Monthly Archives

2 Articles

Posted by Vivat Press on

TEKNOLOGI UNTUK NEGERI, DARI MAHASISWA UNTUK NELAYAN BANYUWANGI

VIVAT PRESS

Pantai Cemara Banyuwangi, 25-26 Juli 2016

Senin (25/5) sore di Pantai Cemara Banyuwangi berkumpul nelayan pantai cemara, mahasiswa ITS, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, Dinas Pariwisata Banyuwangi, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dalam rangka Acara Teknologi Untuk Negeri (TUN) yang diadakan oleh BEM ITS dan UKM Maritime Challange yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Untag Banyuwangi. Mahasiswa ITS yang ikut dalam acara ini sebanyak 7 Tim dengan membawa alatnya masing-masing. Pada sore itu setiap tim mempresentasikan karyanya di depan semua yang hadir dan dilakukan voting oleh nelayan untuk menentukan teknologi mana yang paling aplikatif untuk diterapkan langsung di Pantai Cemara.

Acara dimulai dengan sambutan-sambutan dilanjutkan dengan presentasi tiap tim di depan seluruh nelayan. Setelah itu nelayan menanyakan langsung bagaimana cara kerja alat kepada peserta TUN di stan yang disediakan.
TUN juga mengadakan “Seminar Nasional Banyuwangi” (26/7) yang diadakan di Aula Untag Banyuwangi dihadiri 600 peserta dari berbagai daerah di Banyuwangi. Seminar ini mengundang berbagai pembicara yang ahli di bidang maritim yaitu Prof. Daniel sebagai pakar maritim, Perwakilan Kementerian Perikanan dan Kelautan, serta Bupati Banyuwangi.
Acara dilanjutkan kembali di Pantai Cemara dengan bersama-sama membersihkan pantai, melihat hutan cemara, dan pelepasan 40 tukik atau anak kura-kura, dimana Pantai Cemara merupakan tempat konservasi penyu. Dilanjutkan dengan pengumuman pemenang, berdasarkan hasil voting nelayan, pemenang diraih oleh tim yang membuat alat pendingin ikan dengan tenaga surya dan panel surya penghasil listrik. Acara diakhiri penyerahan secara simbolis alat dari mahasiswa ITS kepada nelayan Pantai Cemara.

“Acara ini bertujuan untuk memberikan kebermanfaatan bagi nelayan secara langsung dari mahasiswa ITS. Mahasiswa ITS itu cerdas, dan akan lebih baik jika karyanya tidak berhenti di kompetisi dan mendapatkan hadiah namun benar-benar diaplikasikan dan memberi manfaat kepada nelayan seperti acara Teknologi Untuk Negeri ini” Tutur Nafi sebagai Sekertaris Kementerian Riset dan Teknologi BEM ITS. (rhm/din/mia)

Posted by Vivat Press on

MENGISI LIBURAN BERMANFAAT, PPI BELANDA GOES TO CAMPUS ITS SURABAYA

VIVAT PRESS

Gedung Pasca Sarjana lantai 3 ITS Surabaya, 25 Juli 2016

Senin pagi (25/07) gedung pasca sarjana kampus pahlawan didatangi beberapa mahasiswa. Meski statusnya masih liburan, tak menyurutkan keinginan para peminat studi ke luar negeri para mahasiswa di universitas-universitas di Surabaya ini.

PPI Belanda Goes to Campus, begitulah kegiatan ini dinamakan. Berisikan penyampaian pengalaman dan panduan dari teman-teman anggota PPI Belanda yang kini masih sedang menempuh studi di negeri kincir angin itu. Acara dimulai pada pukul 09.30 hingga pukul 12.15 ini difasilitasi oleh Kementerian Hubungan Luar BEM ITS.

Setelah dibuka dengan sambutan oleh Khalid Abri atas nama Kabinet BEM ITS Berani, pemaparan disampaikan secara bergantian oleh dua mahasiswa Master dan seorang mahasiswi Doktor di TU Delf, Belanda. Mas Rony dan Mas Aldi dari alumni ITB yang kemudian melanjutkan program master di bidang yang sama dan lebih spesifik. Sedangkan Mbak Sayidah adalah alumni ITS yang melanjutkan program doktornya selagi telah menjadi dosen di kampus almamaternya.

Acara yang berlangsung di tengah liburan kuliah ini ternyata masih sangat menarik perhatian besar para mahasiswa, mayoritas dari teman-teman yang berada di semester enam keatas yang datang menghadiri acara tersebut. Peserta Goes to Campus oleh PPI Belanda ini dihadiri berbagai macam kampus, selain ITS ada juga dari Ubaya, Unair dan lain sebagainya yang berjumlah total 104 orang.

Di penghujung acara, Ago, penanggung jawab agenda ini dari pengurus Kementerian Hublu BEM ITS menuturkan tujuan acara ini, tiada lain untuk memberi penjelasan dan pengarahan tentang bagaimana proses, pengalaman, dan perjalanan mengambil studi di negeri orang, khususnya di Belanda.(din/mia)