Vivat Press


Posted by Vivat Press on

MENINGKATKAN KUALITAS MEDIA INFORMASI MELALUI KUNJUNGAN KE JAWA POS

VIVAT PRESS

Graha Pena Jawa Pos, 14 Oktober 2016

“Selamat Datang Mahasiswa BEM ITS”, begitulah tulisan yang tertera pada saat kunjungan BEM ITS ke Jawa Pos pada Jumat siang kemarin (14/10), yang membuat hangat suasana. Bertempat di Jl. Ahmad Yani No. 88, tepatnya di Graha Pena Jawa Pos, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) BEM ITS mengadakan kunjungan ke Jawa Pos.

Sebagai salah satu sarana media komunikasi dan informasi di Ormawa ITS, Kementerian Kominfo BEM ITS serta Departemen Media Komunikasi dan Informasi perwakilan Ormawa ITS, perlu meningkatkan kualitas media komunikasi dan informasi. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo BEM ITS melakukan kunjungan. Sekitar 30 mahasiswa ITS yang terdiri dari Kementrian Kominfo BEM ITS dan Departemen Kominfo perwakilan HMJ serta BEM-Fakultas menghadiri kunjungan ke Jawa Pos tersebut.

“Kunjungan ke redaksi Jawa Pos ini dilakukan agar bisa meningkatkan kualitas media informasi di Ormawa ITS dengan terjun langsung melihat kegiatan media nasional. Sehingga, kita dapat mengambil pelajaran dan pengetahuan bagaimana media menjalankan peran dan fungsi sehari-hari, yang nantinya dapat diterapkan di Ormawa ITS masing-masing,” ujar Nanda, salah satu staff Kementrian Kominfo BEM ITS yang turut serta dalam kunjungan tersebut.

Selama kunjungan, mahasiswa ditempatkan di ruang redaksi lantai 4 Graha Pena Jawa Pos yang terlihat unik dan menarik perhatian mahasiswa ITS. Tepatnya, mereka duduk di meja besar yang terletak di tengah-tengah ruangan. Penataan ruangan di Jawa Pos ini bersifat terbuka, di mana wartawan, redaktur dan pimpinan redaksi berada dalam satu ruangan. Dengan penataan inilah, Jawa Pos meraih penghargaan “The Coolest Newsroom in the World” dalam World Newspaper Congress.

Acara berjalan dengan lancar selama kurang lebih 1,5 jam. Dengan suasana yang “welcome”, kunjungan tidak hanya memperlihatkan sudut-sudut kantor, namun juga dilakukan sharing. Selama kunjungan, mahasiswa ditemani oleh Rudy Setyo Widodo, selaku Kepala Koordinator Kunjungan PT. Jawa Pos Koran. Beliau menjelaskan tentang sejarah Jawa Pos. Mulai dari proses pembuatan koran, mencari berita yang layak dimuat hingga berita tersebut siap diedarkan. Serta tentang peliputan, wartawan dan cara membuat layout koran yang menarik. Di akhir acara, terdapat sesi tanya jawab, di mana antusiasme mahasiswa ITS yang mengikuti kunjungan tersebut sangat baik. Terlontar banyak pertanyaan pada saat sesi tanya jawab tersebut.

Menurut Pelaksana Tugas Menteri Kominfo BEM ITS 2015/2016, Hanif Kukuh Wimala, pada kunjungan sebelumnya, hanya diikuti oleh BEM ITS saja, akan tetapi kali diikuti pula oleh perwakilan dari HMJ dan BEM Fakultas. Hal ini dikarenakan, kunjungan yang dilakukan sangat berguna, baik untuk BEM ITS dan Ormawa ITS. “Semoga ilmu yang didapatkan selama kunjungan di Jawa Pos dapat diterapkan oleh BEM ITS dan Ormawa ITS serta silaturahmi dengan Jawa Pos tetap terjaga,” ujarnya. (iid/yon)

Posted by Vivat Press on

Forum Bidang Ristek: Evaluasi Kondisi Keilmiahan di KM ITS

VIVAT PRESS

Sekretariat ITS Gedung KPA Lt. 3, 22-23 Agustus 2016

Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS menyiapkan langkah strategis bersama perwakilan Departemen ristek/Profkil/Piltek HMJ dan BEM F melalui Forum Bidang Ristek. Forum ini dilaksanakan pada Senin (22/8) hingga Selasa (23/8) di Sekretariat ITK, Gedung KPA Lt. 3. Hari pertama forum, membahas mengenai evaluasi kondisi keilmiahan di KM ITS. Selain itu, dibahas pula mengenai evaluasi pelaksanaan PKM 2016 yang telah usai, di mana ITS berada di peringkat 4. Pewacanaan adanya pola pengembangan keilmiahan lewat pelatihan berjenjang pun juga turut dibahas. “Forum hari pertama memang lebih difokuskan ke evaluasi sekaligus penjabaran pola pengembangan yang akan disepakati di hari kedua, terkait penjabaran pola pengembangan telah diwacanakan pasca pelaksanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 29,” tegas Adam Widi Bagaskarta, Pelaksana Tugas Menteri Riset dan Teknologi BEM ITS. Pada hari kedua, forum bidang ini mengadakan musyawarah untuk menyepakati beberapa hal yaitu, pembagian ranah tiap-tiap ormawa (HMJ, BEM F dan BEM ITS) dalam menyukseskan pelaksanaan PKM 2017, kemudian menyepakati pola pengembangan keilmiahan yang berjenjang, mulai dari Tingkat Dasar (TD) yang berisikan tentang pengenalan dasar-dasar menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan sasaran mahasiswa baru, Tingkat Menengah (TM) yang berisikan tentang bagaimana membuat karya itu tidak hanya sekedar tulisan tapi bisa dibuat prototype dan kemudian Tingkat Lanjut (TL) yang berisikan bagimana karya itu bisa dituliskan menjadi jurnal ilmiah atau dipublikasikan.

Selain itu juga disepakati program yang akan dijalankan bersam, yaitu masterpiece.its.ac.id, sebuah web karya kebanggaan ITS yang membutuhkan dukungan dari semua HMJ dan BEM F untuk bisa turut berpatisipasi menampilkan karyanya di web tersebut, juga pelaksanaan advokasi bersama untuk jalannya realisasi karya yang lebih baik karena tidak dipungkiri realisasi karya baik ke arah komersil ataupun pengabdian masyrakat tidak hanya tanggung jawab ormawa saja, tapi juga tanggung jawab bersama dengan ITS. Sehingga, perlu diadakan dialog-dialog agar realisasi karya bisa berjalan baik dan saling sinergi satu sama lain.

Terkait adanya pemberlakuan larangan bagi mahasiswa baru untuk mengikuti kegiatan yang diadakan jurusan, Adam menanggapi bahwa nantinya akan diatur secara lebih fleksibel mengenai pelaksanaannya oleh siapa, bisa oleh fakultas, bisa juga oleh HMJ bila jurusannya memperbolehkan.

“Harapannya, yang telah disepakati di raker ormawa bisa dilaksanakan dengan bersama dan dengan baik, dan kepengurusan selanjutnya juga bisa mengawal apa yang telah disepakati,” tukas Adam Widi Bagaskarta. (ristek/lut/yon)

Posted by Vivat Press on

BEM ITS Tampung Aspirasi Warga Kampung Mitra melalui Forum Bidang Sosmas

VIVAT PRESS

Balai Kelurahan Kejawan Putih Tambak, 05 September 2016

Forum bidang Sosial masyarakat (Sosmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS telah dilaksanakan di Balai Kelurahan Kejawan Putih Tambak RW 1, pada Senin (5/9). Forum yang diselenggarakan mulai jam 19.30 ini membahas dua pokok bahasan, yaitu sosialisasi proker dari BEM ITS serta pemaparan info-info lain terkait pengembangan fasilitas warga kampung mitra.

Forum ini adalah forum pertemuan kedua antara bidang Sosmas BEM ITS dengan warga RW 1 Kejawan Putih Tambak. Forum pertama yang dilakukan hanya sebatas perkenalan secara umum dari kedua belah pihak.Selain pihak BEM ITS, forum ini juga dihadiri oleh ketua RW 1 Kejawan Putih Tambak, beberapa ketua RT, perwakilan dari ibu-ibu PKK serta para remaja yang aktif di karang taruna setempat. Salah satu hasil yang disepakati pada forum ini adalah perihal acara Menuju Kampus Teknologi (MKT) yang membawahi tiga bidang yaitu bidang sosmas, ristek, dan perekonomian.

Sepanjang forum, banyak sekali masukan-masukan dari warga terkait teknis penyelenggaraan. “Selain untuk memaparkan proker kami (bidang sosmas BEM ITS), forum ini juga bertujuan untuk menampung aspirasi warga kampung mitra. Karena maksud kami adalah untuk memberdayakan warga kampung mitra, bukan sekedar menjalankan proker saja,” jelas Khoirul Anam, salah satu penanggung jawab agenda Sosmas BEM ITS.

Rangkaian kegiatan menuju acara MKT direncanakan akan dimeriahkan oleh penampilan warga setempat seperti penampilan tari india dan remo hingga pembacaan puisi. Rangkaian acara ini juga turut di semarakkan dengan pelatihan untuk menyiapkan makanan bergizi, pelatihan komputer, dan pelatihan hidroponik. Sedangkan ketika nanti acara digelar, sosmas BEM ITS akan menyediakan 92 stan yang bisa diisi oleh mahasiswa-mahasiswa ITS untuk menjajakan dagangannya.
Ketika ditanya masalah perkembangan kepedulian mahasiswa dengan warga, mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Teknik Elektro ITS itu mengaku bahwa mahasiswa ITS masih memiliki kepedulian yang minim dengan warga sekitar. “Banyak sekali mahasiswa ITS yang berpikir bahwa memberdayakan masyarakat hanya tugas bidang sosmas saja. Padahal kami hanyalah penghubung antara mahasiswa ITS dengan masyarakat. Mahasiswa ITS harusnya lebih peduli dengan masyarakat. Karena sejatinya mahasiswa lahir dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat,”pungkas mahasiswa yang akrab dipanggil Anam itu. (ath/yuk/yon)

Posted by Vivat Press on

MAHASISWA BARU ITS 2016 PECAHKAN REKOR MURI DENGAN PUZZLE TERBANYAK DAN TERBESAR

VIVAT PRESS
Stadion ITS, 28 Agustus 2016

Minggu (28/8), serangkaian acara Gerakan Integralistik (Gerigi) ITS 2016 telah mencapai puncaknya. Pada hari ketiga, kegiatan yang diawali dengan gerakan shalat subuh berjamaah oleh mahasiswa baru di Masjid Manarul Ilmi ITS, kemudian dilanjutkan dengan Simulasi Ekspresi (SIMEKS). Simulasi dilakukan dengan menyusun puzzle yang dibuat oleh masing-masing mahasiswa baru. Puzzle disusun membentuk persegi panjang dengan ukuran 50 x 22,5 meter yang menggambarkan lambang Kota Surabaya.

Sebelum simulasi dimulai, Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T., Walikota Surabaya, menyampaikan orasinya di depan mahasiswa baru ITS 2016. “Ayo mahasiswa ITS jangan minder, tidak usah ragu kalau mau melakukan yang terbaik,” ujar alumni Jurusan Arsitektur ITS tersebut.

Selain itu, Risma juga menyampaikan harapannya agar mahasiswa baru ITS 2016 dapat menjaga almamater tercinta dan dapat membawa nama bangsa Indonesia.

Penyelenggaraan Gerigi ITS 2016 sedikit memberikan warna yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun ini Gerigi ITS memberi hadiah kepada ITS berupa penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan penghargaan pemasangan puzzle terbanyak dan terbesar oleh mahasiswa.

Puzzle yang didominasi warna merah, putih dan hitam ini disusun oleh 4500 mahasiswa baru ITS 2016. Penghargaan ini memang bukanlah kali pertama yang diberikan MURI kepada ITS, sejak beberapa tahun lalu, ITS sudah mengantongi beberapa penghargaan dari MURI. Seperti pada 12 Februari 2016 lalu, ITS memperoleh penghargaan bakar ikan terbanyak di atas 101 kapal dengan 2006 ekor ikan, pemenang Kontes Robot Indonesia (KRI) 11 kali berturut-turut mulai tahun 1993 sampai 2009, update status serentak terbanyak oleh 1111 mahasiswa di twitter, maket masa ITS terbesar berukuran 11 x 11 meter dari rangkaian buku.

Penghargaan dari MURI yang diperoleh ITS kali ini tercatat sebagai rekor yang ke-7562. Penghargaan diberikan secara langsung dari perwakilan MURI kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS. “Harapannya dengan penghargaan ini dapat mewujudkan kebersamaan dan semangat kerjasama. Selain itu juga dapat memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat,” ujar Wida, selaku perwakilan dari MURI.

Presiden BEM ITS, Novangga Ilmawan turut memberikan apresiasi atas kerjasama yang baik dari mahasiswa baru 2016. “Ini hanya sebatas penghargaan, mahasiswa baru 2016 telah bekerjasama dengan baik untuk mensukseskan penyusunan puzzle ini.Harapan ke depannya, jangan pernah berhenti berkarya. Dalam event lain kalau ada pencapaian nasional dan patut diapresiasi, ya silahkan nanti diinformasikan ke MURI,” tukas Novangga.

Kegiatan tahunan ini diakhiri dengan flashmob oleh seluruh peserta, tamu undangan dan panitia Gerigi ITS 2016. Selain itu, Prof. Joni Hermana selaku Rektor ITS juga turut memberikan sambutan menjelang penutupan. “Mohon momen ini tetap diingat, walaupun hanya tiga hari bertemu dan bekerjasama, mudah-mudahan ini bisa jadi modal untuk mencari jejaring,” ujar rektor sekaligus dosen dan guru besar yang menyelesaikan studi S3-nya di Inggris. (lut/nab/ath/yuk/yon/mia)

Posted by Vivat Press on

GERIGI ITS 2016: Langkah Awal Pengenalan Dunia Kampus bagi Mahasiswa Baru

VIVAT PRESS

Stadion ITS Surabaya, 26 Agustus 2016

Jumat sore (26/8) telah berlangsung pembukaan kegiatan Gerakan Integralistik (Gerigi) ITS 2016 di Stadion ITS, Surabaya. Gerigi merupakan kegiatan tahunan untuk memperkenalkan dunia kampus kepada mahasiswa baru. Johan Satria, selaku Ketua Pelaksana Gerigi ITS 2016 menuturkan bahwa semua mahasiswa baru antusias dalam mengikuti serangkaian acara pembukaan. “Semuanya sangat excited, mulai dari panitia hingga mahasiswa baru semuanya terlihat antusias dan semangat meskipun sempat ada break sebentar karena terlalu panas. Tapi teman-teman masih tetap semangat,” tukas Johan saat ditemui di belakang panggung.

Salah satu rangkaian kegiatan pembukaan Gerigi ITS 2016 adalah pembacaan Sumpah Integralistik yang dipimpin langsung oleh Presiden BEM ITS, Novangga Ilmawan. Pembacaan Sumpah Integralistik tersebut diikuti oleh seluruh peserta Gerigi ITS 2016 dan juga tamu undangan, yakni seluruh ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Beberapa saat setelah pembacaan Sumpah Integralistik, Stadion ITS dihebohkan dengan kedatangan Rektor ITS, Prof. Joni Hermana bersama mobil “Lowo Ireng”, mobil hasil karya mahasiswa ITS yang berbahan bakar pertamax dengan design layaknya mobil pahlawan super batman berwana hitam.

Kedatangan Prof. Joni Hermana ini, selain memberikan sambutan juga sekaligus membuka kegiatan Gerigi ITS 2016 yang ditandai dengan penyematan secara simbolis kepada dua perwakilan mahasiswa baru ITS, yakni Liga Prasada dari Jurusan Fisika FMIPA serta Priangga Pertiwi dari Jurusan Teknik Kelautan FTK.

“Saya melihat Gerigi tahun ini lebih semangat dan lebih semarak. Saya harap mahasiswanya juga lebih baik, mereka bisa lebih erat, karena tujuan dari Gerigi ini kan sebetulnya untuk membangun kebersamaan di antara satu dan lainnya. Mudah-mudahan nanti suatu saat saat mereka lulus, event ini memberi kepuasan tersendiri,” ungkap Prof. Joni Hermana pasca pemberian sambutan dan penyematan secara simbolis.
Di sisi lain, salah satu perwakilan dari mahasiswa baru mengungkapkan kebahagiaannya. “Bersyukur sekali kita sudah resmi jadi Mahasiswa Baru ITS 2016. Apalagi secara pribadi kita jadi gambaran untuk mereka, dipilih untuk penyematan,” seru Priangga Pertiwi.

Ucapan terimakasih pun diungkapkan oleh Nowangga Ilmawan, selaku Presiden BEM ITS kepada seluruh panitia yang telah bertugas. “Saya tahu betul bagaimana mereka telah bekerja keras, bagaimana mereka telah melakukan inovasi-inovasi untuk Gerigi ITS 2016 ini. Saya juga melihat antusiasme mahasiswa baru, walaupun mereka kepanasan, walaupun mereka capek-capek di sini, tapi melalui koordinasi yang baik dengan panitia, semangat panitia, semangat mereka pun tidak padam. Jadi saya harap, selama dua hari ke depan bisa lebih semangat lagi. Gerigi ini sebagai awal pengenalan kehidupan kampus, lalu pengenalan prestasi-prestasi yang ada di ITS dan pengenalan bagaimana mahasiswa seharusnya. Di akhir, saya harapkan, ini bisa menjadikan modal untuk kaderisasi-kaderisasi di tingkat institut maupun di tingkat jurusan nanti,” seru mahasiswa Jurusan Teknik Industri tersebut.

Kegiatan pembukaan Gerigi ITS 2016 ditutup dengan pelepasan 16 ekor burung merpati, harapannya agar mahasiswa ITS dapat terbang meraih impian setingi-tingginya. (yuk/ath/yon/din)
CqxWMDoW8AA150S.jpg large

Posted by Vivat Press on

Membentuk Kader Muda Pemberani Melalui Pengabdian Masyarakat

VIVATPress

Tuban, 3 – 20 Agustus 2016

IFI (ITS Mengajar For Indonesia) merupakan sebuah kegiatan dari ITS Mengajar dan BSO IECC BEM ITS untuk memajukan pendidikan di daerah-daerah terpencil dengan mengirimkan tenaga pengajar muda. Pada kesempatan kali ini IFI dilaksanakan di Desa Tanggulangin, Tuban, Jawa Timur.

Pada hari Rabu (3/8) pukul 08.00 WIB, diadakan upacara pelepasan oleh Institut bertempat di lapangan lingkar perpustakaan kepada para pengajar dengan jumlah 56 orang (24 orang pengajar putra/i, 22 orang IECC, serta 10 orang OC) yang kemudian dilanjutkan dengan ikrar janji para pengajar. Sesampainya di lokasi tujuan diadakan acara pembukaan dengan mengundang warga dan kepala desa.

Menurut direktur BSO IECC BEM ITS, Amir Wahyu Al Karim, tujuan utama dari IFI itu sendiri yaitu sebagai sarana pengkaderan bagi tenaga pengajar muda yang ikut serta dengan cara mengabdi secara langsung kepada masyarakat tanpa mengesampingkan tujuan dari pengabdian masyarakatnya itu sendiri. “Secara singkatnya bisa dibilang pengkaderan via pengabdian masyarakatlah”, Jelasnya.

IMG-20160826-WA0002

Menurut sejarahnya, program yang merupakan inisiasi murni dari mahasiswa ITS ini sudah berjalan sejak tahun 2009. Namun seiring berjalannya waktu, nama IFI ini mengalami beberapa kali penyesuaian. Nama IFI (ITS Mengajar For Indonesia) itu sendiri baru di pakemkan pada tahun 2012 dan digunakan hingga kini.

Ada begitu banyak kegiatan yang dilakukan selama IFI berlangsung, seperti pelatihan sablon ke masyarakat, pengajaran pendidikan anak-anak sd, memperbaiki perpustakaan, dan salah satu kegiatan yang paling menarik yaitu “Jika Aku Menjadi”. Dimana para pengajar, staff IECC, dan OC tinggal di rumah penduduk dan mengikuti segala aktifitas yang ada di rumah itu. “Jadi misalkan keseharian di rumah itu bertani ya mereka juga harus ikut membantu bertani, kami sangat ingin adanya interaksi yang kuat antara peserta dengan warga maupun diantara peserta itu sendiri.” Ujar mahasiswa teknik industri tersebut. “Maka dari itu saya selalu menekankan kepada para peserta untuk tidak mencari hal kepanitiaan disini, tetapi mencari cara membangun rasa kekeluargaan yang erat dalam waktu yang singkat.”

Dari berakhirnya program IFI tahun ini diharapkan terciptanya kader-kader yang mampu menyebarluaskan ilmu yang didapat selama di IFI kepada KM ITS dan bisa mempengaruhi sekitarnya untuk ikut serta menerapkan ilmu yang didapat. “Kami ingin adanya wajah-wajah baru yang bisa membangkitkan semangat KM ITS untuk terus memajukan Indonesia khususnya dalam bidang pendidikan.” Jelasnya. (daw/gba)

Posted by Vivat Press on

Perkuat Basis Media BEM ITS, Kominfo Feat Vivat Press Sambangi KM ITB

VIVAT PRESS

Institut Teknologi Bandung, 18 Agustus 2016

Kamis (18/08) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Badan Semi Otonom (BSO) Vivat Press telah melakukan kunjungan ke beberapa Organisasi Mahasiswa berbasis media di Institut Teknologi Bandung(ITB). Kunjungan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk program kerja Kementerian Kominfo BEM ITS yaitu Visit Media.

Kunjungan pertama dilakukan ke Kemenkoan Komunikasi dan Informasi ITB. Bertempat di Sekre KM ITB kunjungan diawali dengan presentasi dari Kemenkoan Kominfo KM ITB yeng kemudian dilanjutkan dengan Kominfo dan Vivat Press BEM ITS. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi.

WhatsApp Image 2016-08-26 at 14.09.10

Setelah mengunjungi Kemenkoan Kominfo KM ITB, kemudian dilanjutkan dengan berkunjung ke Radio ITB dan ke Majalah Boulevard ITB. Kunjungan kali ini dibagi menjadi dua rombingan, Kominfo BEM ITS mengunjungi sekretariat Radio ITB sementara BSO Vivat Press mengunjungi sekretariat majalah Boulevard ITB.

Menteri Kominfo Irwansyah Muhammad mengatakan, dipilihnya ITB sendiri sebagai tempat kunjungan karena menurutnya saat ini Kemenkoan Kominfo KM ITB merupakan salah satu Kominfo yang sedang bagus. “Yang didapat dari kunjungan ini pastinya ilmu tentang kominfo dan juga relasi. Apalagi saat ini juga memang lagi butuh pengembangan radio. Jadi ketika di radio kita jadi tahu infrastruktur awal yang dibutuhkan dalam pengembangan radio itu apa ,” tambahnya.

Sementara itu menurut Akhmadi selaku Direktur BSO Vivat Press mengatakan dengan adanya kunjungan ini lebih membuka lagi wawasan dalam bidang jurnalistik dan media selain itu menurutnya kunjungan ini sebagai pembanding bagaimana sistem pengelolaan organisasi berbasis media.

“Implementasi langsung dari hasil diskusi selama kunjungan kedalam rencana strategis Kominfo kedepan,” tutup Irwansyah. (ham/mia)

Posted by Vivat Press on

MAHASISWA BERSUARA, BEM ITS BERSAMA BEM SI JAWA TIMUR ANTAR ASPIRASI KE GRAHADI SURABAYA

VIVAT PRESS
Gedung Grahadi Surabaya, 23 Agustus 2016

Selasa siang (23/08) telah berlangsung Aksi Turun Jalan yang dilaksanakan di depan Gedung Grahadi, Surabaya. Aksi ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa ITS, melainkan juga diikuti oleh mahasiswa dari beberapa Universitas di Jawa Timur. Beberapa Univesitas yang turut andil dalam aksi ini adalah Universitas Airlangga, Universitas Trunojoyo, Universitas Hang Tuah, Universitas Internasional Semen Indonesia dan Universitas Merdeka Surabaya.

1472190566329

Gabungan mahasiswa dari beberapa universitas ini membawa satu suara yaitu Menyoroti rencana pemerintah dalam Reshuffle kabinet jilid II. Aksi ini juga merupakan tindak lanjut dari diskusi terbuka dan penyikapan yang sudah disepakati oleh KM ITS pada 19 Agustus 2016 juga hasil dari kajian BEM SI wilayah Jawa tentang “Menyoal Blunder Pemerintah Dalam Reshuffle Kabinet Jilid II” serta Peringatan “Hari Maritim Nasional”.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB ini berlangsung kondusif meskipun sempat terjadi sedikit ketegangan saat usaha mediasi yang diajukan oleh mahasiswa tidak kunjung ditanggapi dengan kepastian. Beberapa mahasiswa yang merupakan perwakilan dari Aksi Turun Jalan ini pun sempat mengunjungi Kantor Gubernur guna menanyakan kepastian dan keberadaan Pakde Karwo, Gubernur Jawa Timur, demi terlaksananya mediasi. Namun, setelah menunggu beberapa saat, ternyata yang bersangkutan telah kembali ke kediamannya. Informasi ini didapat dari Polisi yang berjaga di Kantor Pemerintah Kota Surabaya.

1472190575797

Hingga akhirnya sekitar pukul 17.15 WIB barulah mediasi dapat dilaksanakan meskipun tidak bertemu dengan Gubernur Jawa Timur langsung seperti yang diharapkan. Mediasi kali ini dilaksanakan di ruang rapat Gubernur Jawa Timur dan diterima oleh Ketua Bagian Humas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam upaya mediasi ini pihak perwakilan mahasiswa terus mengupayakan adanya pertemuan langsung dengan Gubernur Jawa Timur guna menyampaikan aspirasinya secara langsung. Saat dikonfirmasi lagi kapan pertemuan itu dapat terlaksana, pihak Humas hanya menjawab pekan depan tanpa kejelasan hari.

Dalam mediasi, Novangga Ilmawan, Presiden BEM ITS, selaku koordinator maritim dalam aliansi BEM SI, memaparkan tentang harapan mahasiswa yang telah diwakilkan oleh para massa aksi bahwa tujuan utama dari kedatangan mereka siang itu adalah untuk bertemu langsung dengan sang Gubernur, “kami adalah mahasiswa jawa timur, kami disini ingin bertemu dengan bapak kami…”. Dengan itu, Novangga meminta pada Pak Anom untuk memberi pernyataan dalam waktu dua minggu untuk segera memberi jawaban tentang keinginan mereka bertemu Pakde Karwo. Dalam hal itu, Novangga menyampaikan 4 poin hasil kajian terkait hari maritim yakni terkait hal-hal penting dalam bidang kemaritiman yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

Selain Novangga, perwakilan dari Universitas Trunojoyo Madura dan Universitas Airlangga juga turut menyampaikan aspirasinya di hadapan Kabag Humas ketika mediasi berlangsung. Dalam menjawab pernyataan para mahasiswa, Pak Anom menjelaskan bahwa beliau siap mengakomodir pertemuan mahasiswa kembali dengan pakde Karwo terkait waktu dan tempat bisa lebih mudah dikondisikan lebih lanjut. Di akhir beliau juga sempat menanggapi terkait hasil kajian mahasiswa, beliau paparkan bahwasanya gubernur sudah sedang menyiapkan program terkait kemaritiman, yakni program penyejahteraan warga nelayan, dan ini sudah berjalan dua tahun ini, tentunya semua kembali pada skala prioritas di kondisi saat ini. (nab/lut/ded/mia/din)

Posted by Vivat Press on

REKTOR ITS PIMPIN PELEPASAN KONTINGEN ITS KE PIMNAS

VIVAT PRESS

Rektorat ITS, 30 Juli 2016

Sabtu(30/07) lalu telah diselenggarakan acara pelepasan seluruh kontingen ITS untuk menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 29 yang diselenggarakan di Bogor. Acara yang bertempat di Gedung Rektorat ITS tersebut dipimpin langsung oleh Rektor ITS, Prof. Joni Hermana.

Dari 271 proposal yang didanai, 15 tim diantaranya resmi dinyatakan lolos ke tahapan selanjutnya yakni PIMNAS. Sebelum berangkat menuju ke Bogor, 15 tim pkm 5 bidang tersebut terlebih dahulu akan menjalani berbagai proses pembinaan yang akan dilaksanakan di Tretes mulai tanggal 29-30 Juli serta tanggal 1-4 agustus di Sekretariat ITK Gedung KPA Lt. 3 ITS Surabaya. Selain itu, 15 tim tersebut juga akan berangkat lebih awal dari jadwal yang ditentukan, yakni tanggal 5 Agustus untuk menjalani proses pemantapan di Bogor.

Dalam sambutannya saat melepas kontingen PIMNAS, Prof Joni Hermana berpesan bahwa jumlah kontingen yang sedikit tidak menjadi masalah, akan tetapi hal tersebut justru menjadi tantangan untuk bekerja lebih keras dan mendapatkan hasil yang terbaik. Beliau juga menambahkan, jika dari awal yakin untuk menang, maka akan ada 2 opsi yang didapat yakni menang dan kalah, sebaliknya jika dari awal sudah pesimis maka hasil akhir yang akan didapat hanya ada satu yaitu kekalahan.

Perhelatan PIMNAS sendiri akan dilaksanakan di Bogor mulai tanggal 7-12 Agustus dan akan diikuti oleh 440 peserta dari total lebih dari 150 perguruan tinggi yang ikut serta. Selain perhelatan PIMNAS, tuan rumah IPB juga akan mengadakan kegiatan lain yakni pertemuan BEM, aksi sosial dan study tour pasca pengumuman PIMNAS.

Sementara itu, ditemui di tempat terpisah Menteri Riset dan Teknologi BEM ITS 15/16, Hoppy Adi Putra menyatakan bahwa terlalu dini untuk menentukan siapa yang juara, karena kompetisi belum dimulai. Siapapun berhak dan pantas jadi pemenangnya. Sejarah juga mencatat bahwa pertempuran tidak selalu dimenangkan oleh jumlah akan tetapi kualitas oleh tiap individunya. Keyakinan dan berusaha sebaik mungkin itu yang utama.(rtk/ham/akh/mia).

Posted by Vivat Press on

KM ITS GOES TO ALUMNI, PERERAT HUBUNGAN KM ITS DENGAN ALUMNI

VIVAT PRESS

SCC Lantai 3, 30 Juli 2016

Sabtu (30/07) kemarin telah terselenggara kegiatan akbar antara KM ITS dan Ikatan Alumni ITS (IKA ITS). Kegiatan yang diberi nama KM ITS Goes To Alumni ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan guna menyambung komunikasi antara Keluarga Mahasiswa (KM) ITS dengan IKA ITS Pusat.

Banyak elemen KM ITS yang bergabung dalam acara tersebut antara lain adalah Ketua Himpunan, Ketua BEM ITS, dan Ketua LMB. Dan dari pihak IKA ITS pun turut hadir Pak Anas Rasjidi selaku Sekretaris Jenderal IKA ITS, Pak Wisnu selaku Ketua PW IKA JATIM, serta beberapa wakil dari SAC.

Kegiatan yang berlangsung sehari itu terbagi menjadi 3 sesi yaitu sesi pertama terkait pembahasan Struktur IKA ITS dan Rencana Strategis, sesi kedua mengenai kondisi terkini KM ITS, dan sesi terakhir mengenai pembentukan pola koordinasi KM ITS dengan IKA ITS.

Para mahasiswa pun mempunyai kebebasan bertanya dan berpendapat terkait dengan masalah yang diangkat dalam KM ITS Goes To Alumni tersebut.

Diantara para mahasiswa perwakilan organisasi di KM ITS, muncul berbagai pertanyaan yang diajukan saat sesi pertanyaan.

Diantara nya terkait tentang database alumni ITS yang sampai saat ini belum maksimal, alur pengajuan proposal sponsorship kepada IKA ITS, bursa kerja untuk mahasiswa ITS, rancangan kaderisasi mahasiswa ITS yang selama ini masih banyak alumni yang turun tangan, kegiatan Studi Ekskursi dan Krja Praktik dengan IKA ITS, dan kriteria kandidat mahasiswa ITS agar lolos saat melamar kerja.

Berbagai pertanyaan yang muncul ditanggapi dengan baik oleh Pak Anas dan Pak Wisnu beserta jajaran lainnya. Menurut Pak Anas, terkait pengajuan proposal kegiatan harus lebih terintegrasi, pengumpulan secara kolektif dan diserahkan kepada BEM ITS untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak IKA ITS.

Terkait database alumni memang terkendala dengan tidak banyaknya alumni yang mengisi namun akan diupayakan lebih lanjut. Dan untuk masalah pegkaderan, diperlukan diskusi dan koordinasi minimal satu fakultas agar dapat berdiskusi lintas jurusan, dari PP IKA ITS tidak bisa menyentuh sampai jurusan bisa mengkordinasikan dengan komisaris jurusan.

Dan hal yang paling penting disampaikan oleh Pak Anas dan Pak Wisnu adalah mahasiswa ITS perlu meningkatkan softskill agar dapat menghadapi interview atau tes wawancara, mahasiswa ITS perlu memperhatikan kesehatan, karena saat tes banyak yang gagal di tes kesehatan.

Dibutuhkan pemikiran mahasiswa untuk isu-isu nasional serta pandai dalam communication sklill, leadership karena mahasiswa tidak hanya bersaing dengan mahasiswa ITB atau mahasiswa di Indonesia lainnya tapi juga bersaing dengan bangsa lain misalnya China, karena pekerja China murah tapi kerjanya bagus.

Mahasiswa ITS nantinya diharapkan bisa menjadi alumni yang bagus dan mampu bersaing dalam pergesekan pekerjaan dalam dunia global. (mia/akh)