adminbemits


Posted by adminbemits on

GUYUB ITS, BUKAN SEKEDAR WADAH PEMERSATU KM ITS

Guyub ITS yang diadakan pada Sabtu (9/5) merupakan sebuah acara kolaboratif dari Kemenkoan Komunikasi Internal Kampus BEM ITS yang bertujuan sebagai wadah pemersatu KM ITS. Bertempat di Taman Alumni, acara yang menggandeng PAMMITS dan Interval ini menjunjung konsep acara panggung khas anak muda yang menampilkan sajian acara menarik persembahan dari mahasiswa ITS.

Kampus ITS, Surabaya– Kemenkoan Komunikasi Internal Kampus BEM ITS yang terdiri dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa, Kementerian PSDM, dan Kementerian Kebijakan Kampus membuat satu event besar yang tidak hanya bertujuan untuk menampung dan mempersatukan seluruh KM ITS namun juga bermaksud memberikan wadah refreshing bagi mahasiswa ITS yang dalam kesehariannya sudah jenuh akan banyaknya beban akademik yang mereka rasakan. Acara yang diberi nama Guyub ITS ini tidak hanya sekedar menampilkan pentas seni dari mahasiswa-mahasiswa ITS saja namun juga mengadakan panggung pergerakan yang berisi orasi dan juga talkshow. Hal ini dianggap perlu karena hal tersebut adalah dasar atau bekal bagi seluruh mahasiswa ITS.

Meskipun berat mengadakan suatu acara kolaborasi, di mana kita harus menyatukan banyak konsep-konsep yang berbeda, namun di sinilah tantangannya ketika kita harus menyamakan berbagai konsep tersebut,” ujar Rahman Cahyadiputra, Menko Komunikasi Internal Kampus BEM ITS 2014/2015.

Acara ini juga diramaikan oleh kehadiran Cak dan Ning Surabaya yang menjadi suatu daya tarik tersendiri. Terbukti dari antusiasme pengunjung yang ramai mendatangi acara Guyub ini. Selain pentas seni, talkshow dan panggung pergerakan, diadakan pula awarding bagi KM ITS yang sudah berusaha keras memberikan pengabdiannya baik kepada ITS maupun kepada masyarakat.

Acara ini berhasil terselenggara karena kementerian di bawah Kemenkoan Komunikasi Intrenal Kampus BEM ITS mau bersatu. Jika melalui acara ini kami berhasil menyatukan KM ITS maka barulah kami dapat bersama-sama mengaplikasikan ilmu kami kepada masyarakat luas. Semuanya dimulai dari yang kecil,” tegas Rahman yang juga mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2011 ini.

Meskipun terdapat kendala baik dalam penyatuan konsep, koordinasi maupun kendala teknis, namun acara Guyub malam ini yang merupakan Guyub terakhir dalam kepengurusan tahun ini dapat berjalan sukses. Rahman berharap, acara ini kedepannya bisa diadakan paling tidak tiga kali dalam satu tahun kepengurusan untuk mempererat persaudaraan antar KM ITS. (arn/yon)

Posted by adminbemits on

Kelas Ekonomi Kebangsaan: Perspektif Ekonomi dalam Fenomena Begal

Selasa malam (28/04) bertempat di ruang J-111 Kimia FMIPA ITS, para mahasiswa datang untuk menambah wawasan mengenai permasalahan ekonomi dalam acara Kelas Ekonomi Kebangsaan bagian 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perekonomian BEM ITS. Meskipun bertempat di ruangan yang sederhana, namun wawasan yang disampaikan oleh Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc. tersebut tidaklah sederhana.

KOMINFO- Kelas Ekonomi Kebangsaan bagian 2 yang bertemakan “Fenomena Begal dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” ini merupakan seri kedua dari Kelas Ekonomi Kebangsaan sebelumnya yang diadakan oleh Kementerian Perekonomian BEM ITS. Acara yang diselenggarakan pada Selasa malam (28/04) di ruang J-111 Kimia FMIPA ITS tersebut menghadirkan Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc., seorang Dosen luar biasa dari Jurusan Statistika ITS. “Saya berharap mahasiswa ITS ini mempelajari ekonomi,” begitulah kiranya kalimat pembuka dari Kresnayana Yahya.

Menurut Direktur Enciety Business Consult tersebut, permasalahan ekonomi disebabkan oleh banyak hal seperti kesenjangan sosial-ekonomi dan rendahnya pendidikan di Indonesia. Di mana begal menjadi salah satu contoh dari kesenjangan sosial-ekonomi.

“Kenapa temanya mengenai begal ? Hal ini karena adanya kesenjangan ekonomi, mulai dari sandang, pangan, dan papan.Sehingga, tercipta dua golongan masyarakat yaitu masyarakat baik dan masyarakat buruk,” ujar Khalid selaku Staff Kementerian Perekonomian BEM ITS.

Pertumbuhan ekonomi itu penting, bahkan sangat penting. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, diharapkan ada sistem ekonomi yang baru seperti retworked economic, digital economic, dan knowledge economic. Ekonomi suatu negara akan maju apabila terdapat tiga hal yaitu exports, productivity, dan sustainability. Jika pertumbuhan ekonomi meningkat, maka bukan hanya wilayah kota saja yang ditonjolkan melainkan juga di desa.

Kresnayana berharap, lulusan ITS nanti dapat bekerja di digital economic karena dalam waktu 20 tahun mendatang, sekitar 30-40 persen ekonomi Indonesia merupakan digital economic. Selain itu, lulusan teknik nantinya ada yang berasal dari desa. Tujuannya bukan untuk membuat gapura didesa tetapi untuk membangun sarana produktif yang bermanfaat untuk desa tersebut. Intinya, mahasiswa ITS harus berkembang pada kualitasnya.

Kelas Ekonomi Kebangsaan tidak berhenti pada bagian 2 saja, tetapi akan ada Kelas Ekonomi lanjutan yang akan diadakan pada bulan Juni mendatang yaitu berupa simposium ekonomi oleh suluruh BEM di Indonesia. Di mana hasil simposium tersebut nantinya akan disampaikan langsung kepada Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Halil.

“Tujuan dari acara ini yaitu memberikan modal kepada mahasiswa tentang politik untuk mempersiapkan mereka dalam dunia kerja yang keras dan penuh politik sendiri,” tutur Khalid mengakhiri. (iid/deo/yon)

Posted by adminbemits on

KM ITS Bergerak Kawal Tol Laut

Kampus ITS, KOMINFO – Meskipun menyandang predikat sebagai mahasiswa kampus teknologi hal ini tidak menyurutkan langkah mereka untuk membahas permasalahan bangsa. Terbukti dengan terselenggaranya kegiatan diskusi terkait isu yang sedang negeri ini hadapi, yaitu tol laut. Tol laut merupakan salah satu dari sekian janji yang diberikan oleh Joko Widodo sebagai calon presiden Republik Indonesia (saat itu).

Beserta jajarannya, Kementrian Energi dan Maritim BEM ITS memulai diskusi terbuka pada Senin (27/4). Pemberian paparan beserta latar belakang diberikan oleh kementrian tersebut untuk memberikan gambaran umum sebelum memulai diskusi.

Mengurangi biaya logistik nusantara atau SISLOGNAS, tidak meratanya perekonomian nusantara, dan kurang meratanya penyebaran industri di nusantara menjadi dasar pembentukan tol laut ini. Selain itu, proyeksi dari MP3EI atau Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembagunan Ekonomi Indonesia menjadi dasar dari adanya tol laut. Tol Laut Indonesia, diproyeksi untuk meningkatkan perdagangan domestik nasional melalui tarif angkutan yang sama guna menurunkan biaya logistik Indonesia.

Tol laut dapat dianggap sebagai pendulum nusantara, sebuah sistem transportasi barang dengan menggunakan kapal ukuran besar (kapasitas 3000-4000 TEU) yang melewati sebuah jalur laut utama dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia secara rutin, karena pola gerakannya dari barat ke timur dan kemudian berbalik timur ke barat. Kementrian Energi dan Maritim BEM ITS juga memaparkan beberapa faktor yang mengakibarkan ketidak optimalan pelaksanaan sislognas, yaitu keragaman komoditas, luas wilayah, kondisi geografis, dan kondisi infrastuktur yang sedang dialami Indonesia saat ini.

Diskusi tol laut ini dihadiri oleh KM ITS dari berbagai jurusan mengingat pembahasan tol laut ini sangat penting dan mempunyai peran yang mulia dalam menghubungkan pulau-pulau di Indonesia dan juga untuk pemerataan ekonomi. Pembahasan tol laut membutuhkan banyak kajian dari berbagai disiplin ilmu, maka dari itu diskusi ini melibatkan KM ITS. “Output yang kami harapkan dapat seperti rekomendasi kepada pemerintah, pencerdasan untuk masyarakat, jadi diskusi ini tidak hanya berhenti sampai disini saja dan akan ada kelanjutannya. Kedepannya akan ada diskusi lanjutan dan apabila tidak ada halangan akan diadakan kunjungan ke PT PELINDO (Pelabuhan Indonesia) . Jadi disana akan ada studi lapangan dan presentasi dari narasumber yang sudah ahli di bidangnya”, jelas Sunanto selaku Menteri Energi dan Maritim BEM ITS.

Diskusi ini diakhiri dengan keputusan bahwa akan diselenggarakan diskusi lanjutan untuk membahas tol laut lebih jauh dan tajam. “Bukan masalah menerima atau menolak keberadaan tol laut, tapi yang perlu dikawal adalah kebijakan pemerintah untuk mendukung hal-hal seperti ini. Apakah terburu-buru sehingga mengimpor kapal, atau perlahan membangun infrastruktur.”, ujar Imran Ibnu Fajri, Presiden BEM ITS. (Stn/ros)

Posted by adminbemits on

Isi Liburan, BEM ITS kunjungi Undip dan Unsoed untuk Berdiskusi tentang Maritim

 

11078208_10204874479235848_4374397496887235451_oJumat (1/5) dini hari, tiga mobil yang berisikan 20 fungsionaris BEM ITS melaju dari kota Surabaya menuju barat dengan tujuan Semarang dan Purwokerto. Acara yang bernama Tour De Java ini dikomandani Kementrian Hubungan Luar (Hublu) BEM ITS yang bertujuan untuk silaturahmi, sharing, dan audiensi kajian dengan BEM di Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Surabaya-Kominfo, Jika kunjungan ormawa hanya sebatas lingkup ITS itu dalah hal yang biasa. Hal luar biasa telah dilakukan oleh kementrian Hubungan Luar BEM ITS dan beberapa partisipasi dari kementrian lainnya untuk berkunjung ke BEM Undip Semarang dan BEM Unsoed Purwokerto pada Jumat (2/5) dan Sabtu (3/5) lalu.

Tour De Java bertujuan selain untuk silaturahmi, juga untuk audiensi dan sharing hasil kajian BEM ITS. Dipilihnya Undip dan Unsoed didasari oleh pembagian kajian isu di BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). ITS ditunjuk sebagai koordinator isu maritim, Unsoed sebagai isu plomik minerba, dan Undip sebagai isu tentang perikanan dan kelautan. “Ketiga isu tersebut saling berkaitan, maka ditentukanlah Undip dan Unsoed sebagai tujuan” terang Adin sebagai ketua panitia Tour de Java.

Sambutan yang sangat hangat datang dari BEM Undip dan Unsoed. “Sampai di Unsoed ada panggung musik untuk menyambut kami, kemudian kami juga diajak aksi bareng BEM Unsoed di depan Kampus untuk merayakan hari pendidikan. Karena kebetulan hari itu juga tanggal 2 Mei” Terang mahasiswa Teknik Material Metalurgi angkatan 2013 itu.

Awalnya acara ini hanya ditujukan untuk kementrian Hublu dan Energi Maritim, namun karena momen yang tepat maka hal kunjungan ini dibuka untuk semua kementrian sebagai sarana internalisasi. Juga mempunyai tujuan untuk sebagai sarana pencerdasan BEM ITS terhadap isu-isu nasional dan meningkatkan kepekaan mahasiswa tentang indonesia. “ Harapan saya, semoga semua mahasiswa Indonesia bisa makin peka dan peduli dengan permasalahan negeri dan tidak apatis.” Tutup Adin. (rhm)

Posted by adminbemits on

Menata Harapan Masyarakat dengan ITS Socio Gathering

Keceriaan, tawa, dan canda mewarnai Balai RW IV Kejawan Kel. Gebang Putih Sukolilo Surabaya pada Minggu (26/04) malam. Semangat dari anak-anak yang mengikuti pengajaran dari ITS Socio Gathering yang diadakan oleh Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS memberi kesan baik untuk masyarakat maupun mahasiswa yang ikut serta mengajar.

KOMINFO – ITS Socio Gathering merupakan agenda dari Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS sebagai bentuk pengabdian masyarakat dari ITS. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat dari ITS perdana selama 35 tahun berdiri. Sebelumnya, Presiden BEM ITS bersama Menteri Sosial Masyarakat BEM ITS melakukan survei di berbagai tempat tinggal di sekitar ITS. Akhirnya, Kejawan Kelurahan Gebang Putih menjadi sasaran ITS Socio Gathering. Pengabdian ini dilakukan selama 4 bulan yakni dari bulan Maret sampai Juni yang sebelumnya telah dilakukan jaringan aspirasi kepada masyarakat untuk menentukan bentuk kegiatan apa yang akan dilakukan. Tanggal 8 April lalu menjadi sejarah dibukanya ITS Socio Gathering.

Serangkaian acara pun diselenggarakan pada ITS Socio Gathering ini meliputi kelas inspirasi, penyuluhan makanan sehat dan berbahaya, lomba mewarnai, lomba adzan, menghafal surat pendek, dan sekolah SOSMAS serta pengenalan teknologi-teknologi yang ada di ITS untuk anak-anak. Ada pula games dan outbond. Sedangkan untuk bapak-bapak dan ibu-ibu atau yang terkumpul dalam karang taruna terdapat pelatihan service electronic, tutorial hijab (untuk para perempuan dan Ibu PKK), seminar mengenai penyuluhan lingkungan, seminar bank sampah, periksa kesehatan gratis seperti donor darah dan pemeriksaan gigi, dan masih banyak lagi acara yang diselenggarakan oleh ITS Socio Gathering.

Walaupun mengoordinasikan masyarakat itu sulit, akan tetapi bantuan dari karang taruna setempat memberi kemudahan untuk keberlangsungan acara ini. Selain itu, banyak dari anak-anak yang ikut belajar bersama di balai desa tersebut. Sudah tiga kali pengajaran berlangsung dan sampai sekarang mereka masih tetap antusias untuk mengikuti serangkaian acara yang diselenggarakan. Teknik pengajaran yang menyenangkan dan berbagai hiburan yang diberikan oleh pengajar dan volunteer SOSMAS tersebut membuat anak-anak merasa nyaman dan senang belajar.

Tujuan acara ini yaitu untuk menghilangkan kesenjangan antara mahasiswa dengan masyarakat yang kurang mampu. Dengan pengabdian masyarakat yang kami berikan kepada adik-adik yang masih menempuh pendidikan, semoga mereka semakin terpacu untuk terus belajar dan mempunyai motivasi yang tinggi. Selain itu, kami juga berharap adanya seminar dapat memberikan pengetahuan kepada anak-anak di Kejawan sehingga dapat mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari,” jelas Ila selaku ketua ITS Socio Gathering.

Menurut mahasiswi jurusan Material Metalurgi tersebut, di sekitar Kejawan masih banyak masyarakat yang tergolong kurang mampu, kebanyakan dari mereka masih berprofesi sebagai tukang bangunan dan petugas kebersihan. Hal ini bertolak belakang pada sebagian mahasiswa ITS yang berasal dari kalangan elit. Oleh karena itu, pengabdian ini juga bertujuan untuk mengenalkan budaya dan teknologi yang ada di ITS kepada masyarakat sekitar. Saya sangat senang dapat ikut di acara ini, Kak. Kemarin belajar bahasa Inggris dan matematika. Minggu depan mau ikut lagi, kata Anisa (7), salah satu peserta ITS Socio Gathering. Diharapkan nantinya anak-anak yang bertempat tinggal di Kejawan ini bisa kuliah dan mampu bekerja sehingga taraf hidupnya lebih baik dari orang tua mereka.

Sebagai ketua Karang Taruna di Kejawan Kelurahan Gebang Putih, Cak Mujib berharap agenda dari SOSMAS BEM ITS dapat terus berlanjut. Masyarakat mendukung penuh agenda tersebut karena dapat saling menjalin relasi antar mahasiswa dan masyarakat sehingga kesan baik dapat terwujud.

Acara ini cukup bagus. Selama ITS berdiri, baru ada simpatik untuk mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di daerah ini. Semoga acara ini tidak hanya berhenti pada bulan Juni nanti. Saya berharap adanya hubungan baik yang terus terjalin antara pihak ITS dan masyarakat Kejawan Kelurahan Keputih. Semoga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat karena kita sama-sama membutuhkan. ITS membutuhkan masyarakat dan masyarakat membutuhkan ITS, jelas pria berumur 31 tahun yang kerap dipanggil Cak Mujib mengakhiri. (iid / stn)

Posted by adminbemits on

Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dengan Smelter

Pertambangan merupakan kegiatan eksplorasi, pengolahan, dan pemanfaatan bahan galian dari dalam perut bumi, dalam pembahasan kali ini penulis akan menggali tentang potensi bahan galian berupa mineral logam.

Dalam industri pertambangan mineral logam, smelter merupakan bagian dari proses produksi logam. Bijih logam yang ditambang dari alam masih tercampur dengan material pengotor yang tidak diinginkan. Sementara itu, material pengotor itu harus dibersihkan untuk memisahkan mineral logam yang ingin diambil dari material pengotor ataupun mineral logam lain yang tidak diinginkan.

Setelah itu mineral logam juga harus dimurnikan di unit smelter untuk mendapatkan produk logam yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Kegiatan pertambangan dibagi menjadi 3 kegiatan besar yaitu:

1) Pengambilan bijih logam dari daerah tambang dengan motode peledakan

2) Pemisahan mineral logam dari material pengotor pada pabrik pemurnian, dan

3) Pemurnian mineral logam menjadi produk akhir dengan kandungan logam yang memenuhi kebutuhan pasar yang terjadi di smelter.

Dapat dikatakan smelter adalah bagian akhir dari tahap pemrosesan bahan baku menjadi produk logam siap jual. Smelter memegang peranan penting dalam kegiatan pertambangan karena smelter dapat meningkatkan nilai jual dari mineral logam yang di prosesnya. Mineral logam yang keluar dari pabrik pemurnian masih merupakan produk setengan jadi, belum banyak bisa dimanfaatkan menjadi bahan konstruksi karena logam yang diinginkan masih dalam bentuk senyawanya sedangkan logam yang diinginkan menjadi bahan konstruksi adalah logam bebas.

Realita Indonesia Saat Ini

Indonesia merupakan negara yang cukup potensial dalam sektor pertambangan. Berdasarkan data dari Indonesia Minning Association, Indonesia menduduki peringkat ke-6 terbesar negara yang kaya akan sumber daya tambang. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya daerah pertambangan di Indonesia seperti: pertambangan batubara di Sumatera Barat (ombilin dan sawahlunto), pertambangan emas di Papua (Timika), pertambangan tembaga di Papua (Tembagapura), pertambangan Nikel di Sulawesi Tenggara (Soroako), dan lain-lain.

“Berdasarkan data dari Indonesia Minning Association, Indonesia menduduki peringkat ke-6 terbesar negara yang kaya akan sumber daya tambang”

Namun, ironi yang dihadapi saat ini adalah Indonesia belum mampu untuk mengolah sumber daya tambangnya menjadi produk siap jual. Beberapa kegiatan pertambangan di Indonesia baru bisa mengolah sumber daya alam tambangnya pada tahap pabrik pemurnian, bahkan ada yang hanya sampai pada tahap pengambilan bijih logam. Bijih logam dan mineral logam yang dihasilkan dari pabrik pemurnian sebagian besar diekspor ke luar karena keterbatasan kapasitas smelter yang ada di Indonesia. Padahal kebutuhan produk logam di Indonesia tidak bisa dipenuhi seluruhnya dari smelter yang ada saat ini sehingga kita harus mengimpor produk logam dari luar untuk mecukupi kebutuhan material konstruksi dalam negeri. Negara yang tau bersyukur adalah negara yang berusaha untuk mengolah seluruh sumber daya alamnya sendiri menjadi produk yang menjadi kebutuhannya.

Potensi Pembangunan Smelter

Berdasarkan data yang diperoleh dari statistik perdagangan luar negeri untuk eksport – import produk tembaga sampai saat ini Indonesia mengekspor sebesar 1.471.420 ton/tahun dengan nilai jual sebesar 4.700.354.000 USD dan Indonesia mengimpor sebesar 32.953,7 ton/tahun dengan nilai beli sebesar 103.695.700 USD. Berdasarkan fakta ini terlihat banyaknya kerugian secara ekonomi yang seharusnya bisa didapatkan dari sektor pertambangan tembaga. Jika Indonesia bisa memiliki smelter sendiri untuk mengolah konsentrat mineral tembaga menjadi produk tembaga yang siap jual maka produk tersebut dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Produk tembaga yang dihasilkan juga pasti akan memenuhi kebutuhan dalam negeri dan sisanya bisa diekspor dengan nilai jual yang lebih tinggi. Maka dari itu pembangunan smelter menjadi sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kebijakan Pemerintah dan Hambatannya

Berdasarkan masalah ini, sejak tahun 2014 pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk melarang ekspor bijih logam maupun konsentrat mineral logam dan pemerintah juga mendesak setiap operasi pertambangan di Indonesia untuk bisa mendirikan smelter mandiri guna memperkuat perekonomian dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Kebijakan ini harus kita dukung dan kawal bersama, terlebih untuk pengambil kebijakan industri pertambangan mineral logam di Indonesia. Kebijakan ini mungkin akan tidak menguntungkan pada jangka pendek bagi industri pertambangan mineral tapi akan berbuah manis pada jangka panjang bagi sektor pertambangan dalam menopang perekonomian Indonesia.

Rakyat Indonesia berharap pengambil kebijakan industri pertambangan mineral logam dapat bijak dalam menerapkan kebijakan ini tanpa adanya penyelewengan, pelanggaran secara terselubung, dan penyimpangan lainnya yang dapat menghambat kemajuan sektor pertambangan Indonesia.

Sumber daya alam tambang merupakan pemberian Tuhan (Allah SWT) untuk Indonesia sudah sepatutnya disyukuri dengan cara mengolah dan memanfaatkannya secara bersama – sama bukan hanya untuk kepentingan pribadi yang berkuasa saja.

Diyan Wahyu Pradana

Mahasiswa SI ITS 2013

Presiden Keluarga Mahasiswa Muslim ITS 2013

Posted by adminbemits on

Sebuah Sudut Pandang : APA KABAR TOL LAUT ?

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno mencita-citakan Indonesia untuk kembali menjadi bangsa pelaut seperti nenek moyangnya. Cita-cita ini tercermin dalam pidato peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 1953.

Ketika itu Presiden soekarno berkata,soekarno_in_wpap_by_widikurniawan-d4gu3zq

  “… Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya.., bangsa pelaut dalam arti yang seluas-luasnya. Bukan sekedar menjadi jongos-jongos di kapal, Bukan! Tetapi bangsa laut dalam arti cakrawati samudera. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri.”

Penggalan pidato itu jelas menegaskan dua hal. Pertama, dorongan kuat agar bangsa Indonesia mampu mandiri mengelola kekayaan lautnya. Kedua, bangsa Indonesia harus menguasai teknologi di bidang kemaritiman untuk menopang tujuan tersebut.

Menilik sejarah, dua kerajaan besar yang pernah berdiri di Nusantara yaitu Sriwijaya dan Majapahit, membangun diri sebagai kekuatan maritim yang kuat. Kedua kerajaan ini mampu mengelola sumber daya pertanian, mengembangkan pendidikan, teknologi  dan budaya dengan orientasi kelautan.

Melihat kenyataan bahwa Indonesia 2/3 wilayahnya adalah lautan dan terdiri dari 18 ribu pulau yang membentang dari sabang sampai merauke menjadikan Indonesia lahir sebagai negara maritim. Selain itu, posisi silang diantara dua samudera dan dua benua menjadikan indonesia mempunyai posisi strategis di dunia internasional. Karena sangat pentingnya posisi Indonesia, sampai-sampai Tan Malaka berkata, “Kalau suatu negara seperti Amerika mau menguasai samudera dan dunia, dia mesti rebut Indonesia terlebih dahulu untuk sendi kekuasaan”.

Sudah 69 tahun merdeka, mimpi para founding fathers tersebut belum juga menjadi kenyataan akibat sekian lama orientasi kebijakan yang cenderung mengikuti nalar daratan dan meninggalkan identitas lautan.  Kini, pemerintahan yang baru hasil pemilu 2014 kembali mengusung visi maritim yang pernah dicita-citakan oleh founding fathers.

Pemerintahan Jokowi-JK mengusung visi-misi yang sangat berorientasi pada aspek maritim. Visi Jokowi JK adalah Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong. Sedangkan misinya adalah sebagai berikut :

  1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
  2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan berlandaskan negara hukum
  3. Mewujudkan politik luar negeri bebas aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim
  4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera
  5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing
  6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional
  7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan

Untuk mewujudkan misinya tersebut Jokowi-JK merumuskan dalam 3 Trisakti yakni Berdaulat di bidang politik, Berdikari ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Adapun untuk janji program nyata yang akan dilaksanakan terutama dalam menunjang visi berdikari ekonomi dalam sektor maritim adalah sebagai berikut : point ke (19) Pengembangan industri perkapalan di dalam negeri untuk menyediakan sarana transportasi laut yang aman, efisien dan nyaman (20) Pengembangan kapasitas dan kapabilitas perusahaan jasa kapal laut di Indonesia (21) Pengembangan rute kapal laut yang menghubungkan seluruh kepulauan di Indonesia secara efisien termasuk pulau-pulau terisolasi (22) Revitalisasi pelabuhan laut yang sudah ada, terutama pengembangan Belawan, tanjung Priok, Tanjung Perak, Bitung, Makasar dan Sorong sebagai Hub Port berkelas internasional ,(23) Membangun dryport, (26) Penurunan biaya logistik 5% per tahun dengan mengembangkan sitem transportasi umum massal terintegrasi yang berimbang baik di lautan, udara maupun darat, (34) Bertambahnya kapal domestik (35) Peningkatan jumlah pelabuhan kontainer (10 unit).

Untuk konektivitas antar pulau-pulau di Indonesia Jokowi-JK menjadikan proyek tol laut sebagai proyek unggulan. Tol laut bukanlah jalan tol yang dibangun diatas laut atau di bawah laut. Menurut Tim ahli ekonomi Jokowi-JK (dalam Kompas.com) , Tol laut adalah jalur kapal-kapal besar yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan utama Indonesia. Akan ada kapal rutin berlayar dari Sumatera ke Papua dan kembali. Kalau jadwal teratur maka sistem transportasi laut bisa efisien. Saat ini sistem transportasi laut khususnya untuk barang masih jauh dari apa yang dibayangkan. Tidak ada jadwal kapal berangkat, tiba dan penurunan barang secara pasti. Ini menyebabkan biaya logistik di Indonesia cenderung mahal. Pada tahun 2013, biaya logistik Indonesia mencapai 27 persen dari produk domestik bruto (PDB), sementara pada tahun 2011 mencapai 24,6 % dari PDB. Jelas sangat tidak efisien dan hampir separuh ongkos logistik di Indonesia disedot ongkos transportasi. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Singapura sebesar 8 persen,  Malaysia 13 persen. Thailand 20 persen dan bahkan jauh lebih tinggi dari Vietnam yang hanya 25 persen PDB.

Presiden Jokowi mengembangkan tol laut yang berasal dari konsep pendulum Nusantara yang digagas oleh Pelindo II. Bedanya, pendulum nusantara tak menggunakan dua hub internasional dan 16 pelabuhan pengumpul. Konsep Pelindo itu hanya menekankan pada enam pelabuhan semata. Dirut Pelindo II, RJ Lino (dalam okezone.com), mengakui konsep Pendulum Nusantara diterjemahkan Jokowi sebagai tol laut. Konsep pendulum nusantara adalah bagian dari Sistem Logistik Nasional (sislognas) dalam mendukung MP3EI.

Dasar pemikiran pendulum nusantara yang kemudian menjadi tol laut ini adalah terbangunnya skala ekonomi dalam pengangkutan laut yang selama ini masih tidak efisien. Jika barang diangkut dengan kapal antar pulau yang bobotnya 1000 ton, biayanya akan menjadi beberapa kali lipat lebih mahal, jika dibandingkan dengan diangkut kapal yang bobotnya 50 ribu DWT yang mampu mengangkut lebih dari 3000-4000 kontainer sekaligus.

Rancangan-Arsitektur-Tol-Laut-Indonesia

Untuk pelayaran luar negeri, Indonesia juga masih mengandalkan kapal asing untuk angkutan barang jarak-jauh hingga ke Eropa. Guna melayari samudera untuk mengangkut barang dalam jumlah yang sangat besar, dibutuhkan kapal dengan bobot mati minimal 100 ribu DWT. Sedangkan kemampuan Indonesia, baru memproduksi dan memiliki kapal-kapal dengan bobot tak lebih dari 50 ribu DWT. Kapal berbobot 50 ribu DWT pun baru dalam tahap produksi leh PT PAL. Dengan demikian, kapal-kapal Indonesia belumlah hilirmudik mengangkut produk-produk nasional hingga jauh ke mancanegara. Kebanyakan ekspor dan impor Indonesia harus melalui kapal-kapal besar yang bersandar di Singapura yang mampu menerima kapal berbobot 100 ribu DWT sedangkanpelabuhan Indonesia masih belum mampu karena kebanyakan kurang dalam (Laksanawan dkk, 2014)

Melihat pentingnya tol laut untuk konektivitas sekaligus peningkatan perekonomian Indonesia. Pemerintah Jokowi-JK sangat serius dalam membangun konektivitas laut Indonesia. Secara kelembagaan Jokowi-JK membentuk Kementrian Koordinator  kemaritiman yang di kepalai oleh Indroyono Soesilo.  Kemenko Maritim dalam presentasinya di Kampus ITS mengatakan mempunyai target kerja sebagai berikut :

  1. Sistem transportasi laut yang mampu menurunkan biaya logistik nasional dibawah 24,5% terhadap PDB; (i.e.: Container Padang-Jkt VS S’pore-Jkt)
  2. Mampu menumbuhkan armada pelayaran nasional dari 10% menjadi 30%;
  3. Mampu meremajakan kapal nasional; kapal tua dari 70% menjadi 50%;
  4. Mampu mengurangi waktu pelayanan pelabuhan (dwelling time) pada Pelabuhan Utama dari 6-7 hari menjadi 3-4 hari,
  5. Mampu meningkatkan pertumbuhan signifikan di luar pulau Jawa

Untuk menjawab target kerja tersebut, akan dilakukan sebagai berikut :

  1. Revitalisasi dan penyediaan armada kapal yang menghubungkan pelabuhan utama, l. melalui Public Service Obligation (PSO);
  2. Pemberlakuan azas cabotage untuk angkutan laut dalam negeri secara penuh guna memperkuat kedaulatan maritim;
  3. Pengembangan industri galangan perkapalan nasional agar lebih produktif, berdaya saing dan mampu mencukupi kebutuhan kapal nasional;
  4. Pengembangan Pelabuhan Hub Internasional sebagai Logistic Center di Kawasan Barat dan Timur Indonesia;
  5. Pengembangan infrastruktur pelabuhan serta peningkatan efisiensi pelayanan pelabuhan;
  6. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kemaritiman

Semua hal diatas sangat erat kaitannya dengan proyek pembangunan tol laut. Tol laut sangat besar manfaatnya bagi peningkatan perekonomian Indonesia khususnya dalam penurunan biaya logistik nasional. Untuk mengimplementasikan proyek tol laut dibutuhkan dana yang tidak sediki. Menurut Dedy S Priatna, proyek tol laut ditaksir mencapai 700 Triliunan. Anggara Proyek ini akan dimasukkan dalam APBN-P 2015 dan RPJMN 2015-2019.

Kebutuhan anggaran yang tidak sedikit ini, akhirnya memaksa Pemerintahan Jokowi-JK untuk menarik investor asing masuk. Jokowi bahkan sudah menawarkan proyek tol laut pada sejumlah negara seperti Cina dan Jepang. Menurut menteri Bapenas, Presiden Joko Widodo dalam lawatannya ke Jepang dan Tiongkok akan menawarkan peluang investasi untuk membangun 24 pelabuhan yang menjadi pilar proyek infrastruktur tol laut. Berdasarkan catatan Bappenas mengenai konsep awal tol laut, sebanyak 24 pelabuhan itu akan dibagi menjadi pelabuhan “hub”, pelabuhan utama, dan pelabuhan pengumpul yang mampu mendistribusikan barang ke kota-kota kecil. Sebanyak 24 pelabuhan itu adalah Pelabuhan Banda Aceh, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Pangkal Pinang, Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Batam, dan Pelabuhan Padang.Kemudian Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Cilacap, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Lombok, Pelabuhan Kupang, Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Pontianak, Pelabuhan Palangka Raya, Pelabuhan Maloy dan Pelabuhan Bitung. Selanjutnya adalah Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Ambon, Pelabuhan Halmahera, Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Jayapura dan Pelabuhan Merauke . Selain sarana fisik 24 pelabuhan strategis, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur penunjang tol laut, “short sea shipping”, fasilitas kargo dan kapal, pengembangan pelabuhan komersial, dan pembangunan transportasi multimoda.

Sebagai tindak lanjutpertemuan Jokowi dengan Presiden Cina Xi Jin Ping disela-sela KTT APEC, banyak perusahaan asal negeri tirai bambu tersebut yang ingin berinvestasi di Indonesia.Salah satunya adalah China Merchant Group. Dan menurut, Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Franky Sibarani, Sudah membuat kesepakatan BUMN Tiongkok dan BUMN Indonesia, nilainya sekitar 2 miliar dolar AS dan diharapkan segera direalisasikan. Pemerintah juga akan memanfaatkan optimal keberadaan Asia Investment Infrastruktur Bank (www.tribunews.com)

Untuk menarik investor Jepang, Jokowi melakukan pertemuan dengan para pengusaha Jepang yang tergabung dalam Japan External Trade Organization (JETRO), Presiden Jokowi bertemu dengan sekitar 1.200 pengusaha utama Jepang dalam Business Forum, Hotel New Otani, Tokyo. Jokowi menjelaskan tol laut, nantinya akan memberikan sebuah transportasi yang murah bagi distribusi barang dari pulau ke pulau. Mulai dari barat di Pulau Sumatera kemudian ke arah timur ke arah Papua di sini. Sekarang ini telah disederhanakan yang dulunya ngurus izin sampe 1.150 hari sekarang kira-kira 220-an hari, sebuah pemotongan yang sangat panjang menjadi sangat pendek sekali sehingga ini bisa dimanfaatkan oleh investor-investor dalam mengurus perizinan.

Lantas bagaimana dengan prosentase pendanaan proyek tol laut dalam RPJMN 2015-2019?

Tol laut merupakan mega proyek raksasa yang membutuhkan dana yang sangat besar. Dalam RPJMN 2015-2019 pembangunan proyek tol laut dan segala prasarananya ini membutuhkan dana hingga 900 T. Adapun rincian alokasi dananya adalah sebagai berikut: APBN 498 Triliun, BUMN 238,2 Triliun dan Swasta sebesar 163,8 Triliun.

rilis

Sumber : Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bapenas, 2015

Jika lebih didetailkan alokasi dana untuk perhubungan laut meliputi pembangunan 24 pelabuhan strategis, short she shipping, pengembangan pelabuhan, pembelian kapal dll dengan rincian dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

rilis 2
Jadi Pemerintah disini punya andil yang sangat besar dalam pembiayaan proyek perhubungan laut. Terutama lewat APBN sebesar 498 Triliun dan BUMN 238,151 Triliun. Adapun swasta hanya mempunyai andil sebesar 163,8 Triliun. Pihak swasta pun baik asing maupun dalam negeri yang paling besar prosentasenya adalah di proyek pembangunan 24 pelabuhan 87 Triliun, fasilitas kargo umum , bulk dan pengembangan pelabuhan komersil masing-masing sebesar 20 T serta proyek pembelian kapal sebesar 26 T. Namun, jika melihat komposisinya, pembiayaan dari sektor swasta sangat kecil dibandingkan dengan pembiayaan dari BUMN dan APBN.  Kecuali untuk proyek revitalisasi industri galangan kapal, pelabuhan kargo dan pengembangan pelabuhan komersil. Tentu hal ini bisa menjawab isu yang selama ini beredar bahwa proyek tol laut akan dikuasai oleh investasi negara asing adalah tidak benar. Bahwa pemerintah masih memprioritaskan kepentingan nasional dalam pembangunan infrastruktur Tol laut Indonesia.

Pembangunan proyek tol laut ini tentu akan membutuhkan dana yang besar dan waktu yang tidak sebentar sedangkan pemerintah Jokowi-JK menargetkan proyek ini selesai dalam waktu 5 tahun sesuai dengan yang tertera dalam RPJMN. Oleh karena proyek ini sangat strategis, maka sangat diperlukan pengawasan bersama dari semua pihak mulai dari pembuatan konsep, pendanaan, eksekusi  dan laporan pertanggungjawaban.

Untuk proyek tol laut ini juga memerlukan kecerdasan dan kecermatan pemerintah didalam pengambilan kebijakan jangan sampai gegabah sehingga bisa merugikan kepentingan nasional. Meskipun disatu sisi selalu ada dilema dalam hal pendanaan, membuka kran investasi luar negeri juga terdapat konsekuensi yang nanti ditanggung dan jika tidak membuka kran investasi, geliat investasi dalam negeri juga masih kurang. Peran pemerintah sebagai pengambil kebijakan sangat penting dalam kondisi ini agar tujuan mulia dari pembangunan proyek tol laut ini bisa terwujud.  Dan sebagai bagian dari rakyat indonesia, kami berharap agar pemerintah dapat lebih transparan dalam mengimplementasikan pembangunan mega proyek tol laut ini dan kami juga menuntut ketegasan pemerintah untuk berpihak dalam pembangunan industri dalam negeri dan jangan sampai dengan adanya tol laut dapat menjadi pembuka jalan dominasi barang-barang impor di Indonesia.

Salam

Jalesveva Jayamahe, Di lautan kita Jaya.

Referensi :

Dokumen Visi Misi Jokowi-JK kpu.go.id/koleksigambar/VISI_MISI_Jokowi-JK.pdf

Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019

http://www.antaranews.com/berita/486898/indonesia-tawarkan-investasi-24-pelabuhan-tol-laut

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/06/17/1449113/Timses.Jokowi.Jelaskan.soal.Tol.Laut

http://economy.okezone.com/read/2015/03/11/320/1117187/konsep-tol-laut-kuat-di-barat-lemah-di-timur

http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/04/01/dua-investor-tiongkok-ingin-bangun-tol-laut

http://www.setneg.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=8902

http://katadata.co.id/berita/2015/03/20/jokowi-tawarkan-proyek-infrastruktur-ke-cina-dan-jepang

http://www.fmeindonesia.org/mengawal-misi-pembangunan-tol-laut-hadiah-nawacita-jokowi-jk/

Laksanawan, Irnanda dk.2014.Indonesia Berdaulat, Berdikari, dan Berdaya Saing. Jakarta: IKA ITS

Presentasi Menko Maritim, Indroyono Soesilo di Kampus ITS.2015. Pembangunan Kemaritiman Indonesia

Presentasi Deputi Sarana dan Prasana Bappenas.2014.Prioritas Kedaulatan Energi dan Infrastruktur RPJMN 2015-2019

sumber: https://smallhabibie.wordpress.com/

Posted by adminbemits on

KM ITS Jalan-jalan ke Smelter

Hari Kamis lalu, tepatnya tanggal 23 April 2015, sejumlah mahasiswa ITS melakukan kunjungan ke Smelter yaitu tepatnya PT Smelting. Acara ini digagas oleh Kementerian Energi Maritim BEM ITS dan pesertanya terbuka untuk seluruh mahasiswa ITS. pada hari itu, saya termasuk salah satu rombongan yang berangkat. Kami berkumpul di parkiran BAAK mulai pukul 5 pagi. Setelah bersiap-siap dan briefing singkat, kami berangkat ke PT Smelter yang berlokasi di Gresik. Perjalanan memakan waktu 1 jam lamanya, kami tiba di PT Smelter pukul 08.30. Lokasi PT Smelter memang berada di lokasi perindustrian, sehingga jalanan menuju ke sana banyak dilewati oleh truk-truk pengangkut barang industri.

Sebelum masuk ke lokasi pabrik, kami harus melapor dulu di pos keamanan yang berada di pintu gerbang  pabrik. Setelah melakukan pendaftaran, kami dipersilahkan masuk ke lokasi tempat pertemuan dengan pihak PT Smelter. Setelah saling berkenalan, kami pun mendapat paparan mengenai PT Smelting.

PT Smelting, Pertama dan Satu-satunya

           PT Smelting adalah pertama dan satu-satunya pabrik smelter dan pemurnian tembaga di Indonesia. Lokasinya berada di Gresik, Jawa Timur. Pada awalnya, pabrik ini didesain untuk mampu memproduksi 200.000 ton tembaga per tahun dari sekitar 660.000 konsentrat tembaga yang disuplai dari tambang dalam negeri yang dikelola PT Freeport dan PT Newmont. Setelah melakukan berbagai usaha perbaikan dan inovasi, saat ini PT Smelting mampu memproduksi lebih dari 300.000 ton tembaga per tahun. Hasil tembaga ini nantinya dijual di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Selain memproduksi tembaga, PT Smelting juga menjual produk sampingan hasil pengolahan konsentrat tembaga seperti asam sulfat, granulated slag, gypsum, anode slime dan telurium. Pendirian PT Smelting diprakarsai oleh dua perusahaan besar dunia yaitu PT Freeport dan Mitsubishi. Berikut adalah kepemilikan saham PT Smelting :

2

Jikalau boleh jujur sebenarnya saya salah menyangka tentang bisnis PT Smelting. Sebelum saya berkunjung ke sana, saya berpikir bahwasannya PT Smelting adalah pabrik smelter emas karena konsentrat yang dipakai adalah berasal dari PT Freeport. Namun dugaan saya ternyata salah. PT Smelting adalah pabrik smelter dan pemurnian tembaga. Konsentrat yang disuplai baik dari PT Freeport maupun PT Newmont ternyata adalah konsentrat tembaga, bukan emas. Jadi, produk utama dari PT Smelting adalah katoda tembaga dengan konsentrasi tembaga 99,99%. Tembaga ini telah diakui secara internasional kualitasnya. Tembaga ini nantinya akan dipasarkan ke pabrik kabel ataupun pabrik laiinnya yang membutuhkan logam tembaga. Selain produk utama berupa tembaga, PT Smelting juga memproduksi produk sampingan antara lain :

a) Asam Sulfat, kapasistas produksi 920.000 ton/tahun. Digunakan untuk pupuk.

b) Slag tembaga, kapasistas produksi 655.000 ton/tahun. Digunakan untuk semen dan pupuk.

c) Gypsum, kapasitas produksi 35.000 ton/tahun. Digunakan untuk semen.

d) Anode Slime, kapasitas produksi 1.800 ton/tahun. Digunakan untuk pemurnian emas dan perak.

e) Tellurium, kapasitas produksi 50 ton/tahun. Digunakan untuk sel surya, optik, semi konduktor.

5S Sebagai Pergerakan Perusahaan

           Selain kita bicara mengenai teknis proses pembuatan tembaga, kami juga belajar mengenai beberapa hal yang juga penting. Salah satunya adalah kami mengetahui bahwasannya di perusahaan PT Smelting ada nilai-nilai yang menjadi penggerak perusahaan yang disebut 5S :

1)      Seiri (Organization) / Terorganisir

Setiap orang harus mampu mengidentifikasi mana yang penting dan mana yang tidak. Hal yang penting harus dikerjakan lebih dahulu. Kunci dari seiri adalah untuk mengetahui dan menangani penyebab dari suatu masalah.

2)      Seiton (Neatness) / Kerapian

Semuanya harus diatur dengan baik, seperti tempat bekerja, label, name tag, dll. Kerapian akan mempermudah pengaturan dan pencarian suatu benda. Hal ini penting dalam perusahaan smelter seperti PT Smelting.

3)      Seiso (Cleaning) / Kebersihan

Setiap orang bertanggung jawab terhadap kebersihan tempat bekerja masing-masing. Sebagai perusahaan besar, kebersihan harus diutamanakan. Kebersihan akan mempermudah kontrol dan manejemen kegiatan perusahaan. Selain itu, akan mempermudah pencarian kecacatan atau defect ketika terjadi hal yang tidak diinginkan.

4)      Seiketsu (Standarization) / Standarisasi

Hal ini untuk menjaga kualitas dari hasil produksi perusahaan. Standarisasi akan menjaga konsistensi dan kondisi perusahaan. Perusahaan akan terus membuat standard baru yang lebih baik dari sebelumnya.

5)      Shitsuke (Discipline) / Kedisiplinan

Di PT Smelting, setiap orang harus bersikap disiplin dimulai dari hal kecil seperti ketepatan waktu, menggunakan alat pelindung diri saat di lapangan, dan menyeberang jalan di Zebra Cross. Kedisiplinan inilah yang akan menciptakan kondisi bekerja yang baik.

Berkeliling PT Smelting

           Setelah kita mendapat paparan mengenai PT Smelting, kami diajak untuk berkeliling. Sebenarnya PT Smelting telah menyiapkan 2 bus untuk mengangkut kami berkeliling, namun karena peserta hanya sekitar 30 orang maka kami hanya menggunakan 1 bus. Alat pelindung diri seperti helm, masker, kacamata (google), dan sepatu safety telah disediakan oleh perusahaan. Sambil berkeliling melihat-lihat, ada dua engineer yang menemani kami sekaligus memberikan penjelasan detail mengenai kegiatan dan fasilitas yang ada di PT Smelting. Beberapa fasilitas penting PT Smelting antara lain adalah Tempat peleburan dan pemurnian tembaga, bengkel, laboratorium, tempat penampungan air cadangan, tempat pengolahan limbah, pelabuhan dan jetty, dll.

Setelah berkeliling menggunakan bus, kami dipersilahkan untuk jalan-jalan memasuki tempat pemurnian (refinery) tembaga. Kesan pertama melihat tempat refinery ini adalah : semua serba modern dan otomatis. Hampir seluruh kegiatan produksi dilakukan dengan mesin/robot, jikalau ada yang perlu dilakukan secara manual pun pasti dibantu oleh alat yang cukup canggih. Suhu di tempat refinery cukup hangat sekitar 60 derajat celcius. Kami dijelaskan lebih detail lagi mengenai proses pemurnian tembaga di refinery. Secara umum, untuk memproduksi tembaga dengan komposisi Cu 99,99% dilakukan dengan proses elektrolisis. Berikut adalah gambar berikut penjelasannya.3

Akhir Kata

          Setelah berkeliling PT Smelting, kami kembali ke tempat pertemuan dan menikmati snack yang disediakan. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, pemberian kenang-kenangan dan foto bersama. Kunjungan ke PT Smelting sangat bermanfaat bagi kami, selain mendapat paparan detail mengenai kegiatan produksi, kami juga diajak untuk berkeliling perusahaan yang semua fasilitasnya disediakan oleh perusahaan seperti APD dan bus. Pegawai disini pun cukup terbuka dalam penjelasan dan tanya jawab. Selain itu, kami mendapat bahan diskusi yang dapat digunakan sebagai data dalam kajian Undang-undang minerba yang diadakan oleh Kementerian Energi dan Maritim BEM ITS.

Intifada Fikri

Menko Luar Negeri BEM ITS

sumber http://intifadafikri.tumblr.com/

 

Posted by adminbemits on

Menuang Harapan Baru dalam Kaleidoskop Rektor ITS

Para mahasiswa berbondong-bondong datang ke dr.Angka pada Jum’at malam (24/04) untuk menghadiri Kaleidoskop Rektor ITS. Mereka duduk bersama mendengarkan rekam jejak rektor lama, renstra rektor baru serta menyalurkan aspirasi. Sekitar 150 mahasiswa yang hadir sangat antusias dan terhibur oleh pemaparan pembicara yang hadir pada acara ini.

KOMINFO-Rektor baru ITS baru saja dilantik pada 13 April yang lalu. Masih dalam suasana yang berbunga-bunga menyambut rektor baru, Kementerian Kebijakan Kampus BEM ITS menggelar Kaleidoskop Rektor ITS yang menghadirkan 4 narasumber. Mereka adalah Joni Hermana sebagai Rektor baru ITS, Tri Yogi Yuwono sebagai rektor ITS periode 2011-2015, Dalu Nuzulul Kirom PresBEM ITS 2011/2012, dan Imran Ibnu Fajri sebagai PresBEM ITS 2014/2015 sekaligus moderator.

Kaleidoskop ini digunakan sebagai ajang evaluasi bagi kondisi ITS pada masa kepemimpinan Tri Yogi Yuwono. Banyak hal yang telah berlalu yang meninggalkan banyak kesan yang melekat kuat dalam periode kepemimpinan Tri Yogi Yuwono. Pada kesempatan ini beliau memberi wejangan kepada seluruh mahasiswa ITS tentang pentingnya berorganisasi sejak dini.

“Mahasiswa jangan serakah SKS. Menjadi insinyur itu butuh 1000 SKS, 144 SKS bisa didapatkan saat perkuliahan dan sisanya? Silahkan mencari sendiri di organisasi.” Tegas Tri Yogi.

Selain itu beliau juga memaparkan dua catatan pada periodenya yang menjadi evaluasi. Hal yang pertama adalah mengenai integralistik mahasiswa dimana di ITS saat ini masih banyak arogansi jurusan. Para mahasiswa merasa lebih bangga memakai jaket himpunan daripada almamater ITS. Oleh karena itu menurut beliau perlu adanya kegiatan integralistik yang konsisten untuk menghilangkan arogansi tersebut.

Hal terakhir yang menjadi catatan beliau adalah kurangnya mahasiswa ITS dalam hal inisiatif dan inovasi. “Mahasiswa ITS saat presentasi di depan orang-orang penting sangatlah bagus namun saat diminta menyampaikan ide, mereka hanya diam saja”. Ungkap Tri Yogi secara gamblang.

Dalu Nuzulul Kirom yang merupakan PresBEM saat Tri Yogi Yuwono baru dilantik, memberikan beberapa tips tentang pengalamannya menyikapi rektor baru kala itu. Menurutnya masa euforia rektor baru dapat digunakan untuk melakukan perubahan dalam KM ITS. Pada pemilihan rektor tahun 2011 mahasiswa ITS akhirnya mendapat suara untuk ikut memilih rektor meskipun persentasenya hanya 1%. Namun sebenarnya tujuan utama mahasiswa memilih adalah untuk memperlihatkan siapa sebenarnya sosok rektor yang mahasiswa inginkan. Setelah pemilihan itu rektor baru akan tahu bahwa sebagian besar mahasiswa memilihnya agar aspirasi dari mahasiswa dapat lebih didengar.

Masa kepemimpinan Tri Yogi Yuwono telah berakhir, kini periode kepemimpinan Joni Hermana pun dimulai. KM ITS pun tak ayal ingin mendengar dan mengetahui harapan Joni Hermana untuk ITS kedepannya. Beliau akhirnya angkat bicara mengenai harapannya untuk kaderisasi di ITS

Menurut beliau kaderisasi yang tepat yakni pada tahun pertama tidak memberi pressure kepada mahasiwa baru karena akan berakibat pada akademik yang menurun. Pressure berasal dari pembelajaran bukan fisik apalagi hal-hal yang tidak manusiawi. Disisi lain mereka juga perlu melalui perubahan kultur dari anak sekolah menjadi mahasiswa. Idealnya mereka diberi kebebasan seperti mengikuti kegiatan di BEM, UKM, dll. Selanjutnya pada tahun kedua, mereka diarahkan ke organisasi untuk membentuk leadership. Pada tahun ketiga, mahasiswa masuk pada tahap awareness dimana mereka dapat berempati terhadap masalah-masalah bangsa dengan mengundang motivator atau pembicara. Pada tahun terakhir, barulah mereka masuk pada tahap entrepreneur karena untuk menjadi negara yang maju seperti Amerika minimal sekitar 4% dari jumlah penduduk berprofesi sebagai pengusaha.

“Saya ingin menciptakan kader-kader penerus bangsa disini. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan integrasi yang melibatkan mahasiswa, dosen, alumni, dan karyawan. Selain itu, perlu adanya reformasi kaderisasi. Ada proses tahap per tahap dari sejak masuk sampai lulus dengan dikader oleh berbagai pihak”. Jelas Joni Hermana.(iid/ras)

Posted by adminbemits on

Roket GIM 2015 Sukses Meluncur di PAMMITS

Kampus ITS, Kominfo- Mading bergerak berbentuk roket yang berada di tengah-tengah keramaian para pengunjung PAMMITS pada Sabtu (18/04) menjadi simbol diluncurkannya acara Gerakan ITS Menulis (GIM) 2015. Antusiasme pengunjung pun membuat peluncuran GIM 2015 ini terbilang sukses.

“GIM ini singkatan dari Gerakan ITS Menulis. Jadi, gerakan ini ingin mengajak orang-orang untuk menulis khususnya tentang ASEAN karena kebetulan tema kita kali ini adalah Traveling ASEAN,” jelas Evan, selaku Ketua GIM 2015.

Pada acara GIM 2015 ini, akan diadakan berbagai acara dan perlombaan yang dilaksanakan pada bulan April hingga Mei. Acara-acara tersebut antara lain Pesta Qoutes di mana lomba tersebut telah dimulai bersamaan dengan peluncuran acara GIM 2015. Selanjutnya, Selvievat yang merupakan kolaborasi dengan Kementerian Kebijakan Kampus, Surat untuk Calon Walikota Surabaya, serta POSEIDON sebagai acara puncak.

Menurut Evan, mading berbentuk roket tersebut menggambarkan tema dari acara GIM 2015 yakni Traveling ASEAN. Karena untuk keliling ASEAN dibutuhkan kendaraan, dan roket menjadi kendaraan yang cocok untuk itu. Pada mading ini, selain sebagai sarana untuk lomba Pesta Qoutes, mading juga berisi informasi mengenai ASEAN Creative Competition (ACC) dan acara-acara lainnya yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo.
Meskipun terdapat beberapa kendala, akan tetapi peluncuran ini dapat dikatakan sukses. Melihat antusias para pengunjung yang banyak mengikuti lomba Pesta Qoutes hingga kertas yang disediakan habis.

“Madingnya bagus, dan kreatif. Tapi publikasi harus lebih bagus lagi karena mungkin banyak yang belum tahu. Saya saja baru tahu di PAMMITS ini,” ungkap Ali, salah satu mahasiswa Teknik Elektro ITS yang merupakan pengujung PAMMITS dan sekaligus peserta lomba Pesta Qoutes.

Kesempatan dapat meluncurkan acara GIM 2015 di PAMMITS ini merupakan moment yang cocok untuk mempublikasikan kepada para mahasiswa yang datang berbondong-bondong ke PAMMITS. Dengan adanya acara GIM 2015 ini, Evan berharap dapat mengajak KM ITS untuk menulis aspirasi mereka. Minimal di blog masing-masing, karena sebagai mahasiswa memang sudah saatnya berpikir kritis. (arn/iid/yon)