BEM ITS Tampung Aspirasi Warga Kampung Mitra melalui Forum Bidang Sosmas

VIVAT PRESS

Balai Kelurahan Kejawan Putih Tambak, 05 September 2016

Forum bidang Sosial masyarakat (Sosmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS telah dilaksanakan di Balai Kelurahan Kejawan Putih Tambak RW 1, pada Senin (5/9). Forum yang diselenggarakan mulai jam 19.30 ini membahas dua pokok bahasan, yaitu sosialisasi proker dari BEM ITS serta pemaparan info-info lain terkait pengembangan fasilitas warga kampung mitra.

Forum ini adalah forum pertemuan kedua antara bidang Sosmas BEM ITS dengan warga RW 1 Kejawan Putih Tambak. Forum pertama yang dilakukan hanya sebatas perkenalan secara umum dari kedua belah pihak.Selain pihak BEM ITS, forum ini juga dihadiri oleh ketua RW 1 Kejawan Putih Tambak, beberapa ketua RT, perwakilan dari ibu-ibu PKK serta para remaja yang aktif di karang taruna setempat. Salah satu hasil yang disepakati pada forum ini adalah perihal acara Menuju Kampus Teknologi (MKT) yang membawahi tiga bidang yaitu bidang sosmas, ristek, dan perekonomian.

Sepanjang forum, banyak sekali masukan-masukan dari warga terkait teknis penyelenggaraan. “Selain untuk memaparkan proker kami (bidang sosmas BEM ITS), forum ini juga bertujuan untuk menampung aspirasi warga kampung mitra. Karena maksud kami adalah untuk memberdayakan warga kampung mitra, bukan sekedar menjalankan proker saja,” jelas Khoirul Anam, salah satu penanggung jawab agenda Sosmas BEM ITS.

Rangkaian kegiatan menuju acara MKT direncanakan akan dimeriahkan oleh penampilan warga setempat seperti penampilan tari india dan remo hingga pembacaan puisi. Rangkaian acara ini juga turut di semarakkan dengan pelatihan untuk menyiapkan makanan bergizi, pelatihan komputer, dan pelatihan hidroponik. Sedangkan ketika nanti acara digelar, sosmas BEM ITS akan menyediakan 92 stan yang bisa diisi oleh mahasiswa-mahasiswa ITS untuk menjajakan dagangannya.
Ketika ditanya masalah perkembangan kepedulian mahasiswa dengan warga, mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Teknik Elektro ITS itu mengaku bahwa mahasiswa ITS masih memiliki kepedulian yang minim dengan warga sekitar. “Banyak sekali mahasiswa ITS yang berpikir bahwa memberdayakan masyarakat hanya tugas bidang sosmas saja. Padahal kami hanyalah penghubung antara mahasiswa ITS dengan masyarakat. Mahasiswa ITS harusnya lebih peduli dengan masyarakat. Karena sejatinya mahasiswa lahir dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat,”pungkas mahasiswa yang akrab dipanggil Anam itu. (ath/yuk/yon)