Tuntutan KM ITS Telah Tersampaikan

Kamis (12/10), kado awal tahun yang diberikan Presiden Jokowi mengenai kebijakan barunya membuat keresahan di masyarakat, tak terkecuali golongan mahasiswa.

Fungsi mahasiswa sebagai social control membuat KM ITS tidak ingin tinggal diam melihat keresahan yang dialami masyarakat.
Alhasil, eskalasi penyampaian tuntutan KM ITS yang dihasilkan melalui Pusat Kajian Strategis (Pukat) sejak selasa malam (10/10) membuat KM ITS bergerak untuk menyampaikan aspirasinya.

Rofi Arga Hardiansyah, Presiden BEM ITS, mengatakan, hasil tuntutan KM ITS telah tersampaikan dengan baik kepada Ketua DPRD Komisi A, Dr Freddy Poernomo SH MH.
Ia mengucap syukur lantaran tiga poin tuntutan KM ITS telah tersampaikan kepada perwakilan DPRD.

Tiga poin tuntutan itu, ujar Arga, antara lain menuntut transparansi dan akuntabilitas kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi.

Selain itu, menuntut pemerintah Republik Indonesia untuk mengkaji kembali data penerima subsidi listrik serta memberikan transparansi kriteria dan paramater yang jelas dalam melakukan klasifikasi kategori masyarakat layak dan tidak layak untuk disubsidi.

“Yang terakhir menuntut pemerintah Republik Indonesia untuk memberikan penjelasan alokasi penggunaan anggaran yang diambil dari dana penghematan subsidi listrik,” ujar mahasiswa asal Jakarta tersebut.

Menanggapi tuntutan itu, Ketua DPRD Komisi A, Dr Freddy Poernomo SH MH, menyatakan berterima kasih dan akan menjamin untuk menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.

Ia mengatakan bahwa kewenangan DPRD Jawa Timur tidak sampai merubah kebijakan.

“Tapi akan kita sampaikan. Terima kasih kepada mahasiswa, dengan begini saya yakin mahasiswa masih mempunyai kepedulian sosial kepada rakyat,” ujar Freddy.

Untuk menjamin hal tersebut, Freddy membuka lebar bagi setiap mahasiswa dari Perguruan tinggi di Jawa Timur untuk berdialog dan berdiskusi mengenai kebijakan.

“Saya pernah menjadi mahasiswa juga pernah menjadi aktivis, saya tau rasanya. Tetaplah berjuang mahasiswa,” tutup Freddy sembari meneriakkan jargon hidup rakyat dan mahasiswa.

Selain DPRD Jawa Timur, Arga turut memberikan pernyataan tuntutan kepada Pemerintah provinsi Jawa Timur yang diwakilkan oleh Wakil Gubernur.

Alumni ITS Turut Bantu Sampaikan Aspirasi KM ITS

Salah satu alumni ITS, Ir Yusuf Rohana mengatakan akan turut membantu dan mengawal aspirasi KM ITS.
Pria yang menjabat sebagai DPRD komisi B bidang perekonomian tersebut mengaku senang melihat pergerakan mahasiswa terutama ITS tidak padam.

Ia pun secara terbuka memberi undangan kepada aktivis BEM ITS jika ingin berdialog mengenai kebijakan pemerintah di rumahnya.

“Kebetulan rumah saya itu di Keputih, jadi silahkan datang, kita diskusi mengenai negara ini,” tutup alumni Teknik Mesin ITS’89 ini.