Category Archives

39 Articles

Posted by Vivat Press on

KEMERIAHAN EVENT TAHUNAN ITS EXPO 2016

VIVAT PRESS

ITS EXPO: Event pertama di Indonesia yang menggabungkan unsur seni, ilmu, dan budaya.

ITS EXPO 2016 merupakan event tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh seluruh Keluarga Mahasiswa ITS. ITS EXPO sendiri sudah ada sejak tahun 2012, dimana dulu sebelum itu ada event Hari Budaya dan Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS.
ITS EXPO berlangsung dari tanggal 16 November sampai 19 November 2016. Di tahun ini ITS EXPO mengusung tema Ekspresi Optimisme, dengan kondisi latar belakang bangsa baik dari sisi persatuan, kebudayaan dan teknologi nya yang banyak pesimis terhadapnya. ITS EXPO 2016 hadir sebagai perwujudan keoptimisan pemuda-pemuda Indonesia khususnya Mahasiswa ITS tentang bangsa ini, khususnya dari sisi seni, ilmu dan budaya.

ITS Expo 2016 sendiri terdiri dari Event, Wahana, dan Kompetisi. Event seperti Hall of Fame, Explore ITS, Gelar Karya Mahasiswa, Pagelaran Seni yang menampilkam khasanah budaya nusantara, Talkshow, dsb. Wahana sendiri ada seperti urban market, wahana budaya, pasar malam yang bertujuan mengangkat budaya luhur bangsa, seni seni nya baik warisan maupun seni modern dan ada Wahana Teknologi sebagi perwujudan keilmuan ITS. Sedangkan kompetisi terdiri dari IEPC, Recycle Art, Robot in Action, dsb.

Menurut salah satu pedagang di urban market, ITS EXPO merupakan wadah yang sangat membantu perekonomiannya. “Selama saya berjualan di sini, alhamdulillah selalu ramai pengunjung, walaupun pasti pesaing selalu ada. Harapannya tahun depan ITS EXPO bisa digelar lagi tahun depan”,tutur Bu Luluk.

ITS EXPO pada tahun ini menghadirkan bintang tamu ternama seperti Klantink yang tampil pada hari Kamis, juga Mocca dan Tompi yang tampil pada hari Jumat. Dengan begitu, ITS EXPO bisa menarik minat pengunjung di luar ITS untuk datang.

Kami sempat mewawancarai beberapa pengunjung yang hadir pada ITS EXPO kali ini. Menurut mereka acara ini seharusnya tetap dipertahankan. “acara ini walaupun ada kekurangannya tapi bagus. Seharusnya tahun depan acara ini tetap ada dengan bintang tamu yang lebih terkenal lagi”,ujar Nanda, Diah, dan Adinda.
ITS EXPO merupakan paket komplit sebuah event yang tidak hanya menjual bintang tamu terkenal, tapi menjual konsep, menjual nilai dan budaya yang ada. Didukung dengan instalasi dan sebagainya diharapkan dapat benar-benar menumbuhkan Optimisme kita kedepan, baik dari hal paling kecil hingga hal besar yaitu optimisme untuk membangun Bangsa.

Menurut ketua ITS EXPO 2016, Hafizudin Wirawan, dengan diadakannya acara ini bisa membawa nama ITS lebih baik di mata masyarakat. “Karena acara ini milik KM ITS, seharusnya kita turut bangga bahwa ITS EXPO ini diadakan. Dengan diadakannya ITS EXPO ini, kita patut bangga mempunyai acara yang bisa mempromosikan ITS secara massive”, jelas mahasiswa yang akrab dipanggil Iwan tersebut.(syn/mia)

Posted by Vivat Press on

BEM ITS Tak Lupa Beri Oleh-oleh Untuk Pak Arcandra Tahar

VIVAT PRESS

Kampus ITS Surabaya, Rabu 2 November 2016

Rangkaian acara peringatan Dies Natalis ITS ke-56 tahun ini turut menggelar acara Talkshow Kemandirian Energi, Sabtu (29/10). Tamu istimewa dalam acara tersebut adalah Dr Arcandra Tahar, Wakil Menteri Kementrian ESDM Kabinet Jokowi. Ia pun memberikan orasi ilmiah di hadapan peserta yang hadir pagi itu. Hingga seusai acara dan sebelum pulang dari Surabaya BEM ITS pun tak lupa memberikan oleh-oleh. Seperti apa oleh-oleh yang diberikan BEM ITS ?

Ditemui secara terpisah, Presiden BEM ITS, Novangga Ilmawan membenarkan bahwa oleh-oleh yang diberikan ke Pak Wamen tersebut adalah berupa buku dan hasil kajian. Ada dua tokoh yang mendapat oleh-oleh khusus tersebut, selain Arcandra Tahar ada juga Ir Satya Widya Yudha MSc, anggota komisi VII DPR RI Bidang Energi, SDM, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup yang diberikan Buku Kajian Hasil Buatan BEM ITS.

Diakuinya, dua buku itu diberikan secara terpisah dan berbeda orang pula. Ia kebagian memberikan buku tentang Kedaulatan Energi untuk Kebangkitan Bangsa hasil diskusi Aliansi BEM Seluruh Indonesia Bidang Energi ke Pak AT. Sedangkan Pelaksana Tugas Harian (Plt) Menteri Kordinator Berani Ekspansi, M Ikhwan Rahman mendapat tugas memberikan Buku Kajian BEM ITS Tentang Analisa Urgensitas Revisi Undang-Undang No 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi ke Pak Satya Widya.

Dalam keterangannya, Novangga menjelaskan bahwa isi Buku Kedaulatan Energi untuk Kebangkitan Bangsa memuat tentang solusi-solusi atas beberapa permasalahan bangsa, yakni permasalahan Energi Baru Terbarukan, Minerba, Tata Kelola Migas dan Kelistrikan.

Dalam isi bukunya, memuat tentang solusi ril atas keempat permasalahan tadi dari hasil diskusi anggota BEM SI di bidang energi. Ia pun berharap, buku tersebut dapat menjadi salah satu referensi untuk kementrian ESDM. “Beliau bilang kalau sangat mengapresiasi oleh-oleh tersebut, ia juga berpesan agar mahasiswa selalu aktif untuk mengawal dan memberi referensi bagi kebijakan pemerintah,” jelas angga.

Sementara itu, Plt Ikhwan turut menjelaskan tentang bagiannya memberikan hasil kajian dari internal BEM ITS ke Pak Satya Widya. Menurutnya isi kajian buku kemarin adalah tentang analisa urgensitas revisi undang undang nomor 22 tahun 2001, tentang minyak dan gas bumi.

Sesuai yang kita ketahui, bahwa UU itu telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi sejak 2012 dan harus direvisi. Namun, nyatanya sampai hari ini revisi terkait undang undang tersebut masih belum terjadi. “ Isi bukunya tentang tata kelola migas dari hulu sampai hilir, tentang tata kelola sekarang dan tata kelola yang ideal tentunya,” ungkap Ikhwan.

Diakuinya, alasan pemberian kajian itu ke Pak Satya karena memang beliau adalah wakil rakyat yang memegang amanah dari Rakyat Indonesia. “Apalagi beliau merupakan wakil ketua dari Komisi VII DPR RI yang menangani tentang energi dan mineral juga. Jadi bisa memberikan sudut pandang baru bagi yang berada di senanyan sana,” jelasnya.

Ia pun berharap agar revisi Undang Undang No 22 Tahun 2001 segera dilakukan sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi Rakyat Indonesia. Kedaulatan di bidang energi pun bukan hanya menjadi mimpi lagi, namun bisa diwujudkan. ”Komentar beliau sangat antusias karena masyarakat dalam hal ini mahasiswa masih peduli tentang permasalahan yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (akh).

Posted by Vivat Press on

YES Summit; Sebagai Wadah Berkumpulnya Engineer dan Saintis Muda

VIVAT PRESS

Kampus ITS Surabaya, 12 Oktober 2016

Rabu, (12/10) telah berlangsung acara YES Summit yang dibuka dengan kegiatan gala dinner. Kegiatan tersebut dihadiri oleh peserta YES Summit yang merupakan mahasiswa-mahasiswa se-Indonesia. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia seperti Kota Surabaya, Malang, Jogja, Semarang, Bogor, Bandung, Jakarta, Samarinda hingga Makassar.

YES Summit diadakan untuk memberikan gagasan serta inovasi dalam bidang energi dan maritim yang bisa direalisasikan guna membantu program pemerintah. Salah satu program yang ingin diangkat pada kegiatan ini adalah program NAWACITA. Oleh karena itu, acara ini diadakan untuk mewadahai para engineer dan saintis muda.

Pada Jumat (14/10), telah digelar company visit. Adapun perusahaan-perusahaan yang dikunjungi adalah Pelindo III serta PT Teluk Lamong, anak perusahaan PT Pelindo III. Perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan yang memiliki tempat control room otomatis untuk mengendalikan kapal.
Kegiatan company visit ini membahas mengenai company profile, peran perusahaan terkait untuk Indonesia, visi dan misi perusahaan, proyek yang sedang dijalankan, sistem kerja serta harapan perusahaan untuk Indonesia.

M. Rifqi Mahendra, selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa acara ini telah sukses digelar. “Banyak teman-teman yang antusias. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka.,” jelasnya.

Ia juga berharap setelah diadakannya kegiatan ini, para mahasiswa mendapatkan ilmu mengenai energi dan maritim di Indonesia, terkait permasalahan yang dihadapi dan langkah apa yang bisa mahasiswa ambil baik di masa sekarang ataupun masa depan. “Kami berharap dengan diadakannya acara ini, para peserta dapat menjalin koneksi. Hal ini juga berguna untuk melatih komunikasi, kerjasama dan koordinasi untuk manajemen serta membuat suatu acara. Besar juga harapan kami untuk BEM ITS dapat melanjutkan acara yang banyak sekali manfaatnya seperti ini, ” pungkas mahasiswa yang akrab disapa Rifqi ini.

Setelah acara ini dilaksanakan, Rifqi menegaskan bahwa akan ada pembahasan lebih lanjut kepada pemerintah mengenai maritim dan energi. “Kami akan mencoba membuka obrolan dengan pemerintahan melalui PII guna memberikan rekomendasi kepada pemerintah. Harapannya agar pemerintah tau bahwa mahasiswa masih peduli dengan kemajuan bangsa,” ujarnya. (ath/yon)

Posted by Vivat Press on

MENINGKATKAN KUALITAS MEDIA INFORMASI MELALUI KUNJUNGAN KE JAWA POS

VIVAT PRESS

Graha Pena Jawa Pos, 14 Oktober 2016

“Selamat Datang Mahasiswa BEM ITS”, begitulah tulisan yang tertera pada saat kunjungan BEM ITS ke Jawa Pos pada Jumat siang kemarin (14/10), yang membuat hangat suasana. Bertempat di Jl. Ahmad Yani No. 88, tepatnya di Graha Pena Jawa Pos, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) BEM ITS mengadakan kunjungan ke Jawa Pos.

Sebagai salah satu sarana media komunikasi dan informasi di Ormawa ITS, Kementerian Kominfo BEM ITS serta Departemen Media Komunikasi dan Informasi perwakilan Ormawa ITS, perlu meningkatkan kualitas media komunikasi dan informasi. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo BEM ITS melakukan kunjungan. Sekitar 30 mahasiswa ITS yang terdiri dari Kementrian Kominfo BEM ITS dan Departemen Kominfo perwakilan HMJ serta BEM-Fakultas menghadiri kunjungan ke Jawa Pos tersebut.

“Kunjungan ke redaksi Jawa Pos ini dilakukan agar bisa meningkatkan kualitas media informasi di Ormawa ITS dengan terjun langsung melihat kegiatan media nasional. Sehingga, kita dapat mengambil pelajaran dan pengetahuan bagaimana media menjalankan peran dan fungsi sehari-hari, yang nantinya dapat diterapkan di Ormawa ITS masing-masing,” ujar Nanda, salah satu staff Kementrian Kominfo BEM ITS yang turut serta dalam kunjungan tersebut.

Selama kunjungan, mahasiswa ditempatkan di ruang redaksi lantai 4 Graha Pena Jawa Pos yang terlihat unik dan menarik perhatian mahasiswa ITS. Tepatnya, mereka duduk di meja besar yang terletak di tengah-tengah ruangan. Penataan ruangan di Jawa Pos ini bersifat terbuka, di mana wartawan, redaktur dan pimpinan redaksi berada dalam satu ruangan. Dengan penataan inilah, Jawa Pos meraih penghargaan “The Coolest Newsroom in the World” dalam World Newspaper Congress.

Acara berjalan dengan lancar selama kurang lebih 1,5 jam. Dengan suasana yang “welcome”, kunjungan tidak hanya memperlihatkan sudut-sudut kantor, namun juga dilakukan sharing. Selama kunjungan, mahasiswa ditemani oleh Rudy Setyo Widodo, selaku Kepala Koordinator Kunjungan PT. Jawa Pos Koran. Beliau menjelaskan tentang sejarah Jawa Pos. Mulai dari proses pembuatan koran, mencari berita yang layak dimuat hingga berita tersebut siap diedarkan. Serta tentang peliputan, wartawan dan cara membuat layout koran yang menarik. Di akhir acara, terdapat sesi tanya jawab, di mana antusiasme mahasiswa ITS yang mengikuti kunjungan tersebut sangat baik. Terlontar banyak pertanyaan pada saat sesi tanya jawab tersebut.

Menurut Pelaksana Tugas Menteri Kominfo BEM ITS 2015/2016, Hanif Kukuh Wimala, pada kunjungan sebelumnya, hanya diikuti oleh BEM ITS saja, akan tetapi kali diikuti pula oleh perwakilan dari HMJ dan BEM Fakultas. Hal ini dikarenakan, kunjungan yang dilakukan sangat berguna, baik untuk BEM ITS dan Ormawa ITS. “Semoga ilmu yang didapatkan selama kunjungan di Jawa Pos dapat diterapkan oleh BEM ITS dan Ormawa ITS serta silaturahmi dengan Jawa Pos tetap terjaga,” ujarnya. (iid/yon)

Posted by Vivat Press on

Forum Bidang Ristek: Evaluasi Kondisi Keilmiahan di KM ITS

VIVAT PRESS

Sekretariat ITS Gedung KPA Lt. 3, 22-23 Agustus 2016

Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS menyiapkan langkah strategis bersama perwakilan Departemen ristek/Profkil/Piltek HMJ dan BEM F melalui Forum Bidang Ristek. Forum ini dilaksanakan pada Senin (22/8) hingga Selasa (23/8) di Sekretariat ITK, Gedung KPA Lt. 3. Hari pertama forum, membahas mengenai evaluasi kondisi keilmiahan di KM ITS. Selain itu, dibahas pula mengenai evaluasi pelaksanaan PKM 2016 yang telah usai, di mana ITS berada di peringkat 4. Pewacanaan adanya pola pengembangan keilmiahan lewat pelatihan berjenjang pun juga turut dibahas. “Forum hari pertama memang lebih difokuskan ke evaluasi sekaligus penjabaran pola pengembangan yang akan disepakati di hari kedua, terkait penjabaran pola pengembangan telah diwacanakan pasca pelaksanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 29,” tegas Adam Widi Bagaskarta, Pelaksana Tugas Menteri Riset dan Teknologi BEM ITS. Pada hari kedua, forum bidang ini mengadakan musyawarah untuk menyepakati beberapa hal yaitu, pembagian ranah tiap-tiap ormawa (HMJ, BEM F dan BEM ITS) dalam menyukseskan pelaksanaan PKM 2017, kemudian menyepakati pola pengembangan keilmiahan yang berjenjang, mulai dari Tingkat Dasar (TD) yang berisikan tentang pengenalan dasar-dasar menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan sasaran mahasiswa baru, Tingkat Menengah (TM) yang berisikan tentang bagaimana membuat karya itu tidak hanya sekedar tulisan tapi bisa dibuat prototype dan kemudian Tingkat Lanjut (TL) yang berisikan bagimana karya itu bisa dituliskan menjadi jurnal ilmiah atau dipublikasikan.

Selain itu juga disepakati program yang akan dijalankan bersam, yaitu masterpiece.its.ac.id, sebuah web karya kebanggaan ITS yang membutuhkan dukungan dari semua HMJ dan BEM F untuk bisa turut berpatisipasi menampilkan karyanya di web tersebut, juga pelaksanaan advokasi bersama untuk jalannya realisasi karya yang lebih baik karena tidak dipungkiri realisasi karya baik ke arah komersil ataupun pengabdian masyrakat tidak hanya tanggung jawab ormawa saja, tapi juga tanggung jawab bersama dengan ITS. Sehingga, perlu diadakan dialog-dialog agar realisasi karya bisa berjalan baik dan saling sinergi satu sama lain.

Terkait adanya pemberlakuan larangan bagi mahasiswa baru untuk mengikuti kegiatan yang diadakan jurusan, Adam menanggapi bahwa nantinya akan diatur secara lebih fleksibel mengenai pelaksanaannya oleh siapa, bisa oleh fakultas, bisa juga oleh HMJ bila jurusannya memperbolehkan.

“Harapannya, yang telah disepakati di raker ormawa bisa dilaksanakan dengan bersama dan dengan baik, dan kepengurusan selanjutnya juga bisa mengawal apa yang telah disepakati,” tukas Adam Widi Bagaskarta. (ristek/lut/yon)

Posted by Vivat Press on

BEM ITS Tampung Aspirasi Warga Kampung Mitra melalui Forum Bidang Sosmas

VIVAT PRESS

Balai Kelurahan Kejawan Putih Tambak, 05 September 2016

Forum bidang Sosial masyarakat (Sosmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS telah dilaksanakan di Balai Kelurahan Kejawan Putih Tambak RW 1, pada Senin (5/9). Forum yang diselenggarakan mulai jam 19.30 ini membahas dua pokok bahasan, yaitu sosialisasi proker dari BEM ITS serta pemaparan info-info lain terkait pengembangan fasilitas warga kampung mitra.

Forum ini adalah forum pertemuan kedua antara bidang Sosmas BEM ITS dengan warga RW 1 Kejawan Putih Tambak. Forum pertama yang dilakukan hanya sebatas perkenalan secara umum dari kedua belah pihak.Selain pihak BEM ITS, forum ini juga dihadiri oleh ketua RW 1 Kejawan Putih Tambak, beberapa ketua RT, perwakilan dari ibu-ibu PKK serta para remaja yang aktif di karang taruna setempat. Salah satu hasil yang disepakati pada forum ini adalah perihal acara Menuju Kampus Teknologi (MKT) yang membawahi tiga bidang yaitu bidang sosmas, ristek, dan perekonomian.

Sepanjang forum, banyak sekali masukan-masukan dari warga terkait teknis penyelenggaraan. “Selain untuk memaparkan proker kami (bidang sosmas BEM ITS), forum ini juga bertujuan untuk menampung aspirasi warga kampung mitra. Karena maksud kami adalah untuk memberdayakan warga kampung mitra, bukan sekedar menjalankan proker saja,” jelas Khoirul Anam, salah satu penanggung jawab agenda Sosmas BEM ITS.

Rangkaian kegiatan menuju acara MKT direncanakan akan dimeriahkan oleh penampilan warga setempat seperti penampilan tari india dan remo hingga pembacaan puisi. Rangkaian acara ini juga turut di semarakkan dengan pelatihan untuk menyiapkan makanan bergizi, pelatihan komputer, dan pelatihan hidroponik. Sedangkan ketika nanti acara digelar, sosmas BEM ITS akan menyediakan 92 stan yang bisa diisi oleh mahasiswa-mahasiswa ITS untuk menjajakan dagangannya.
Ketika ditanya masalah perkembangan kepedulian mahasiswa dengan warga, mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Teknik Elektro ITS itu mengaku bahwa mahasiswa ITS masih memiliki kepedulian yang minim dengan warga sekitar. “Banyak sekali mahasiswa ITS yang berpikir bahwa memberdayakan masyarakat hanya tugas bidang sosmas saja. Padahal kami hanyalah penghubung antara mahasiswa ITS dengan masyarakat. Mahasiswa ITS harusnya lebih peduli dengan masyarakat. Karena sejatinya mahasiswa lahir dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat,”pungkas mahasiswa yang akrab dipanggil Anam itu. (ath/yuk/yon)

Posted by Vivat Press on

REKTOR ITS PIMPIN PELEPASAN KONTINGEN ITS KE PIMNAS

VIVAT PRESS

Rektorat ITS, 30 Juli 2016

Sabtu(30/07) lalu telah diselenggarakan acara pelepasan seluruh kontingen ITS untuk menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 29 yang diselenggarakan di Bogor. Acara yang bertempat di Gedung Rektorat ITS tersebut dipimpin langsung oleh Rektor ITS, Prof. Joni Hermana.

Dari 271 proposal yang didanai, 15 tim diantaranya resmi dinyatakan lolos ke tahapan selanjutnya yakni PIMNAS. Sebelum berangkat menuju ke Bogor, 15 tim pkm 5 bidang tersebut terlebih dahulu akan menjalani berbagai proses pembinaan yang akan dilaksanakan di Tretes mulai tanggal 29-30 Juli serta tanggal 1-4 agustus di Sekretariat ITK Gedung KPA Lt. 3 ITS Surabaya. Selain itu, 15 tim tersebut juga akan berangkat lebih awal dari jadwal yang ditentukan, yakni tanggal 5 Agustus untuk menjalani proses pemantapan di Bogor.

Dalam sambutannya saat melepas kontingen PIMNAS, Prof Joni Hermana berpesan bahwa jumlah kontingen yang sedikit tidak menjadi masalah, akan tetapi hal tersebut justru menjadi tantangan untuk bekerja lebih keras dan mendapatkan hasil yang terbaik. Beliau juga menambahkan, jika dari awal yakin untuk menang, maka akan ada 2 opsi yang didapat yakni menang dan kalah, sebaliknya jika dari awal sudah pesimis maka hasil akhir yang akan didapat hanya ada satu yaitu kekalahan.

Perhelatan PIMNAS sendiri akan dilaksanakan di Bogor mulai tanggal 7-12 Agustus dan akan diikuti oleh 440 peserta dari total lebih dari 150 perguruan tinggi yang ikut serta. Selain perhelatan PIMNAS, tuan rumah IPB juga akan mengadakan kegiatan lain yakni pertemuan BEM, aksi sosial dan study tour pasca pengumuman PIMNAS.

Sementara itu, ditemui di tempat terpisah Menteri Riset dan Teknologi BEM ITS 15/16, Hoppy Adi Putra menyatakan bahwa terlalu dini untuk menentukan siapa yang juara, karena kompetisi belum dimulai. Siapapun berhak dan pantas jadi pemenangnya. Sejarah juga mencatat bahwa pertempuran tidak selalu dimenangkan oleh jumlah akan tetapi kualitas oleh tiap individunya. Keyakinan dan berusaha sebaik mungkin itu yang utama.(rtk/ham/akh/mia).

Posted by Vivat Press on

KM ITS GOES TO ALUMNI, PERERAT HUBUNGAN KM ITS DENGAN ALUMNI

VIVAT PRESS

SCC Lantai 3, 30 Juli 2016

Sabtu (30/07) kemarin telah terselenggara kegiatan akbar antara KM ITS dan Ikatan Alumni ITS (IKA ITS). Kegiatan yang diberi nama KM ITS Goes To Alumni ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan guna menyambung komunikasi antara Keluarga Mahasiswa (KM) ITS dengan IKA ITS Pusat.

Banyak elemen KM ITS yang bergabung dalam acara tersebut antara lain adalah Ketua Himpunan, Ketua BEM ITS, dan Ketua LMB. Dan dari pihak IKA ITS pun turut hadir Pak Anas Rasjidi selaku Sekretaris Jenderal IKA ITS, Pak Wisnu selaku Ketua PW IKA JATIM, serta beberapa wakil dari SAC.

Kegiatan yang berlangsung sehari itu terbagi menjadi 3 sesi yaitu sesi pertama terkait pembahasan Struktur IKA ITS dan Rencana Strategis, sesi kedua mengenai kondisi terkini KM ITS, dan sesi terakhir mengenai pembentukan pola koordinasi KM ITS dengan IKA ITS.

Para mahasiswa pun mempunyai kebebasan bertanya dan berpendapat terkait dengan masalah yang diangkat dalam KM ITS Goes To Alumni tersebut.

Diantara para mahasiswa perwakilan organisasi di KM ITS, muncul berbagai pertanyaan yang diajukan saat sesi pertanyaan.

Diantara nya terkait tentang database alumni ITS yang sampai saat ini belum maksimal, alur pengajuan proposal sponsorship kepada IKA ITS, bursa kerja untuk mahasiswa ITS, rancangan kaderisasi mahasiswa ITS yang selama ini masih banyak alumni yang turun tangan, kegiatan Studi Ekskursi dan Krja Praktik dengan IKA ITS, dan kriteria kandidat mahasiswa ITS agar lolos saat melamar kerja.

Berbagai pertanyaan yang muncul ditanggapi dengan baik oleh Pak Anas dan Pak Wisnu beserta jajaran lainnya. Menurut Pak Anas, terkait pengajuan proposal kegiatan harus lebih terintegrasi, pengumpulan secara kolektif dan diserahkan kepada BEM ITS untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak IKA ITS.

Terkait database alumni memang terkendala dengan tidak banyaknya alumni yang mengisi namun akan diupayakan lebih lanjut. Dan untuk masalah pegkaderan, diperlukan diskusi dan koordinasi minimal satu fakultas agar dapat berdiskusi lintas jurusan, dari PP IKA ITS tidak bisa menyentuh sampai jurusan bisa mengkordinasikan dengan komisaris jurusan.

Dan hal yang paling penting disampaikan oleh Pak Anas dan Pak Wisnu adalah mahasiswa ITS perlu meningkatkan softskill agar dapat menghadapi interview atau tes wawancara, mahasiswa ITS perlu memperhatikan kesehatan, karena saat tes banyak yang gagal di tes kesehatan.

Dibutuhkan pemikiran mahasiswa untuk isu-isu nasional serta pandai dalam communication sklill, leadership karena mahasiswa tidak hanya bersaing dengan mahasiswa ITB atau mahasiswa di Indonesia lainnya tapi juga bersaing dengan bangsa lain misalnya China, karena pekerja China murah tapi kerjanya bagus.

Mahasiswa ITS nantinya diharapkan bisa menjadi alumni yang bagus dan mampu bersaing dalam pergesekan pekerjaan dalam dunia global. (mia/akh)

Posted by Vivat Press on

TEKNOLOGI UNTUK NEGERI, DARI MAHASISWA UNTUK NELAYAN BANYUWANGI

VIVAT PRESS

Pantai Cemara Banyuwangi, 25-26 Juli 2016

Senin (25/5) sore di Pantai Cemara Banyuwangi berkumpul nelayan pantai cemara, mahasiswa ITS, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, Dinas Pariwisata Banyuwangi, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dalam rangka Acara Teknologi Untuk Negeri (TUN) yang diadakan oleh BEM ITS dan UKM Maritime Challange yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Untag Banyuwangi. Mahasiswa ITS yang ikut dalam acara ini sebanyak 7 Tim dengan membawa alatnya masing-masing. Pada sore itu setiap tim mempresentasikan karyanya di depan semua yang hadir dan dilakukan voting oleh nelayan untuk menentukan teknologi mana yang paling aplikatif untuk diterapkan langsung di Pantai Cemara.

Acara dimulai dengan sambutan-sambutan dilanjutkan dengan presentasi tiap tim di depan seluruh nelayan. Setelah itu nelayan menanyakan langsung bagaimana cara kerja alat kepada peserta TUN di stan yang disediakan.
TUN juga mengadakan “Seminar Nasional Banyuwangi” (26/7) yang diadakan di Aula Untag Banyuwangi dihadiri 600 peserta dari berbagai daerah di Banyuwangi. Seminar ini mengundang berbagai pembicara yang ahli di bidang maritim yaitu Prof. Daniel sebagai pakar maritim, Perwakilan Kementerian Perikanan dan Kelautan, serta Bupati Banyuwangi.
Acara dilanjutkan kembali di Pantai Cemara dengan bersama-sama membersihkan pantai, melihat hutan cemara, dan pelepasan 40 tukik atau anak kura-kura, dimana Pantai Cemara merupakan tempat konservasi penyu. Dilanjutkan dengan pengumuman pemenang, berdasarkan hasil voting nelayan, pemenang diraih oleh tim yang membuat alat pendingin ikan dengan tenaga surya dan panel surya penghasil listrik. Acara diakhiri penyerahan secara simbolis alat dari mahasiswa ITS kepada nelayan Pantai Cemara.

“Acara ini bertujuan untuk memberikan kebermanfaatan bagi nelayan secara langsung dari mahasiswa ITS. Mahasiswa ITS itu cerdas, dan akan lebih baik jika karyanya tidak berhenti di kompetisi dan mendapatkan hadiah namun benar-benar diaplikasikan dan memberi manfaat kepada nelayan seperti acara Teknologi Untuk Negeri ini” Tutur Nafi sebagai Sekertaris Kementerian Riset dan Teknologi BEM ITS. (rhm/din/mia)

Posted by Vivat Press on

MENGISI LIBURAN BERMANFAAT, PPI BELANDA GOES TO CAMPUS ITS SURABAYA

VIVAT PRESS

Gedung Pasca Sarjana lantai 3 ITS Surabaya, 25 Juli 2016

Senin pagi (25/07) gedung pasca sarjana kampus pahlawan didatangi beberapa mahasiswa. Meski statusnya masih liburan, tak menyurutkan keinginan para peminat studi ke luar negeri para mahasiswa di universitas-universitas di Surabaya ini.

PPI Belanda Goes to Campus, begitulah kegiatan ini dinamakan. Berisikan penyampaian pengalaman dan panduan dari teman-teman anggota PPI Belanda yang kini masih sedang menempuh studi di negeri kincir angin itu. Acara dimulai pada pukul 09.30 hingga pukul 12.15 ini difasilitasi oleh Kementerian Hubungan Luar BEM ITS.

Setelah dibuka dengan sambutan oleh Khalid Abri atas nama Kabinet BEM ITS Berani, pemaparan disampaikan secara bergantian oleh dua mahasiswa Master dan seorang mahasiswi Doktor di TU Delf, Belanda. Mas Rony dan Mas Aldi dari alumni ITB yang kemudian melanjutkan program master di bidang yang sama dan lebih spesifik. Sedangkan Mbak Sayidah adalah alumni ITS yang melanjutkan program doktornya selagi telah menjadi dosen di kampus almamaternya.

Acara yang berlangsung di tengah liburan kuliah ini ternyata masih sangat menarik perhatian besar para mahasiswa, mayoritas dari teman-teman yang berada di semester enam keatas yang datang menghadiri acara tersebut. Peserta Goes to Campus oleh PPI Belanda ini dihadiri berbagai macam kampus, selain ITS ada juga dari Ubaya, Unair dan lain sebagainya yang berjumlah total 104 orang.

Di penghujung acara, Ago, penanggung jawab agenda ini dari pengurus Kementerian Hublu BEM ITS menuturkan tujuan acara ini, tiada lain untuk memberi penjelasan dan pengarahan tentang bagaimana proses, pengalaman, dan perjalanan mengambil studi di negeri orang, khususnya di Belanda.(din/mia)