BEM ITS Kembali Mendapat Amanah Sebagai Koordinator Isu Maritim

Vivat Press
Samarinda, 27 Januari 2017

Setelah dilakukan sidang MUNAS selama beberapa hari yang lalu, pada Jumat (27/01) telah berakhir serangkaian acara sidang tersebut. Berdasarkan hasil sidang MUNAS, BEM ITS kembali mendapat amanah sebagai Koordinator Isu Maritim. Kembalinya ITS menjadi Koorsu Maritim karena dianggap masih menjadi kampus yang secara progresif melakukan kajian kemaritiman dan memiliki sumber daya manusia yang baik di sektor tersebut.

Pada sidang MUNAS BEM-SI X, terdapat sidang Pleno 3 yang menetapkan Koordinator Pusat adalah Universitas Sebelas Maret, Koordinator Forum Perempuan adalah Universitas Padang dan Koordinator Wilayah BEM-SI untuk Jawa Timur adalah Universitas Brawijaya. Selain itu, terdapat sidang Pleno 4 di mana salah satu hasilnya yaitu menetapkan ITS sebagai Koordinator Isu Maritim.

Rofi Arga Hardiansyah menyampaikan bahwa, dengan ini BEM ITS harus mampu memberikan kinerja dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Dua dari sembilan Nawacita Jokowi adalah tentang kemaritiman. Visi yang selalu disampaikan Jokowi adalah Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia. Kedua hal tersebut sudah menjadi landasan kuat mengapa maritim ini harus tetap dipertahankan dan dikawal perkembangannya. Maka dari itu, BEM ITS kedepan berkomitmen untuk menjadi partner pemerintah demi perkembangan Maritim Indonesia.

“Jalannya sidang pleno lancar dan kondusif, karena setiap kampus lebih mengutamakan urgensi kondisi pemerintahan Indonesia saat ini dari pada hal yang lain. Sebelum sidang ditutup, forum menyepakati Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional dua bulan setelah MUNAS berlangsung,” jelas Muhammad Aris Ashari selaku Menteri Koordinator Luar Negeri BEM ITS 15/16 yang ikut serta dalam sidang MUNAS tersebut.

Selepas sidang, tepatnya pukul 10.30 WITA diadakan aksi Resolusi Berpendapat di depan GOR Sempaja, Samarinda. Aksi tersebut dilakukan karena pada saat aksi 121 di seluruh Indonesia polisi cenderung represif dan menghalangi mahasiswa berpendapat. Aksi ini dilakukan hingga pukul 11.45 WITA. (iid/yon)