Posted by Vivat Press on

LKMM TM STT PLN, Sambung Silaturahmi antara STT PLN dan ITS

VIVAT PRESS

Kampus STT PLN-Jakarta Barat, 30 Mei-2 Juni 2016

Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa atau yang sering disingkat dengan LKMM merupakan salah satu kegiatan kampus yang memberikan pembekalan kepada mahasiswa tentang materi keorganisasian, kepemimpinan, dan memanajemen diri. Tentunya setiap kampus menyelenggarakan kegiatan ini, salah satunya yaitu STT PLN.

Tahun ini STT PLN untuk kali pertamanya mengadakan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM TM). LKMM TM ini diikuti oleh 18 peserta, berlangsung mulai hari Senin (30/5) hingga hari Kamis (2/6). Sebelumnya telah dilaksanakan ramah tamah yang mengundang jajaran pimpinan kampus STT PLN dan pejabat walikota Jakarta Barat.

Namun dalam pelatihan ini, STT PLN belum memiliki pemandu LKMM TM. Oleh karena itu, STT PLN meminta bantuan Pemandu Reformasi ITS melalui Bakor Pemandu ITS untuk mengisi materi LKMM TM terutama materi TPD, AKO, dan RPO. Perwakilan dari pemandu reformasi ITS yakni Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha atau yang kerap dipanggil Ozha, mahasiswa jurusan Material & Metalurgi FTI-ITS 2012.

Dua tahun yang lalu Presiden BEM STT PLN atau yang akrab disapa kak Inus, diundang ke LKMM TM XIII FTI-ITS. Maka tahun ini saatnya STT PLN yang menyambung silaturahim dengan ITS lewat pelatihan serupa. Rafly selaku menteri PSDM STT PLN 2015/2016 menjelaskan,“Ide untuk mengundang pemandu dari ITS adalah karena penyusunan jenjang dan pelaksanaan LKMM ITS yang sudah terstruktur, apalagi saya juga partner dari Ozha dan Suto di LKMM TL ITS 2015 lalu.”

Pada saat penutupan LKMM TM yang juga bertepatan pada hari ini, akan diadakan pentas budaya dan pengukuhan lulusan LKMM TM STT PLN 2016.(iid/din)

Posted by Vivat Press on

LKMM-TL, Hasilkan Pemuda Revolusioner Penggagas Peradaban Bangsa

VIVAT PRESS
Hotel Harris Surabaya, 28-30 Mei 2016

Senin (30/5) lalu, telah terlaksana hari terakhir dari Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa-Tingkat Lanjut (LKMM-TL) yang berlangsung di Hotel Harris, Surabaya. Pelatihan yang merupakan jenjang terakhir dari sederet pelatihan LKMM ini diadakan selama tiga hari dan berfokus pada pelatihan manajemen wacana, di mana para peserta diharapkan mampu memanajemen suatu wacana dan mengajak publik untuk mengikuti wacana yang telah mereka buat.
Manajemen wacana atau opini publik yang bertajuk Pemuda Revolusioner Penggagas Peradaban Bangsa ini tidak hanya sekedar berlatih menulis, tetapi konteksnya lebih umum. Sehingga peserta mampu mengangkut suatu permasalahan dalam suatu tempat, dan peserta mampu merumuskan wacana dari data valid mengenai permasalahan tersebut. Hingga pada akhirnya, para peserta dapat melempar wacana tersebut agar publik mampu mengikuti wacana yang telah dirumuskan.
“Dari 20 peserta LKMM-TL, 15 peserta dari ITS dari 5 peserta dari PENS, diharapkan mereka bisa lebih peka terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di sekitarnya dan menjadi solusi dari permaslahan tersebut, bukan menjadi penambah masalah,” ungkap Fandi Adi Nugraha selaku Kabakor.
Untuk mendukung pelatihan ini, para peserta dipandu oleh perancang LKMM, yakni Indrajaya Gerianto yang merupakan pensiunan dosen Sistem Perkapalan,Budi Utomo dari Teknik Mesin ITS, serta Heru Lumaksono dari PPNS. Ketiga dosen pemandu tersebut menyampaikan beberapa materi, antara lain materi tentang keterampilan manajemen publik, pemuda, dan peran media dalam membangun peradaban bangsa. Selain penyampaian materi dalam ruangan, para peserta melakukan kunjungan lapangan di Medokan Ayu dan Wonorejo.
“Kunjungan lapangan ini berfungsi agar para peserta langsung berinteraksi dengan masyarakat untuk mendapatkan data valid. Sehingga para peserta mampu merumuskan suatu permasalahan dan membuat wacana dari permasalahan tersebut,” tutup Fandi. (ast/mia/yon)

Posted by Vivat Press on

Kelas Ekonomi Kebangsaan #3, Upaya BEM ITS Sadarkan Pentingnya Digital Ekonomi dan Ekonomi Kreatif

VIVAT PRESS
Teater B ITS Surabaya, 27 Mei 2016

Jum’at (27/5), berlangsung kali ketiga Kelas Ekonomi Kebangsaan (KEK) yang mengusung Prospek Industri Kreatif Digital dan Perannya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Tema ini dipilih oleh Kementerian Perekonomian BEM ITS sebagai lanjutan KEK #2 tentang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, yang saat ini memiliki fokusan terhadap digital ekonomi. “Saat ini, Indonesia sedang gencar-gencarnya mengembangkan dan launch start-up. Start-up apapun di Indonesia sudah ada, seperti jasa pengiriman makanan, jasa ojek, jasa kos-kosan, dan masih banyak lagi”, jelas Galih Eldyawan, Menteri Perekonomian BEM ITS.

Disampaikan oleh Zainal Arifin Manager Digital Inovation Lounge Surabaya dalam KEK #3, Indonesia memiliki jumlah penduduk dengan usia produktif terbesar di Asia Tenggara. Sehingga, mahasiswa sebagai bagian dalam usia produktif tersebut harus produktif pula. Dalam menjalankan bisnis start-up misalnya, bagaimana caranya kita bertahan dalam posisi tidak mendapatkan penghasilan selama berbulan-bulan hingga saat start-up tersebut mulai dikenal oleh orang banyak.

Walaupun KEK #3 ini adalah yang terakhir, Kementerian Perekonomian BEM ITS berharap, kepedulian terhadap ekonomi Indonesia oleh KM ITS tidak berhenti. “Semoga kita sebagai mahasiswa tidak hanya mengerti terkait hal-hal teknis, namun kita juga harus paham bahwa di balik itu semua ada angka-angka yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pola pikirnya bukan hanya sebagai pegawai yang memikirkan kepentingan diri sendiri, namun juga sebagai pengusaha yang memikirkan kepentingan perusahaan, masyarakat sekitar, bahkan kepentingan Negara.”, Galih mengakhiri. (adz/mia/din)

IMG-20160531-WA0002

Posted by Vivat Press on

PP LKMW, Pelatihan Pemandu Untuk Tingkatkan Semangat Wirausaha KM ITS

VIVAT PRESS

Jurusan Kimia J-117, 28-29 Mei 2016

Minggu (29/5), diselenggarakan pertama kali oleh Kementerian Perekonomian BEM ITS, Pelatihan Pemandu Latihan Keterampilan Mahasiswa Wirausaha (PP LKMW) ini sangat penting keberadaannya untuk meningkatkan semangat kewirausahaan KM ITS. “Entah kenapa, akhir-akhir ini, kewirausahaan di ITS semakin meredup. Tidak banyak mahasiswa ITS yang mau serius berwirausaha. Dan kalaupun ada, hanya sedikit namun beberapa macet di tengah jalan. Sehingga dengan adanya LKMW TD, LKMW TL, juga tentunya PP LKMW, dapat meningkatkan motivasi-motivasi untuk berwirausaha”, jelas Agustin Nur Malita, ketua pelaksana PP LKMW.

Tak hanya melulu tentang Kewirausahaan, materi PP LKMW juga mencakup public speaking, kepemanduan, dan dasar-dasar LKMW. Pemateri yang dihadirkan dalam LKMW ini pun beragam, mulai dari mahasiswa-mahasiswa yang sudah menggeluti bidang kewirausahaan, hingga praktisi-praktisi.

PP LKMW memiliki peranan yang penting dalam bidang kewirausahaan di ITS. Peserta PP LKMW yang beragam, yaitu terdiri dari delegasi-delegasi KWU HMJ, dan juga KM ITS non-KWU yang memiliki ketertarikan di bidang kewirausahaan, maupun mahasiswa yang sudah memiliki bisnis ini, setelah mengikuti pelatihan PP LKMW diharapkan dapat menjadi mentor dan konseptor dalam diselenggarakannya LKMW TD dan LKMW TL. Diungkapkan oleh Lita, dengan diselenggarakannya PP LKMW ini, diharapkan dapat terbentuknya suatu sistem dalam pelatihan-pelatihan kewirausahaan, dan juga terbentuk suatu standar sehingga setiap pelatihan kewirausahaan di ITS setara. (adz/mia/din)
IMG-20160531-WA0007[1]

Posted by Vivat Press on

Portal KM ITS, Persembahan BEM ITS untuk KM ITS

VIVAT PRESS

Sekretariat BEM IT’S, SCC lt. 2, 17 Mei 2016

Selasa (17/5), bertepatan dengan berakhirnya IMC (ITS Media Conference) part 1, BEM ITS memperkenalkan km-its.com yang akan segera menjadi km.its.ac.id sebagai Portal KM ITS. Berlandaskan keresahan akan permasalahan integrasi data dan informasi di KM ITS, Portal KM ITS dibangun dengan harapan untuk mempermudah mahasiswa ITS untuk mengenal KM ITS sendiri tanpa perlu mengikuti keseluruan media sosial yang ada di KM ITS.

“Saat ini untuk mengetahui informasi suatu ormawa tentu kita harus mem-follow akun ormawa tersebut, lalu bagaimana jika kita ingin mengetahui informasi ormawa se-KM ITS? Jawabannya adalah Portal KM ITS, semua informasi akan ada disana.”, jelas Adnan, Dirjen Multimedia Kementrian Kominfo BEM ITS.

Platform yang telah dibangun semenjak kepengurusan lalu ini sempat mengalami kendala sehingga harus membangun ulang sistemnya dari awal agar fungsinya sesuai dan dapat menjawab permasalahan integrasi data yang ada. Portal KM ITS akan dikembangkan dalam 2 platform, website dan mobile. Platform mobile yang dahulu,yaitu IMAPS (ITS Mobile Apps) nantinya akan diubah menjadi Portal KM ITS Mobile untuk menyelaraskan branding kedua platform.

Walaupun sama-sama dikelola oleh Keditjenan Multimedia BEM ITS, Portal KM ITS tentunya berbeda dengan Portal BEM ITS. Portal BEM ITS dikhususkan untuk memberikan informasi tentang BEM ITS. Sedangkan Portal KM ITS memberikan informasi tentang KM ITS secara keseluruhan. “Rencana kedepannya setelah launching nanti kami akan mengajak semua ormawa di KM ITS untuk berkontribusi di Portal KM ITS. Setiap ormawa akan mendapatkan hak akses untuk masuk dan memberikan posting berupa acara, berita, dan lain-lain di dalam websitenya.”, Adnan mengakhiri. (adz/din)

Posted by Vivat Press on

Global Movement of KM ITS To Singapore

VIVAT PRESS

Singapura, 14 Mei 2016

Sabtu (14/05), telah berlangsung kunjungan BEM ITS ke National University of Singapore Student Union (NUSSU) sebagai salah satu rangkaian acara dari KM ITS Expands To Singapore yang merupakan agenda dari Global Movement of KM ITS (GM KM ITS).

Tujuan diadakannya GM KM ITS tersebut mempunyai tujuan untuk mewujudkan hubungan kerjasama antara BEM ITS dengan NUSSU serta untuk mempelajari budaya dan susunan organisasi mahasiswa internasional yang akan diimplementasikan dalam proses internasionalisasi KM ITS. Kunjungan diawali dengan presentasi mengenai susunan, fokusan, dan budaya NUSSU oleh Loo Weng Heng selaku President of NUSSU. Dilanjutkan dengan presentasi dari BEM ITS berisi BEM ITS company profile.

NUSSU sendiri terdiri dari enam divisi yang berbeda antara lain Hubungan dan Kerjasama, Presidensial, Kesejahteraan, Komunikasi, Sekretariat serta Keuangan. Memiliki fokusan pada bidang pendidikan, sehingga hampir seluruh acara yang diadakan berguna untuk studi mahasiswa sendiri.

Setelah menyajikan presentasi dari masing-masing organisasi, ada agenda saling menukar cenderamata, kemudian ishoma, dan dilanjutkan dengan bercengkrama antara satu sama lain. Setelah itu diadakan sesi diskusi antar perwakilan BEM ITS dan NUSSU yang terbagi menjadi 3 grup. Tema yang dibawa untuk diskusi ini adalah mengenai AEC (ASEAN Economic Community), bertukar informasi mengenai fokusan dan program kerja kedua belah pihak, dan kerjasama antar BEM ITS dan NUSSU.

Beberapa bentuk kerjasama yang telah disetujui antara BEM ITS dan NUSSU meliputi:
1. SUSE (Student Union Staff Exchange) yang merupakan program pertukaran staff magang di kedua organisasi mahasiswa
2. Event Exchange berupa pertukaran informasi serta peserta event masing-masing organisasi mahasiswa
3. INFEX (Information Exchange) yang merupakan pertukaran informasi via diskusi online mengenai isu-isu internasional.

Kerjasama diatas akan dilaksanakan segera mungkin dengan diskusi lebih lanjut via online.

Agenda selanjutnya merupakan penampilan budaya dari kedua belah pihak dimana NUSSU mempresentasikan Singlish (Singapore English) dan mengajarkan peserta kunjungan beberapa kosakata dalam Singlish. Dan dari BEM ITS sendiri menampilkan permainan angklung dengan membawakan lagu Suwe Ora Jamu. Dan terakhir adalah Campus Tour. Peserta kunjungan diajak berkeliling wilayah kampus NUS, lalu diakhiri dengan sesi foto bersama di UTown Area NUS.

Menurut Yeoh Jo Ern, selaku Executive Director of Global Relation Unit of NUSSU, mahasiswa NUS tidak terlalu paham mengenai apa itu AEC namun setelah dipaparkan mengenai AEC, beliau mengatakan bahwa tanpa mengetahui AEC mereka (mahasiswa NUS) telah terbiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja internasional sehingga AEC bukan merupakan hal yang perlu ditakutkan.

Sebelum Campus Tour, Yeoh Jo Ern memberikan sambutan penutup, “Terimakasih atas kunjungan dari BEM ITS, kami sangat senang menyambut kalian. Kalian sangat bersemangat mengikuti segala agenda hari ini. Kunjungan ini hanyalah awal, masih banyak kerjasama yang bisa dilakukan ke depannya. Semoga suatu saat NUSSU dapat melakukan kunjungan balik ke BEM ITS.” ujar Jo Ernmengakhiri.(anm/sam/mia)

Posted by Vivat Press on

KM ITS EXPAND TO SINGAPORE

VIVAT PRESS

Singapura, 13 Mei 2016

Jumat (13/5) telah berlangsung kunjungan oleh BEM ITS ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura sebagai salah satu rangkaian acara dari KM ITS Expand To Singapore.KM ITS Expand To Singapore sendiri merupakan salah satu agenda dari Global Movement of KM ITS (GM KM ITS). Tujuan dari kunjungan ke KBRI Singapura ini adalah untuk mewujudkan relasi konkret serta bertukar informasi yang akan berguna untuk kerja sama antara BEM ITS dengan NUS Student Union.

Kunjungan ini dibuka dengan penjelasan KBRI Singapura secara singkat. Dilanjutkan dengan sambutan dari Novangga Ilmawan selaku Presiden BEM ITS 2015/2016.

Sesi sharing pada kesempatan kali ini diisi oleh Ibu Aisyah Endah Palupi selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Singapura. Beliau merupakan alumni S3 Teknik Kimia FTI-ITS yang sebelumnya menjabat di KBRI Filipina. Dalam penjelasannya, beliau memaparkan keadaan mahasiswa dan pergerakan organisasi mahasiswa di Singapura, khususnya NUS dan NTU. Seperti PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Singapura yang memiliki struktur organisasi dengan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal di setiap kampus. Mengenai visitasi BEM ITS ke NUS Student Union, beliau berpendapat bahwa hal ini merupakan inisiasi yang baik. Karenanya, beliau berpesan agar hal ini disiapkan sebaik-baiknya dan berharap semua nya berjalan lancar.

Ibu Upi, begitu panggilan akrabnya, menambahkan bahwa terdapat program intership untuk semua jurusan selama 1 bulan di KBRI Singapura. Selain itu, untuk mahasiswa semester 8 beliau menganjurkan untuk mendaftar beasiswa LPDP, meskipun persaingan nya ketat namun akan mendapatkan beasiswa berupa tuition fee dan living allowance.

“KM ITS Expand To Singapore ini diharapkan menjadi tools untuk belajar budaya organisasi internasional, untuk diterapkan dalam internasionalisasi di KM ITS. Serta, untuk menjalin relasi antar organisasi se-ASEAN” ujar Reinhart, selaku Ketua Pelaksana KM ITS Expand To Singapore seusai kunjungan. (anm/mia)

Posted by Vivat Press on

Pelatihan ITS Mengajar, Siapkan Para Calon Pengajar dan Pejuang Tangguh

VIVAT PRESS

Ruang J-107 Jurusan Kimia & Ruang Sidang FTI Gedung BAAK Lantai 3, 07-08 Mei 2016
Beberapa waktu lalu, ITS Mengajar telah mengumumkan para calon pengajar untuk ITS Mengajar for Indonesia (IFI) dan Rumah Perjuangan (RP). Kali ini, ITS Mengajar mengadakan pelatihan untuk para pengajar tersebut. Sekitar 5 orang pengajar RP dan 35 orang calon pengajar IFI hadir pada pelatihan yang bertempat di Ruang J-107 Jurusan Kimia pada hari Sabtu dan Ruang sidang FTI Gedung BAAK Lantai 3 pada hari Minggu.

Kali ini IECC mengadakan pelatihan yang sedikit berbeda dari pelatihan pada umumnya. Jika pada pelatihan-pelatihan yang lain memakai baju standard pelatihan yaitu putih hitam, namun pada pelatihan ini cukup memakai baju yang rapi dan sopan. Hal ini bertujuan agar peserta tidak merasa kaku dan dapat merasa nyaman selama mengikuti pelatihan. Tak hanya itu, disela-sela penyampaian materi diadakan simulasi diantaranya duduk berkelompok dan memainkan sebuah permainan yang telah disiapkan oleh pengajar muda. Alhasil, peserta tidak merasa bosan dan mengantuk selama mengikuti pelatihan meskipun selama dua hari dan menginap disana.

Adapun materi yang disampaikan yaitu diantaranya manajemen kelas dan komunikasi pada hari pertama oleh pengajar muda. Kemudian pada hari kedua pembelajaran kreatif dan community development. Pelatihan ini juga turut menghadirkan Gerakan Melukis Harapan (GMH) dan Komunitas Pijar untuk memberikan materi. Dan juga tak lupa ITS Mengajar ini bekerja sama dengan Indonesia Mengajar selama pelatihan.

Menurut ketua pelaksana pelatihan ini yakni Panji, mengutarakan rasa senangnya selama berjalannya pelatihan ini karena antusias peserta yang terbilang luar biasa selama dua hari tersebut. Dimana pesertanya dominan mahasiswa angkatan 2015 dan 2014.

“Pelatihan ini tujuannya untuk pembekalan pengajar tangguh IFI ketika di terjunkan selama 3 minggu di daerah pengabdian dan pejuang tangguh RP selama 1 periode kepengurusan. Khusus pengajar tangguh IFI walaupun sekarang statusnya masih calon harapannya jika nanti ada teman-teman yang tidak lolos menjadi pengajar tangguh IFI setelah pelatihan ini dapat berkontribusi dalam KM ITS entah itu di HMJ, BEM F, atau IECC sendiri”, ujar Panji selepas acara pelatihan tersebut.
Hal terpenting lainnya setelah pelatihan ini yaitu diharapkan mampu meningkatkan skill, karakter, dan kreativitas yang ada didalam diri peserta. Serta mampu mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan selama pelatihan dari ITS Mengajar ini. (iid/mia)

Posted by Vivat Press on

BEM ITS Sampaikan Langsung Kajian Isu Pendidikan Aliansi BEM SI kepada MENRISTEKDIKTI

Vivat Press

Rektorat, 03 Mei 2016

Hari selasa (3/5), BEM ITS berkesempatan untuk menyambut kedatangan Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Si, Akt, PhD selaku Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Sambutan tersebut berlangsung di gedung rektorat sekitar pukul tujuh pagi hingga dua belas siang.

Tujuan kedatangan MENRISTEKDIKTI ke ITS adalah untuk meresmikan motor listrik Garasindo Electric Scooter ITS atau lebih dikenal dengan GESITS. Salah satu karya mahasiswa ITS ini mendapat apresiasi dari MENRISTEKDIKTI tersebut. Pada kesempatan itu juga, BEM ITS menyampaikan hasil kajian Aliansi BEM SI kepada MENRISTEKDIKTI secara langsung. Hasil kajian tersebu merupakan isu masalah pendidikan, yaitu diantaranya tentang Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Negeri (BOPTN), hilangnya beasiswa PPA-BBP, serta transparasi pelaksanaan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menurut Novangga Ilmawan, tanggapan beliau tentang kajian tersebut adalah dikarenakan adanya kendala pada BOPTN dimana skalanya berkurang karena semakin banyak perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yang menyebabkan terjadinya kenaikan UKT di beberapa PTN. Namun sampai saat ini beliau masih belum menemukan solusi yang tepat. Untuk masalah UKT ini, sebenarnya sudah terdapat di aturan menteri yang mana jika ada salah satu PTN yang sedang bermasalah dengan UKT, maka itu termasuk masalah implementatif Perguruan Tinggi tersebut. Karena setiap PTN mempunyai range-nya masing-masing.

Kemudian tentang beasiswa PPA-BBP, mahasiswa ITS menuntut untuk dikembalikan. Akan tetapi, karena tidak terdapat di anggaran awal maka masalah beasiswa ini menjadi sulit dipecahkan.
Kampus ITS sebagai kampus bercirikan timur ini, siap untuk meningkatkan pendidikan timur serta penghubung antara pendidikan timur dan barat.“Dengan menyampaikan kajian ini kepada Menteri secara langsung, semoga dapat didengar dan adanya perubahan yang dapat dirasakan oleh masyarakat “, kata Angga mengakhiri.(iid/mia)

Posted by Vivat Press on

BEM ITS Turut Sambut Kedatangan MENRISTEKDIKTI

Vivat Press

Rektorat, 03 Mei 2016

Hari selasa (3/5), BEM ITS berkesempatan untuk menyambut kedatangan Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Si, Akt, PhD selaku Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Sambutan tersebut berlangsung di gedung rektorat sekitar pukul tujuh pagi hingga dua belas siang.

Tujuan kedatangan MENRISTEKDIKTI ke ITS adalah untuk meresmikan motor listrik Garasindo Electric Scooter ITS atau lebih dikenal dengan GESITS. Salah satu karya mahasiswa ITS ini mendapat apresiasi dari MENRISTEKDIKTI tersebut. Menurut salah satu media di ITS, beliau menyampaikan bahwa performance dari GESITS sendiri sudah baik. Beliau juga berpesan untuk diadakannya kolaborasi antar jurusan maupun perguruan tinggi lainnya dalam menghasilkan karya. Seperti,halnya dalam kolaborasi antara mahasiswa Teknik Elektro, Teknik Fisika dan Teknik Mesin yang membuat motor listriknya serta mahasiswa desain produk yang membuat desainnya.

Pada kesempatan tersebut, BEM ITS juga menyampaikan hasil kajian BEM SI tentang Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Negeri (BOPTN), hilangnya beasiswa PPA-BBP, serta transparasi pelaksanaan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menurut Novangga Ilmawan, tanggapan beliau tentang kajian tersebut adalah dikarenakan adanya kendala pada BOPTN dimana skalanya berkurang karena semakin banyak perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yang menyebabkan terjadinya kenaikan UKT di beberapa PTN. Namun sampai saat ini beliau masih belum menemukan solusi yang tepat. Untuk masalah UKT ini, sebenarnya sudah terdapat di aturan menteri yang mana jika ada salah satu PTN yang sedang bermasalah dengan UKT, maka itu termasuk masalah implementatif Perguruan Tinggi tersebut. Karena setiap PTN mempunyai range-nya masing-masing.

Kemudian tentang beasiswa PPA-BBP, mahasiswa ITS menuntut untuk dikembalikan. Akan tetapi, karena tidak terdapat di anggaran awal maka masalah beasiswa ini menjadi sulit dipecahkan.
Kampus ITS sebagai kampus bercirikan timur ini, siap untuk meningkatkan pendidikan timur serta penghubung antara pendidikan timur dan barat.“Dengan menyampaikan kajian ini kepada Menteri secara langsung, semoga dapat didengar dan adanya perubahan yang dapat dirasakan oleh masyarakat “, kata Angga mengakhiri.(iid/mia)