Vivat Press


Posted by Vivat Press on

Ini Cara Blusukan BEM ITS

Vivat Press
Kampus ITS Surabaya, 02 Februari 2017

Roadshow BEM ITS akan digelar sampai Jumat (3/2). Ada beberapa cerita menarik dari roadshow yang diadakan BEM ITS untuk menggaet calon staf.

Zikrul Ihsan, Sekretaris Jenderal BEM ITS 2016/2017 mengatakan bahwa roadshow memang digelar untuk mengenalkan visi misi dan kepengurusan BEM ITS 2016/2017.

Ia meyakini cara ini tidak hanya mengenalkan apa itu BEM ITS Wahana Juang, melainkan menjadi ajang jaring aspirasi dari para peserta roadshow yang hadir.

Beberapa pertanyaan kritis, ujarnya, dilontarkan oleh peserta. “Seperti pertanyaan kenapa kementerian B sekarang dipisah dari kementerian X. Di roadshow ini kami bisa menjelaskan hal itu, sekaligus agar peserta tahu alasannya dan inilah yang diinginkan dari roadshow ini,” tutur Zikrul.

Zikrul mengungakpkan, pada awalnya tujuan roadshow memang membuka wawasan untuk peserta dari calon staf tentang BEM ITS dan KM ITS.

Cara ini, lanjut Zikrul, dapat dikatakan sebagai blusukannya BEM ITS sebagai lanjutan kampanye untuk mencerdaskan kepada KM ITS mengenai apa yang akan dilakukan BEM.

Zikrul meyakini cara ini bisa dilakukan BEM ITS untuk lebih saling mengenal dengan KM ITS. “BEM ITS mengenalkan program kerjanya, KM ITS juga tahu seperti apa BEM ITS sekarang. Jika sudah saling kenal, maka akan mudah sayang. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang,” canda Zikrul.

Cuaca Buruk Bukan Halangan

Meski roadshow hari pertama terkendala hujan, tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengenal apa yang akan dibawa BEM ITS.

Zikrul menceritakan, ketika melihat cuaca yang kurang kondusif, ia sempat pesimis dengan kehadiran peserta.

“Awalnya pesimis karena hujan, tapi ternyata semangat para peserta tetap antusias datang dan meramaikan roadshow,” tuturnya.

Ia mengucap syukur bahwa roadshow kali ini adalah salah satu cara untuk melibatkan KM ITS dan lebih merasakan keberadaan BEM ITS.

Malamnya, roadshow digelar sembari melingkar dengan para peserta serta menikmati gorengan yang tersedia.

“Lebih guyup rasanya, berkat roadshow ini pun para peserta yg masih bingung menentukan pilihan jadi lebih yakin mendaftar,” terang mantan Ketua HMTC ini.

Zikrul juga berharap kedepannya roadshow ini bisa jadi kampanye lanjutan ke KM ITS, bukan hanya tertuju pada calon staff, sehingga di awal BEM ITS bisa mengenalkan programnya ke KM ITS dan KM ITS bisa memberikan tanggapannya.

Ia pun berpesan kepada KM ITS, agar dapat memanfaatkan roadshow ini untuk lebih mengenal BEM ITS. “Kenali lebih dekat, jika sudah kenal maka akan sayang tentunya,” tutup Zikrul.

Roadshow BEM ITS akan digelar selama tiga hari sampai jumat (3/2). Informasi mengenai tempat akan selalu dipost di akun media sosial resmi BEM ITS seperti instagram dan line. (irv/yon)

Posted by Vivat Press on

BEM ITS Kembali Mendapat Amanah Sebagai Koordinator Isu Maritim

Vivat Press
Samarinda, 27 Januari 2017

Setelah dilakukan sidang MUNAS selama beberapa hari yang lalu, pada Jumat (27/01) telah berakhir serangkaian acara sidang tersebut. Berdasarkan hasil sidang MUNAS, BEM ITS kembali mendapat amanah sebagai Koordinator Isu Maritim. Kembalinya ITS menjadi Koorsu Maritim karena dianggap masih menjadi kampus yang secara progresif melakukan kajian kemaritiman dan memiliki sumber daya manusia yang baik di sektor tersebut.

Pada sidang MUNAS BEM-SI X, terdapat sidang Pleno 3 yang menetapkan Koordinator Pusat adalah Universitas Sebelas Maret, Koordinator Forum Perempuan adalah Universitas Padang dan Koordinator Wilayah BEM-SI untuk Jawa Timur adalah Universitas Brawijaya. Selain itu, terdapat sidang Pleno 4 di mana salah satu hasilnya yaitu menetapkan ITS sebagai Koordinator Isu Maritim.

Rofi Arga Hardiansyah menyampaikan bahwa, dengan ini BEM ITS harus mampu memberikan kinerja dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Dua dari sembilan Nawacita Jokowi adalah tentang kemaritiman. Visi yang selalu disampaikan Jokowi adalah Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia. Kedua hal tersebut sudah menjadi landasan kuat mengapa maritim ini harus tetap dipertahankan dan dikawal perkembangannya. Maka dari itu, BEM ITS kedepan berkomitmen untuk menjadi partner pemerintah demi perkembangan Maritim Indonesia.

“Jalannya sidang pleno lancar dan kondusif, karena setiap kampus lebih mengutamakan urgensi kondisi pemerintahan Indonesia saat ini dari pada hal yang lain. Sebelum sidang ditutup, forum menyepakati Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional dua bulan setelah MUNAS berlangsung,” jelas Muhammad Aris Ashari selaku Menteri Koordinator Luar Negeri BEM ITS 15/16 yang ikut serta dalam sidang MUNAS tersebut.

Selepas sidang, tepatnya pukul 10.30 WITA diadakan aksi Resolusi Berpendapat di depan GOR Sempaja, Samarinda. Aksi tersebut dilakukan karena pada saat aksi 121 di seluruh Indonesia polisi cenderung represif dan menghalangi mahasiswa berpendapat. Aksi ini dilakukan hingga pukul 11.45 WITA. (iid/yon)

Posted by Vivat Press on

BEM-SI Gelar Munas Di Kota Samarinda

Vivat Press
Samarinda, 26 Januari 2017

Saat ini tengah berlangsung Musyawarah Nasional (MUNAS) X BEM-SI yang bertempat di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur. MUNAS ini dimulai sejak tanggal 23 Januari 2017 lalu hingga tanggal 29 Januari 2017 nanti. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam Aliansi BEM-SI menghadiri MUNAS tersebut dengan banyaknya peserta sekitar 99 orang.

Diadakannya MUNAS ini untuk membahas seputar evaluasi selama satu tahun, pergantian pengurus dan sedikit gambaran mengenai gerakan ke depan. Dalam MUNAS ini terdapat seminar, agenda aksi serta sidang MUNAS. Sidang MUNAS ini diadakan cukup lama, yaitu mulai hari Selasa lalu (24/01) hingga hari Jumat besok (27/01).

Pada hari pertama, acara dimulai dengan opening, di mana terdapat beberapa penampilan tarian daerah ketika pembukaan. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan Sudirman Said, selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Menurut penjelasan Rofi Arga Hardiansyah, pada diskusi tersebut, beliau banyak membahas terkait energi. Mulai dari regulasi penambangan, dampak terhadap lingkungan dan peraturan-peratuan sekarang tentang penambangan.

“Beliau juga sempat membahas tentang semangat perjuangan dari para pendahulu (tokoh-tokoh bangsa). Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa adalah harapan atas kemajuan bangsa ke depan. Maka dari itu beliau langsung menyetujui ketika diundang ke MUNAS BEM-SI,” lanjut Arga. (iid/yon)

Posted by Vivat Press on

WELCOME INI LHO ITS 2017 Sampai Ke Jakarta

Vivat Press
Selasa 24 Januari 2017

Surabaya – Pekan lalu, INI LHO ITS (ILITS) telah menghadiri berbagai SMA di seluruh kota di Indonesia dengan tema yang dibawakan yaitu “Berani Bersinergi”. ILITS yang diselenggarakan sekitar bulan Januari hingga awal Februari 2017 ini memang sudah menjadi salah satu agenda yang dilakukan setiap tahun. Konsep yang diusung tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Ada dua konsep, pertama adalah VISIT, di mana ILITS mendatangi sekolah SMA satu per satu di seluruh Indonesia dengan target 1000 sekolah SMA. Serta yang kedua adalah WELCOME, terdiri dari acara Try Out, Tracking Jurusan dan Talkshow.

Tahun ini, serangkaian acara WELCOME tidak hanya diadakan di Surabaya saja, namun juga diadakan di Jakarta.

Pada tanggal 14 Januari 2017 lalu, telah diadakan Try Out di Surabaya, yang mana keesokan harinya dilanjutkan dengan acara Tracking Jurusan dan Talkshow.

Sedangkan untuk daerah Jakarta, Try Out diadakan bersamaan dengan Tracking Jurusan dan Talkshow, yakni diadakan pada tanggal 21 Januari 2017.

Rofi Arga Ardiansyah, Presiden BEM ITS 15/16, sebagai salah satu pengisi acara Talkshow mengatakan bahwa antusiasme peserta yang berkisar 500 siswa itu luar biasa. Banyak respon positif ketika Talkshow berlangsung dan minat untuk masuk ITS juga cukup banyak. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa jurusan Teknik Kimia itu menyampaikan materi seputar adaptasi dari siswa menjadi mahasiswa, di mana hal ini lebih ditekankan pada tanggug jawab diri atau kemandirian serta proses adaptasi dalam perkuliahan.

“Semoga ILITS bisa menjadi ajang untuk balas budi kita sebagai mahasiswa yang tentunya banyak sekali berhutang budi atas segala hal yang telah diberikan ITS. Dengan ILITS, menjadi bukti bahwa kita bangga masuk ITS dan kita ingin siswa-siswa SMA ikut masuk kampus tercinta kita. Serta bisa menjadi agenda tahunan yang semakin besar untuk mem-branding ITS ke sekolah-sekolah SMA,” ujar Arga.

Selain Talkshow, adapula Try Out. Untuk daerah Surabaya, jumlah peserta sekitar 800-900 siswa, sedangkan di Jakarta sebanyak 200 siswa. Hal ini karena Try Out di Jakarta baru pertama kali diadakan.

Menurut ketua pelaksana ILITS 2017, Wiyanda Alfah, secara umum ILITS tahun ini teknis dan konsepnya lebih matang. Serta perbedaan antusiasme siswa saat Tracking Jurusan yang tidak temukan pada saat pelaksanaan tahun lalu. Mereka sampai berlari untuk mencari informasi di tiap jurusan.

“Harapannya semoga teman-teman SMA se-Indonesia dapat termotivasi dan dibuka wawasannya mengenai ITS dan jenjang perkuliahan. Serta seluruh rangkaian ILITS kedepannya dapat benar-benar menjangkau teman-teman SMA se-Indonesia, terutama di bagian timur dan lebih menekankan pada fungsi kebermanfaatannya,” pungkas Wiyanda. (iid/arn/yon)

Posted by Vivat Press on

UKT Tidak Akan Naik Sampai Tahun 2019

“Buat apa menaikkan UKT, ITS masih bisa mencari dana tambahan luar dibanding menekan mahasiswa,” ungkap Joni mengawali diskusi silaturahim antara BEM ITS, Ruang Rektor, Rabu (11/1).

Joni menegaskan tidak akan menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga tahun 2019. Hal itu dijelaskan Joni karena ITS berusaha menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang bisa mencerdaskan para pemuda bangsa tanpa membebani dengan kenaikan UKT.

Menurut dosen Departemen Teknik Lingkungan ini, ITS akan berusaha memenuhi kebutuhan operasional dengan cara menjalin kerjasama atau pendanaan secara mandiri.

Ditambahkan olehnya, jika terjadi perubahan pun mengikuti inflasi yang terjadi. Ia menganalogikan jika harga nasi padang tahun 2013 masih Rp 10 ribu, maka di tahun 2016 tentu harga nasi padang sudah tidak dapat dibeli dengan harga Rp 10 ribu. “Memang banyak yang bilang UKT ITS rendah, tapi jika tanpa menaikkan saja kita masih sanggup, kenapa harus naik?” ujar Joni.

Selaras dengan pergantian status ITS menjadi PTN Berbadan Hukum (PTN-BH), Joni menjelaskan BEM ITS sebagai Organisasi Mahasiswa (Ormawa) eksekutif tertinggi di ITS bisa turut membantu institut.
Bantuan yang dimaksudkan Joni antara lain adalah menjadi contoh mahasiswa yang cerdas dan mempunyai nilai etika baik di masyarakat.

“BEM ITS harus lebih banyak aktif di masyarakat, terutama pengabdian kepada masyarakat. Bantu ITS menjadi PTN-BH agar naik level, kita samakan niat agar tidak hanya mengejar kemuliaan duniawi semata tapi juga akhirat,” ujar dosen kelahiran Bandung ini.

Pengaderan ITS Selanjutnya

Berbicara mengenai menjadi contoh atau role model mahasiswa. Salah satu yang ia sebutkan adalah mengenai pengaderan, ia bercerita kerap kali mendapat kabar tidak sedap mengenai perilaku mahasiswa ITS yang kurang sopan di wilayah Gebang dan Keputih.

“Saya pernah dapat cerita, mahasiswa ITS kalau parkir suka sembarangan, menuhin jalan, ramai sendiri dan kurang aktif di kegiatan masyarakat seperti gotong royong,” cerita Joni.

Menanggapi cerita tersebut, Joni mengaitkan dengan pengaderan yang ada di ITS. Ia yakin pembangunan yang paling baik dimulai dari manusianya.

Pengaderan yang ada di ITS, ujar Joni, harus mencontohkan bukan hanya konsep menyuruh. Menurutnya konsep pengaderan bukan hanya untuk Mahasiswa baru (Maba), namun mahasiswa lama harus mengader dirinya sendiri. “Konsep ini yang hilang, malah banyaknya dijadikan ajang balas dendam senior ke junior,” tuturnya.

Ia tidak menampik, pengaderan turut mengembangkan softskill mahasiswa, namun perlu menyamakan niat dan meluruskan kembali makna pengaderan itu sendiri.

Mengenai nilai pengaderan yang ideal, Joni menyebutkan terdapat lima nilai yang perlu diberikan kepada mahasiswa. Kelima nilai tersebut, yaitu, kepemimpinan, kerja tim, kepercayaan diri, komunikasi dan kemampuan berwirausaha.

“Pengaderan tidak hanya berjalan di tahun pertama saja, tapi berlanjut sampai lulus. Seringlah bertanya salah saya apa, agar bisa introspeksi diri dan menjadi pribadi yang unggul,” tutup rektor yang akan meresmikan restrukturisasi fakultas 21 Januari mendatang.

Posted by Vivat Press on

Tuntutan KM ITS Telah Tersampaikan

Kamis (12/10), kado awal tahun yang diberikan Presiden Jokowi mengenai kebijakan barunya membuat keresahan di masyarakat, tak terkecuali golongan mahasiswa.

Fungsi mahasiswa sebagai social control membuat KM ITS tidak ingin tinggal diam melihat keresahan yang dialami masyarakat.
Alhasil, eskalasi penyampaian tuntutan KM ITS yang dihasilkan melalui Pusat Kajian Strategis (Pukat) sejak selasa malam (10/10) membuat KM ITS bergerak untuk menyampaikan aspirasinya.

Rofi Arga Hardiansyah, Presiden BEM ITS, mengatakan, hasil tuntutan KM ITS telah tersampaikan dengan baik kepada Ketua DPRD Komisi A, Dr Freddy Poernomo SH MH.
Ia mengucap syukur lantaran tiga poin tuntutan KM ITS telah tersampaikan kepada perwakilan DPRD.

Tiga poin tuntutan itu, ujar Arga, antara lain menuntut transparansi dan akuntabilitas kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi.

Selain itu, menuntut pemerintah Republik Indonesia untuk mengkaji kembali data penerima subsidi listrik serta memberikan transparansi kriteria dan paramater yang jelas dalam melakukan klasifikasi kategori masyarakat layak dan tidak layak untuk disubsidi.

“Yang terakhir menuntut pemerintah Republik Indonesia untuk memberikan penjelasan alokasi penggunaan anggaran yang diambil dari dana penghematan subsidi listrik,” ujar mahasiswa asal Jakarta tersebut.

Menanggapi tuntutan itu, Ketua DPRD Komisi A, Dr Freddy Poernomo SH MH, menyatakan berterima kasih dan akan menjamin untuk menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.

Ia mengatakan bahwa kewenangan DPRD Jawa Timur tidak sampai merubah kebijakan.

“Tapi akan kita sampaikan. Terima kasih kepada mahasiswa, dengan begini saya yakin mahasiswa masih mempunyai kepedulian sosial kepada rakyat,” ujar Freddy.

Untuk menjamin hal tersebut, Freddy membuka lebar bagi setiap mahasiswa dari Perguruan tinggi di Jawa Timur untuk berdialog dan berdiskusi mengenai kebijakan.

“Saya pernah menjadi mahasiswa juga pernah menjadi aktivis, saya tau rasanya. Tetaplah berjuang mahasiswa,” tutup Freddy sembari meneriakkan jargon hidup rakyat dan mahasiswa.

Selain DPRD Jawa Timur, Arga turut memberikan pernyataan tuntutan kepada Pemerintah provinsi Jawa Timur yang diwakilkan oleh Wakil Gubernur.

Alumni ITS Turut Bantu Sampaikan Aspirasi KM ITS

Salah satu alumni ITS, Ir Yusuf Rohana mengatakan akan turut membantu dan mengawal aspirasi KM ITS.
Pria yang menjabat sebagai DPRD komisi B bidang perekonomian tersebut mengaku senang melihat pergerakan mahasiswa terutama ITS tidak padam.

Ia pun secara terbuka memberi undangan kepada aktivis BEM ITS jika ingin berdialog mengenai kebijakan pemerintah di rumahnya.

“Kebetulan rumah saya itu di Keputih, jadi silahkan datang, kita diskusi mengenai negara ini,” tutup alumni Teknik Mesin ITS’89 ini.

Posted by Vivat Press on

KEMERIAHAN EVENT TAHUNAN ITS EXPO 2016

VIVAT PRESS

ITS EXPO: Event pertama di Indonesia yang menggabungkan unsur seni, ilmu, dan budaya.

ITS EXPO 2016 merupakan event tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh seluruh Keluarga Mahasiswa ITS. ITS EXPO sendiri sudah ada sejak tahun 2012, dimana dulu sebelum itu ada event Hari Budaya dan Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS.
ITS EXPO berlangsung dari tanggal 16 November sampai 19 November 2016. Di tahun ini ITS EXPO mengusung tema Ekspresi Optimisme, dengan kondisi latar belakang bangsa baik dari sisi persatuan, kebudayaan dan teknologi nya yang banyak pesimis terhadapnya. ITS EXPO 2016 hadir sebagai perwujudan keoptimisan pemuda-pemuda Indonesia khususnya Mahasiswa ITS tentang bangsa ini, khususnya dari sisi seni, ilmu dan budaya.

ITS Expo 2016 sendiri terdiri dari Event, Wahana, dan Kompetisi. Event seperti Hall of Fame, Explore ITS, Gelar Karya Mahasiswa, Pagelaran Seni yang menampilkam khasanah budaya nusantara, Talkshow, dsb. Wahana sendiri ada seperti urban market, wahana budaya, pasar malam yang bertujuan mengangkat budaya luhur bangsa, seni seni nya baik warisan maupun seni modern dan ada Wahana Teknologi sebagi perwujudan keilmuan ITS. Sedangkan kompetisi terdiri dari IEPC, Recycle Art, Robot in Action, dsb.

Menurut salah satu pedagang di urban market, ITS EXPO merupakan wadah yang sangat membantu perekonomiannya. “Selama saya berjualan di sini, alhamdulillah selalu ramai pengunjung, walaupun pasti pesaing selalu ada. Harapannya tahun depan ITS EXPO bisa digelar lagi tahun depan”,tutur Bu Luluk.

ITS EXPO pada tahun ini menghadirkan bintang tamu ternama seperti Klantink yang tampil pada hari Kamis, juga Mocca dan Tompi yang tampil pada hari Jumat. Dengan begitu, ITS EXPO bisa menarik minat pengunjung di luar ITS untuk datang.

Kami sempat mewawancarai beberapa pengunjung yang hadir pada ITS EXPO kali ini. Menurut mereka acara ini seharusnya tetap dipertahankan. “acara ini walaupun ada kekurangannya tapi bagus. Seharusnya tahun depan acara ini tetap ada dengan bintang tamu yang lebih terkenal lagi”,ujar Nanda, Diah, dan Adinda.
ITS EXPO merupakan paket komplit sebuah event yang tidak hanya menjual bintang tamu terkenal, tapi menjual konsep, menjual nilai dan budaya yang ada. Didukung dengan instalasi dan sebagainya diharapkan dapat benar-benar menumbuhkan Optimisme kita kedepan, baik dari hal paling kecil hingga hal besar yaitu optimisme untuk membangun Bangsa.

Menurut ketua ITS EXPO 2016, Hafizudin Wirawan, dengan diadakannya acara ini bisa membawa nama ITS lebih baik di mata masyarakat. “Karena acara ini milik KM ITS, seharusnya kita turut bangga bahwa ITS EXPO ini diadakan. Dengan diadakannya ITS EXPO ini, kita patut bangga mempunyai acara yang bisa mempromosikan ITS secara massive”, jelas mahasiswa yang akrab dipanggil Iwan tersebut.(syn/mia)

Posted by Vivat Press on

CERPEN : Sorban Kandang Kambing

(Adinda Aisya Zukhrufa – Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Gerakan ITS Menulis 2016)

Malam itu, kalaulah boleh dibilang, sejujurnya sangat indah. Cahaya bulan samar – samar menelisik di antara awan malam yang ingin pulang. Udara lembab sehabis gerimis sepanjang sore memenuhi seluruh beranda. Angin sedang menyapa rerumputan liar dan bercerita tentang apa yang dilakukannya seharian. Sementara di belakang rumah, tikus – tikus sedang beradu mulut berebut sisa makan siang. Anehnya seperti di dunia manusia, tikus betina-lah yang menang.

Namun, menang kalah tak menjadi masalah bagi Suryodi, yang kini dilanda dilema. Di dalam dadanya, tersangkut sebuah rahasia, misteri yang tengah happening di kampungnya, Mujut. Sedangkan di tangannya, dia memegang nasib seseorang yang jika tidak ia lepaskan, maka akan menjerat leher orang lain. Sungguh, waktu dan tempat benar – benar tidak berpihak pada Suryodi. Gurat – gurat resah tergambar jelas menghiasi wajahnya.

Semua kegelisahan Suryodi bermula pada suatu Sabtu, saat Mujut digemparkan oleh kasus kriminal yang sangat jarang terjadi, yaitu: pencurian kambing. Korban bernama Haji Makdud, sudah haji tiga kali dan sudah mendaftar haji untuk empat kali lagi. Punya toko sepatu, warnet, stand baju muslim untuk anak – anak di pasar dan sedang membangun bisnis laundry. Hobinya berganti – ganti, dari main badminton, main voli, main catur hingga yang terakhir, memelihara kambing. Sial oh sial, kambing kesayangannya kini tidak tahu dimana rimbanya.

Haji Makdud terpukul dan langsung melapor ke kelurahan. Ia tiba di kelurahan tepat jam tujuh nol nol. Dia tahu kambingnya dicuri pukul enam lima puluh delapan. Dia sama sekali tidak membuang waktu.
“Lapor! Kambing saya hilang, Pak Lurah!” seru Haji Makdud.
“Silakan duduk, Pak Haji! Coba ceritakan kronologinya!”
Awalnya Haji Makdud berapi – api menceritakan bagaimana ia tidak menemukan kambingnya –yang ternyata namanya Syuaeb- di dalam kandangnya. Namun, ujung – ujungnya dia malah menawarkan Pak Lurah untuk memakai jasa laundry-nya.
“Murah, Pak! Sekilo Cuma tiga ribu. Dijamin bersih, wangi!” kata Haji Makdud.

Pak Lurah berpikir keras. Bukan, dia sama sekali tidak memikirkan tawaran laundry Haji Makdud. Dia memikirkan bagaimana menemukan Syuaeb.
Tiba – tiba sebuah ide meluncur di kepalanya. Dipanggilnya Haq, keponakannya yang jago menggambar, sedang kuliah di Desain ITS. Seperti namanya, Haq = benar, Haq selalu benar dalam menggambar seseorang. Atau dalam kasus kriminal kali ini, seekor kambing.

“Coba Pak Haji sebutkan ciri – ciri fisik dari Syuaeb ini, Pak! Bentuk kepalanya, ukuran dahinya, panjang rahangnya, pola belangnya, semuanya.” Haq bersemangat.
“Dahinya lebar, seperti papan tulis.
Kepalanya lonjong, macam telur ayam.
Rahangnya bersih karena rajin gosok gigi.”
Haq dengan serius membuat sketsa wajah kambing sesuai ciri – ciri tadi. Dia memulai dengan satu lingkaran lalu lingkaran berikutnya, lalu mulai membentuk pola wajah.
“Seperti ini, Pak?”
“Emm, matanya agak kurang bulat sepertinya.”
Haq memperbaiki sketsanya.
“Kalau begini, Pak?”
“Emm, belangnya di sekitar telinga, bukan hidung. Di sebelah sini.”
Haq lagi – lagi memperbaiki sketsanya.
“Bagaimana dengan ini, Pak?”
Haji Makdud tertegun. Dipandanginya sketsa wajah Syuaeb yang digambar Haq. Begitu mirip, sempurna. Dahinya, belangnya, rahangnya. Membuatnya rindu pada kambingnya yang satu itu. Haji Makdud terisak dan akhirnya menangis tersedu.

***

Sungguh, dunia ini sebenarnya tidak dimiliki oleh orang – orang kaya, pejabat negara atau raja – raja sepanjang masa. Dunia sesungguhnya hanya dimiliki oleh dua orang: sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.
Kalau kau setuju artinya kau harus merelakan fakta bahwa sekarang dunia berada dalam genggaman Mulyoni dan kekasih barunya, Karmela. Mereka baru bertemu kemarin, langsung jatuh cinta, dan pacaran malam harinya. Mulyoni terhipnotis oleh mata Mela yang teduh, bagaikan sebuah rumah yang memintanya pulang. Sedangkan Mela terkagum oleh deretan gigi Mulyoni yang rapi tanpa kawat gigi, membuat senyumnya menawan macam bulan tinggal sepertiga.
Cinta memang aneh dan juga ajaib. Mulyoni memikirkan setiap kemungkinan bahwa sesungguhnya sangat tidak mungkin dia bisa bertemu Mela, namun rupanya kehidupan memilihkannya potongan nasib yang sangat indah itu. Memang benar, kalau bisa dibilang pertemuan Mulyoni dan Mela dihubungkan oleh kebetulan – kebetulan yang sebenarnya tidak ada hubungannya.

Jadi awalnya ada seorang gadis bernama Soleha berusaha mencarikan nasi goreng untuk ayahnya yang kelaparan. Mau dikata apa, warung nasi goreng langganannya tutup. Soleha lantas pergi ke kampung lain untuk mendapatkan nasi goreng, namun sayangnya begitu dia sudah membeli nasi goreng, dia baru ingat kalau ayahnya meminta dibelikan soto ayam. Tak putus asa, Soleha berputar menuju warung soto ayam di tengah kampung. Namun, perjalanannya dihentikan oleh lorong gelap yang dijaga seekor anjing, menanti untuk menakut – nakuti orang yang lewat. Tidak ada jalan lain.
Di tengah kebingungan itu, Soleha bertemu Mulyoni, teman SMA-nya. Dipanggilnya Mulyoni dan disuruhnya berjalan dulu di lorong gelap itu. Mulyoni berlagak seperti pahlawan, pahlawan yang takut anjing sepertinya, sebab detik berikutnya dia lari terbirit – birit dikejar anjing yang tiba – tiba muncul dari belakang. Mulyoni berusaha mencari perlindungan dan ia melihat sebuah rumah bercat hijau lebih dari cukup sebagai tempat bersembunyi. Seperti yang sudah kau tebak, rumah bercat hijau itu rumah Karmela.

Mulyoni membayangkan, kalau saja warung nasi goreng langganan Soleha buka, dia tidak akan bertemu Mela. Kalau saja Soleha tidak ingat kalau ayahnya pesan soto ayam, dia tidak akan bertemu Mela. Kalau saja dia tidak dikejar – kejar anjing, dia tidak akan bertemu Mela. Sungguh Kawan, kebetulan itu tidak ada. Ini benar – benar rancangan nasib dari yang Maha Kuasa.

***

Sudah seminggu lebih delapan jam lima puluh enam menit semenjak kasus pencurian kambing dan jangankan terdakwa, tersangka pun belum didapatkan. Sketsa wajah Syuaeb sudah disebar ke pelosok kampung Mujut, namun tidak ada seorang pun yang menemukannya. Ketidakpastian ini membuat desas – desus di antara warga. Hanya ada satu bukti kuat yang ditemukan di TKP, yaitu : sorban.

Kampung Mujut dengan segala keterbatasannya sayangnya tidak memiliki kantor polisi atau semacamnya, serta terlalu lugu untuk memecahkan teka – teki sorban pencuri yang tertinggal di kandang kambing. Bukan, itu bukan milik Haji Makdud. Haji Makdud tak suka pakai sorban.

Akhirnya tetua di sana memutuskan untuk membawa sorban kandang kambing ke orang yang paling pintar di Mujut, satu – satunya orang yang berhasil lulus sarjana, orang yang paling fasih bahasa inggrisnya, orang yang paling banyak punya buku sehingga bisa disebut perpustakaan kampung, tak lain dan tak bukan adalah Suryodi.

Suryodi sudah bisa menebak kalau tetua akan meminta bantuannya. Dia sendiri sudah bergerak dalam penyidikan kasus pencurian kambing itu sendirian. Dia telah mengumpulkan bukti, foto – foto di TKP dan menandai dimana saja pasar gelap untuk kambing curian. Ia menghubungkan gambar – gambar dengan benang, mencoret foto tersangka yang salah, menempelkan kliping – kliping koran, juga melakukan penyamaran. Bolehlah kota – kota besar punya banyak tim penyidik, tapi Suryodi seorang cukup sebagai Sherlock Holmes-nya Kampung Mujut.

Malang oh malang, mau dikata apa lagi, ternyata seluruh investigasi yang dilakukan Suryodi sia – sia, karena begitu ia melihat sorban kandang kambing tersebut, dia sudah bisa menebak siapa pelakunya, bahkan kalaulah disuruh menyebutkan nama seluruh keluarganya pun, dia sanggup.

“Tolong ya, Nak. Supaya Mujut tak tercoreng namanya.”
Suryodi tersenyum getir mendengar tetua yang memohon bantuannya. Di dalam dadanya, kini tersangkut sebuah rahasia, misteri yang tengah happening di kampungnya.

***

Malam harinya, Suryodi bergegas pergi ke rumah seseorang. Letaknya di Mujut sebelah utara, di samping warung kopi yang tak pernah sepi. Di depannya mengalir sungai jernih yang memantulkan cahaya bulan dengan sempurna. Airnya beriak – riak menyambut kedatangan Suryodi.

Waktu Suryodi tiba, ada Soleha, Mulyoni dan Karmela, sedang duduk di beranda rumah menikmati malam. Rupanya itu kencan ketujuh mereka (tentu saja Mulyoni dan Mela saja, Soleha tidak termasuk) dan Soleha menumbalkan diri sebagai obat nyamuk bagi kedua temannya. Entah bagaimana, Soleha ikhlas.

“Leha, bapak kamu ada?” tanya Suryodi.
Soleha mengangguk dan menyuruh Suryodi langsung masuk.
Suryodi mengecek kanan – kiri, memastikan tidak ada yang mengikutinya. Bahkan dia mengecek sofa, barangkali ada alat penyadap ditaruh di sana.
Haji Rois, ayah Soleha, menemui Suryodi dengan perasaan setengah menebak tentang maksud kedatangan Suryodi ke rumahnya.
“Bukan, bukan aku pelakunya.” Seru Haji Rois. Bahkan Suryodi belum mengatakan sepatah kata pun.
“Bukan, bukan aku pelakunya.” Seru Haji Rois. Bahkan Suryodi hanya mengatakan selamat malam.

Perdebatan malam itu, antara Suryodi dan Haji Rois, berlangsung cukup alot. Haji Rois terus – terusan menyangkal bahwa ia bukan pelakunya setiap lima kata yang diucapkan Suryodi. Hal itu tidak berhenti sampai pada akhirnya Suryodi menunjukkan bukti pemungkasnya, sorban kandang kambing. Haji Rois langsung kehabisan suara.

“Ini sorban yang aku berikan, bukan, Pak Haji?”
Kebisuan Haji Rois justru menjawab semua pertanyaan.
“Aku sudah tahu sebenarnya. Tapi, sebagai kepala tim sukses Pak Haji tiga bulan lagi, aku tak bisa serta merta memberitahu publik bahwa Pak Haji ini pelakunya. Mana ada calon camat yang mencuri kambing! Lagipula, buat apa Pak Haji ini mencuri kambing?!” seru Suryodi.
“Aku bermimpi kalau kambing si Makdud bikin aku gagal jadi camat, makanya ku curi saja supaya nggak lagi jadi punya Makdud.”
Suryodi memutar bola matanya.
“Sekarang siapa yang harus disalahkan untuk kasus ini….” Suryodi bingung.

Sebagai tim sukses, dia harus memikirkan cara untuk membuat nama baik kliennya tidak tercemar. Barulah di tengah – tengah kebingungannya, Suryodi menyadari bahwa di sana, di depan pintu ruang tamu, berdiri seorang Mulyoni, terpaku mendengarkan setiap kata yang ia dengar.
Kalaulah cerita ini dijadikan film, pasti saat ini merupakan adegan dimana suasana hening dengan setiap tokohnya saling memandangi satu sama lain.

Tanpa banyak bicara, Mulyoni beranjak dan pergi menuju ke mushola. Dengan langkah cepat ia berusaha untuk mengungkapkan kebenaran. Corong mushola merupakan satu – satunya alat yang efektif untuk memberitahu seluruh kampung dalam satu kali bicara. Suryodi dan Haji Rois pun mengejar Mulyoni, mencegah segala kemungkinan buruk yang akan terjadi. Namun apalah daya, Mulyoni yang telah berpengalaman dikejar anjing, sudah sampai disana dan berdiri di depan corong bak jendral polisi mengungkapkan kebenaran.

Suara corong menguik ketika dihidupkan. Suryodi dan Haji Rois lemas.
“Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh. Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh.
“ Diberitahukan kepada seluruh warga Mujut, dari yang balita sampai yang sudah jadi buyut, bahwa saya, Mulyoni bin Rofiqi, mengakui bahwa saya otak tunggal dari pencurian kambing Haji Makdud tempo hari. Sekali lagi, saya Mulyoni bin Rofiqi, mengakui bahwa saya otak tunggal dari pencurian kambing Haji Makdud tempo hari. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi saya sendiri. Terima kasih. Wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh.”
Seluruh kampung terkejut, Suryodi dan Haji Rois menjerit. Apa yang dilakukan Mulyoni?!

Meski begitu, bagi Mulyoni dia telah melakukan sesuatu yang benar. Ia telah membalas budi kebaikan Haji Rois. Mulyoni membayangkan, kalau saja Haji Rois tidak kelaparan malam itu, dia tidak akan bertemu Mela. Kalau saja Haji Rois memesan nasi goreng saja dan tidak pernah memesan soto ayam, dia tidak akan bertemu Mela. Sungguh, cinta memang aneh dan juga ajaib.

***

Namun rupanya, pengakuan mengejutkan Mulyoni sama sekali tidak membantu Suryodi. Suryodi kini dilanda dilema. Di dalam dadanya, tersangkut sebuah rahasia, misteri yang tengah happening di Kampung Mujut. Sedangkan di tangannya, dia memegang nasib seseorang yang jika tidak ia lepaskan, maka akan menjerat leher orang lain.

Berhari – hari Suryodi termenung memikirkan apa yang sebaiknya dilakukannya. Membebaskan Mulyoni atau Haji Rois? Apalagi pemilihan camat tinggal beberapa minggu saja dan kini tersiar kabar bahwa Mulyoni akan diusir dari kampung karena perbuatannya. Untung saja Mela tetap setia pada Mulyoni.

Perasaan takut menghantui Suryodi, membuncah – buncah di setiap menitnya. Ia sungguh ingin sekali membela Mulyoni, tapi dia merasa tidak cukup berani.
Baru saja Suryodi hendak mengambil kopi, ia mendengar gemuruh yang asalnya dari ujung jalan. Rupa – rupanya itu adalah gerombolan warga dengan obor di tangan kanan dan tongkat di tangan kiri. Mereka beramai – ramai menuju rumah yang sama, rumah Mulyoni.
Suryodi tak jadi mengambil kopi. Disabetnya sandal dan ia langsung lari terhuyung – huyung mengikuti warga yang lain.
“Keluarkan Mulyoni dari kampung!”
“Ya!”
“Keluarkan pencuri dari kampung!”
“Ya!”

Mulyoni berdiri di beranda rumahnya, tangan kanannya membawa sebuah tas jinjing besar, namun itu tidak seberapa dibanding tas punggungnya, sedangkan tangan kirinya menggenggam erat tangan Mela kekasihnya. Mendengar namanya diseru – serukan oleh seisi kampung tidak membuatnya kecewa, malahan dia tersenyum, merasa seperti atlit bulutangkis memenangkan medali.

Suryodi berada di barisan paling belakang, tertelan oleh punggung – punggung yang menjulang. Melihat Mulyoni dihimpit oleh tas – tas besarnya, sungguh mengiris nuraninya. Lantas ia mengumpulkan segala jenis keberanian yang tercecer di raganya. Tidak, dia bukannya tidak merasa takut. Berani memang tidak pernah tentang tidak merasa takut, berani adalah tentang melakukan sesuatu meskipun takut.

Detik berikutnya, Suryodi sudah berada di depan, membatasi Mulyoni dengan warga yang tengah muntab.
Suryodi mengatur suara.
“Oke, Bapak – Bapak, Ibu – Ibu, Saudara – Saudara, saya di sini hendak mengungkapkan kebenaran yang sebenar – benarnya. Saya sebagai seseorang yang diamanahi memecahkan misteri pencurian kambing Haji Makdud, ingin mengatakan bahwasanya……”
“Saya, Haji Rois, calon camat nomor urut dua, merupakan pelaku sebenarnya. Saudara Mulyoni bebas dari segala tuduhan.”
Haji Rois mengagetkan seluruh badan yang ada di sana. Suryodi terbengong, dan Mulyoni masih saja tersenyum.

Suryodi langsung menyeruak dalam keheningan dan menjelaskan segala hal yang terjadi dari a sampai z. Warga Mujut yang ada di sana saling ber’ohh’ satu sama lain. Namun rupanya senyap hanya terjadi sesaat. Begitu seluruh warga paham apa yang tengah terjadi, perhatian mereka tertuju pada si pencuri kambing sesungguhnya, Haji Rois.
“Usir Haji Rois!”
“Ya!”
Lantas seluruh warga Mujut berbaris mengiringi kepergian Haji Rois yang rupanya sudah bersiap – siap bersama Soleha. Suryodi yang penasaran bergerak menyelipkan diri ke samping Haji Rois.
“Buat apa Pak Haji ini tiba – tiba mengaku?” tanya Suryodi.
“Aku bermimpi kalau aku mengakui kalau aku yang mencuri kambing si Makdud dan diusir dari kampung, aku akan jadi camat di kampung sebelah!”
Suryodi memutar bola matanya.

Posted by Vivat Press on

BEM ITS Tak Lupa Beri Oleh-oleh Untuk Pak Arcandra Tahar

VIVAT PRESS

Kampus ITS Surabaya, Rabu 2 November 2016

Rangkaian acara peringatan Dies Natalis ITS ke-56 tahun ini turut menggelar acara Talkshow Kemandirian Energi, Sabtu (29/10). Tamu istimewa dalam acara tersebut adalah Dr Arcandra Tahar, Wakil Menteri Kementrian ESDM Kabinet Jokowi. Ia pun memberikan orasi ilmiah di hadapan peserta yang hadir pagi itu. Hingga seusai acara dan sebelum pulang dari Surabaya BEM ITS pun tak lupa memberikan oleh-oleh. Seperti apa oleh-oleh yang diberikan BEM ITS ?

Ditemui secara terpisah, Presiden BEM ITS, Novangga Ilmawan membenarkan bahwa oleh-oleh yang diberikan ke Pak Wamen tersebut adalah berupa buku dan hasil kajian. Ada dua tokoh yang mendapat oleh-oleh khusus tersebut, selain Arcandra Tahar ada juga Ir Satya Widya Yudha MSc, anggota komisi VII DPR RI Bidang Energi, SDM, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup yang diberikan Buku Kajian Hasil Buatan BEM ITS.

Diakuinya, dua buku itu diberikan secara terpisah dan berbeda orang pula. Ia kebagian memberikan buku tentang Kedaulatan Energi untuk Kebangkitan Bangsa hasil diskusi Aliansi BEM Seluruh Indonesia Bidang Energi ke Pak AT. Sedangkan Pelaksana Tugas Harian (Plt) Menteri Kordinator Berani Ekspansi, M Ikhwan Rahman mendapat tugas memberikan Buku Kajian BEM ITS Tentang Analisa Urgensitas Revisi Undang-Undang No 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi ke Pak Satya Widya.

Dalam keterangannya, Novangga menjelaskan bahwa isi Buku Kedaulatan Energi untuk Kebangkitan Bangsa memuat tentang solusi-solusi atas beberapa permasalahan bangsa, yakni permasalahan Energi Baru Terbarukan, Minerba, Tata Kelola Migas dan Kelistrikan.

Dalam isi bukunya, memuat tentang solusi ril atas keempat permasalahan tadi dari hasil diskusi anggota BEM SI di bidang energi. Ia pun berharap, buku tersebut dapat menjadi salah satu referensi untuk kementrian ESDM. “Beliau bilang kalau sangat mengapresiasi oleh-oleh tersebut, ia juga berpesan agar mahasiswa selalu aktif untuk mengawal dan memberi referensi bagi kebijakan pemerintah,” jelas angga.

Sementara itu, Plt Ikhwan turut menjelaskan tentang bagiannya memberikan hasil kajian dari internal BEM ITS ke Pak Satya Widya. Menurutnya isi kajian buku kemarin adalah tentang analisa urgensitas revisi undang undang nomor 22 tahun 2001, tentang minyak dan gas bumi.

Sesuai yang kita ketahui, bahwa UU itu telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi sejak 2012 dan harus direvisi. Namun, nyatanya sampai hari ini revisi terkait undang undang tersebut masih belum terjadi. “ Isi bukunya tentang tata kelola migas dari hulu sampai hilir, tentang tata kelola sekarang dan tata kelola yang ideal tentunya,” ungkap Ikhwan.

Diakuinya, alasan pemberian kajian itu ke Pak Satya karena memang beliau adalah wakil rakyat yang memegang amanah dari Rakyat Indonesia. “Apalagi beliau merupakan wakil ketua dari Komisi VII DPR RI yang menangani tentang energi dan mineral juga. Jadi bisa memberikan sudut pandang baru bagi yang berada di senanyan sana,” jelasnya.

Ia pun berharap agar revisi Undang Undang No 22 Tahun 2001 segera dilakukan sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi Rakyat Indonesia. Kedaulatan di bidang energi pun bukan hanya menjadi mimpi lagi, namun bisa diwujudkan. ”Komentar beliau sangat antusias karena masyarakat dalam hal ini mahasiswa masih peduli tentang permasalahan yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (akh).

Posted by Vivat Press on

YES Summit; Sebagai Wadah Berkumpulnya Engineer dan Saintis Muda

VIVAT PRESS

Kampus ITS Surabaya, 12 Oktober 2016

Rabu, (12/10) telah berlangsung acara YES Summit yang dibuka dengan kegiatan gala dinner. Kegiatan tersebut dihadiri oleh peserta YES Summit yang merupakan mahasiswa-mahasiswa se-Indonesia. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia seperti Kota Surabaya, Malang, Jogja, Semarang, Bogor, Bandung, Jakarta, Samarinda hingga Makassar.

YES Summit diadakan untuk memberikan gagasan serta inovasi dalam bidang energi dan maritim yang bisa direalisasikan guna membantu program pemerintah. Salah satu program yang ingin diangkat pada kegiatan ini adalah program NAWACITA. Oleh karena itu, acara ini diadakan untuk mewadahai para engineer dan saintis muda.

Pada Jumat (14/10), telah digelar company visit. Adapun perusahaan-perusahaan yang dikunjungi adalah Pelindo III serta PT Teluk Lamong, anak perusahaan PT Pelindo III. Perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan yang memiliki tempat control room otomatis untuk mengendalikan kapal.
Kegiatan company visit ini membahas mengenai company profile, peran perusahaan terkait untuk Indonesia, visi dan misi perusahaan, proyek yang sedang dijalankan, sistem kerja serta harapan perusahaan untuk Indonesia.

M. Rifqi Mahendra, selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa acara ini telah sukses digelar. “Banyak teman-teman yang antusias. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka.,” jelasnya.

Ia juga berharap setelah diadakannya kegiatan ini, para mahasiswa mendapatkan ilmu mengenai energi dan maritim di Indonesia, terkait permasalahan yang dihadapi dan langkah apa yang bisa mahasiswa ambil baik di masa sekarang ataupun masa depan. “Kami berharap dengan diadakannya acara ini, para peserta dapat menjalin koneksi. Hal ini juga berguna untuk melatih komunikasi, kerjasama dan koordinasi untuk manajemen serta membuat suatu acara. Besar juga harapan kami untuk BEM ITS dapat melanjutkan acara yang banyak sekali manfaatnya seperti ini, ” pungkas mahasiswa yang akrab disapa Rifqi ini.

Setelah acara ini dilaksanakan, Rifqi menegaskan bahwa akan ada pembahasan lebih lanjut kepada pemerintah mengenai maritim dan energi. “Kami akan mencoba membuka obrolan dengan pemerintahan melalui PII guna memberikan rekomendasi kepada pemerintah. Harapannya agar pemerintah tau bahwa mahasiswa masih peduli dengan kemajuan bangsa,” ujarnya. (ath/yon)