Daily Archives

One Article

Posted by Vivat Press on

BEM ITS Tak Lupa Beri Oleh-oleh Untuk Pak Arcandra Tahar

VIVAT PRESS

Kampus ITS Surabaya, Rabu 2 November 2016

Rangkaian acara peringatan Dies Natalis ITS ke-56 tahun ini turut menggelar acara Talkshow Kemandirian Energi, Sabtu (29/10). Tamu istimewa dalam acara tersebut adalah Dr Arcandra Tahar, Wakil Menteri Kementrian ESDM Kabinet Jokowi. Ia pun memberikan orasi ilmiah di hadapan peserta yang hadir pagi itu. Hingga seusai acara dan sebelum pulang dari Surabaya BEM ITS pun tak lupa memberikan oleh-oleh. Seperti apa oleh-oleh yang diberikan BEM ITS ?

Ditemui secara terpisah, Presiden BEM ITS, Novangga Ilmawan membenarkan bahwa oleh-oleh yang diberikan ke Pak Wamen tersebut adalah berupa buku dan hasil kajian. Ada dua tokoh yang mendapat oleh-oleh khusus tersebut, selain Arcandra Tahar ada juga Ir Satya Widya Yudha MSc, anggota komisi VII DPR RI Bidang Energi, SDM, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup yang diberikan Buku Kajian Hasil Buatan BEM ITS.

Diakuinya, dua buku itu diberikan secara terpisah dan berbeda orang pula. Ia kebagian memberikan buku tentang Kedaulatan Energi untuk Kebangkitan Bangsa hasil diskusi Aliansi BEM Seluruh Indonesia Bidang Energi ke Pak AT. Sedangkan Pelaksana Tugas Harian (Plt) Menteri Kordinator Berani Ekspansi, M Ikhwan Rahman mendapat tugas memberikan Buku Kajian BEM ITS Tentang Analisa Urgensitas Revisi Undang-Undang No 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi ke Pak Satya Widya.

Dalam keterangannya, Novangga menjelaskan bahwa isi Buku Kedaulatan Energi untuk Kebangkitan Bangsa memuat tentang solusi-solusi atas beberapa permasalahan bangsa, yakni permasalahan Energi Baru Terbarukan, Minerba, Tata Kelola Migas dan Kelistrikan.

Dalam isi bukunya, memuat tentang solusi ril atas keempat permasalahan tadi dari hasil diskusi anggota BEM SI di bidang energi. Ia pun berharap, buku tersebut dapat menjadi salah satu referensi untuk kementrian ESDM. “Beliau bilang kalau sangat mengapresiasi oleh-oleh tersebut, ia juga berpesan agar mahasiswa selalu aktif untuk mengawal dan memberi referensi bagi kebijakan pemerintah,” jelas angga.

Sementara itu, Plt Ikhwan turut menjelaskan tentang bagiannya memberikan hasil kajian dari internal BEM ITS ke Pak Satya Widya. Menurutnya isi kajian buku kemarin adalah tentang analisa urgensitas revisi undang undang nomor 22 tahun 2001, tentang minyak dan gas bumi.

Sesuai yang kita ketahui, bahwa UU itu telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi sejak 2012 dan harus direvisi. Namun, nyatanya sampai hari ini revisi terkait undang undang tersebut masih belum terjadi. “ Isi bukunya tentang tata kelola migas dari hulu sampai hilir, tentang tata kelola sekarang dan tata kelola yang ideal tentunya,” ungkap Ikhwan.

Diakuinya, alasan pemberian kajian itu ke Pak Satya karena memang beliau adalah wakil rakyat yang memegang amanah dari Rakyat Indonesia. “Apalagi beliau merupakan wakil ketua dari Komisi VII DPR RI yang menangani tentang energi dan mineral juga. Jadi bisa memberikan sudut pandang baru bagi yang berada di senanyan sana,” jelasnya.

Ia pun berharap agar revisi Undang Undang No 22 Tahun 2001 segera dilakukan sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi Rakyat Indonesia. Kedaulatan di bidang energi pun bukan hanya menjadi mimpi lagi, namun bisa diwujudkan. ”Komentar beliau sangat antusias karena masyarakat dalam hal ini mahasiswa masih peduli tentang permasalahan yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (akh).