Posted by Vivat Press on

MAHASISWA BARU ITS 2016 PECAHKAN REKOR MURI DENGAN PUZZLE TERBANYAK DAN TERBESAR

VIVAT PRESS
Stadion ITS, 28 Agustus 2016

Minggu (28/8), serangkaian acara Gerakan Integralistik (Gerigi) ITS 2016 telah mencapai puncaknya. Pada hari ketiga, kegiatan yang diawali dengan gerakan shalat subuh berjamaah oleh mahasiswa baru di Masjid Manarul Ilmi ITS, kemudian dilanjutkan dengan Simulasi Ekspresi (SIMEKS). Simulasi dilakukan dengan menyusun puzzle yang dibuat oleh masing-masing mahasiswa baru. Puzzle disusun membentuk persegi panjang dengan ukuran 50 x 22,5 meter yang menggambarkan lambang Kota Surabaya.

Sebelum simulasi dimulai, Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T., Walikota Surabaya, menyampaikan orasinya di depan mahasiswa baru ITS 2016. “Ayo mahasiswa ITS jangan minder, tidak usah ragu kalau mau melakukan yang terbaik,” ujar alumni Jurusan Arsitektur ITS tersebut.

Selain itu, Risma juga menyampaikan harapannya agar mahasiswa baru ITS 2016 dapat menjaga almamater tercinta dan dapat membawa nama bangsa Indonesia.

Penyelenggaraan Gerigi ITS 2016 sedikit memberikan warna yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun ini Gerigi ITS memberi hadiah kepada ITS berupa penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan penghargaan pemasangan puzzle terbanyak dan terbesar oleh mahasiswa.

Puzzle yang didominasi warna merah, putih dan hitam ini disusun oleh 4500 mahasiswa baru ITS 2016. Penghargaan ini memang bukanlah kali pertama yang diberikan MURI kepada ITS, sejak beberapa tahun lalu, ITS sudah mengantongi beberapa penghargaan dari MURI. Seperti pada 12 Februari 2016 lalu, ITS memperoleh penghargaan bakar ikan terbanyak di atas 101 kapal dengan 2006 ekor ikan, pemenang Kontes Robot Indonesia (KRI) 11 kali berturut-turut mulai tahun 1993 sampai 2009, update status serentak terbanyak oleh 1111 mahasiswa di twitter, maket masa ITS terbesar berukuran 11 x 11 meter dari rangkaian buku.

Penghargaan dari MURI yang diperoleh ITS kali ini tercatat sebagai rekor yang ke-7562. Penghargaan diberikan secara langsung dari perwakilan MURI kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS. “Harapannya dengan penghargaan ini dapat mewujudkan kebersamaan dan semangat kerjasama. Selain itu juga dapat memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat,” ujar Wida, selaku perwakilan dari MURI.

Presiden BEM ITS, Novangga Ilmawan turut memberikan apresiasi atas kerjasama yang baik dari mahasiswa baru 2016. “Ini hanya sebatas penghargaan, mahasiswa baru 2016 telah bekerjasama dengan baik untuk mensukseskan penyusunan puzzle ini.Harapan ke depannya, jangan pernah berhenti berkarya. Dalam event lain kalau ada pencapaian nasional dan patut diapresiasi, ya silahkan nanti diinformasikan ke MURI,” tukas Novangga.

Kegiatan tahunan ini diakhiri dengan flashmob oleh seluruh peserta, tamu undangan dan panitia Gerigi ITS 2016. Selain itu, Prof. Joni Hermana selaku Rektor ITS juga turut memberikan sambutan menjelang penutupan. “Mohon momen ini tetap diingat, walaupun hanya tiga hari bertemu dan bekerjasama, mudah-mudahan ini bisa jadi modal untuk mencari jejaring,” ujar rektor sekaligus dosen dan guru besar yang menyelesaikan studi S3-nya di Inggris. (lut/nab/ath/yuk/yon/mia)

Posted by Vivat Press on

GERIGI ITS 2016: Langkah Awal Pengenalan Dunia Kampus bagi Mahasiswa Baru

VIVAT PRESS

Stadion ITS Surabaya, 26 Agustus 2016

Jumat sore (26/8) telah berlangsung pembukaan kegiatan Gerakan Integralistik (Gerigi) ITS 2016 di Stadion ITS, Surabaya. Gerigi merupakan kegiatan tahunan untuk memperkenalkan dunia kampus kepada mahasiswa baru. Johan Satria, selaku Ketua Pelaksana Gerigi ITS 2016 menuturkan bahwa semua mahasiswa baru antusias dalam mengikuti serangkaian acara pembukaan. “Semuanya sangat excited, mulai dari panitia hingga mahasiswa baru semuanya terlihat antusias dan semangat meskipun sempat ada break sebentar karena terlalu panas. Tapi teman-teman masih tetap semangat,” tukas Johan saat ditemui di belakang panggung.

Salah satu rangkaian kegiatan pembukaan Gerigi ITS 2016 adalah pembacaan Sumpah Integralistik yang dipimpin langsung oleh Presiden BEM ITS, Novangga Ilmawan. Pembacaan Sumpah Integralistik tersebut diikuti oleh seluruh peserta Gerigi ITS 2016 dan juga tamu undangan, yakni seluruh ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Beberapa saat setelah pembacaan Sumpah Integralistik, Stadion ITS dihebohkan dengan kedatangan Rektor ITS, Prof. Joni Hermana bersama mobil “Lowo Ireng”, mobil hasil karya mahasiswa ITS yang berbahan bakar pertamax dengan design layaknya mobil pahlawan super batman berwana hitam.

Kedatangan Prof. Joni Hermana ini, selain memberikan sambutan juga sekaligus membuka kegiatan Gerigi ITS 2016 yang ditandai dengan penyematan secara simbolis kepada dua perwakilan mahasiswa baru ITS, yakni Liga Prasada dari Jurusan Fisika FMIPA serta Priangga Pertiwi dari Jurusan Teknik Kelautan FTK.

“Saya melihat Gerigi tahun ini lebih semangat dan lebih semarak. Saya harap mahasiswanya juga lebih baik, mereka bisa lebih erat, karena tujuan dari Gerigi ini kan sebetulnya untuk membangun kebersamaan di antara satu dan lainnya. Mudah-mudahan nanti suatu saat saat mereka lulus, event ini memberi kepuasan tersendiri,” ungkap Prof. Joni Hermana pasca pemberian sambutan dan penyematan secara simbolis.
Di sisi lain, salah satu perwakilan dari mahasiswa baru mengungkapkan kebahagiaannya. “Bersyukur sekali kita sudah resmi jadi Mahasiswa Baru ITS 2016. Apalagi secara pribadi kita jadi gambaran untuk mereka, dipilih untuk penyematan,” seru Priangga Pertiwi.

Ucapan terimakasih pun diungkapkan oleh Nowangga Ilmawan, selaku Presiden BEM ITS kepada seluruh panitia yang telah bertugas. “Saya tahu betul bagaimana mereka telah bekerja keras, bagaimana mereka telah melakukan inovasi-inovasi untuk Gerigi ITS 2016 ini. Saya juga melihat antusiasme mahasiswa baru, walaupun mereka kepanasan, walaupun mereka capek-capek di sini, tapi melalui koordinasi yang baik dengan panitia, semangat panitia, semangat mereka pun tidak padam. Jadi saya harap, selama dua hari ke depan bisa lebih semangat lagi. Gerigi ini sebagai awal pengenalan kehidupan kampus, lalu pengenalan prestasi-prestasi yang ada di ITS dan pengenalan bagaimana mahasiswa seharusnya. Di akhir, saya harapkan, ini bisa menjadikan modal untuk kaderisasi-kaderisasi di tingkat institut maupun di tingkat jurusan nanti,” seru mahasiswa Jurusan Teknik Industri tersebut.

Kegiatan pembukaan Gerigi ITS 2016 ditutup dengan pelepasan 16 ekor burung merpati, harapannya agar mahasiswa ITS dapat terbang meraih impian setingi-tingginya. (yuk/ath/yon/din)
CqxWMDoW8AA150S.jpg large

Posted by Vivat Press on

Membentuk Kader Muda Pemberani Melalui Pengabdian Masyarakat

VIVATPress

Tuban, 3 – 20 Agustus 2016

IFI (ITS Mengajar For Indonesia) merupakan sebuah kegiatan dari ITS Mengajar dan BSO IECC BEM ITS untuk memajukan pendidikan di daerah-daerah terpencil dengan mengirimkan tenaga pengajar muda. Pada kesempatan kali ini IFI dilaksanakan di Desa Tanggulangin, Tuban, Jawa Timur.

Pada hari Rabu (3/8) pukul 08.00 WIB, diadakan upacara pelepasan oleh Institut bertempat di lapangan lingkar perpustakaan kepada para pengajar dengan jumlah 56 orang (24 orang pengajar putra/i, 22 orang IECC, serta 10 orang OC) yang kemudian dilanjutkan dengan ikrar janji para pengajar. Sesampainya di lokasi tujuan diadakan acara pembukaan dengan mengundang warga dan kepala desa.

Menurut direktur BSO IECC BEM ITS, Amir Wahyu Al Karim, tujuan utama dari IFI itu sendiri yaitu sebagai sarana pengkaderan bagi tenaga pengajar muda yang ikut serta dengan cara mengabdi secara langsung kepada masyarakat tanpa mengesampingkan tujuan dari pengabdian masyarakatnya itu sendiri. “Secara singkatnya bisa dibilang pengkaderan via pengabdian masyarakatlah”, Jelasnya.

IMG-20160826-WA0002

Menurut sejarahnya, program yang merupakan inisiasi murni dari mahasiswa ITS ini sudah berjalan sejak tahun 2009. Namun seiring berjalannya waktu, nama IFI ini mengalami beberapa kali penyesuaian. Nama IFI (ITS Mengajar For Indonesia) itu sendiri baru di pakemkan pada tahun 2012 dan digunakan hingga kini.

Ada begitu banyak kegiatan yang dilakukan selama IFI berlangsung, seperti pelatihan sablon ke masyarakat, pengajaran pendidikan anak-anak sd, memperbaiki perpustakaan, dan salah satu kegiatan yang paling menarik yaitu “Jika Aku Menjadi”. Dimana para pengajar, staff IECC, dan OC tinggal di rumah penduduk dan mengikuti segala aktifitas yang ada di rumah itu. “Jadi misalkan keseharian di rumah itu bertani ya mereka juga harus ikut membantu bertani, kami sangat ingin adanya interaksi yang kuat antara peserta dengan warga maupun diantara peserta itu sendiri.” Ujar mahasiswa teknik industri tersebut. “Maka dari itu saya selalu menekankan kepada para peserta untuk tidak mencari hal kepanitiaan disini, tetapi mencari cara membangun rasa kekeluargaan yang erat dalam waktu yang singkat.”

Dari berakhirnya program IFI tahun ini diharapkan terciptanya kader-kader yang mampu menyebarluaskan ilmu yang didapat selama di IFI kepada KM ITS dan bisa mempengaruhi sekitarnya untuk ikut serta menerapkan ilmu yang didapat. “Kami ingin adanya wajah-wajah baru yang bisa membangkitkan semangat KM ITS untuk terus memajukan Indonesia khususnya dalam bidang pendidikan.” Jelasnya. (daw/gba)

Posted by Vivat Press on

Perkuat Basis Media BEM ITS, Kominfo Feat Vivat Press Sambangi KM ITB

VIVAT PRESS

Institut Teknologi Bandung, 18 Agustus 2016

Kamis (18/08) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Badan Semi Otonom (BSO) Vivat Press telah melakukan kunjungan ke beberapa Organisasi Mahasiswa berbasis media di Institut Teknologi Bandung(ITB). Kunjungan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk program kerja Kementerian Kominfo BEM ITS yaitu Visit Media.

Kunjungan pertama dilakukan ke Kemenkoan Komunikasi dan Informasi ITB. Bertempat di Sekre KM ITB kunjungan diawali dengan presentasi dari Kemenkoan Kominfo KM ITB yeng kemudian dilanjutkan dengan Kominfo dan Vivat Press BEM ITS. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi.

WhatsApp Image 2016-08-26 at 14.09.10

Setelah mengunjungi Kemenkoan Kominfo KM ITB, kemudian dilanjutkan dengan berkunjung ke Radio ITB dan ke Majalah Boulevard ITB. Kunjungan kali ini dibagi menjadi dua rombingan, Kominfo BEM ITS mengunjungi sekretariat Radio ITB sementara BSO Vivat Press mengunjungi sekretariat majalah Boulevard ITB.

Menteri Kominfo Irwansyah Muhammad mengatakan, dipilihnya ITB sendiri sebagai tempat kunjungan karena menurutnya saat ini Kemenkoan Kominfo KM ITB merupakan salah satu Kominfo yang sedang bagus. “Yang didapat dari kunjungan ini pastinya ilmu tentang kominfo dan juga relasi. Apalagi saat ini juga memang lagi butuh pengembangan radio. Jadi ketika di radio kita jadi tahu infrastruktur awal yang dibutuhkan dalam pengembangan radio itu apa ,” tambahnya.

Sementara itu menurut Akhmadi selaku Direktur BSO Vivat Press mengatakan dengan adanya kunjungan ini lebih membuka lagi wawasan dalam bidang jurnalistik dan media selain itu menurutnya kunjungan ini sebagai pembanding bagaimana sistem pengelolaan organisasi berbasis media.

“Implementasi langsung dari hasil diskusi selama kunjungan kedalam rencana strategis Kominfo kedepan,” tutup Irwansyah. (ham/mia)

Posted by Vivat Press on

MAHASISWA BERSUARA, BEM ITS BERSAMA BEM SI JAWA TIMUR ANTAR ASPIRASI KE GRAHADI SURABAYA

VIVAT PRESS
Gedung Grahadi Surabaya, 23 Agustus 2016

Selasa siang (23/08) telah berlangsung Aksi Turun Jalan yang dilaksanakan di depan Gedung Grahadi, Surabaya. Aksi ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa ITS, melainkan juga diikuti oleh mahasiswa dari beberapa Universitas di Jawa Timur. Beberapa Univesitas yang turut andil dalam aksi ini adalah Universitas Airlangga, Universitas Trunojoyo, Universitas Hang Tuah, Universitas Internasional Semen Indonesia dan Universitas Merdeka Surabaya.

1472190566329

Gabungan mahasiswa dari beberapa universitas ini membawa satu suara yaitu Menyoroti rencana pemerintah dalam Reshuffle kabinet jilid II. Aksi ini juga merupakan tindak lanjut dari diskusi terbuka dan penyikapan yang sudah disepakati oleh KM ITS pada 19 Agustus 2016 juga hasil dari kajian BEM SI wilayah Jawa tentang “Menyoal Blunder Pemerintah Dalam Reshuffle Kabinet Jilid II” serta Peringatan “Hari Maritim Nasional”.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB ini berlangsung kondusif meskipun sempat terjadi sedikit ketegangan saat usaha mediasi yang diajukan oleh mahasiswa tidak kunjung ditanggapi dengan kepastian. Beberapa mahasiswa yang merupakan perwakilan dari Aksi Turun Jalan ini pun sempat mengunjungi Kantor Gubernur guna menanyakan kepastian dan keberadaan Pakde Karwo, Gubernur Jawa Timur, demi terlaksananya mediasi. Namun, setelah menunggu beberapa saat, ternyata yang bersangkutan telah kembali ke kediamannya. Informasi ini didapat dari Polisi yang berjaga di Kantor Pemerintah Kota Surabaya.

1472190575797

Hingga akhirnya sekitar pukul 17.15 WIB barulah mediasi dapat dilaksanakan meskipun tidak bertemu dengan Gubernur Jawa Timur langsung seperti yang diharapkan. Mediasi kali ini dilaksanakan di ruang rapat Gubernur Jawa Timur dan diterima oleh Ketua Bagian Humas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam upaya mediasi ini pihak perwakilan mahasiswa terus mengupayakan adanya pertemuan langsung dengan Gubernur Jawa Timur guna menyampaikan aspirasinya secara langsung. Saat dikonfirmasi lagi kapan pertemuan itu dapat terlaksana, pihak Humas hanya menjawab pekan depan tanpa kejelasan hari.

Dalam mediasi, Novangga Ilmawan, Presiden BEM ITS, selaku koordinator maritim dalam aliansi BEM SI, memaparkan tentang harapan mahasiswa yang telah diwakilkan oleh para massa aksi bahwa tujuan utama dari kedatangan mereka siang itu adalah untuk bertemu langsung dengan sang Gubernur, “kami adalah mahasiswa jawa timur, kami disini ingin bertemu dengan bapak kami…”. Dengan itu, Novangga meminta pada Pak Anom untuk memberi pernyataan dalam waktu dua minggu untuk segera memberi jawaban tentang keinginan mereka bertemu Pakde Karwo. Dalam hal itu, Novangga menyampaikan 4 poin hasil kajian terkait hari maritim yakni terkait hal-hal penting dalam bidang kemaritiman yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

Selain Novangga, perwakilan dari Universitas Trunojoyo Madura dan Universitas Airlangga juga turut menyampaikan aspirasinya di hadapan Kabag Humas ketika mediasi berlangsung. Dalam menjawab pernyataan para mahasiswa, Pak Anom menjelaskan bahwa beliau siap mengakomodir pertemuan mahasiswa kembali dengan pakde Karwo terkait waktu dan tempat bisa lebih mudah dikondisikan lebih lanjut. Di akhir beliau juga sempat menanggapi terkait hasil kajian mahasiswa, beliau paparkan bahwasanya gubernur sudah sedang menyiapkan program terkait kemaritiman, yakni program penyejahteraan warga nelayan, dan ini sudah berjalan dua tahun ini, tentunya semua kembali pada skala prioritas di kondisi saat ini. (nab/lut/ded/mia/din)

Posted by Vivat Press on

REKTOR ITS PIMPIN PELEPASAN KONTINGEN ITS KE PIMNAS

VIVAT PRESS

Rektorat ITS, 30 Juli 2016

Sabtu(30/07) lalu telah diselenggarakan acara pelepasan seluruh kontingen ITS untuk menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 29 yang diselenggarakan di Bogor. Acara yang bertempat di Gedung Rektorat ITS tersebut dipimpin langsung oleh Rektor ITS, Prof. Joni Hermana.

Dari 271 proposal yang didanai, 15 tim diantaranya resmi dinyatakan lolos ke tahapan selanjutnya yakni PIMNAS. Sebelum berangkat menuju ke Bogor, 15 tim pkm 5 bidang tersebut terlebih dahulu akan menjalani berbagai proses pembinaan yang akan dilaksanakan di Tretes mulai tanggal 29-30 Juli serta tanggal 1-4 agustus di Sekretariat ITK Gedung KPA Lt. 3 ITS Surabaya. Selain itu, 15 tim tersebut juga akan berangkat lebih awal dari jadwal yang ditentukan, yakni tanggal 5 Agustus untuk menjalani proses pemantapan di Bogor.

Dalam sambutannya saat melepas kontingen PIMNAS, Prof Joni Hermana berpesan bahwa jumlah kontingen yang sedikit tidak menjadi masalah, akan tetapi hal tersebut justru menjadi tantangan untuk bekerja lebih keras dan mendapatkan hasil yang terbaik. Beliau juga menambahkan, jika dari awal yakin untuk menang, maka akan ada 2 opsi yang didapat yakni menang dan kalah, sebaliknya jika dari awal sudah pesimis maka hasil akhir yang akan didapat hanya ada satu yaitu kekalahan.

Perhelatan PIMNAS sendiri akan dilaksanakan di Bogor mulai tanggal 7-12 Agustus dan akan diikuti oleh 440 peserta dari total lebih dari 150 perguruan tinggi yang ikut serta. Selain perhelatan PIMNAS, tuan rumah IPB juga akan mengadakan kegiatan lain yakni pertemuan BEM, aksi sosial dan study tour pasca pengumuman PIMNAS.

Sementara itu, ditemui di tempat terpisah Menteri Riset dan Teknologi BEM ITS 15/16, Hoppy Adi Putra menyatakan bahwa terlalu dini untuk menentukan siapa yang juara, karena kompetisi belum dimulai. Siapapun berhak dan pantas jadi pemenangnya. Sejarah juga mencatat bahwa pertempuran tidak selalu dimenangkan oleh jumlah akan tetapi kualitas oleh tiap individunya. Keyakinan dan berusaha sebaik mungkin itu yang utama.(rtk/ham/akh/mia).

Posted by Vivat Press on

KM ITS GOES TO ALUMNI, PERERAT HUBUNGAN KM ITS DENGAN ALUMNI

VIVAT PRESS

SCC Lantai 3, 30 Juli 2016

Sabtu (30/07) kemarin telah terselenggara kegiatan akbar antara KM ITS dan Ikatan Alumni ITS (IKA ITS). Kegiatan yang diberi nama KM ITS Goes To Alumni ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan guna menyambung komunikasi antara Keluarga Mahasiswa (KM) ITS dengan IKA ITS Pusat.

Banyak elemen KM ITS yang bergabung dalam acara tersebut antara lain adalah Ketua Himpunan, Ketua BEM ITS, dan Ketua LMB. Dan dari pihak IKA ITS pun turut hadir Pak Anas Rasjidi selaku Sekretaris Jenderal IKA ITS, Pak Wisnu selaku Ketua PW IKA JATIM, serta beberapa wakil dari SAC.

Kegiatan yang berlangsung sehari itu terbagi menjadi 3 sesi yaitu sesi pertama terkait pembahasan Struktur IKA ITS dan Rencana Strategis, sesi kedua mengenai kondisi terkini KM ITS, dan sesi terakhir mengenai pembentukan pola koordinasi KM ITS dengan IKA ITS.

Para mahasiswa pun mempunyai kebebasan bertanya dan berpendapat terkait dengan masalah yang diangkat dalam KM ITS Goes To Alumni tersebut.

Diantara para mahasiswa perwakilan organisasi di KM ITS, muncul berbagai pertanyaan yang diajukan saat sesi pertanyaan.

Diantara nya terkait tentang database alumni ITS yang sampai saat ini belum maksimal, alur pengajuan proposal sponsorship kepada IKA ITS, bursa kerja untuk mahasiswa ITS, rancangan kaderisasi mahasiswa ITS yang selama ini masih banyak alumni yang turun tangan, kegiatan Studi Ekskursi dan Krja Praktik dengan IKA ITS, dan kriteria kandidat mahasiswa ITS agar lolos saat melamar kerja.

Berbagai pertanyaan yang muncul ditanggapi dengan baik oleh Pak Anas dan Pak Wisnu beserta jajaran lainnya. Menurut Pak Anas, terkait pengajuan proposal kegiatan harus lebih terintegrasi, pengumpulan secara kolektif dan diserahkan kepada BEM ITS untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak IKA ITS.

Terkait database alumni memang terkendala dengan tidak banyaknya alumni yang mengisi namun akan diupayakan lebih lanjut. Dan untuk masalah pegkaderan, diperlukan diskusi dan koordinasi minimal satu fakultas agar dapat berdiskusi lintas jurusan, dari PP IKA ITS tidak bisa menyentuh sampai jurusan bisa mengkordinasikan dengan komisaris jurusan.

Dan hal yang paling penting disampaikan oleh Pak Anas dan Pak Wisnu adalah mahasiswa ITS perlu meningkatkan softskill agar dapat menghadapi interview atau tes wawancara, mahasiswa ITS perlu memperhatikan kesehatan, karena saat tes banyak yang gagal di tes kesehatan.

Dibutuhkan pemikiran mahasiswa untuk isu-isu nasional serta pandai dalam communication sklill, leadership karena mahasiswa tidak hanya bersaing dengan mahasiswa ITB atau mahasiswa di Indonesia lainnya tapi juga bersaing dengan bangsa lain misalnya China, karena pekerja China murah tapi kerjanya bagus.

Mahasiswa ITS nantinya diharapkan bisa menjadi alumni yang bagus dan mampu bersaing dalam pergesekan pekerjaan dalam dunia global. (mia/akh)

Posted by Vivat Press on

TEKNOLOGI UNTUK NEGERI, DARI MAHASISWA UNTUK NELAYAN BANYUWANGI

VIVAT PRESS

Pantai Cemara Banyuwangi, 25-26 Juli 2016

Senin (25/5) sore di Pantai Cemara Banyuwangi berkumpul nelayan pantai cemara, mahasiswa ITS, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, Dinas Pariwisata Banyuwangi, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dalam rangka Acara Teknologi Untuk Negeri (TUN) yang diadakan oleh BEM ITS dan UKM Maritime Challange yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Untag Banyuwangi. Mahasiswa ITS yang ikut dalam acara ini sebanyak 7 Tim dengan membawa alatnya masing-masing. Pada sore itu setiap tim mempresentasikan karyanya di depan semua yang hadir dan dilakukan voting oleh nelayan untuk menentukan teknologi mana yang paling aplikatif untuk diterapkan langsung di Pantai Cemara.

Acara dimulai dengan sambutan-sambutan dilanjutkan dengan presentasi tiap tim di depan seluruh nelayan. Setelah itu nelayan menanyakan langsung bagaimana cara kerja alat kepada peserta TUN di stan yang disediakan.
TUN juga mengadakan “Seminar Nasional Banyuwangi” (26/7) yang diadakan di Aula Untag Banyuwangi dihadiri 600 peserta dari berbagai daerah di Banyuwangi. Seminar ini mengundang berbagai pembicara yang ahli di bidang maritim yaitu Prof. Daniel sebagai pakar maritim, Perwakilan Kementerian Perikanan dan Kelautan, serta Bupati Banyuwangi.
Acara dilanjutkan kembali di Pantai Cemara dengan bersama-sama membersihkan pantai, melihat hutan cemara, dan pelepasan 40 tukik atau anak kura-kura, dimana Pantai Cemara merupakan tempat konservasi penyu. Dilanjutkan dengan pengumuman pemenang, berdasarkan hasil voting nelayan, pemenang diraih oleh tim yang membuat alat pendingin ikan dengan tenaga surya dan panel surya penghasil listrik. Acara diakhiri penyerahan secara simbolis alat dari mahasiswa ITS kepada nelayan Pantai Cemara.

“Acara ini bertujuan untuk memberikan kebermanfaatan bagi nelayan secara langsung dari mahasiswa ITS. Mahasiswa ITS itu cerdas, dan akan lebih baik jika karyanya tidak berhenti di kompetisi dan mendapatkan hadiah namun benar-benar diaplikasikan dan memberi manfaat kepada nelayan seperti acara Teknologi Untuk Negeri ini” Tutur Nafi sebagai Sekertaris Kementerian Riset dan Teknologi BEM ITS. (rhm/din/mia)

Posted by Vivat Press on

MENGISI LIBURAN BERMANFAAT, PPI BELANDA GOES TO CAMPUS ITS SURABAYA

VIVAT PRESS

Gedung Pasca Sarjana lantai 3 ITS Surabaya, 25 Juli 2016

Senin pagi (25/07) gedung pasca sarjana kampus pahlawan didatangi beberapa mahasiswa. Meski statusnya masih liburan, tak menyurutkan keinginan para peminat studi ke luar negeri para mahasiswa di universitas-universitas di Surabaya ini.

PPI Belanda Goes to Campus, begitulah kegiatan ini dinamakan. Berisikan penyampaian pengalaman dan panduan dari teman-teman anggota PPI Belanda yang kini masih sedang menempuh studi di negeri kincir angin itu. Acara dimulai pada pukul 09.30 hingga pukul 12.15 ini difasilitasi oleh Kementerian Hubungan Luar BEM ITS.

Setelah dibuka dengan sambutan oleh Khalid Abri atas nama Kabinet BEM ITS Berani, pemaparan disampaikan secara bergantian oleh dua mahasiswa Master dan seorang mahasiswi Doktor di TU Delf, Belanda. Mas Rony dan Mas Aldi dari alumni ITB yang kemudian melanjutkan program master di bidang yang sama dan lebih spesifik. Sedangkan Mbak Sayidah adalah alumni ITS yang melanjutkan program doktornya selagi telah menjadi dosen di kampus almamaternya.

Acara yang berlangsung di tengah liburan kuliah ini ternyata masih sangat menarik perhatian besar para mahasiswa, mayoritas dari teman-teman yang berada di semester enam keatas yang datang menghadiri acara tersebut. Peserta Goes to Campus oleh PPI Belanda ini dihadiri berbagai macam kampus, selain ITS ada juga dari Ubaya, Unair dan lain sebagainya yang berjumlah total 104 orang.

Di penghujung acara, Ago, penanggung jawab agenda ini dari pengurus Kementerian Hublu BEM ITS menuturkan tujuan acara ini, tiada lain untuk memberi penjelasan dan pengarahan tentang bagaimana proses, pengalaman, dan perjalanan mengambil studi di negeri orang, khususnya di Belanda.(din/mia)

Posted by Vivat Press on

Konsolidasi Nasional Forum Perempuan BEM Seluruh Indonesia

VIVAT PRESS

Telkom University, 13-14 Juni 2016

Perwakilan Forum Perempuan ITS beserta Kementerian Pemuda dan Kebangsaan BEM ITS 2015/2016 tengah mengikuti Konsolidasi Nasional Forum Perempuan BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Bertempat di Telkom University Kota Bandung, hari pertama berisi serangkaian kegiatan Konsolidasi Nasional FP BEM SI dengan tema “Peran Perempuan Dalam Perlindungan, Dilihat dari Tingkat Kerawanan di Lingkup Sosial Masyarakat” dihantarkan dengan dialog nasional oleh DR. Hj. Netty Prasetyani Heryawan dan Hj. Diah Nurwitasari.

Berdasarkan dialog yg berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 12.20 WIB, dipaparkan mengenai faktor penyebab terjadinya segala bentuk kekerasan utamanya kekerasan seksual pada masyarakat Indonesia. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah budaya masyarakat, pengaruh media, kurang tegasnya hukum, dan banyak faktor lainnya. Setiap faktor tersebut layaknya sebuah jaring-jaring kusut yang tdk nampak simpulnya, sehingga kedua pemateri sepakat bahwa setiap faktor yg menyebabkan terjadinya kekerasan seksual harus diatasi secara pararel oleh setiap elemen masyarakat dengan sinergisitas tinggi.

Setelah jam istirahat siang, sekitar pukul 13.30 WIB serangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan oleh Women Self Defense of Koporyu atau yang kerap disingkat dengan WSDK. WSDK adalah teknik beladiri dengan penekanan pada gerakan sehari-hari yang relatif praktis dan sederhana sehingga mudah diingat serta dipraktekkan. Mengangkat slogan singkat “Lembut bukan Berarti lemah, dalam kelembutan tersimpan kekuatan”, WSDK mengajarkan peserta (perempuan) untuk memanfaatkan alat-alat yang familiar dengan kehidupan perempuan sehari-hari sebagai senjata untuk mempertahankan dan membela diri. Peserta dibekali keterampilan bela diri dengan menggunakan lipstik, botol air mineral, pulpen, dan benda-benda sederhana lainnya. WSDK juga menamakan jurus-jurusnya dengan nama yang mudah diingat seperti teknik mendorong, bercermin, kepret, cubit, dan lain sebagainya.

Pelatihan WSDK berlangsung hingga pukul 16.00 WIB, agenda Konsolnas dilanjutkan kembali pada pukul 20.00 WIB. Progress Report yang dimoderatori oleh Mahasiswi STEI SEBI, Fatia Rahma, diawali dengan diskusi masing-masing wilayah selama 60 menit. Forum Perempuan ITS tergabung dalam wilayah Jawa Timur yang dikoordinasikan oleh Universitas Brawijaya. Pada konsolnas kali ini, wilayah Jawa Timur memiliki fokusan terhadap tiga poin permasalahan yaitu, kekerasan pada perempuan dan anak, pelecehan seksual, dan kanker servix. Nihlatunnur selaku ketua Forum Perempuan yang dinaungi oleh Kementerian Pemuda dan Kebangsaan BEM ITS 2015/2016 memaparkan mengenai kajian internal yang sempat dilaksanakan oleh FP ITS terkait RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Selain itu, menurut Sekretaris Kementerian Pemuda dan Kebangsaan BEM ITS 2015/2016 yang turut hadir dalam konsolidasi nasional tersebut, ada baiknya jika isu tersebut dikerucutkan lagi menjadi satu isu yaitu kekerasan pada perempuan dan anak, karena pelecehan seksual serta kanker serviks dapat diakarkan atau dicabangkan dari judul isu tersebut. Perwakilan ITS tengah membuat sebuah diagram tulang ikan dengan beberapa entitas dan akarnya. Beberapa entitas tersebut diantaranya adalah hukum, media masa, pendidikan karakter, dan sistem informasi. Pemaparan mengenai diagram tulang ikan tersebut dilanjutkan pada hari berikutnya.

Konsolidasi nasional dilanjutkan pada pukul 07.50 WIB dengan penyamaan persepsi mengenai urgensitas adanya Forum Perempuan, yakni untuk pengorganisasian perempuan demi pembentukan basis masa perempuan serta wadah bagi perempuan “concern” membahas isu terkait diri perempuan. Setelah adanya persamaan persepsi, setiap perwakilan perempuan yang hadir, agenda selanjutnya adalah tanggapan-tanggapan terhadap progress report yang telah dilaksanakan hari Senin (13/06/2016). Beberapa usulan muncul mengenai isu di setiap wilayah, namun karena dirasa pergerakan Forum Perempuan secara Nasional kurang terintegrasi, maka mulai dipertanyakan langkah pergerakan yang terintegrasi secara nasional. Perwakilan ITS mengangkat rancangan diagram tulang ikan yang telah dibahas pada diskusi wilayah Jawa Timur malam sebelumnya, yang kemudian disepakati oleh forum dengan beberapa revisi. Tanggapan perwakilan dari ITB mengenai mekanisme revisi diagram tersebut secara teknis menggunakan matriks 3N. Pembahasan mengenai tanggapan perwakilan ITB tersebut dilanjutkan setelah istirahat siang dan melompat pada pembahasan mengenai goals jangka panjang serta jangka pendek Forum Perempuan BEM SI. (azz/mia)