adminbemits


Posted by adminbemits on

RINDU KAMPUS PERJUANGAN

Kurang lebih 2 bulan lamanya kampus perjuangan ini ditinggal oleh para mahasiswa kebanggaannya untuk berlibur sejenak dari hiruk pikuk kegiatan kampus. Banyak dari pejuang rantau ini kembali ke daerah asal untuk menjalani ibadah puasa di bulan ramadhan, merayakan hari raya bersama keluarga, ataupun menyambung silaturahim dengan bertemu kawan lama. Beberapa diantaranya ada juga yang menikmati waktu libur untuk menjalani berbagai proses sidang tugas akhir,  kerja praktek, praktikum di lab, dan lain lainnya. Ada juga yang sedang dalam euforia mengurus organisasi yang baru terbentuk dalam serah terima jabatan dari pengurus lama ke yang baru, student exchange, PIMNAS, maupun banyak event besar lainnya. Namanya juga kampus perjuangan, semua harus dilalui dengan berjuang. Hasil yang terbaik akan menanti seperti indahnya pelangi yang hadir setelah hujan yang deras. Proses ini adalah sebuah pembelajaran, betapa singkat waktu menjalani hari-hari di kampus tercinta namun seberapa besar manfaat yang kita berikan padanya? karena perjuanganmu adalah ceritamu.

Pada akhirnya penghujung bulan agustus pun tiba, satu per satu mahasiswa berdatangan kembali meramaikan kampus, menghiasi sudut sudut SCC yang sempat sepi, menghidupkan kegiatan ekonomi kampus, ada pula yang asik bercengkrama dan bertegur sapa. Bagi mahasiswa tingkat akhir, ada yang sudah tidak sabar untuk segera memakai toga wisuda, bagi mahasiswa baru yang akan mengecap perjuangan di kampus, ada pula yang sudah tidak sabar memakai jaket almamater biru kebanggaan.

Selamat datang kembali pejuang. Tak sabar rasanya kita kembali bercengkrama lagi tentang hal-hal yang indah. Hal yang kerap dianggap mimpi namun tetap kita nikmati perjalanan untuk menggapainya. Rasa-rasanya berjuang disini tidak akan pernah menjadi penghujung jalan, selalu ada hal baru yang dapat kita cicipi bersama. Tak rindukah kau dengan kampus perjuangan kawan?. (Riz/Ros)

Posted by adminbemits on

Kenalkan ITS, MKT Dapatkan Antusiasme Warga Sekitar

Menyentuh Kampus Teknologi (MKT) merupakan sebuah acara inisiatif dari Kemenkoan Kolaborator Karya yang ditujukan untuk mendekatkan ITS kepada masyarakat sekitar sembari mengenalkan berbagai macam teknologi karya mahasiswa ITS. Diadakan di Kejawan Gebang sejak pukul 8 pagi hingga 10 malam, MKT dapatkan sambutan yang meriah dari warga sekitar.

Kominfo- Sabtu (13/06), Kejawan Gebang tampak ramai sejak pagi. Pasalnya, Kemenkoan Kolabotor Karya, lebih tepatnya Kementerian Sosial Masyarakat yang berkolaborasi dengan Kementerian Aplikasi Teknologi BEM ITS mengadakan suatu rangkaian acara ITS Socio Gathering (ISG) yang dilaksanakan dalam satu hari. Acara tersebut diberi nama Menyentuh Kampus Teknologi (MKT). Sesuai dengan namanya, MKT ini bertujuan untuk mendekatkan ITS kepada masyarakat sekitar agar masyarakat lebih mengenal lagi, baik dengan ITS maupun dengan mahasiswanya.

“Selama ini mahasiswa merasakan adanya sekat dengan masyarakat, mereka di dekat kita tapi tidak tahu tentang keberadaan kita sebagai kampus teknologi,” jelas Frengki selaku ketua pelaksana acara MKT ini.

Acara yang baru pertama kali dilaksanakan ini juga mendapatkan dukungan positif dari perangkat desa setempat. Bapak Sunari, sekretaris RW 04 Kejawan Gebang, menuturkan bahwa acara semacam MKT ini baru pertama kalinya diadakan sejak 20 tahun terakhir, sehingga warga tampak sangat antusias untuk mengikuti MKT walaupun dilaksanakan hampir sehari penuh. Dalam MKT ini, dikenalkan teknologi-teknologi karya mahasiswa ITS melalui pameran teknologi yang diikuti oleh himpunan jurusan dan peserta Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Antusias dari mahasiswa pun terlihat besar karena hamper 20 himpunan mahasiswa memamerkan hasil karya mereka dalam pameran ini. Selain itu, diadakan pula lomba-lomba yang sangat menarik antusiasme warga sekitar, terutama anak-anak kecil.

Meski banyak kendala yang dialami oleh panitia pelaksana, namun Frengki mengatakan bahwa besarnya dukungan warga mampu menutupi banyaknya kendala tersebut. MKT ini pun ditutup secara sukses dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Cinta Rebana (CR) ITS dan penampilan dari adik-adik Kejawan Gebang yang menampilkan tarian cantik dan mampu berlenggak lenggok ala model pada saat fashion show.

“Yang paling spesial adalah kolaborasi dengan warga dan antusiasme adik-adik, jadi senang lihatnya. Saya harap mereka mampu mengenal ITS dan termotivasi untuk melanjutkan kuliah karena kebanyakan dari mereka memang tidak melanjutkan kuliah,” tambah Frengki yang juga merupakan Menko Kolaborator Karya BEM ITS 2014/2015. (arn/van/yon)

Posted by adminbemits on

ASEAN Camping Ground: One Goal One Identity

Dentingan bambu yang berbenturan terdengar di setiap sudut Kampung Djawi pada Rabu malam (10/06). Suasana haru pun menyelimuti setiap peserta Asean Youth Collaboration Festival (AYCF) 2015 sembari memainkan Angklung di hari pertama acara tersebut.

KOMINFO– Asean Youth Collaboration Festival (AYCF) 2015 merupakan sebuah event kolaborasi yang diselenggarakan oleh Kemenkoan Luar Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa ITS (BEM ITS), di mana acara tersebut bertujuan untuk mengkolaborasi semua elemen mahasiswa se-ASEAN baik mahasiswa dari jurusan teknik, sains maupaun dari jurusan lain. Ada serangkaian kegiatan yang dilakukan secara maraton dalam AYCF 2015, yang pertama adalah YESS Summit 2015, yaitu konferensi mahasiswa se-ASEAN dalam rangka untuk menyelesaikan permasalahan negara-negara di ASEAN. Dalam YESS Summit kali ini, masalah yang diangkat adalah Connectivity.

Kedua adalah ASEAN Creative Competition (ACC), merupakan kompetisi tingkat ASEAN yang mengusung tema Traveling ASEAN dengan berbagai kategori perlombaan Traveling Journal, Photography, Film Documenter, serta Infographic.

Ketiga adalah ASEAN Talk, yaitu seminar yang memberikan berbagai pandangan representatif terkait ASEAN dan bagaimana menghadapi AEC 2015 nantinya. Acara tersebut menghadirkan dua narasumber luar biasa yaitu Menteri Luar Negeri Indonesia dan Pakar Hubungan Internasional dari UNAIR. “Serangkaian kegiatan tersebut nantinya akan disatukan dalam satu wadah dengan nama ASEAN Camping Ground atau biasa dikenal dengan ACG yang dilaksanakan selama tiga hari di Kampung Djawi tanggal 10 sampai 12 Juni 2015. Mereka berbaur dari berbagai elemen, bertukar pemikiran, budaya, dan kebiasaan bersama dengan satu tujuan yakni One Goal One Identity untuk mewujudkan harmoni”, papar Hafizh, pria gondrong berkacamata selaku Ketua Panitia AYCF 2015.

Peserta ACG terdiri dari peserta YESS Summit, finalis ACC, serta tamu undangan. Kegiatan ACG sengaja dilaksanakan di Desa Wisata Kampoeng Djawi dengan alasan untuk mengangkat tema Indonesian Culture, nuansa rumah bambu kuno dan jalan setapak basah serta suara air yang mengalir begitu menyejukkan, menambah ketentraman suasana yang berlokasi di sekitar lereng pegunungan tersebut. Oleh karena itu, Desa Wisata Kampoeng Djawi yang berlokasi di Wonosalam Jombang tersebut sangat cocok dijadikan tempat berlangsungnya kegiatan ACG.

Hari pertama berlangsungnya ACG penuh dengan kejutan. Ketika sampai di area Desa Wisata Kampoeng Djawi, peserta tak mengira akan disambut dengan tarian Jawa dan pembagian souvenir khas Jombang. Penyambutan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat yaitu perwakilan Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Jombang, Camat Wonosalam serta tokoh adat sekitar. Sore harinya, peserta diajak untuk merasakan bagaimana menjadi seorang petani gunung dengan membajak dan menanam padi di lahan yang telah disediakan oleh pihak Kampung Djawi. Kegiatan tersebut merupakan salah satu fasilitas dari pihak Kampung Djawi yang bernama farming. Kemudian pada malam harinya, dilaksanakan kegiatan konser Angklung. Konser Angklung diawali dengan pelatihan Angklung kepada peserta oleh House of Angklung Surabaya. Setelah pelatihan, semua peserta naik ke atas panggung dan memainkan lagu Indonesia Pusaka dengan menggunakan Angklung. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba ACC.

Selanjutnya pada hari kedua dan ketiga akan dilanjutkan dengan kegiatan penampilan tradisi budaya tiap negara atau Culture Roadshow. Kegiatan Culture Roadshow nantinya tidak hanya diisi dengan penampilan budaya lokal Indonesia saja tetapi juga penampilan budaya peserta dari negara ASEAN yang hadir dalam serangkaian kegiatan tersebut. Kemudian pada saat penutupan, akan ada penerbangan lampion bersama oleh peserta AYCF, di mana lampion tersebut bertuliskan ‘AYCF 2015’.

Menurut Hafizh, tidak banyak kendala yang dihadapi oleh panitia AYCF 2015 selama berlangsungnya kegiatan ACG. “Kendala hanya salah komunikasi terhadap opini publik yakni bahwa ASEAN Camping Ground merupakan bentuk kegiatan Camping, padahal sebenarnya tidak,” sanggah Hafizh yang kemudian meyakinkan bahwa kegiatan ACG sepenuhnya adalah gathering, berkumpul bersama dengan lokasi dan fasilitas yang tentunya menunjang.

“Harapan kita dalam berlangsung serangkaian kegiatan AYCF 2015 ini adalah adanya kebermanfaatan untuk semua elemen yang terlibat baik panitia maupun peserta, terjalin networking yang baik antar kampus se-ASEAN, dan dampak terhadap ITS sendiri adalah lebih mengenalkan mahasiswa ITS terhadap dunia ASEAN sehubungan dengan semakin dekatnya pelaksanaan AEC 2015, dan tentunya semoga ASEAN Youth Collaboration Festival ini dapat dilanjutkan untuk tahun-tahun selanjutnya karena menurut saya acara ini sangatlah positif bagi mahasiswa Indonesia untuk kedepan.” ujar Hafizh mengakhiri. (van/yon)

 

Posted by adminbemits on

ASEAN TALK 2015

“Seminar ASEAN Talk 2015 diadakan pada Sabtu (06/06) di Gedung Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Acara ini merupakan sub event dari ASEAN Youth Collaboration Festival (AYCF) yang mengundang para pembicara yang ahli di bidangnya dan juga peserta umum hingga internasional”

 KOMINFO – ASEAN Youth Collaboration Festival atau AYCF adalah acara yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa ITS dalam rangka menyambut AEC 2015. AYCF mengadakan serangkaian acara, diantaranya: YES Summit 2015, Creative Competition, dan Camping Ground. Selain itu, AYCF juga menyelenggarakan sub event lainnya yaitu ASEAN Talk 2015 yang diadakan di Gedung Robotika ITS.

 ASEAN Talk 2015 mengambil tagline “Learn about the strategies to face the upcoming AEC 2015, and your role as engineering and science students to support ASEAN Connectivity”. Acara ini sekaligus menjadi serangkaian kegiatan pada hari kedua dari Youth Engineers & Scientist Summit 2015. Seminar ini menghadirkan 2 pembicara yang ahli pada bidang ASEAN yaitu H.E. Dra. R.A Esti Andayani sebagai Director General for Information and Public Diplomacy, Ministry of Foreign Affairs Republic of Indonesia dan Prof. Dr. Makarim Wibisono, MA-IS, MA selaku professor of International Relations in Airlangga University Surabaya.

 Dalam seminar tersebut, Esti Andayani membawakan materi mengenai Masterplan Connectivity. Ada beberapa elemen kunci yang berhubungan di dalamnya, yaitu: physical connectivity, institutional connectivity, dan people to people connectivity. Selain itu juga terdapat beberapa faktor yang meningkatkan permintaan kebutuhan di ASEAN, meliputi pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat, urbanisasi yang semakin menunjukkan eksistensinya, populasi yang sangat erat hubungannya, dan ada kurang lebih 67 juta rumah tangga yang berada pada kelas konsumsi. “ASEAN Youth Collaboration Festival ini merupakan event yang sangat baik. Disinilah mahasiswa dari dalam maupun luar negeri dapat bertukar pikiran. Para pemuda mempunyai visi ke depan dan nantinya dapat bersaing di AEC 2015. Dengan adanya acara ini, saya yakin pemuda Indonesia dapat berkontribusi dalam memberikan solusi dalam permasalahan ASEAN”, kata Esti Andayani menanggapi event ini.

 Materi selanjutnya dibawakan oleh Makarim Wibisono yang mengambil tema ASEAN and Youth Collaboration. Beberapa hal yang mempengaruhi kompetisi tingkat ASEAN (ASEAN feeling chalenges) yaitu: equality dan peace ketika ASEAN sudah terbentuk, dan inequality sebelum ASEAN terbentuk. Kita sebagai pemuda ASEAN harus mendukung ASEAN dalam kinerjanya. Mulai dari exhange program, collaboration, dan sebagainya. “Ini merupakan modal yang sangat berharga untuk mempersiapkan Indonesia di masa yang akan datang. Mahasiswa ITS berani membuka diri untuk berkomunikasi dengan mahasiswa dari luar negeri, ini adalah dasar yang kokoh ketika masuk ke dunia kerja nantinya. Apabila kegiatan ini dipertahankan, nantinya akan meningkatkan kemampuan kompetisi dari mahasiswa ITS sehingga membuat Indonesia menjadi jaya”, papar Makarim Wibisono yang pernah menjabat sebagai Exevutive Director of Foreign Affairs Departement, ASEAN Foundation.

 “ASEAN Talk ini ditujukan agar nantinya AEC bukan dianggap sebagai sebuah ancaman. Jadi kita harus terus melangkah agar AEC menjadi seperti peluang untuk terjun di dunia luar nantinya”, papar Oky Bagaskara selaku ketua panitia ASEAN Talk 2015. (stan/van)

Posted by adminbemits on

Gala Dinner YES SUMMIT 2015

 “Lantunan musik nan merdu menyambut kedatangan para peserta Youth Engineers & Scientist Summit 2015 di Balai Kota Surabaya (05/05). Suasana nyaman dan keterbukaan seolah menyelimuti setiap peserta YES Summit 2015 untuk saling berkomunikasi dalam acara tersebut”

KOMINFO – Youth Engineers & Scientist Summit atau yang biasa dikenal dengan YES Summit adalah event besar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS yang bertujuan untuk menjawab tantangan dalam berbagai bidang dan sekat batas antarnegara se-ASEAN. YES Summit ini merupakan sebuah konferensi yang dihadiri oleh mahasiswa teknik dan sains dari seluruh negara-negara ASEAN untuk memecahkan masalah yang ada di ASEAN. “YES Summit 2015 ini tingkat internasional karena memang momennya sangat tepat dengan AEC 2015. Ini inisiasi dari BEM karena sebelumnya belum ada even besar skala nasional, maka dari itu ada kolaborasi dengan ASEAN Youth Collaboration Festival (AYCF). Dari segi substansial materi, ASEAN Connectivity menjadi materi yang ditekankan pada tahun ini. Konektivitas dari tiap negara harus berjalan baik Termasuk dengan ICT, kelangkaan energi, konsepnya tentang konektivitas antar negara”, kata Andre Surya selaku ketua panitia YES Summit 2015.

Untuk menyambut kedatangan para peserta YES Summit 2015, pada hari pertama diadakan Official Welcoming yang diadakan di Kediaman Resmi Walikota Surabaya. Official Welcoming yang berbentuk Gala Dinner ini bertujuan untuk lebih mendekatkan antar peserta dan juga panitia selain sebagai sambutan resmi YES Summit 2015. Sebelumnya, para peserta juga diharapkan untuk berkenalan dengan peserta yang lain agar komunikasi dapat terjalin dengan baik dan adanya kehangatan dalam mengikuti acara ini. “Inilah ciri mahasiswa ITS yang selalu mengikuti perkembangan jaman dan nantinya menjadi leader dalam perkembangan jaman ini. Acara ini merupakan keputusan yang tepat yang diambil BEM ITS karena berorientasi pada ASEAN dan akhir tahun ini kita harus bersaing dalam AEC. Saya sangat berterima kasih kepada BEM ITS yang mampu melihat perkembangan jaman dan antusiasme menjadi leader. Acara hari ini menunjukkan komunikasi dan kekeluargaan yang tinggi karena sangat penting. Ini adalah awal yang baik dengan pendekatan seperti ini. Inilah ITS, harus menjadi pemimpin dalam tingkat mahasiswa, scientist, dan engineering”, kata Dr. Ir. Bambang Sampurno, MT selaku perwakilan dari Rektor ITS.

Gala Dinner yang diikuti oleh peserta dari negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Laos, dan negara lainnya ini ditemani dengan lantunan lagu nan merdu yang dipersembahkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Selain itu, untuk memperkenalkan budaya Indonesia juga ditampilkan penari yang lemah gemulai untuk membawakan tari tradisional. Acara ramah tamah ini terlihat sangat hangat, masing-masing peserta saling bertukar pikiran untuk berkomunikasi dengan peserta lainnya. Untuk menemani peserta dalam berkomunikasi lebih jauh, buddy juga dilibatkan dalam YES Summit kali ini. “I’m very happy because the committee very accommodating this program and hospitable. Everybody was very friendly. So, i’m very satisfy about the first day YES Summit 2015”, jelas Pam Ortiz, salah satu peserta internasional YES Summit 2015 yang berasal dari Filipina.

 “Saya awalnya tidak menyangka kalau YES Summit ini merupakan acara dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS. Awalnya saya mengira bahwa ini merupakan acara dari ITS secara langsung karena acara ini sangat rapi dan tertata. YES Summit ini sangat tepat sasaran dan konsepnya sangat baik. Harapan saya dapat bertukar pikiran dengan peserta lain dari ASEAN dan outputnya nanti dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain dan secara terus menerus sehingga adanya semangat dan tekat untuk mewujudkan ide demi memajukan ASEAN”, jelas Noor Afiffah Huwaidah, peserta YES Summit 2015 yang mewakili Institut Teknologi Bandung.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, Esty Handayani beserta perwakilan dari pemerintah kota Surabaya juga turut hadir untuk menyambut para peserta. “Harapan saya dalam acara ini supaya selain ada pertukaran ide, juga ada pertukaran budaya sehingga kita sma-sama belajar. Kompetensi dan eksistensi sudah sangat baik”, papar Sigit Priyo Sembodo sebagai perwakilan dari Pemerintah Kota Surabaya. (stn/van)

 

 

Posted by adminbemits on

GENERASI MUDA TUMPUAN BANGSA: BUKAN SOAL WACANA

Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Lanjut (LKMM TL) 2015 yang diadakan pada Jumat (5/6) hingga Minggu (7/6) merupakan sebuah kegiatan berskala nasional dari Kementerian PSDM BEM ITS. Kegiatan tersebut memberikan pembekalan mengenai ilmu manajemen opini publik, yang meliputi bagaimana cara memanajemen massa, bagaimana menggerakkan massa, dan bagaimana mengarahkan pola pikir masyarakat dengan sebuah wacana. Bertempat di Zoom Smart Hotel Surabaya , acara yang diikuti oleh 22 peserta ini mengusung tema ‘Generasi Muda Tumpuan Bangsa’.

Surabaya- Bagi peserta yang berasal dari ITS, meski Evaluasi Akhir Semester (EAS) telah usai dan libur panjang pun sudah di depan mata, namun semangat untuk mengikuti LKMM TL 2015 yang diadakan oleh Kementerian PSDM BEM ITS pada Jumat (5/6) hingga Minggu (7/6) di Zoom Smart Hotel Surabaya tak surut begitu saja. Semangat yang sama ditunjukkan pula oleh peserta yang berasal dari luar ITS. Mereka sangat antusias mengikuti serangkaian kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga malam hari. Kegiatan tersebut menghadirkan dua orang pemandu dari ITS, yaitu Ir. Indrajaya Gerianto, M.Sc, Dosen Jurusan Teknik Sistem Perkapalan ITS serta Ir. Budi Utomo Kukuh Widodo, ME, Dosen Jurusan Teknik Mesin ITS, di mana peserta memperoleh 12 materi, 3 materi di antaranya merupakan materi inti.

IMG_0072

Antusiasme peserta tak hanya terlihat ketika kegiatan sedang berlangsung saja, namun ketika masa pendaftaran pun antusiasme mereka sudah terlihat dengan banyaknya pendaftar baik dari dalam maupun dari luar ITS.

Menurut Auliya Aziza, selaku Staff Kementerian PSDM BEM ITS, tujuan dari kegiatan tersebut bukan ke institusi melainkan untuk peserta sendiri. “Tujuan dari kegiatan ini bukan ke institusi, melainkan untuk peserta sendiri, bagaimana peserta mengaplikasikan ilmu yang telah mereka dapat dalam LKMM TL ini ke arah yang lebih baik, serta bagaimana cara mereka menarik massa untuk ikut dengan mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aul sapaan akrab mahasiswi Jurusan Statistika ITS ini menambahkan, bahwa dalam LKMM TL peserta tidak hanya memperoleh materi saja. Akan tetapi, pada hari terakhir akan ada kunjungan lapangan ke 3 tempat di Surabaya, yaitu Wonorejo, Kampung Nelayan Kenjeran, serta Kampung Ilmu di Jalan Semarang. Peserta dibagi menjadi 6 kelompok, di mana masing-masing kelompok disebar ke 3 tempat tersebut. Peserta memperoleh penugasan khusus untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka dapat. Hasilnya akan langsung dipresentasikan di depan pemandu.

Dengan adanya kunjungan lapangan tersebut, Aul berharap peserta dapat mengaplikasikan ilmunya dengan baik dan tepat sasaran. Ia juga berharap, LKMM TL ke depannya lebih inovatif dan lebih matang dalam mempersiapkan output yang ingin diberikan untuk peserta. (yon/van)

Posted by adminbemits on

LKMM TL PSDM BEM ITS form download

PSDM BEM ITS Proudly Present : Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Lanjut (LKMM TL) tingkat Nasional untuk mahasiswa Indonesia. Memberikan pembekalan tentang ilmu Managemen opini publik tentang bagaimana cara management massa, bagaimana menggerakkan massa dan bagaimana mengarahkan pola pikir masyarakat dengan wacana. Persiapkan Dirimu segera wahai kalian pemberi kontribusi untuk almamater, bangsa dan negara! Jangan sia-siakan kesempatan di depan mata!! download form LKMM TL disini

11294584_10204030859040753_849599552_o

 

Posted by adminbemits on

Bangkit untuk Kemajuan Maju Bersama Kebangkitan

Mencoba menitih kembali tentang cerita keagungan bangsa yang selalu memberi kisah akan perjuangan didalamnya. Fakta berkata ketika bangsa ini terdeklarasi sebagai bangsa kepulauan terbesar di dunia dengan ± 17.000 gugusan pulau dihiasi hampir 250 juta pasang mata didalamnya. Inilah bangsa istimewa, Indonesia. Ketika konsep binekha tunggal ika mulai disentil dimasa ini, lantas bagaimana? Hari ini tentu semua tahu, 107 tahun lalu sebuah organisasi “Boedi Oetomo” berdiri yang lantas dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Bangsa Indonesia yang terlelap dalam jajahan Belanda dalam penderitaan dan kebodohan. Setelah hampir 250 mencengkeram pribumi, Belanda mulai memberi kesempatan untuk anak-anak Indonesia meski dalam skala yang sangat kecil. 1850 Belanda mulai memberi pendidikan itupun hanya untuk menciptakan tenaga yang paham baca tulis demi keperluan kompeni. Semangat pembebesan mulai nampak saat Soetomo bersama kawan kawan STOVIA berkumpul dalam ruang kuliah anatomi pukul 9 pagi 20 mei 1908 memilih “Boedi Oetomo” sebagai nama perkumpulan yang baru diresmikan. Boedi Oetomo yang dimaksud oleh pendirinya adalah perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, kemahirannya.

Perdebatan terus muncul dari masa lalu hingga kini tentang keputusan 20 mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional karena sejarah mencatat bahwa Serikat Dagang Islam (SDI) yang berdiri pada 16 Oktober 1905 dibentuk oleh H. Samanhudi sebagai organisasi awal yang muncul. Sebuah organisasi ekonomi yang berdasarkan pada agama islam dan perekomian rakyat sebagai dasar penggeraknya. Sebuah organisasi yang tak membatasi keanggotaan dari kedaerahan. Sempat tertegun saat melihat pasal 2 anggaran dasar Boedi Oetomo tercantum tujuan organisasi untuk menggalang kerja sama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis.

Melupa akan hal yang tak perlu diseka, terlepas semua perdebatan nyatanya sebuah batu pijakan awal menuju bangsa merdeka telah terukir dalam kisaran harapan bangsa. Bung Karno dalam pidatonya pada Peringatan Setengah Abad Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1958 di Istana Merdeka menyatakan:

Dulu sekadar satu kriwikan Saudara-saudara. Benar 20 Mei tahun 1908 sekadar adalah satu kriwikan, tetapi bukan itu jang kita peringati. Jang kita peringati ialah bahwa 20 Mei 1908 itu berisi kemenangan satu azas, kemenangan satu beginsel…. Beginsel jang mulia dan luhur jang kita tjetuskan pada tahun 1908 jalah bahwa tiap-tiap bangsa mempunjai hak untuk mendjadi merdeka.

Tentu semangat itu yang akan selalu tercermin bahwa gerakan masa lalu adalah semangat persatuan yang mulai ditancapkan. Harus diakui jika masa itu adalah masa awal dimana semangat kejuangan bersifat kedaerahan bergeser kearah persatuan. Mulai munculnya komunikasi antar pemuda dalam lingkup daerah yang berbeda berprinsip pada kesamaan perjuangan atas nama kebebebasan bangsa. Masa itu juga mulai munculnya perlawanan atas nama kemerdekaan bangsa melalui jalur organisasi meskipun dalam kondisi serba keterbatasan ruang akibat kekangan kolonial zaman itu. Arah perjuangan melalui pergolakan perang pun seolah mulai bergeser serta mampu menularkan semangat independensi bangsa. Kemenangan satu azaz serta kemenangan satu beginzel (prinsip) yakni kebebasan mengakui diri sebagai negara merdeka.

Menarik benang asa dalam kehidupan masa kini, Hari Kebangkitan Bangsa bagai ceremonial semata tanpa ada hakikat dalam arah kehidupan bermasyarakat masa kini. Semangat kebebasan masa lalu seolah tak lagi tercermin. Rakyat seolah terdesak untuk jengah dengan dilematika kebangsaan. Pemerintah sebagai pelayan warga negara tak mampu memberi ketenangan dalam aspek kehidupan yang fundamental. Arah stabilitas ekonomi yang lagi-lagi tersandung wacana semata. Isu nasionalisasai aset yang tak kunjung datang kabar baiknya. Lebih dari itu kepastian hukum dan kemauan pemerintah akan eksistensi pemberantasan korupsi sewajarnya selalu dipompa demi terwujudnya kepercayaan penuh masyrakat pada petinggi bangsa ini. Bagaimanapun konsep kebangkitan nasional tak hanya berhenti pada upacara peringatan atau ucapan semata. Lebih dari itu sikap ramah pimpinan bangsa demi merealisasikan kesejahteraan bersama adalah buktinya nyata yang ditunggu seluruh masyarakat dibawah sana.

Semangat kebangkitan masa kini adalah refleksi diri akan kondisi bangsa, trigger untuk semakin peka dan tergugah menilik realita di depan mata. 20 mei adalah pijakan awal bangsa untuk bangkit dimasa lalu, lantas apakah kini tetap dalam kuadran bangkit? Tantangan bersama elemen bangsa untuk menggeser kuadran bangkit menuju kuadran maju. Melakukan transformasi guna menggeser arah bangsa yang bangkit meunju kemajuan. Layaknya sebuah elektron yang bereksitasi menuju kulit luar yang membutuh energi lebih, maka setiap perjuangan menuju perubahan tentu membutuhkan usaha lebih pula. Atas dasar semangat kebersamaan rakyat bergerak serempak tentu akan menghasilkan kebikan dalam ithikad kesejahteraan. Saatnya sinergitas diangkat kembali, pergerakan bersama elemen bangsa adalah harga mati yang segera dilakukan, karena bangsa ini besar. Besar bukan karena luas wilayahnya bukan pula karena banyak warga negaranya. Bangsa ini besar karena cita-cita luhur didalamnya. Merdeka atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas dalam negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.

 

Kementrian Kaderisasi Kebangsaan BEM ITS 2014/2015

20.05.2015

Refleksi 107 tahun Hari Kebangkitan Nasional

Posted by adminbemits on

SORAK SORAI INTEGRALISTIK 2014

Institut Teknologi Sepuluh Nopember kembali menyatukan seluruh jajaran mahasiswa ITS dalam kegiatan Interval (Integralistik Festival) 2014, sabtu malam (9/5) di lapangan alumni ITS. Dengan seluruh dukungan mahasiswa angkatan 2014, SC Gerigi dan kementrian PSDM kegiatan ini bertujuan untuk menfasilitasi seluruh jurusan yang ada di ITS agar berkumpul dalam zona integralistik yang beratasnamakan ITS.

KOMINFO BEM ITS-Pasca kegiatan Gerigi yang dilaksanakan mahasiswa baru saat pertama kali diterima di ITS mengantarkan sebuah kesan bahwa walau terdiri banyak jurusan, ragam warna dalam himpunan akan tetap berujung pada satu almamater yaitu ITS. Kesan tersebut pula yang mengantarkan para mahasiswa angkatan 2014 pada kegiatan interval sebagai salah satu KPP(Kegiatan Pasca Pelatihan) Gerigi untuk kembali berkumpul sebagai KM (Keluarga Mahasiswa) ITS setelah hampir satu tahun berkontribusi dalam jurusan masing-masing. Meski kegiatan interval tahun ini berbeda karna bersamaan dengan pelaksanaan Guyub dan Pammits, tidak menghilangkan antusiasme dari mahasiswa yang ingin bertemu dengan teman-teman mereka semasa Gerigi. “BEM sendiri sudah sebisa mungkin dalam menentukan jadwal Interval agar tidak bersamaan dengan kegiatan lainnya, namun karna banyaknya kegiatan yang ada di ITS akhirnya memutuskan untuk dilaksanakan bersamaan, Namun dengan adanya Guyub dan Pammits kegiatan Interval jadi terbantu dari jumlah pengunjung dan rangkaian kegiatan yang lebih variatif,” Ujar Arif Radiansyah, ketua Interval 2014.

Acara yang dimulai sekitar pukul 16.15 dan berakhir pukul 22.35 ini memang cukup beragam. Panitia interval menyediakan berbagai fasilitas seperti wahana balap karung serta photobooth untuk para mahasiswa. Selain itu juga diadakan Talkshow integralistik, Sambutan Panitia, Presiden BEM ITS dan perwakilan rektor, penampilan saman dari mahasiswa asal Aceh serta band-band yang ada di ITS. Walau awalnya ada beberapa jurusan yang mengaku tidak bisa datang karna adanya kegiatan di jurusan masing-masing,namun dengan negosiasi yang dilakukan penitia interval pada birokrasi, komting angkatan dan Kahima (Ketua Himpunan Mahasiswa)secara terus menerus akhirnya seluruh jurusan bisa hadir meskipun tidak semua mahasiswa datang. “Harapannya Acara Interval ini menjadi Acara eventual setiap tahunnya untuk seluruh mahasiswa ITS yang benar-benar menanamkan jiwa Integralistik dengan meminimalisir arogansi jurusan,dan semoga acara Interval tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini,” Arif Radiansyah menambahkan. Dengan rasa persatuan dalam naungan Almamater tercinta ITS, ragam warna baik yang tercangkup dalam jurusan maupun fakultas menjadi sebuah kolaborasi yang indah KM ITS, hal tersbut yang sebenarnya ingin ditanamkan dengan adanya integralistik itu sendiri. (rub/yon)

Posted by adminbemits on

PAMMITS 2015 SUKSES JADI YANG TERBESAR DAN TERAMAI

PAMMITS yang diadakan pada Sabtu (9/5) menjadi PAMMITS terakhir dalam kepengurusan Kementerian Perekonomian BEM ITS 2014/2015. PAMMITS dalam kepengurusan tahun ini berhasil menjadi PAMMITS yang terbesar dan teramai, pasalnya PAMMITS tahun ini benar-benar dapat menyedot massa baik pengunjung maupun pedagang. Bertempat di jalan masuk utama kampus ITS, PAMMITS tak pernah sepi pengunjung sejak pertama kali diadakan pada Februari lalu hingga Mei.

Kampus ITS, Surabaya– Selama satu bulan sekali pada Sabtu malam, jalan sepanjang kampus FTSP yang berada di dekat gerbang utama kampus ITS selalu tampak dipenuhi banyak orang. Pasalnya, Pasar Malam Minggu ITS (PAMMITS) yang diadakan rutin selama 4 bulan berturut-turut ini selalu dapat menyedot massa baik pengunjung maupun pedagang. Tak hanya mahasiswa ITS saja, pengunjung dari luar pun antusias akan kehadiran salah satu pasar malam terbesar di Surabaya Timur ini. Berkolaborasi dengan berbagai macam event lainnya, PAMMITS selalu menjadi tempat favorit untuk menghabiskan waktu bersama teman maupun kerabat terdekat.

PAMMITS malam ini adalah PAMMITS yang terakhir untuk kepengurusan tahun ini.Tentu saja ada perasaan sedih akan berpisah dengan crew-crew hebat yang ada di balik kesuksesan PAMMITS tahun ini. Kami sudah melewati banyak waktu bersama mulai dari rapat, internalisasi sampai kumpul-kumpul have fun bareng,” ujar DimasPrakoso, selaku Staff Kementerian Perekonomian BEM ITS.

PAMMITS kali ini berkolaborasi dengan acara Interval yang diadakan oleh Mahasiswa Baru ITS 2014 dan Guyub ITS yang diselenggarakan oleh Kemenkoan Komunikasi Internal Kampus BEM ITS. Dimas tidak memungkiri bahwa kolaborasi seperti inilah yang membuat publikasi PAMMITS tahun ini sukses besar hingga menjadi PAMMITS yang terbesar dan teramai.

Saya berharap PAMMITS bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi mahasiswa ITS khususnya untuk menghabiskan waktu malam minggu sekaligus bisa menjadi trend di Surabaya Timur ini,” tambah Dimas yang juga mahasiswa Jurusan Statistika ITS 2012 ini. (arn/yon)