarnya sudah menyusun misi kemaritiman di Indonesia, namun untuk pelaksanaannya butuh waktu 10 tahun.

Q : Lalu apakah pemerintah Indonesia sudah dapat dikatakan bertindak secara tepat ?
A : Sampai saat ini, pemerintah masih jauh dari kata “tepat”, karena pemerintah sendiri bingung tindakan apa yang harus diambil. Mungkin saja hal ini terjadi karena kesalahan berpikir yang sudah ada. Hal inilah yang harus diperbaiki.

Q : Bagaimana dengan kedaulatan maritim di Indonesia ?
A : Kita ini masih dijajah. Kita membiarkan negara lain mengelola sumber daya, padahal kitalah yang memproduksinya. Sehingga yang menikmati hasilnya bukan negara kita sendiri. Kepentingan perdagangan ini berhubungan dengan kepentingan maritim. Jika ingin aktif di laut, maka perbanyak kapal di Indonesia. Saat ini kapal niaga di Indonesia jumlahnya cukup banyak, namun kapal perang dan kapal negara masih kurang.

Q : Dengan masalah yang terjadi ini, apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa ?
A : Sekolah saat ini semakin menjauhkan anak didiknya dengan alam dan mendekatkan dengan digital. Sehingga saat terjun ke dunia nyata, mereka masih gagap untuk menghadapi persoalan yang ada. Perlu adanya revolusi mental dan pikiran. Oleh karena itu, kita harus menjaga imajinasi Indonesia, bukan mereduksi imajinasinya. Mahasiswapun tidak boleh salah kepekaan ruangnya. Maksudnya disini, yaitu jarak dan hubungan. Jika ruang tepat, maka hubungan akan banyak, sehingga akan menambah wawasan. Dengan adanya masalah ini, kita harus bertindak. Bertindak inipun bukan berarti kita harus aksi turun ke jalan. Tak lain hanya untuk mengingatkan pemerintah. Namun jika dari pemerintah sendiri cuek, maka kita harus gerak. Karena pada umumnya, semua negara pasti memiliki masalah kemaritimannya sendiri. Hanya saja yang membedakan adalah cara mengatasinya.

Demikianlah beberapa hal yang dapat diambil dari diskusi kemarin malam. Walaupun waktu yang tersedia terbilang singkat, namun Oxi selaku Menteri Kebijakan Publik BEM ITS 15/16 merasa senang karena peserta sangat antusias pada diskusi ini.

“Saya berharap dengan diadakannya diskusi ini dapat menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap maritim di Indonesia”, ujar Oxi pada akhir diskusi. (iid/yon)