Vivat Press


Posted by Vivat Press on

TEKNOLOGI UNTUK NEGERI, DARI MAHASISWA UNTUK NELAYAN BANYUWANGI

VIVAT PRESS

Pantai Cemara Banyuwangi, 25-26 Juli 2016

Senin (25/5) sore di Pantai Cemara Banyuwangi berkumpul nelayan pantai cemara, mahasiswa ITS, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, Dinas Pariwisata Banyuwangi, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dalam rangka Acara Teknologi Untuk Negeri (TUN) yang diadakan oleh BEM ITS dan UKM Maritime Challange yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Untag Banyuwangi. Mahasiswa ITS yang ikut dalam acara ini sebanyak 7 Tim dengan membawa alatnya masing-masing. Pada sore itu setiap tim mempresentasikan karyanya di depan semua yang hadir dan dilakukan voting oleh nelayan untuk menentukan teknologi mana yang paling aplikatif untuk diterapkan langsung di Pantai Cemara.

Acara dimulai dengan sambutan-sambutan dilanjutkan dengan presentasi tiap tim di depan seluruh nelayan. Setelah itu nelayan menanyakan langsung bagaimana cara kerja alat kepada peserta TUN di stan yang disediakan.
TUN juga mengadakan “Seminar Nasional Banyuwangi” (26/7) yang diadakan di Aula Untag Banyuwangi dihadiri 600 peserta dari berbagai daerah di Banyuwangi. Seminar ini mengundang berbagai pembicara yang ahli di bidang maritim yaitu Prof. Daniel sebagai pakar maritim, Perwakilan Kementerian Perikanan dan Kelautan, serta Bupati Banyuwangi.
Acara dilanjutkan kembali di Pantai Cemara dengan bersama-sama membersihkan pantai, melihat hutan cemara, dan pelepasan 40 tukik atau anak kura-kura, dimana Pantai Cemara merupakan tempat konservasi penyu. Dilanjutkan dengan pengumuman pemenang, berdasarkan hasil voting nelayan, pemenang diraih oleh tim yang membuat alat pendingin ikan dengan tenaga surya dan panel surya penghasil listrik. Acara diakhiri penyerahan secara simbolis alat dari mahasiswa ITS kepada nelayan Pantai Cemara.

“Acara ini bertujuan untuk memberikan kebermanfaatan bagi nelayan secara langsung dari mahasiswa ITS. Mahasiswa ITS itu cerdas, dan akan lebih baik jika karyanya tidak berhenti di kompetisi dan mendapatkan hadiah namun benar-benar diaplikasikan dan memberi manfaat kepada nelayan seperti acara Teknologi Untuk Negeri ini” Tutur Nafi sebagai Sekertaris Kementerian Riset dan Teknologi BEM ITS. (rhm/din/mia)

Posted by Vivat Press on

MENGISI LIBURAN BERMANFAAT, PPI BELANDA GOES TO CAMPUS ITS SURABAYA

VIVAT PRESS

Gedung Pasca Sarjana lantai 3 ITS Surabaya, 25 Juli 2016

Senin pagi (25/07) gedung pasca sarjana kampus pahlawan didatangi beberapa mahasiswa. Meski statusnya masih liburan, tak menyurutkan keinginan para peminat studi ke luar negeri para mahasiswa di universitas-universitas di Surabaya ini.

PPI Belanda Goes to Campus, begitulah kegiatan ini dinamakan. Berisikan penyampaian pengalaman dan panduan dari teman-teman anggota PPI Belanda yang kini masih sedang menempuh studi di negeri kincir angin itu. Acara dimulai pada pukul 09.30 hingga pukul 12.15 ini difasilitasi oleh Kementerian Hubungan Luar BEM ITS.

Setelah dibuka dengan sambutan oleh Khalid Abri atas nama Kabinet BEM ITS Berani, pemaparan disampaikan secara bergantian oleh dua mahasiswa Master dan seorang mahasiswi Doktor di TU Delf, Belanda. Mas Rony dan Mas Aldi dari alumni ITB yang kemudian melanjutkan program master di bidang yang sama dan lebih spesifik. Sedangkan Mbak Sayidah adalah alumni ITS yang melanjutkan program doktornya selagi telah menjadi dosen di kampus almamaternya.

Acara yang berlangsung di tengah liburan kuliah ini ternyata masih sangat menarik perhatian besar para mahasiswa, mayoritas dari teman-teman yang berada di semester enam keatas yang datang menghadiri acara tersebut. Peserta Goes to Campus oleh PPI Belanda ini dihadiri berbagai macam kampus, selain ITS ada juga dari Ubaya, Unair dan lain sebagainya yang berjumlah total 104 orang.

Di penghujung acara, Ago, penanggung jawab agenda ini dari pengurus Kementerian Hublu BEM ITS menuturkan tujuan acara ini, tiada lain untuk memberi penjelasan dan pengarahan tentang bagaimana proses, pengalaman, dan perjalanan mengambil studi di negeri orang, khususnya di Belanda.(din/mia)

Posted by Vivat Press on

Konsolidasi Nasional Forum Perempuan BEM Seluruh Indonesia

VIVAT PRESS

Telkom University, 13-14 Juni 2016

Perwakilan Forum Perempuan ITS beserta Kementerian Pemuda dan Kebangsaan BEM ITS 2015/2016 tengah mengikuti Konsolidasi Nasional Forum Perempuan BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Bertempat di Telkom University Kota Bandung, hari pertama berisi serangkaian kegiatan Konsolidasi Nasional FP BEM SI dengan tema “Peran Perempuan Dalam Perlindungan, Dilihat dari Tingkat Kerawanan di Lingkup Sosial Masyarakat” dihantarkan dengan dialog nasional oleh DR. Hj. Netty Prasetyani Heryawan dan Hj. Diah Nurwitasari.

Berdasarkan dialog yg berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 12.20 WIB, dipaparkan mengenai faktor penyebab terjadinya segala bentuk kekerasan utamanya kekerasan seksual pada masyarakat Indonesia. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah budaya masyarakat, pengaruh media, kurang tegasnya hukum, dan banyak faktor lainnya. Setiap faktor tersebut layaknya sebuah jaring-jaring kusut yang tdk nampak simpulnya, sehingga kedua pemateri sepakat bahwa setiap faktor yg menyebabkan terjadinya kekerasan seksual harus diatasi secara pararel oleh setiap elemen masyarakat dengan sinergisitas tinggi.

Setelah jam istirahat siang, sekitar pukul 13.30 WIB serangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan oleh Women Self Defense of Koporyu atau yang kerap disingkat dengan WSDK. WSDK adalah teknik beladiri dengan penekanan pada gerakan sehari-hari yang relatif praktis dan sederhana sehingga mudah diingat serta dipraktekkan. Mengangkat slogan singkat “Lembut bukan Berarti lemah, dalam kelembutan tersimpan kekuatan”, WSDK mengajarkan peserta (perempuan) untuk memanfaatkan alat-alat yang familiar dengan kehidupan perempuan sehari-hari sebagai senjata untuk mempertahankan dan membela diri. Peserta dibekali keterampilan bela diri dengan menggunakan lipstik, botol air mineral, pulpen, dan benda-benda sederhana lainnya. WSDK juga menamakan jurus-jurusnya dengan nama yang mudah diingat seperti teknik mendorong, bercermin, kepret, cubit, dan lain sebagainya.

Pelatihan WSDK berlangsung hingga pukul 16.00 WIB, agenda Konsolnas dilanjutkan kembali pada pukul 20.00 WIB. Progress Report yang dimoderatori oleh Mahasiswi STEI SEBI, Fatia Rahma, diawali dengan diskusi masing-masing wilayah selama 60 menit. Forum Perempuan ITS tergabung dalam wilayah Jawa Timur yang dikoordinasikan oleh Universitas Brawijaya. Pada konsolnas kali ini, wilayah Jawa Timur memiliki fokusan terhadap tiga poin permasalahan yaitu, kekerasan pada perempuan dan anak, pelecehan seksual, dan kanker servix. Nihlatunnur selaku ketua Forum Perempuan yang dinaungi oleh Kementerian Pemuda dan Kebangsaan BEM ITS 2015/2016 memaparkan mengenai kajian internal yang sempat dilaksanakan oleh FP ITS terkait RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Selain itu, menurut Sekretaris Kementerian Pemuda dan Kebangsaan BEM ITS 2015/2016 yang turut hadir dalam konsolidasi nasional tersebut, ada baiknya jika isu tersebut dikerucutkan lagi menjadi satu isu yaitu kekerasan pada perempuan dan anak, karena pelecehan seksual serta kanker serviks dapat diakarkan atau dicabangkan dari judul isu tersebut. Perwakilan ITS tengah membuat sebuah diagram tulang ikan dengan beberapa entitas dan akarnya. Beberapa entitas tersebut diantaranya adalah hukum, media masa, pendidikan karakter, dan sistem informasi. Pemaparan mengenai diagram tulang ikan tersebut dilanjutkan pada hari berikutnya.

Konsolidasi nasional dilanjutkan pada pukul 07.50 WIB dengan penyamaan persepsi mengenai urgensitas adanya Forum Perempuan, yakni untuk pengorganisasian perempuan demi pembentukan basis masa perempuan serta wadah bagi perempuan “concern” membahas isu terkait diri perempuan. Setelah adanya persamaan persepsi, setiap perwakilan perempuan yang hadir, agenda selanjutnya adalah tanggapan-tanggapan terhadap progress report yang telah dilaksanakan hari Senin (13/06/2016). Beberapa usulan muncul mengenai isu di setiap wilayah, namun karena dirasa pergerakan Forum Perempuan secara Nasional kurang terintegrasi, maka mulai dipertanyakan langkah pergerakan yang terintegrasi secara nasional. Perwakilan ITS mengangkat rancangan diagram tulang ikan yang telah dibahas pada diskusi wilayah Jawa Timur malam sebelumnya, yang kemudian disepakati oleh forum dengan beberapa revisi. Tanggapan perwakilan dari ITB mengenai mekanisme revisi diagram tersebut secara teknis menggunakan matriks 3N. Pembahasan mengenai tanggapan perwakilan ITB tersebut dilanjutkan setelah istirahat siang dan melompat pada pembahasan mengenai goals jangka panjang serta jangka pendek Forum Perempuan BEM SI. (azz/mia)

Posted by Vivat Press on

LKMM TM STT PLN, Sambung Silaturahmi antara STT PLN dan ITS

VIVAT PRESS

Kampus STT PLN-Jakarta Barat, 30 Mei-2 Juni 2016

Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa atau yang sering disingkat dengan LKMM merupakan salah satu kegiatan kampus yang memberikan pembekalan kepada mahasiswa tentang materi keorganisasian, kepemimpinan, dan memanajemen diri. Tentunya setiap kampus menyelenggarakan kegiatan ini, salah satunya yaitu STT PLN.

Tahun ini STT PLN untuk kali pertamanya mengadakan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM TM). LKMM TM ini diikuti oleh 18 peserta, berlangsung mulai hari Senin (30/5) hingga hari Kamis (2/6). Sebelumnya telah dilaksanakan ramah tamah yang mengundang jajaran pimpinan kampus STT PLN dan pejabat walikota Jakarta Barat.

Namun dalam pelatihan ini, STT PLN belum memiliki pemandu LKMM TM. Oleh karena itu, STT PLN meminta bantuan Pemandu Reformasi ITS melalui Bakor Pemandu ITS untuk mengisi materi LKMM TM terutama materi TPD, AKO, dan RPO. Perwakilan dari pemandu reformasi ITS yakni Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha atau yang kerap dipanggil Ozha, mahasiswa jurusan Material & Metalurgi FTI-ITS 2012.

Dua tahun yang lalu Presiden BEM STT PLN atau yang akrab disapa kak Inus, diundang ke LKMM TM XIII FTI-ITS. Maka tahun ini saatnya STT PLN yang menyambung silaturahim dengan ITS lewat pelatihan serupa. Rafly selaku menteri PSDM STT PLN 2015/2016 menjelaskan,“Ide untuk mengundang pemandu dari ITS adalah karena penyusunan jenjang dan pelaksanaan LKMM ITS yang sudah terstruktur, apalagi saya juga partner dari Ozha dan Suto di LKMM TL ITS 2015 lalu.”

Pada saat penutupan LKMM TM yang juga bertepatan pada hari ini, akan diadakan pentas budaya dan pengukuhan lulusan LKMM TM STT PLN 2016.(iid/din)

Posted by Vivat Press on

LKMM-TL, Hasilkan Pemuda Revolusioner Penggagas Peradaban Bangsa

VIVAT PRESS
Hotel Harris Surabaya, 28-30 Mei 2016

Senin (30/5) lalu, telah terlaksana hari terakhir dari Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa-Tingkat Lanjut (LKMM-TL) yang berlangsung di Hotel Harris, Surabaya. Pelatihan yang merupakan jenjang terakhir dari sederet pelatihan LKMM ini diadakan selama tiga hari dan berfokus pada pelatihan manajemen wacana, di mana para peserta diharapkan mampu memanajemen suatu wacana dan mengajak publik untuk mengikuti wacana yang telah mereka buat.
Manajemen wacana atau opini publik yang bertajuk Pemuda Revolusioner Penggagas Peradaban Bangsa ini tidak hanya sekedar berlatih menulis, tetapi konteksnya lebih umum. Sehingga peserta mampu mengangkut suatu permasalahan dalam suatu tempat, dan peserta mampu merumuskan wacana dari data valid mengenai permasalahan tersebut. Hingga pada akhirnya, para peserta dapat melempar wacana tersebut agar publik mampu mengikuti wacana yang telah dirumuskan.
“Dari 20 peserta LKMM-TL, 15 peserta dari ITS dari 5 peserta dari PENS, diharapkan mereka bisa lebih peka terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di sekitarnya dan menjadi solusi dari permaslahan tersebut, bukan menjadi penambah masalah,” ungkap Fandi Adi Nugraha selaku Kabakor.
Untuk mendukung pelatihan ini, para peserta dipandu oleh perancang LKMM, yakni Indrajaya Gerianto yang merupakan pensiunan dosen Sistem Perkapalan,Budi Utomo dari Teknik Mesin ITS, serta Heru Lumaksono dari PPNS. Ketiga dosen pemandu tersebut menyampaikan beberapa materi, antara lain materi tentang keterampilan manajemen publik, pemuda, dan peran media dalam membangun peradaban bangsa. Selain penyampaian materi dalam ruangan, para peserta melakukan kunjungan lapangan di Medokan Ayu dan Wonorejo.
“Kunjungan lapangan ini berfungsi agar para peserta langsung berinteraksi dengan masyarakat untuk mendapatkan data valid. Sehingga para peserta mampu merumuskan suatu permasalahan dan membuat wacana dari permasalahan tersebut,” tutup Fandi. (ast/mia/yon)

Posted by Vivat Press on

Kelas Ekonomi Kebangsaan #3, Upaya BEM ITS Sadarkan Pentingnya Digital Ekonomi dan Ekonomi Kreatif

VIVAT PRESS
Teater B ITS Surabaya, 27 Mei 2016

Jum’at (27/5), berlangsung kali ketiga Kelas Ekonomi Kebangsaan (KEK) yang mengusung Prospek Industri Kreatif Digital dan Perannya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Tema ini dipilih oleh Kementerian Perekonomian BEM ITS sebagai lanjutan KEK #2 tentang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, yang saat ini memiliki fokusan terhadap digital ekonomi. “Saat ini, Indonesia sedang gencar-gencarnya mengembangkan dan launch start-up. Start-up apapun di Indonesia sudah ada, seperti jasa pengiriman makanan, jasa ojek, jasa kos-kosan, dan masih banyak lagi”, jelas Galih Eldyawan, Menteri Perekonomian BEM ITS.

Disampaikan oleh Zainal Arifin Manager Digital Inovation Lounge Surabaya dalam KEK #3, Indonesia memiliki jumlah penduduk dengan usia produktif terbesar di Asia Tenggara. Sehingga, mahasiswa sebagai bagian dalam usia produktif tersebut harus produktif pula. Dalam menjalankan bisnis start-up misalnya, bagaimana caranya kita bertahan dalam posisi tidak mendapatkan penghasilan selama berbulan-bulan hingga saat start-up tersebut mulai dikenal oleh orang banyak.

Walaupun KEK #3 ini adalah yang terakhir, Kementerian Perekonomian BEM ITS berharap, kepedulian terhadap ekonomi Indonesia oleh KM ITS tidak berhenti. “Semoga kita sebagai mahasiswa tidak hanya mengerti terkait hal-hal teknis, namun kita juga harus paham bahwa di balik itu semua ada angka-angka yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pola pikirnya bukan hanya sebagai pegawai yang memikirkan kepentingan diri sendiri, namun juga sebagai pengusaha yang memikirkan kepentingan perusahaan, masyarakat sekitar, bahkan kepentingan Negara.”, Galih mengakhiri. (adz/mia/din)

IMG-20160531-WA0002

Posted by Vivat Press on

PP LKMW, Pelatihan Pemandu Untuk Tingkatkan Semangat Wirausaha KM ITS

VIVAT PRESS

Jurusan Kimia J-117, 28-29 Mei 2016

Minggu (29/5), diselenggarakan pertama kali oleh Kementerian Perekonomian BEM ITS, Pelatihan Pemandu Latihan Keterampilan Mahasiswa Wirausaha (PP LKMW) ini sangat penting keberadaannya untuk meningkatkan semangat kewirausahaan KM ITS. “Entah kenapa, akhir-akhir ini, kewirausahaan di ITS semakin meredup. Tidak banyak mahasiswa ITS yang mau serius berwirausaha. Dan kalaupun ada, hanya sedikit namun beberapa macet di tengah jalan. Sehingga dengan adanya LKMW TD, LKMW TL, juga tentunya PP LKMW, dapat meningkatkan motivasi-motivasi untuk berwirausaha”, jelas Agustin Nur Malita, ketua pelaksana PP LKMW.

Tak hanya melulu tentang Kewirausahaan, materi PP LKMW juga mencakup public speaking, kepemanduan, dan dasar-dasar LKMW. Pemateri yang dihadirkan dalam LKMW ini pun beragam, mulai dari mahasiswa-mahasiswa yang sudah menggeluti bidang kewirausahaan, hingga praktisi-praktisi.

PP LKMW memiliki peranan yang penting dalam bidang kewirausahaan di ITS. Peserta PP LKMW yang beragam, yaitu terdiri dari delegasi-delegasi KWU HMJ, dan juga KM ITS non-KWU yang memiliki ketertarikan di bidang kewirausahaan, maupun mahasiswa yang sudah memiliki bisnis ini, setelah mengikuti pelatihan PP LKMW diharapkan dapat menjadi mentor dan konseptor dalam diselenggarakannya LKMW TD dan LKMW TL. Diungkapkan oleh Lita, dengan diselenggarakannya PP LKMW ini, diharapkan dapat terbentuknya suatu sistem dalam pelatihan-pelatihan kewirausahaan, dan juga terbentuk suatu standar sehingga setiap pelatihan kewirausahaan di ITS setara. (adz/mia/din)
IMG-20160531-WA0007[1]

Posted by Vivat Press on

Portal KM ITS, Persembahan BEM ITS untuk KM ITS

VIVAT PRESS

Sekretariat BEM IT’S, SCC lt. 2, 17 Mei 2016

Selasa (17/5), bertepatan dengan berakhirnya IMC (ITS Media Conference) part 1, BEM ITS memperkenalkan km-its.com yang akan segera menjadi km.its.ac.id sebagai Portal KM ITS. Berlandaskan keresahan akan permasalahan integrasi data dan informasi di KM ITS, Portal KM ITS dibangun dengan harapan untuk mempermudah mahasiswa ITS untuk mengenal KM ITS sendiri tanpa perlu mengikuti keseluruan media sosial yang ada di KM ITS.

“Saat ini untuk mengetahui informasi suatu ormawa tentu kita harus mem-follow akun ormawa tersebut, lalu bagaimana jika kita ingin mengetahui informasi ormawa se-KM ITS? Jawabannya adalah Portal KM ITS, semua informasi akan ada disana.”, jelas Adnan, Dirjen Multimedia Kementrian Kominfo BEM ITS.

Platform yang telah dibangun semenjak kepengurusan lalu ini sempat mengalami kendala sehingga harus membangun ulang sistemnya dari awal agar fungsinya sesuai dan dapat menjawab permasalahan integrasi data yang ada. Portal KM ITS akan dikembangkan dalam 2 platform, website dan mobile. Platform mobile yang dahulu,yaitu IMAPS (ITS Mobile Apps) nantinya akan diubah menjadi Portal KM ITS Mobile untuk menyelaraskan branding kedua platform.

Walaupun sama-sama dikelola oleh Keditjenan Multimedia BEM ITS, Portal KM ITS tentunya berbeda dengan Portal BEM ITS. Portal BEM ITS dikhususkan untuk memberikan informasi tentang BEM ITS. Sedangkan Portal KM ITS memberikan informasi tentang KM ITS secara keseluruhan. “Rencana kedepannya setelah launching nanti kami akan mengajak semua ormawa di KM ITS untuk berkontribusi di Portal KM ITS. Setiap ormawa akan mendapatkan hak akses untuk masuk dan memberikan posting berupa acara, berita, dan lain-lain di dalam websitenya.”, Adnan mengakhiri. (adz/din)

Posted by Vivat Press on

Global Movement of KM ITS To Singapore

VIVAT PRESS

Singapura, 14 Mei 2016

Sabtu (14/05), telah berlangsung kunjungan BEM ITS ke National University of Singapore Student Union (NUSSU) sebagai salah satu rangkaian acara dari KM ITS Expands To Singapore yang merupakan agenda dari Global Movement of KM ITS (GM KM ITS).

Tujuan diadakannya GM KM ITS tersebut mempunyai tujuan untuk mewujudkan hubungan kerjasama antara BEM ITS dengan NUSSU serta untuk mempelajari budaya dan susunan organisasi mahasiswa internasional yang akan diimplementasikan dalam proses internasionalisasi KM ITS. Kunjungan diawali dengan presentasi mengenai susunan, fokusan, dan budaya NUSSU oleh Loo Weng Heng selaku President of NUSSU. Dilanjutkan dengan presentasi dari BEM ITS berisi BEM ITS company profile.

NUSSU sendiri terdiri dari enam divisi yang berbeda antara lain Hubungan dan Kerjasama, Presidensial, Kesejahteraan, Komunikasi, Sekretariat serta Keuangan. Memiliki fokusan pada bidang pendidikan, sehingga hampir seluruh acara yang diadakan berguna untuk studi mahasiswa sendiri.

Setelah menyajikan presentasi dari masing-masing organisasi, ada agenda saling menukar cenderamata, kemudian ishoma, dan dilanjutkan dengan bercengkrama antara satu sama lain. Setelah itu diadakan sesi diskusi antar perwakilan BEM ITS dan NUSSU yang terbagi menjadi 3 grup. Tema yang dibawa untuk diskusi ini adalah mengenai AEC (ASEAN Economic Community), bertukar informasi mengenai fokusan dan program kerja kedua belah pihak, dan kerjasama antar BEM ITS dan NUSSU.

Beberapa bentuk kerjasama yang telah disetujui antara BEM ITS dan NUSSU meliputi:
1. SUSE (Student Union Staff Exchange) yang merupakan program pertukaran staff magang di kedua organisasi mahasiswa
2. Event Exchange berupa pertukaran informasi serta peserta event masing-masing organisasi mahasiswa
3. INFEX (Information Exchange) yang merupakan pertukaran informasi via diskusi online mengenai isu-isu internasional.

Kerjasama diatas akan dilaksanakan segera mungkin dengan diskusi lebih lanjut via online.

Agenda selanjutnya merupakan penampilan budaya dari kedua belah pihak dimana NUSSU mempresentasikan Singlish (Singapore English) dan mengajarkan peserta kunjungan beberapa kosakata dalam Singlish. Dan dari BEM ITS sendiri menampilkan permainan angklung dengan membawakan lagu Suwe Ora Jamu. Dan terakhir adalah Campus Tour. Peserta kunjungan diajak berkeliling wilayah kampus NUS, lalu diakhiri dengan sesi foto bersama di UTown Area NUS.

Menurut Yeoh Jo Ern, selaku Executive Director of Global Relation Unit of NUSSU, mahasiswa NUS tidak terlalu paham mengenai apa itu AEC namun setelah dipaparkan mengenai AEC, beliau mengatakan bahwa tanpa mengetahui AEC mereka (mahasiswa NUS) telah terbiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja internasional sehingga AEC bukan merupakan hal yang perlu ditakutkan.

Sebelum Campus Tour, Yeoh Jo Ern memberikan sambutan penutup, “Terimakasih atas kunjungan dari BEM ITS, kami sangat senang menyambut kalian. Kalian sangat bersemangat mengikuti segala agenda hari ini. Kunjungan ini hanyalah awal, masih banyak kerjasama yang bisa dilakukan ke depannya. Semoga suatu saat NUSSU dapat melakukan kunjungan balik ke BEM ITS.” ujar Jo Ernmengakhiri.(anm/sam/mia)

Posted by Vivat Press on

KM ITS EXPAND TO SINGAPORE

VIVAT PRESS

Singapura, 13 Mei 2016

Jumat (13/5) telah berlangsung kunjungan oleh BEM ITS ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura sebagai salah satu rangkaian acara dari KM ITS Expand To Singapore.KM ITS Expand To Singapore sendiri merupakan salah satu agenda dari Global Movement of KM ITS (GM KM ITS). Tujuan dari kunjungan ke KBRI Singapura ini adalah untuk mewujudkan relasi konkret serta bertukar informasi yang akan berguna untuk kerja sama antara BEM ITS dengan NUS Student Union.

Kunjungan ini dibuka dengan penjelasan KBRI Singapura secara singkat. Dilanjutkan dengan sambutan dari Novangga Ilmawan selaku Presiden BEM ITS 2015/2016.

Sesi sharing pada kesempatan kali ini diisi oleh Ibu Aisyah Endah Palupi selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Singapura. Beliau merupakan alumni S3 Teknik Kimia FTI-ITS yang sebelumnya menjabat di KBRI Filipina. Dalam penjelasannya, beliau memaparkan keadaan mahasiswa dan pergerakan organisasi mahasiswa di Singapura, khususnya NUS dan NTU. Seperti PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Singapura yang memiliki struktur organisasi dengan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal di setiap kampus. Mengenai visitasi BEM ITS ke NUS Student Union, beliau berpendapat bahwa hal ini merupakan inisiasi yang baik. Karenanya, beliau berpesan agar hal ini disiapkan sebaik-baiknya dan berharap semua nya berjalan lancar.

Ibu Upi, begitu panggilan akrabnya, menambahkan bahwa terdapat program intership untuk semua jurusan selama 1 bulan di KBRI Singapura. Selain itu, untuk mahasiswa semester 8 beliau menganjurkan untuk mendaftar beasiswa LPDP, meskipun persaingan nya ketat namun akan mendapatkan beasiswa berupa tuition fee dan living allowance.

“KM ITS Expand To Singapore ini diharapkan menjadi tools untuk belajar budaya organisasi internasional, untuk diterapkan dalam internasionalisasi di KM ITS. Serta, untuk menjalin relasi antar organisasi se-ASEAN” ujar Reinhart, selaku Ketua Pelaksana KM ITS Expand To Singapore seusai kunjungan. (anm/mia)