Monthly Archives

2 Articles

Posted by Vivat Press on

Forum Bidang Ristek: Evaluasi Kondisi Keilmiahan di KM ITS

VIVAT PRESS

Sekretariat ITS Gedung KPA Lt. 3, 22-23 Agustus 2016

Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS menyiapkan langkah strategis bersama perwakilan Departemen ristek/Profkil/Piltek HMJ dan BEM F melalui Forum Bidang Ristek. Forum ini dilaksanakan pada Senin (22/8) hingga Selasa (23/8) di Sekretariat ITK, Gedung KPA Lt. 3. Hari pertama forum, membahas mengenai evaluasi kondisi keilmiahan di KM ITS. Selain itu, dibahas pula mengenai evaluasi pelaksanaan PKM 2016 yang telah usai, di mana ITS berada di peringkat 4. Pewacanaan adanya pola pengembangan keilmiahan lewat pelatihan berjenjang pun juga turut dibahas. “Forum hari pertama memang lebih difokuskan ke evaluasi sekaligus penjabaran pola pengembangan yang akan disepakati di hari kedua, terkait penjabaran pola pengembangan telah diwacanakan pasca pelaksanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 29,” tegas Adam Widi Bagaskarta, Pelaksana Tugas Menteri Riset dan Teknologi BEM ITS. Pada hari kedua, forum bidang ini mengadakan musyawarah untuk menyepakati beberapa hal yaitu, pembagian ranah tiap-tiap ormawa (HMJ, BEM F dan BEM ITS) dalam menyukseskan pelaksanaan PKM 2017, kemudian menyepakati pola pengembangan keilmiahan yang berjenjang, mulai dari Tingkat Dasar (TD) yang berisikan tentang pengenalan dasar-dasar menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan sasaran mahasiswa baru, Tingkat Menengah (TM) yang berisikan tentang bagaimana membuat karya itu tidak hanya sekedar tulisan tapi bisa dibuat prototype dan kemudian Tingkat Lanjut (TL) yang berisikan bagimana karya itu bisa dituliskan menjadi jurnal ilmiah atau dipublikasikan.

Selain itu juga disepakati program yang akan dijalankan bersam, yaitu masterpiece.its.ac.id, sebuah web karya kebanggaan ITS yang membutuhkan dukungan dari semua HMJ dan BEM F untuk bisa turut berpatisipasi menampilkan karyanya di web tersebut, juga pelaksanaan advokasi bersama untuk jalannya realisasi karya yang lebih baik karena tidak dipungkiri realisasi karya baik ke arah komersil ataupun pengabdian masyrakat tidak hanya tanggung jawab ormawa saja, tapi juga tanggung jawab bersama dengan ITS. Sehingga, perlu diadakan dialog-dialog agar realisasi karya bisa berjalan baik dan saling sinergi satu sama lain.

Terkait adanya pemberlakuan larangan bagi mahasiswa baru untuk mengikuti kegiatan yang diadakan jurusan, Adam menanggapi bahwa nantinya akan diatur secara lebih fleksibel mengenai pelaksanaannya oleh siapa, bisa oleh fakultas, bisa juga oleh HMJ bila jurusannya memperbolehkan.

“Harapannya, yang telah disepakati di raker ormawa bisa dilaksanakan dengan bersama dan dengan baik, dan kepengurusan selanjutnya juga bisa mengawal apa yang telah disepakati,” tukas Adam Widi Bagaskarta. (ristek/lut/yon)

Posted by Vivat Press on

BEM ITS Tampung Aspirasi Warga Kampung Mitra melalui Forum Bidang Sosmas

VIVAT PRESS

Balai Kelurahan Kejawan Putih Tambak, 05 September 2016

Forum bidang Sosial masyarakat (Sosmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS telah dilaksanakan di Balai Kelurahan Kejawan Putih Tambak RW 1, pada Senin (5/9). Forum yang diselenggarakan mulai jam 19.30 ini membahas dua pokok bahasan, yaitu sosialisasi proker dari BEM ITS serta pemaparan info-info lain terkait pengembangan fasilitas warga kampung mitra.

Forum ini adalah forum pertemuan kedua antara bidang Sosmas BEM ITS dengan warga RW 1 Kejawan Putih Tambak. Forum pertama yang dilakukan hanya sebatas perkenalan secara umum dari kedua belah pihak.Selain pihak BEM ITS, forum ini juga dihadiri oleh ketua RW 1 Kejawan Putih Tambak, beberapa ketua RT, perwakilan dari ibu-ibu PKK serta para remaja yang aktif di karang taruna setempat. Salah satu hasil yang disepakati pada forum ini adalah perihal acara Menuju Kampus Teknologi (MKT) yang membawahi tiga bidang yaitu bidang sosmas, ristek, dan perekonomian.

Sepanjang forum, banyak sekali masukan-masukan dari warga terkait teknis penyelenggaraan. “Selain untuk memaparkan proker kami (bidang sosmas BEM ITS), forum ini juga bertujuan untuk menampung aspirasi warga kampung mitra. Karena maksud kami adalah untuk memberdayakan warga kampung mitra, bukan sekedar menjalankan proker saja,” jelas Khoirul Anam, salah satu penanggung jawab agenda Sosmas BEM ITS.

Rangkaian kegiatan menuju acara MKT direncanakan akan dimeriahkan oleh penampilan warga setempat seperti penampilan tari india dan remo hingga pembacaan puisi. Rangkaian acara ini juga turut di semarakkan dengan pelatihan untuk menyiapkan makanan bergizi, pelatihan komputer, dan pelatihan hidroponik. Sedangkan ketika nanti acara digelar, sosmas BEM ITS akan menyediakan 92 stan yang bisa diisi oleh mahasiswa-mahasiswa ITS untuk menjajakan dagangannya.
Ketika ditanya masalah perkembangan kepedulian mahasiswa dengan warga, mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Teknik Elektro ITS itu mengaku bahwa mahasiswa ITS masih memiliki kepedulian yang minim dengan warga sekitar. “Banyak sekali mahasiswa ITS yang berpikir bahwa memberdayakan masyarakat hanya tugas bidang sosmas saja. Padahal kami hanyalah penghubung antara mahasiswa ITS dengan masyarakat. Mahasiswa ITS harusnya lebih peduli dengan masyarakat. Karena sejatinya mahasiswa lahir dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat,”pungkas mahasiswa yang akrab dipanggil Anam itu. (ath/yuk/yon)