Monthly Archives

3 Articles

Posted by Vivat Press on

Konsolidasi Nasional Forum Perempuan BEM Seluruh Indonesia

VIVAT PRESS

Telkom University, 13-14 Juni 2016

Perwakilan Forum Perempuan ITS beserta Kementerian Pemuda dan Kebangsaan BEM ITS 2015/2016 tengah mengikuti Konsolidasi Nasional Forum Perempuan BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Bertempat di Telkom University Kota Bandung, hari pertama berisi serangkaian kegiatan Konsolidasi Nasional FP BEM SI dengan tema “Peran Perempuan Dalam Perlindungan, Dilihat dari Tingkat Kerawanan di Lingkup Sosial Masyarakat” dihantarkan dengan dialog nasional oleh DR. Hj. Netty Prasetyani Heryawan dan Hj. Diah Nurwitasari.

Berdasarkan dialog yg berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 12.20 WIB, dipaparkan mengenai faktor penyebab terjadinya segala bentuk kekerasan utamanya kekerasan seksual pada masyarakat Indonesia. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah budaya masyarakat, pengaruh media, kurang tegasnya hukum, dan banyak faktor lainnya. Setiap faktor tersebut layaknya sebuah jaring-jaring kusut yang tdk nampak simpulnya, sehingga kedua pemateri sepakat bahwa setiap faktor yg menyebabkan terjadinya kekerasan seksual harus diatasi secara pararel oleh setiap elemen masyarakat dengan sinergisitas tinggi.

Setelah jam istirahat siang, sekitar pukul 13.30 WIB serangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan oleh Women Self Defense of Koporyu atau yang kerap disingkat dengan WSDK. WSDK adalah teknik beladiri dengan penekanan pada gerakan sehari-hari yang relatif praktis dan sederhana sehingga mudah diingat serta dipraktekkan. Mengangkat slogan singkat “Lembut bukan Berarti lemah, dalam kelembutan tersimpan kekuatan”, WSDK mengajarkan peserta (perempuan) untuk memanfaatkan alat-alat yang familiar dengan kehidupan perempuan sehari-hari sebagai senjata untuk mempertahankan dan membela diri. Peserta dibekali keterampilan bela diri dengan menggunakan lipstik, botol air mineral, pulpen, dan benda-benda sederhana lainnya. WSDK juga menamakan jurus-jurusnya dengan nama yang mudah diingat seperti teknik mendorong, bercermin, kepret, cubit, dan lain sebagainya.

Pelatihan WSDK berlangsung hingga pukul 16.00 WIB, agenda Konsolnas dilanjutkan kembali pada pukul 20.00 WIB. Progress Report yang dimoderatori oleh Mahasiswi STEI SEBI, Fatia Rahma, diawali dengan diskusi masing-masing wilayah selama 60 menit. Forum Perempuan ITS tergabung dalam wilayah Jawa Timur yang dikoordinasikan oleh Universitas Brawijaya. Pada konsolnas kali ini, wilayah Jawa Timur memiliki fokusan terhadap tiga poin permasalahan yaitu, kekerasan pada perempuan dan anak, pelecehan seksual, dan kanker servix. Nihlatunnur selaku ketua Forum Perempuan yang dinaungi oleh Kementerian Pemuda dan Kebangsaan BEM ITS 2015/2016 memaparkan mengenai kajian internal yang sempat dilaksanakan oleh FP ITS terkait RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Selain itu, menurut Sekretaris Kementerian Pemuda dan Kebangsaan BEM ITS 2015/2016 yang turut hadir dalam konsolidasi nasional tersebut, ada baiknya jika isu tersebut dikerucutkan lagi menjadi satu isu yaitu kekerasan pada perempuan dan anak, karena pelecehan seksual serta kanker serviks dapat diakarkan atau dicabangkan dari judul isu tersebut. Perwakilan ITS tengah membuat sebuah diagram tulang ikan dengan beberapa entitas dan akarnya. Beberapa entitas tersebut diantaranya adalah hukum, media masa, pendidikan karakter, dan sistem informasi. Pemaparan mengenai diagram tulang ikan tersebut dilanjutkan pada hari berikutnya.

Konsolidasi nasional dilanjutkan pada pukul 07.50 WIB dengan penyamaan persepsi mengenai urgensitas adanya Forum Perempuan, yakni untuk pengorganisasian perempuan demi pembentukan basis masa perempuan serta wadah bagi perempuan “concern” membahas isu terkait diri perempuan. Setelah adanya persamaan persepsi, setiap perwakilan perempuan yang hadir, agenda selanjutnya adalah tanggapan-tanggapan terhadap progress report yang telah dilaksanakan hari Senin (13/06/2016). Beberapa usulan muncul mengenai isu di setiap wilayah, namun karena dirasa pergerakan Forum Perempuan secara Nasional kurang terintegrasi, maka mulai dipertanyakan langkah pergerakan yang terintegrasi secara nasional. Perwakilan ITS mengangkat rancangan diagram tulang ikan yang telah dibahas pada diskusi wilayah Jawa Timur malam sebelumnya, yang kemudian disepakati oleh forum dengan beberapa revisi. Tanggapan perwakilan dari ITB mengenai mekanisme revisi diagram tersebut secara teknis menggunakan matriks 3N. Pembahasan mengenai tanggapan perwakilan ITB tersebut dilanjutkan setelah istirahat siang dan melompat pada pembahasan mengenai goals jangka panjang serta jangka pendek Forum Perempuan BEM SI. (azz/mia)

Posted by Vivat Press on

LKMM TM STT PLN, Sambung Silaturahmi antara STT PLN dan ITS

VIVAT PRESS

Kampus STT PLN-Jakarta Barat, 30 Mei-2 Juni 2016

Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa atau yang sering disingkat dengan LKMM merupakan salah satu kegiatan kampus yang memberikan pembekalan kepada mahasiswa tentang materi keorganisasian, kepemimpinan, dan memanajemen diri. Tentunya setiap kampus menyelenggarakan kegiatan ini, salah satunya yaitu STT PLN.

Tahun ini STT PLN untuk kali pertamanya mengadakan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM TM). LKMM TM ini diikuti oleh 18 peserta, berlangsung mulai hari Senin (30/5) hingga hari Kamis (2/6). Sebelumnya telah dilaksanakan ramah tamah yang mengundang jajaran pimpinan kampus STT PLN dan pejabat walikota Jakarta Barat.

Namun dalam pelatihan ini, STT PLN belum memiliki pemandu LKMM TM. Oleh karena itu, STT PLN meminta bantuan Pemandu Reformasi ITS melalui Bakor Pemandu ITS untuk mengisi materi LKMM TM terutama materi TPD, AKO, dan RPO. Perwakilan dari pemandu reformasi ITS yakni Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha atau yang kerap dipanggil Ozha, mahasiswa jurusan Material & Metalurgi FTI-ITS 2012.

Dua tahun yang lalu Presiden BEM STT PLN atau yang akrab disapa kak Inus, diundang ke LKMM TM XIII FTI-ITS. Maka tahun ini saatnya STT PLN yang menyambung silaturahim dengan ITS lewat pelatihan serupa. Rafly selaku menteri PSDM STT PLN 2015/2016 menjelaskan,“Ide untuk mengundang pemandu dari ITS adalah karena penyusunan jenjang dan pelaksanaan LKMM ITS yang sudah terstruktur, apalagi saya juga partner dari Ozha dan Suto di LKMM TL ITS 2015 lalu.”

Pada saat penutupan LKMM TM yang juga bertepatan pada hari ini, akan diadakan pentas budaya dan pengukuhan lulusan LKMM TM STT PLN 2016.(iid/din)

Posted by Vivat Press on

LKMM-TL, Hasilkan Pemuda Revolusioner Penggagas Peradaban Bangsa

VIVAT PRESS
Hotel Harris Surabaya, 28-30 Mei 2016

Senin (30/5) lalu, telah terlaksana hari terakhir dari Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa-Tingkat Lanjut (LKMM-TL) yang berlangsung di Hotel Harris, Surabaya. Pelatihan yang merupakan jenjang terakhir dari sederet pelatihan LKMM ini diadakan selama tiga hari dan berfokus pada pelatihan manajemen wacana, di mana para peserta diharapkan mampu memanajemen suatu wacana dan mengajak publik untuk mengikuti wacana yang telah mereka buat.
Manajemen wacana atau opini publik yang bertajuk Pemuda Revolusioner Penggagas Peradaban Bangsa ini tidak hanya sekedar berlatih menulis, tetapi konteksnya lebih umum. Sehingga peserta mampu mengangkut suatu permasalahan dalam suatu tempat, dan peserta mampu merumuskan wacana dari data valid mengenai permasalahan tersebut. Hingga pada akhirnya, para peserta dapat melempar wacana tersebut agar publik mampu mengikuti wacana yang telah dirumuskan.
“Dari 20 peserta LKMM-TL, 15 peserta dari ITS dari 5 peserta dari PENS, diharapkan mereka bisa lebih peka terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di sekitarnya dan menjadi solusi dari permaslahan tersebut, bukan menjadi penambah masalah,” ungkap Fandi Adi Nugraha selaku Kabakor.
Untuk mendukung pelatihan ini, para peserta dipandu oleh perancang LKMM, yakni Indrajaya Gerianto yang merupakan pensiunan dosen Sistem Perkapalan,Budi Utomo dari Teknik Mesin ITS, serta Heru Lumaksono dari PPNS. Ketiga dosen pemandu tersebut menyampaikan beberapa materi, antara lain materi tentang keterampilan manajemen publik, pemuda, dan peran media dalam membangun peradaban bangsa. Selain penyampaian materi dalam ruangan, para peserta melakukan kunjungan lapangan di Medokan Ayu dan Wonorejo.
“Kunjungan lapangan ini berfungsi agar para peserta langsung berinteraksi dengan masyarakat untuk mendapatkan data valid. Sehingga para peserta mampu merumuskan suatu permasalahan dan membuat wacana dari permasalahan tersebut,” tutup Fandi. (ast/mia/yon)